
Hari semakin sore, setelah seharian ini pasangan suami-istri baru itu menjelajahi daerah Paris. Kini Agas serta Airin berada di salah satu kafe dekat hotel mereka, sebenarnya Airin ingin rebahan saja di kamar hotel tapi Agas memaksanya dengan alasan ada yang ingin bertemu dengannya.
"Lama banget sih! badan aku udah lengket nih, gak enak pengen mandi," Gerutu Airin.
Agas yang sedang menikmati kopinya pun menatap ke arah depan di mana Airin duduk berhadapan dengannya, "Sabar sayang tiga menit lagi dia datang kok."
"Sabar sabar, wong edan. dari tadi lima menit, empat menit. Ini udah setengah jam kita nunggu," Ucap Airin kesal, Agas hanya menggelengkan kepalanya.
"My baby honey!" Ucap Seseorang yang tiba tiba datang dengan duduk di samping Agas tak lupa tangannya yang mencubit kedua pipi Agas.
"Oh my good, makin ke sini makin tampan aja. sedang apa kau di sini honey?" Tanyanya tanpa menghiraukan tatapan tajam Airin yang mengarah padanya sementara Agas dibuat ketar ketir dengan perasaan yang tidak enak.
"Apasih! lepaskan!" Sentak Agas.
"Cup cup cup, my baby honey kau tidak rindu padaku? kita sudah lama tidak bertemu."
"Agas! apaan ini?" Sentak Airin.
"S-sayang, tidak ini tidak seperti yang kamu bayangkan," Ucap Agas sambil melepas paksa tangan yang sedang mencubit pipinya itu.
"Apa! kamu mau ngeles hah! jadi dia yang mau kamu kenalkan? wanita seperti Patung Pancoran kek gini!" Ucap Airin dengan suara sedikit keras sedangkan wanita di samping Agas hanya duduk dengan tenang sambil menompang dagunya menikmati drama di depannya.
"Bukan sayang, kamu salah paham," Ucap Agas mencoba menenangkan.
Airin berdiri dari duduknya, "Sudahlah aku malas sama kamu. Jangan pulang! diem aja disini sama wanita itu!"
Airin berjalan keluar cafe dengan cepat sedangkan Agas ketar ketir tak karuan, "Sayang! tunggu dulu. Yang!"
Airin tidak menghiraukan teriakan Agas, dia tetap berjalan keluar cafe, "HAISH DASAR OM OM MENYEBALKAN! MENUNGGU LAMA HANYA UNTUK SI PATUNG PANCORAN ITU? SIALAN!" Teriak Airin saat sudah jauh dari cafe.
Sedangkan Agas hanya menatap wanita di depannya dengan datar, "Setan, kau menghancurkan pertemuanku."
"Memangnya kenapa? kau tidak rindu denganku? kita kan sudah lama tidak bertemu, dan aku tidak menyangka kau semakin tampan. Dan juga hot! cocok untuk menjadi sugar daddy ku," Ocehnya dengan menompang dagunya memperhatikan Agas.
"Bagaimana? tawaran ku sangat menguntungkan kan?" Ucapnya dengan nada yang di lembut lembutkan.
"Berhenti bertingkah seperti itu. kau harus bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan tadi," Geram Agas, dia tadinya ingin mengejar Airin tetapi wanita itu malah memeluknya dengan erat.
"Apa? bertanggung jawab atas apa? aku tidak menidurimu?"
Agas mengepalkan tangannya geram dengan tingkah wanita di depannya, helaan nafas Agas hembuskan, "Kau! karena mu malam ini aku tidak akan diberi jatah, sialan."
Wanita tersebut duduk menyender dengan kakinya yang di tompangkan, lalu tersenyum menggoda, "Wah ini adalah kesempatan besar, bagaimana jika kau bersamaku malam ini?"
"Gila! wanita gila!" Pekik Agas dengan mengacak acak rambutnya frustasi.
"Wah tidak kusangka wanita iblis ini menjadi istrimu," Ucap seseorang di belakang Agas.
Agas membalikan tubuhnya lalu dengan cepat menggeleng, "Tidak, dia bukan istri daddy!"
Orang tersebut duduk di kursi yang berada di tengah tengah Agas dan wanita itu, "Wah benarkah? tadi kata daddy ingin mengenalkan istrimu."
"Iya, aku istrinya. bagaimana kami pasangan yang cocok bukan?" Ucap wanita tersebut dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"Hm, tidak. Kau sudah tua, aku tidak mau nanti jika aku menikah mommy ku sudah menjadi nenek nenek," Ucapnya sarkas.
"Cih, aku itu awet muda. kau tidak lihat kulit mulus ku? wajahku yang tanpa keriput ini?"
"Hm, tapi punggungmu akan membungkuk seratus delapan puluh derajat," Ucap orang tersebut.
Wanita tersebut mendecih pelan dengan wajah sombongnya sedangkan Agas sudah pasrah. Pusing menghadapi kedua wanita yang tingkahnya sama sama menyebalkan.
"Tidak akan! itu tidak akan pernah terjadi," Ucapnya tak terima.
Orang tersebut menghedihkan bahunya acuh, "Hm, jadi daddy di mana mommy ku?"
"Aku mommy mu bodoh," Ucap wanita tersebut, Agas menatap wanita di hadapannya dengan jengah.
"Angel! bisakah kau diam? suara kalengmu itu mengahncurkan telingaku!" Sentak Agas sedangkan wanita yang ternyata Angel itu kembali berdecih tak suka.
"Gara gara Angel mommy mu pergi, dan juga kenapa kamu lama Azra? jika kau datang lebih awal mungkin mommy mu tidak akan marah pada daddy," Ucap Agas pada putri sulungnya Azralia yang juga saudara kembar Azrel.
"Maaf Daddy, aku tadi ada halangan dikit," Ucap Azra dengan nada datarnya.
Agas menghela nafas pelan, "Hm tidak apa apa. Lalu bagaimana kamu bisa ada di sini?"
"Aku sedang bekerja daddy. Bukankah daddy yang memberiku kendali perusahaan ayah? aku sedang bekerja sama dengan perusahaan fashion di sini," Ucap Azra.
"Panggil Daddy jika butuh bantuan," Ucap Agas sambil mengelus kepala Azra.
Angel yang melihat itu mengendus keras, "Huh, kalian mengabaikan ku? apa kalian tidak ingin bertanya padaku, kenapa aku ada di sini?"
"Tidak, dan yang pasti kau itu tamu yang tak di undang," Sarkas Azra.
"Sia-"
"Sudah jangan bertengkar, kalian sama sama tidak mau mengalah. Sampai aku mendapatkan bayi kembar pun pertengkaran kalian tidak akan berhenti jika tidak ada yang mengingatkan," Omel Agas.
"Hm baiklah baiklah. Jika kalian tidak menanyaiku, biar aku yang memberi tahu kalian," Ucap Angel dengan senyum mengembang nya.
"Aku mendapatkan sugar daddy baru! gila, dia keren sekali...apalagi dengan uangnya yang sangat berlimpah. Aku rela melakukan apapun demi dirinya asalkan hidupku makmur dan tenang, bagaimana? itu kabar yang bagus bukan?"
Agas dan Azra saling melirik lalu menggelengkan kepalanya, "Sepertinya, semakin tua. Wanita iblis ini semakin menjadi tingkahnya," Bisik Azra, Agas hanya mengangguk setuju.
"Terserah kau. Tapi, jika kau di campakan jangan mengunjungiku. Aku tidak menerima tamu seperti dirimu," Ucap Agas lalu bangkit sambil menggandeng tangan Azra.
"Dah, semoga sugar daddy mu tidak membuat tubuhmu semakin peot karena tangannya!" Ucap Azra sambil berjalan mundur meninggalkan Angel yang menggerutu tak jelas.
"Ayah dan anak sama saja. Menyebalkan!" Ucapannya.
...~o0o~...
Setelah kejadian tadi, kini Agas dan Azra berada di depan pintu kamar hotelnya. Sedari tadi mereka mengetuk pintu kamar, menekan bel yang berada di gagang pintu. Bahkan memanggil Airin dengan keras.
Tapi, tetap saja tidak berhasil. Agas menyender di depan pintu sambil terus mengetuk, "Sayang buka pintunya."
Azra yang melihat tingkah daddynya itu merasa iba, "Menyedihkan sekali. Honeymoon yang tidak ada manis manisnya," Gumamnya.
__ADS_1
Cklek...
Pintu terbuka yang menampakan Airin dengan jubah mandi yang di pakainya dan juga rambut yang sepertinya sudah di keringkan, "Apa?"
"Lagi ngapain sayang? kenapa aku panggil gak nyaut?" Tanya Agas dengan menghela nafas panjang.
Sedangkan Airin yang belum menyadari adanya Azra pun hanya menatap Agas datar, "Habis ngeringin rambut. Kenapa pulang?"
"Loh? kenapa bertanya seperti itu sayang?"
Airin tak menjawab tapi bola matanya memutar malas hingga tatapannya mengarah kepada seorang gadis yang mirip dengan Azrel.
"Ya ampun! kamu cantik sekali sayang. Pasti kamu putri sulung mommy, ayok masuk jangan berdiri di luar dingin," Ucap Airin yang kini berubah hangat lalu menarik tangan Azra dan mendudukkannya di sofa.
Agas hanya melongo dibayarnya lalu dengan cepat berjalan masuk sebelum di larang oleh Airin, Agas menutup pintu kamar lalu dengan cepat memasuki kamar mandi.
"Kamu kenapa bisa ada di sini? kamu kok cantik banget sih? tapi wajah kamu datar hehe, eh ayok kita kenalan. Nama mommy Airin Morgena Alatas, jika kamu mau. Kamu bisa memanggilku dengan sebutan mommy," Ucap Airin dengan antusiasnya.
Sedangkan Azra hanya tertawa pelan, tidak menyangka bahwa mommy barunya itu lucu, cerewet serta terlihat perhatian.
"Salam kenal juga mommy, aku Azralia. Mommy bisa memanggilku Azra," Ucap Azra dengan senyum tipisnya.
"Sayang," Panggil Agas yang baru keluar dengan pakaian tidurnya lalu duduk di samping Airin sambil memeluk pinggang Airin erat.
"Apasih. Lepasin deh, malas banget di peluk sama kamu," Sinis Airin.
"Ck, sayang...jangan begitu, tadi kamu salah paham sayang. Yang ingin aku kenalkan itu bukan wanita tadi tapi Azra," Ucap Agas.
Airin hanya mengacukannya lalu melihat ke arah Azra yang terlihat lelah, dengan segera Airin menyuruh Azra tidur depan kepala di pahanya.
"Sayang dengerin aku gak sih..." Rengek Agas, Azra mengerjap ngerjapkan matanya tak percaya melihat daddy nya itu merengek bak anak kecil.
"Hm," Dehem Airin dengan tangan yang mengelus rambut lembut Azra.
"Wanita tadi itu namanya Angel. Dia teman sekaligus musuh kakak perempuan ku, kau ingat kan, kakak perempuan ku?" Airin hanya mengangguk pelan.
"Dia juga teman kerjaku bersama Arsen, Daniel juga Jehon. Kita tidak ada hubungan apa apa, kamu jangan heran dengan tingkahnya. dia memang sedikit geser otaknya, dia ada di sini karena katanya sugar daddy nya ada di Paris," Jelas Agas.
"Sugar daddy?" Tanya Airin bingung.
Agas mengertkan pelukannya dengan dagu yang berada di atas bahu Airin, "Hmm, dia memang suka bermain dengan om om kaya. Sebenarnya Angel pernah ingin bertemu denganmu, tapi aku tak ijinkan. Soalnya takut virusnya menular padamu."
"Virus? virus apa? ucapanmu semakin aneh saja," Ucap Airin.
"VPSD, Virus Pecinta Sugar Daddy," Jelas Agas sedangkan Airin hanya tertawa pelan.
"Ada ada saja," Ucapnya.
Agas tersenyum saat merasa Airin sudah tidak marah padanya, "Kamu sudah tidak marah?"
Airin seketika mendelik pada Agas, "Siapa bilang?" Ucapnya sinis lalu tersenyum penuh arti, "Malam ini kamu puasa!"
Jder..
__ADS_1
Agas melongo mendengar nya, yang benar saja? baru satu kali sudah di suruh puasa? mana tahan!