Young Mom

Young Mom
PART 74


__ADS_3

Tap tap tap...


Langkah kaki yang saling beriringan itu terdengar nyaring di sebuah salon yang sudah mereka boking. Ketiga perempuan yang berjalan itu tersenyum manis dengan kebaya mereka yang pas di badan tak lupa make up yang menambah kecantikan dan juga kesan dewasa yang terpancar. Ah, jangan di lupakan rambut mereka yang kini sudah di buat sedemikian rupa cantiknya.


"Cantik," Ucap Agas dalam batinnya dengan senyum tipis yang terbit di bibirnya.


"Sialan! bagaimana bisa dalam keadaan hamil pun auranya semakin terpancar, sial. Rasanya aku ingin mengurung istri Sexy ku ini," Batin Arsen menjerit saat melihat Azila yang dengan anggunnya berjalan, senyum manis yang terpancar serta lekukan tubuh yang terlihat jelas. Apalagi perutnya yang sudah sedikit menonjol menambah kesan tersendiri nya.


"Gadisku memang selalu manis, aku jadi tidak sabar untuk menghalalkan nya. Memakai kebaya sederhana saja dia cantik apalagi jika memakai kebaya akad nanti," Ucap Joshua dalam batinnya.


"Hey, kenapa kalian terbengong bengong seperti itu? apa penampilan kita terlihat jelek...?" Tanya Airin yang kini sudah berdiri di hadapan mereka dengan Ayla dan Azila di sampingnya.


"A-ah, tidak sayang bukan begitu. Kita hanya terpesona saja," Ucap Agas gugup, Airin hanya mengangguk saja lalu memeluk lengan Agas.


"Kalau gitu ayok kita pergi, sebentar lagi acaranya di mulai," Ucap Airin.


Mereka pun hanya mengangguk lalu berjalan di samping pasangannya masing masing. Sedari tadi para lelaki itu melirik lirik pasangannya dengan tatapan memuja. setelah mereka berada di parkiran, mereka pun memasuki mobil dengan pasangannya masing masing.


Tak sampai setengah jam, kini mereka sudah berada di parkiran gedung yang akan di pakai untuk pesta kelulusan angkatan mereka. Sebenarnya acara kelulusan resmi sudah mereka lakukan di sekolah setelah selesai ujian, dan kini hanya akan ada pesta serta mungkin drama perpisahan perpisahan antar teman.


Ketiga pasangan itu memasuki gedung dengan menggandeng pasangannya masing masing. Sedari perjalanan memasuki area acara, banyak yang berbisik bisik tentangnya. Apalagi pasangan seorang Azila yang tidak pernah terprediksi oleh mereka.


"*B-bagaimana bisa dia berpasangan dengan kepala sekolah?"


"Apa mereka menjalin hubungan secara diam diam selama di sekolah?"


"Airin? bukannya pasangan Airin itu Daddy nya Azriel?"


"Wah tidak kusangka pasangan Tom and Jerry ini bersatu*."


Ayla yang merasa tersindir pun langsung menatap orang yang berbicara itu dengan tatapan tajamnya sedangkan sang pelaku hanya menggaruk tekuknya canggung. Joshua hanya tertawa kecil lalu mengelus tangan Ayla yang kini berada di genggamannya.


"Biarkan saja, tapi, bukankah ucapannya benar?" Bisik Joshua, Ayla hanya mengangguk saja.


"Pak Arsen selamat datang. Mari, saya akan mengantarkan anda ke meja anda," Ucap Seorang wanita paruh baya yang di duga wakil kepala sekolah serta guru konseling.


"Terima kasih," Ucap Arsen singkat.


Mereka pun mulai berjalan mengikuti wanita paruh baya tadi, ternyata meja untuk mereka berada di bagian depan dengan kursi yang berjumlah delapan yang melingkari meja.

__ADS_1


"Tidak akan ada opening nya kan?" Tanya Agas yang kini duduk di samping Airin.


"Tidak ada, ini hanya acara seru seruan saja. Mungkin yang di khususkan cuman Poto, kesan pesan dan juga salam perpisahan," Jawab Arsen.


Agas menghela nafas lega, "Syukurlah, setidaknya ini tidak akan lama."


"Memangnya kenapa? kamu punya urusa lain?" Tanya Airin penasaran.


Agas menggeleng dengan senyum tipisnya, "Tidak sayang, aku hanya khawatir saja dengan anak anak. Apalagi dengan Azrel, karena katanya malam ini teman teman Alga akan menginap. Aku yakin Azrel akan kesusahan."


"Menginap? kenapa aku tidak tau?"


"Alga hanya izin kepadaku. Dan maaf sayang, aku lupa bilang kepadamu hehe," Airin mendelik kesal sedangkan Agas hanya tertawa canggung.


...~o0o~...


"Tidak! aku tidak sanggup! Huaa daddy...maafkan jika anak yang tertampan ini mempunyai banyak kesalahan hiks... hah~"


"Abangmu lebay sekali," Ucap Deren sambil berdiri menatap Azrel cengo.


"Dia bukan abangku, abangku itu bang Gio," Ucap Alga dengan santainya.


Azrel yang sedang berbaring terlentang di lantai bawah tangga pun langsung menatap kedua bocil yang berada di atas tangga dengan tatapan tajam, "Apa kalian tidak ingin menurut pada Abang?"


Azrel hanya menghela nafas lalu melihat ke arah ruang keluarga yang terlihat kacau dengan bocil bocil yang sedang fokus dengan urusannya masing masing. Lalu Azrel merotasikan matanya kembali ke arah tangga di mana Alga dan Deren yang sedang menggambar di lantai tangga.


"Bodo amatlah terserah mereka! gue lelah, lemas, lesu, lapar. Mending gue makan, biarin aja para bocil bocil itu nanti juga di terkam sama mommy macan. Gak tau aja kalo mommy muda itu serem kalo marah," Oceh Azrel lalu bangkit dari tidurnya, berjalan menuju dapur.


Secara bersamaan ketujuh bocah itu menatap ke arah Azrel yang sedang berjalan ke arah dapur. Kini, entah kebetulan atau apa. Di otak ketujuh bocah itu seketika terbayang kata makanan.


"Abang mau makan?" Tanya Alga.


"Deren mau makan!" Teriak Deren sambil mengangkat tangannya yang sedang memegang spidol itu.


"Amora Juga!"


"Rion juga mau!"


"Nataya mau ice cream kak Azlel!"

__ADS_1


"Raisha pengen susu!"


"Zio juga, susu coklat," Ucap Zio tenang.


Sementara Azrel dengan gerakan cepat memutar tubuhnya lalu menatap ke tujuh bocah itu dengan muka tertekan, sedangkan mereka menatap Azrel dengan tatapan polosnya.


"E-he he," Ucap Azrel dengan mata yang berkedut.


"Yey! abang bolehin, makasih Abang!" Teriak Alga seketika mereka pun berteriak juga.


"MAKASIH ABANG AZREL/AZLEL!"


"Hm, sama sama. kalian tunggu aja," Ucap Azrel dengan suara yang kecil tak lupa muka tertekannya yang terlihat jelas.


Azrel terpaksa berjalan menuju dapur dengan kaki yang teresok esok, tetapi belum sampai dapur bel rumah berbunyi membuat Azrel memejamkan matanya mencoba untuk tenang.


"ABANG! ABANG! BUKA PINTUNYA!" Teriak Alga.


"HUAAAH! MENYEBALKAN! SIAPA YANG BERTAMU MALAM MALAM BEGINI SIAL!" Teriak Azrel sambil berjalan dengan menggebu gebu menuju pintu depan sedangkan ketujuh bocah itu menatap Azrel kasihan.


Cklek.


"Siapa sih? ini sudah larut, kita tidak menerima ta-mu," Ucap Azrel tercekat di akhir kalimat saat melihat seorang di depannya.


"K-kakak?"


...~o0o~...


"Apa kita terlalu larut pulangnya? aku takut mereka belum makan," Tanya Airin yang baru saja turun dari mobil saat sudah sampai di mansionnya.


Agas keluar dari mobilnya lalu menghampiri Airin, "Lumayan, ini sudah jam sepuluh. Terlihat sepi juga, mungkin mereka sudah tidur."


Cklek.


Agas dan Airin masuk kedalam mansion yang terlihat sepi bahkan lampu lampu sudah di padamkan, tapi di ruang keluarga lampu terlihat masih menyala.


"Apa mereka tidur di ruang keluarga?" Tanya Airin.


"Sepertinya, ayo kita lihat," Ucap Agas lalu menarik lengan Airin agar mengikuti nya berjalan menuju ruang keluarga.

__ADS_1


"Azrel kenapa belum ti-dur...Azra?" Ucap Agas lalu tersentak kaget melihat Azralia yang duduk berhadapan dengan Azrel.


"Hallo Daddy."


__ADS_2