
"Om katanya nanti dijemput jam 10, kenapa jadi jam 8," Tanya Airin kesal.
Saat ini mereka berdua berada didalam mobil Agas, setelah tadi sebuah kesalahpahaman terjadi dan perebutan dirinya oleh Joshua beserta Agas.
Dan akhirnya, Agas yang menang dengan segala perumpamaan perumpamaan yang dia ucapkan. Meskipun berat sebenarnya untuk Joshua melepaskan Airin begitu saja kepada seorang pria.
"Kita jalan jalan dulu, nanti kita nyusul kesana," Ucap Agas dengan mata yang masih fokus berkendara menatap jalanan.
"Emang mau kemana sih?" Tanya Airin penasaran.
"Nginap di villa, bunda saya ngundang kamu sama Agion buat ikut," Ucap Agas.
"Hah! ngapain ah, Airin gak mau! canggung tau om," Tolak Airin.
Agas berhenti saat sudah sampai diparkiran mall, lalu melepas sabuk pengamannya setelah itu menatap Airin intents, "Kenapa? bukannya bagus untuk pendekatan."
"Hah? maksud om?" Tanya Airin dengan muka yang sepertinya belum konek.
Agas menggeleng, "Tidak."
"Yuk turun, "Ajak Agas setelah membuka pintu mobil untuk Airin.
Airin hanya mengangguk lalu turun sambil merapikan pakaiannya, "Yuk, mau kemana dulu om?"
Agas berjalan berdampingan dengan Airin, "Bunda nitip makanan buat nanti di Villa, terus mungkin kita beli peralatan pribadi ."
Airin mengangguk, matanya berkeliling mencari super market yang menurutnya lengkap, "Yuk kesana om, disana lengkap. Jadi kita gak perlu keluar masuk toko lagi."
Agas hanya mengiyakan lalu mereka berjalan memasuki super market itu, Agas mengambil troli belanja yang besar lalu menyerahkan handphone nya ke Airin.
"Ini, kamu saja yang cari. Saya tidak tau apa apa."
"Yaudah, om yang dorong troli ya," Ucap Airin sambil mengambil handphone Agas.
Mereka mulai berbelanja sesuai list yang diberikan bunda Agas, sedari tadi mereka berkeliling banyak yang menatapnya iri. Selama berbelanja Airin meminta pendapat tentang bahan masakan yang biasa digunakan bunda Agas.
"Bunda kamu sukanya beli saus yang mana, ini atau ini?"
"Gak tau, ambil dua duanya aja."
"Kalo kecapnya?"
"Gak tau, ambil dua duanya aja."
"Kalo penyedap rasa? yang ayam atau sapi?"
"Gak tau, ambil dua duanya aja."
"Semangkanya berapa satu atau dua? yang kecil atau yang besar?"
Agas menghela nafas lelah, ternyata belanja bersama wanita sangat melelahkan. Mereka banyak pilihan, pertimbangan, dan akhirnya akan memilih pada pilihan pertama. Pantas saja ayahnya selalu malas jika diajak bundanya belanja.
Ternyata begini rasanya, "Kapan beresnya sih?" Tanya Agas lesu.
Airin yang sedang memilih buah pun mendekat kearah Agas sambil membawa sekantong buah apel, anggur beserta buah bulat lainnya.
"Kenapa? capek ya?" Tanya Airin sambil menaruh barangnya pada troli.
"Heum, emang kamu gak capek? kita disini hampir dua jam loh," Ucap Agas kesal.
"Giamana gak lama, orang belanjaannya aja kayak stok satu tahun," Ucap Airin sambil melirik troli besar yang hampir penuh.
"Udah aja yuk, saya lapar," Ucap Agas dengan tampang memelas.
"Yah padahal tinggal minuman sama makanan ringannya aja," Ucap Airin merasa tanggung dengan belanjaannya.
__ADS_1
"Nanti aja pulangnya ya, kita ke restoran dulu," Pinta Agas.
Airin pun mengangguk setuju, Agas menghela nafas lega. Sunggung, dirinya bosan dan pegal sedari tadi mengelilingi super market ini.
Kini Airin dan Agas berada di salah satu restoran sunda dimall ini, Agas memilih ruang privat agar bisa beristirahat dan makan dengan tenang.
"Pegel," Gumam Agas sambil meluruskan kakinya, dia beruntung karena tempat duduknya lesehan.
"Mau Airin pijit?" Airin merasa kasihan pada Agas.
"Nggak usah, cuman perlu istirahat aja," Tolak Agas.
Agas melihat kearah Airin yang sepertinya biasa biasa saja, "Kaki kamu gak pegel?"
"Udah biasa, baru juga dua jam," Ucap Airin dengan santai.
Agas menatap Airin tak percaya, "Baru? memang biasanya kamu belanja berapa jam?"
"Ntah yang pasti, berangkat siang pulang malam."
Agas menatapnya horor, apa yang dilakukannya selama itu? jika dia bisa memilih, lebih baik mengerjakan pekerjaan kantornya sampai pagi daripada menemani perempuan berbelanja.
...~o0o~...
"Loh mana belanjaannya?" Tanya Airin saat melihat bahwa dibagasi Agas hanya barang barang pribadinya.
"Oh, udah dikirim kerumah, soalnya mereka mau berangkat sekarang," Ucap Agas sambil menutup bagasinya.
"Kalo Agion?" Tanya Airin.
"Udah sama Azrel."
Airin mengangguk, lalu masuk kedalam mobil diikuti Agas, "Terus kenapa kita berangkatnya malam?"
"Saya ada pekerjaan sedikit, tidak apa apa kan, jika kamu menunggu?" Tanya Agas sambil memasang sabuk pengamannya.
Mobil Agas melaju dengan pelan meninggalkan paskiran mall, "Terus kita mau kemana?"
"Kerumah kamu dulu, biar kamu packing sekarang. Habis itu kita kekantor saya dulu," Ucap Agas.
Brum.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah Airin, sepanjang perjalanan Airin bertukar pesan dengan sahabatnya.
Drrrt...
Panggilan video call masuk dari handphone Airin, dengan segera Airin menjawab panggilan video call itu.
"Woy Airin lagi dimana Lo?" Tanya Azila pertama kali dengan muka yang hitam sepertinya sedang memakai masker.
"Jalan jalan dong, emang lo Senin sampai Minggu beranak di dalem kamar," Ucap Airin yang diakhiri kekehan.
"Enak aja, gue juga mau jalan jalan," Ucap Azila sombong.
"Lah gue?" Tanya Ayla dengan wajah mirisnya.
"Kasihan, diem aja lo dikamar lo, gak usah kelayapan ntar lupa jalan pulang lagi," Ucap Azila.
Airin tertawa keras saat mengingat kejadian dimana Ayla jalan jalan sendiri dan berakhir seperti anak hilang yang tidak tau arah pulang kerumahnya.
"Jahat Lo!"
"Kerumah si Joshua aja sana, dia bawa banyak oleh oleh loh," Ucap Airin.
"What? si Jojo dah balik?" Tanya Azila dengan teriak berakhir dengan pekikan saat merasa maskernya hancur.
__ADS_1
"Anjir masker gue!"
"Pfft hahaha ngakak anjir," Suara tawa Ayla terdengar keras, Airin menggelengkan kepalanya melihat tingkah absrud sahabatnya.
"Kualat lo Ayla ketawain gue," Ucap Azila kesal.
"Maaf elah, udah ah. Gue mau kerumah di Joshua, by by pren," Ucap Ayla lalu mematikan sambungan video call nya.
"Sialan si Ayla." Azila berusaha meredakan emosinya.
"Udah deh, sana lo siap siap, ntar sugar daddy Lo nunggu," Ucap Airin sambil tertawa.
"Gak ada akhlak!"
Tut...
Panggilan Video call telah berakhir dan tanpa Airin sadari, sedari tadi Agas memperhatikannya dengan tenang. Merasa ada yang memperhatikan Airin melirik kearah Agas.
"Eh!"
"Sudah? ayo turun," Ajak Agas.
"Lah udah sampe? cepat amat," Heran Airin.
"Kamu yang keasikan main handphone," Timpal Agas, Airin hanya mengiyakan saja.
"Yaudah yuk masuk," Ajak Airin sambil berjalan memasuki rumahnya.
"Om tunggu sini dulu ya, kalo mau minum ambil aja sendiri," Ucap Airin lalu berlari menuju kamarnya.
Agas hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Airin. Wajar, masih remaja. Agas duduk dengan tenang di sofa ruang tamu Airin. Tak terasa kantuk mulai menyerang, tak lama Airin datang dengan koper kecil yang diseretnya, dia memperhatikan Agas yang sedang tertidur.
"Perasaan gue gak lama deh packing bajunya."
Airin berjalan pelan kearah Agas lalu duduk disamping Agas dengan pelan, "Om, om."
"Hmm."
"Bangun om," Ucap Airin sambil menepuk nepuk lengan Agas.
"Hmm, saya ingin istirahat sebentar," Ucap Agas dengan suara lirih.
"Yaudah, om mau Airin bikinin teh atau kopi?" Tanya Airin.
"Tidak usah," Ucap Agas dengan mata yang masih tertutup.
Airin mengangguk lalu duduk menyandar dengan memainkan handphone nya, tak lama bahunya terasa berat, Airin melihat kearah bahunya dan ternyata Agas yang menyender kepadanya.
"Kenapa om? pusing?"
"Tidak, saya hanya ingin seperti ini saja."
Hening, mungkin seperti itu keadaan mereka saat ini dengan Airin yang memainkan handphone nya dan Agas yang memejamkan matanya.
"Airin," Panggil Agas.
"Hm," Jawab Airin dengan tatapan fokus kepada handphonenya.
"Apa saya boleh menyukaimu?"
Airin terdiam saat mendengar ucapan Agas, jari jari yang tadinya bermain dengan keyboard handphone pun terhenti.
"Saya boleh cinta sama kamu?"
"Apa saya juga boleh untuk memilikimu?"
__ADS_1
Airin masih terdiam kaku lalu pandangannya menatap Agas yang sekarang ini sedang menatapnya. Sementara Agas penatapnya dengan tatapan sendu lalu berucap dengan suara lirih.
"Saya mau kamu Airin."