Young Mom

Young Mom
PART 29


__ADS_3

Suasana taman belakang Villa besar ini terlihat ramai, Alga sedari tadi berlarian kesana kemari bersama Rion dan Zio. Sedangkan para perempuan membuat makanan dan para laki laki mendekor taman menjadi lebih indah.


"Hah hah, udah ah lali laliannya Alga capek," Ucap Alga dengan nafas terengah engah lalu berbaring di rumput yang terawat itu.


Zio berbaring disebelah Alga diikuti Rion, "Yaudah kita istirahat aja."


"Alga lapal," Gumam Alga sambil mengusap perut kecilnya.


"Nenek kapan makanannya jadi? pelut Alga gelak gelak mulu!" Teriak Alga.


"Bentar lagi sayang, Alga makan cemilan dulu aja yang ada dimeja," Ucap Gina sedikit keras karena terhalang oleh pintu kaca antara dapur dan taman belakang.


"Huft, Alga males ngambilnya. Liat kaki Alga gak bisa digelakin," Ucap Alga sambil mengangkat angkat kedua kakinya menggunakan tangannya.


Azrel menggigit pipi dalamnya gemas, "Buset, adek gue lucu banget sih woy!"


Sedangkan Zio menatap Alga datar karena dirinya tau maksud dari perkataan Alga, Zio beranjak dari tidurannya lalu berjalan mendekati meja dekat kolam renang.


"Alga mau apa?" Tanya Zio.


Alga menolehkan kepalanya kesamping dimana Zio berada, "Em, Alga pengen kue stlobeli ada gak Zio?"


Zio mengangguk lalu mengambil setoples kue stroberi beserta kue coklat. Alga membalikan tubuhnya menjadi tengkurap.


"Makasih Zio," Ucap Alga saat Zio menyodorkan toples berisi kue yang diminta Alga.


"Sama sama."


Zio tengkurap didepan Alga lalu membuka toples kuenya, "Rion mau juga."


Zio mengangguk, kini mereka bertiga asik memakan kue sambil melingkar. Azrel menatap mereka gemas, dia tak kuat untuk mencubit pipi bocah bocah itu yang bergoyang goyang.


"Lo kenapa?" Tanya Agion yang baru saja datang dengan membawa segelas jus mangga.


Azrel tidak menjawab tetapi telunjuknya menunjuk Alga, Zio serta Rion. Agion menatap tiga bocah itu lalu meminum jusnya sekali teguk.


"Alga tidur sama gue," Azrel langsung menatap Agion tajam.


"Nggak! nggak bisa gitu! Alga adek gue, berarti tidurnya sama gue," Bantah Azrel dengan kedua tangan berada di pinggangnya.


"Gue gak peduli, pokoknya dia tidur sama gue," Kekeh Agion.


"Nggak! gak akan gue biarkan!"


Agion menatap Azrel tajam yang dibalas Azrel tajam, Tak lama terdengar suara Airin serta Agas.


"Assalamualaikum bunda, semuanya," Sapa Airin saat memasuki dapur diikuti Agas yang membawa bingkisan.


"Calo pengantin kemana aja woy," Ucap Reyhan yang sedang duduk dikursi depan kolam renang.


"Ngedate," Timpal Agas acuh lalu duduk dikusi meja makan sambil menyimpan bingkisannya.


"Dari mana aja kok lama?" Tanya Laila sambil membawa dua gelas air putih kehadapan Agas.


Airin menghampiri bunda Gina, "Tadi nemenein kerja dulu kak."


Laila menganggukkan kepalanya lalu membawa makanannya yang sudah jadi ke gajebo taman belakang.


"Sini Airin bantu Bun," Ucap Airin sambil membantu membawa masakan yang sudah matang.


"Ah iya makasih loh, taruh digajebo belakang ya," Ucap Gina.


Airin mengangguk lalu membawa makanannya, baru sampai di pintu belakang terlihat pemandangan Azrel dan Agion yang saling menatap dengan tajam.


"Awas loh jangan tatap tatapan, nanti jatuh cinta," Ucap Airin sambil terkikik geli lalu berjalan melewati mereka berdua yang menatapnya kesal.


"Mommy!" Teriak Alga.

__ADS_1


Airin melihat kearah Alga dengan senyum manisnya, "Bungsu mommy ngapain baring baring disana sayang?"


Alga menyengir lebar hingga mata bulatnya menjadi bulan sabit, "Hehe, Alga tadi abis lali lalian mommy, telus kan Alga capek jadinya Alga tidulan disini."


Airin menggelengkan kepalanya, "Bangun sayang, itu rumputnya kotor loh. Pindah ke gajebo aja yuk."


Alga mengangguk lalu berdiri dari duduknya diikuti Zio dan Rion, setelah itu mereka bertiga mengikuti Airin yang berjalan menuju gajebo.


"Alga, Zio sama Rion sudah makan?" Tanya Airin setelah duduk dikursi gajebo yang melingkar.


"Belum mommy, kita mau makan baleng aja," Ucap Alga.


Tak lama terdengar langkah kaki berjalan kearah mereka ternyata keluarga yang lain datang sambil membawa makanan dan piring serta peralatan makan lainnya.


"Daddy!" Pekik Alga sambil merentangkan tangannya.


Agas tersenyum singkat lalu menggendong badan mungil Alga, "Alga kangen daddy?"


"Iya, kangen mommy juga kok," Ucap Alga.


"Udah, ayok duduk kita mulai makannya," Ajak Gina sambil menyusun makanan dimeja.


"Daddy mau duduk dekat mommy," Ucap Alga sambil menunjuk Airin yang duduk ditengah tengah Azrel dan Agion.


Agas pun mengangguk, "Sana geser," Ucap Agas pada Azrel.


"Gak mau, tuh disamping Agion juga bisa," Protes Azrel.


"Apaan nggak! Lo aja yang geser, gue udah mentok tuh lihat," Ucap Agion sambil melirik kesampingnya yang ada Reyhan, Deon, Nova dan juga Laila.


"Geser Azrel," Titah Damian yang duduk dikursi yang hanya diisi olehnya dan Gina.


Azrel mendengus lalu bergeser dengan tak ikhlas, niat ingin duduk samping Airin sambil disuapi pun hangus begitu saja.


Sedangkan Alga tertawa kecil, "Ayo daddy duduk."


Agas duduk disamping Airin dengan Alga dipangkuannya, "Alga mau makan apa?"


"Biar Airin aja yang ambilin om," Ucap Airin saat melihat Agas yang kesusahan mengambil nasi serta lauk pauk.


"Terima kasih."


Gina tersenyum penuh arti menatap keduanya lalu memakan makanannya kembali. Setelah selesai makan mereka mengobrol dengan santai, suasana hangat terasa nyaman, mungkin jika dilihat keluarga besar ini terlihat harmonis.


"Eh, kamar Alga sama Zio dan Rion dimana yah? mereka udah ngantuk kasian," Ucap Airin.


"Dilantai dua, ayok saya antar," Ucap Reyhan sambil berdiri dari duduknya tapi sebelum Airin mengiyakan Agas terlebih dahulu menyela.


"Tidak usah, kamu duduk saja disana," Ucap Agas lalu menggendong Zio ditangan satunya.


"Bisa kamu gendong Rion?" Tanya Agas.


"Ah iya," Airin langsung menggendong Rion.


"Airin duluan kekamar ya Bun, yah, dan yang lainnya," Pamit Airin.


"Iya, hati hati nanti naik tangganya," Ucap Gina sedangkan Airin hanya tersenyum.


"Eh, Agion jangan gadang main game ya, langsung tidur," Agion hanya mengangguk pelan.


Cklek.


Pintu berwarna putih itu terbuka lebar, ruangan berwarna abu serta biru awan terlihat cerah dan nyaman dengan kasur king size dengan seprai bergambar awan awan dan boneka beruang putih disudut kasur.


Agas membaringkan Alga ditengah tengah dengan Zion disampingnya, Airin pun melakukan hal sama, membaringkan Rion disamping Alga.


"Om tolong bawain baju ganti Alga, Zio sama Rion dong. Airin mau ngelap badan mereka." Ucap Airin .

__ADS_1


Agas hanya mengangguk nurut, Airin pun berjalan kekamar mandi lalu keluar sambil membawa baskom berisi air hangat dengan tiga handuk kecil.


Airin terlebih dahulu membersihkan badan Rion, Alga lalu Zio. Setelah itu memakaikan mereka baju tidur baru serta mengoleskan minyak kayu putih didada, perut serta punggung tubuh mereka.


Agas memperhatikan Airin lekat, "Kamu sepertinya sudah pro dalam mengurus anak anak."


"Tidak juga, kadang saya takut jika saya menyakiti tubuh mereka yang kecil," Timpal Airin sambil menyimpan guling disamping Rion dan Zio lalu menyelimuti mereka.


Agas tersenyum kecil, tubuhnya dia sandarkan disofa singel yang ada dikamar Alga, "Saya semakin yakin untuk menjadikanmu teman hidup saya."


Airin tersenyum manis lalu berjalan sampai dihadapan Agas, "Gak usah berhayal."


"Kenapa?"


"Ntar jatoh sakit."


Agas menggenggam kedua tangan kecil Airin, "Saya tidak akan jatuh jika kamu menjawab iya."


"Jadi?" Tanya Agas.


Airin menatap Agas heran, "Apa?"


"CK, saya ingin jawabannya sekarang," Ucap Agas kesal.


Airin mengangguk anggukan kepalanya, "Ah begitu, oke."


Agas menarik Airin semakin mendekat hingga lututnya dengan kaki Airin bersentuhan, "Apa?"


Airin membungkukkan badannya hingga wajahnya sejajar dengan wajah Agas, "Apa yang akan om lakukan jika saya jawab iya?"


"Saya langsung melamar kamu."


"Jika tidak?"


"Saya memaksa," Ucap Agas dengan senyum miringnya sedangkan Airin cemberut mendengarnya.


"hm, sepertinya," Pikir Airin.


"Apa?" Tanya Agas dengan wajah penasarannya.


Airin mendekatkan wajahnya kesamping wajah Agas, lalu berbisik pelan, "Saya jawab besok."


Airin menjauhkan wajahnya dari Agas sambil tersenyum jail sedangkan Agas menatapnya kesal, "PHP."


Airin tertawa pelan mendengar gumaman Agas, lalu berdiri tegak kembali, "Udah yuk keluar."


Airin berbalik badan bersiap berjalan keluar tetapi sebuah tarikan membuatnya duduk dipangkuan Agas. Airin terdiam kaku saat tangan kekar itu melingkari pinggangnya.


"Beraninya kau bermain main denganku anak kecil," Bisik Agas.


Airin bergidik ngeri saat suara berat Agas terdengar lirih, "O-om lepas, gak baik tau kayak gini."


"Hm, benarkan?" Tanya Agas sambil menyimpan dagunya dibahu Airin.


"I-iya lah."


"Hm, kamu tenang saja. Saya hanya ingin memelukmu," Bisik Agas.


"Rileks Airin," Bisik Agas saat meresakan tubuh Airin yang terdiam kaku.


Seolah terhipnotis Airin merilekskan tubuhnya bersandar kepada Agas. Agas tersenyum tipis, tangannya mengelus elus rambut lembut Airin.


"Kamu tidur?" Tanya Agas kala merasakan nafas Airin yang teratur.


"Tidak," Jawab Airin dengan mata tertutup.


"Tidur saja, nanti saya pindahkan ke kamarmu," Bisik Agas.

__ADS_1


Airin mengangguk pelan, kepalanya dia sandarkan dengan nyaman kedada Agas, mata yang sedari tadi menahan kantukpun akhirnya tertutup rapat dengan nafas teratur.


"Good night, my future wife," Bisik Agas.


__ADS_2