Young Mom

Young Mom
PART 49


__ADS_3

Kini waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, setelah tadi istirahat pada sore hari dan dilanjutkan acara resepsi pernikahan Azila pada malam hari. Kini dress code nya berganti menjadi warna biru gelap.


Resepsi malam ini hanya untuk orang orang terdekat, jadi keadaan gedung lumayan lenggang dan hangat karena saling berkumpul.


Airin duduk berkumpul dengan keluarganya, dia rindu dengan kedua orangtuanya. Apalagi dengan bundanya, berbeda dengan Agion yang sedari tadi menempel dengan ayahnya.


"Kapan kamu akan serius dengan Airin?" Tanya Raymond pada Agas yang duduk didepannya dengan Alga yang berada dipangkuannya.


"Insyaallah setelah Airin selesai ujian om, itu juga jika Airin mau. Saya tidak akan memaksa jika Airin tidak mau buru buru," Jelas Agas dengan tenang.


Raymond mengangguk lalu tatapannya mengarah pada Alga yang duduk tenang memakan cake dipangkuan Agas, "Apa dia cucu Raynald?"


"Om kenal opa Raynald?" Agas mengangguk pelan lalu bertanya.


"Saya tau, bukankah dia mafia seperti kakekmu?" Raymond berucap dengan pelan, tetapi pendengaran tajam Agas bisa mengakap suara sekecil apapun.


"Ya?" Ucap Agas bingung serta bimbang. Bagiamana jika ayahnya Airin tidak suka dengan seorang mafia?


Raymond tersenyum tipis, tangannya mengelus elus kepala Agion yang sedari tadi menyandar dibahunya, "Tenang saja. Saja tidak akan mengekang mu, bukankah kakekmu sudah lengser dan diganti oleh mu?"


Agas mengangguk, pikirannya terbelenggu. Bagaimana bisa om Raymond tau? sedangkan Raymond tertawa pelan.


"Saya setuju, asalkan anak saya tidak kenapa napa. meskipun kecil kemungkinan," Agas terdiam mendengar ucapan Raymond, "Lanjutkan saja. Oh iya, saya tunggu kehadiran keluargamu di rumah saya."


Seketika Agas tersenyum tipis, "Tentu saja, om jangan khawatir. Dan terima kasih telah mempercayai saya."


"Daddy," Suara Alga mengalihkan perhatian Agas.


"Kenapa? Alga perlu sesuatu?" Tanya Agas sambil mengelap mulut Alga yang cemong.


"Pengen ke toilet, tapi mau sama mommy," Ucap Alga, "Sama daddy aja ya," Bujuk Agas.


Alga menggelengkan kepalanya lalu melihat kearah Airin sambil merentangkan kedua tangannya, "Mommy."


Airin yang sedang mengobrol dengan bunda dan Ayla pun melihat kearah Alga, "Eh kenapa sayang?"


"Mau ke toilet," Airin mengangguk lalu berjalan menuju Alga.


"Maaf ya ngerepotin," Agas membantu Airin yang akan menggendong Alga, Airin tersenyum tipis, "Gak papa kok. Yuk Alga."


Airin berjalan dengan Alga yang ada digendongnya, selama perjalanan menuju toilet Alga sedari tadi mengoceh dengan antusiasnya menceritakan teman teman barunya.


Airin sesekali tertawa pelan, dia tak tahan dengan kelucuan Alga. Ingin mengurung di kamar nya rasanya.


Bruk...


"Aws, maaf maaf," Ringis Airin ketika tak sengaja menabrak seseorang, sedangkan orang itu hanya mengangguk lalu berjalan dengan cepat.

__ADS_1


Alga melihat kebelakang mommy nya, matanya menyorot tajam kearah orang yang tadi menabrak mereka.


"Alga gak papa kan?" Tanya Airin khawatir.


"Gak papa kok mommy, halusnya kan Alga yang bilang gitu. Mommy gak papa? bahu mommy sakit gak?" Tanya Alga beruntun.


Airin tersenyum manis, "Gak papa kok, yuk lanjut ke toilet."


Alga mengangguk tetapi matanya masih mengarah pada seseorang tadi, "Alga halus kasih tau daddy," Ucap Alga dalam batinnya.


Agas tertawa pelan sesekali bertanya saat bunda Airin menceritakan bagimana tingkah tingkah Airin sewaktu kecil.


"Dia itu aneh tau Agas, masa pengen punya suami sebelas. udah kayak tim bola aja," Agas menggelengkan kepalanya.


"Emang kakak itu aneh bun," Timpal Agion.


"Apaan nih bahas bahas kakak," Ucap Airin yang baru saja datang dengan Alga yang langsung berlari kearah Agas.


"Enggak kok kak hehe, itu kakak dipanggil kak Azila kepelaminan. Katanya cuman kakak doang yang belum Poto bertiga," Ucap Agion.


Airin mengangguk lalu berlalu menuju pelaminan tetapi dia terlebih dahulu ijin kepada Agas, Agas hanya mengangguk mengerti.


"Daddy," Panggil Alga sambil berbisik ketelinga Agas.


"Kenapa hm?"


Alga menangkup pipi Agas dengan mata yang menatap Agas serius, sedangkan Agas berusaha agar tidak tertawa. Dia gemas melihat muka Alga yang sok serius.


Alga mendekatkan mulutnya dengan telinga Agas lalu berbisik pelan, "Tadi ada olang yang nablak mommy, telus mommy minta maaf habis itu kita ke toilet lagi. Tapi daddy, dia natap Alga selem telus juga natap mommy telus daddy."


Agas mengepalkan tangannya yang ada diatas pahanya, sedangkan tangan satunya mengusap kepala Alga lembut.


"Alga tenang ya. Daddy mau ke om om Alga dulu, sekarang Alga sama abang dulu ya," Alga mengangguk mengerti.


Agas memberikan Alga kepangkuan Azrel yang sedari tadi diam memainkan ponselnya lalu berjalan menuju teman temannya.


"Kenapa?" Tanya Jehon heran melihat raut khawatir dimuka Agas.


Agas duduk disamping Jehon, "Ada orang yang mencurigakan disini. Tadi dia sempat bertemu dengan Alga juga Airin, menurut kalian. Apa itu dia?"


Daniel menangkup dagunya dengan tangan satunya yang mengetuk ngetuk meja, "Apa dia sudah membuat target?"


"Apa maksud mu?" Timpal Angel.


"Hais maksudku, sibajingan kecil itu menargetkan Gadis Agas serta Alga atau hanya gadisnya dan juga sebaliknya," Jelas Daniel.


"Kenapa dia menargetkan gadisku, gadisku tidak ada sangkut pautnya dengan ini," Agas mengerutkan dahinya heran.

__ADS_1


"Salah. Semenjak gadismu datang ke kehidupan mu, itu berarti semua hal tentang dirimu akan disangkut pautkan dengannya," Ucap Jehon.


"Hah. Kurasa waktunya semakin dekat, aku takut kehilangan seseorang yang ada disekitar ku," Ucap Agas lirih.


"Yak," Pekik Angel sambil memukul lengan Agas kencang.


"Kau jangan bicara sembarangan. Kau ini kenapa jadi lemah seperti ini? jika kau tak mau adanya kehilangan, kau langsung balas saja sibajingan itu sekarang! kau tau, aku sedari dulu geram denganmu." Ucap Angel kesal.


"Ck, aku tak mau gegabah. Bukankah ada pihak lain yang membelanya? dia juga sama kuatnya dengan kelompokku."


Angel menghembuskan nafasnya kasar lalu menggigit kue dengan kasar. Jehon terlihat berfifkir sambil meminum jus buah nya.


"Ah aku tau," Pekik Jehon dengan senyum manisnya.


"Apa? kau punya ide?" Tanya Daniel.


Jehon tersenyum lalu mengangguk, Agas, Angel serta Daniel menatapnya penasaran. Jehon menyandarkan tubuhnya, "Nanti saja aku beritahu. Disini tidak aman, lagi pula bukankah Arsen juga harus tau. Jadi kita bahas nanti di markas."


Agas mengangguk setuju sedangkan Daniel mencibik kesal, "Dasar. kau membuatku penasaran sialan."


Berbeda dengan suasana dimeja paling belakang, suasana hening karena hanya ada Ayla dan Joshua. Ayla melihat kearah pelaminan dengan menangkup dagunya menggunakan kedua tangannya.


Dia iri dengan suasana romantis didepan sana, dimana Airin, Agas, Alga serta Azrel yang sedang berfoto dengan pengantin.


"Pengen dipoto lagi?" Tanya Joshua.


Ayla menggeleng pelan, "Nggak, tadi kan udah."


"Terus kenapa lihat kesana terus?"


"Seru aja liat gimana keaadan Airin sekarang. Terlihat seperti keluarga yang harmonis, sungguh keluarga idaman," Ucap Ayla sambil tersenyum diakhir kalimatnya.


Joshua menghadap kearah Ayla, tangannya mengusap kepala Ayla pelan sedangkan Ayla merebahkan kepalanya dimeja, "Azila udah nikah. Airin juga katanya bentar lagi nikah."


"Terus kenapa? lo mau juga?" Ayla menatap Joshua jengah.


"Gak ada yang gak mau nikah Jo, meskipun orang itu menolak dengan keras tapi tetap saja hati kecilnya berharap mempunyai pendamping hidup serta mempunyai keluarga yang harmonis."


"Tapi nikah itu bukan urusan yang gampang. Apalagi nikah muda, itu hanya untuk orang orang yang berduit aja. Mantapkan dulu hati, nanti gue bawa kedua orang tua gue kerumah Lo," Ucap Joshua sambil mengelus rambut Ayla pelan.


Ayla menegakkan badannya dengan menatap Joshua bingung, "Mau ngapain Lo bawa orangtua lo kerumah gue?"


"Cuman mau bilang kalau anaknya pak Kenan ini mau membawa anak perempuan satu satunya buat dijadikan pendamping hidup," Ucap Joshua, Ayla menatapnya malas.


"Idih apaan!"


Joshua tersenyum manis sambil menatap Ayla, "Lo mau gak?"

__ADS_1


"Apa?" Tanya balik Ayla dengan raut wajah bingung.


"Menjadi satu satunya ratu di hidupku?"


__ADS_2