Young Mom

Young Mom
PART 15


__ADS_3

Agas membuka matanya pelan pelan, rupanya dia tertidur dikursi samping hospital bed. Agas melihat jam tangan yang melingkar di tangan kekarnya.


"Jam 4 subuh."


Agas meregangkan otot nya, pandangannya melihat kearah sofa yang sudah kosong, "Kemana dua bocah itu pergi?"


Tak mau membebani pikirannya, Agas pergi kekamar mandi untuk bersiap siap solat subuh. Tak lama Agas keluar dengan pakaian yang sudah berganti menjadi pakaian Koko berwarna putih.


Sebelum pergi ke mushola, Agas mendudukkan dirinya dikursi samping Airin, lalu membiasakan sesuatu pada Airin, "Selamat pagi."


Tak lama terdengar suara Adzan berkumandang, Agas segera berjalan ke mushola rumah sakit. Airin bangun tak lama setelah Agas keluar.


"Emm, kemana mereka?" Tanya Airin pada dirinya.


Airin melihat jam tangan Agas berada dinakas samping, terlihat jarum jam menunjukan pukul 5 tepat.


"Gimana gue sholatnya," Pikir Airin.


Setelah lama berfikir Airin lebih baik menunggu Agas agar bisa membantunya kekamar mandi. Airin tidak nyaman karena tubuhnya lengket dan sepertinya sedikit bau?


"CK kemana sih! masa orang sakit ditinggal sendirian gini," Gerutu Airin saat sudah satu jam lamanya tetapi Agas belum juga terlihat batang hidungnya.


Kruyuk kruyuk...


Airin meringis sambil memegang perutnya yang meronta ronta meminta asupan makanan, "Lapar."


"Gak ada hati banget ninggalin gue sendiri disini, Agion sama si Azrel juga kemana sih? ntar kalo gue mati kelaparan gimana?"


Airin menghela nafasnya pelan, lalu memejamkan matanya mencoba menahan lapar yang menghampirinya.


Cklek.


Airin melihat kearah pintu yang terbuka, Agas masuk dengan pakaian Koko sambil membawa kantung keresek digenggaman nya.


"Dari mana aja sih?" Tanya Airin kesal.


Agas menghampiri Airin lalu duduk dikursi samping, "Kenapa? kangen sama saya?"


Airin mendelik kesal, pd sekali om om ini, "Amit amit."


"Terus kenapa nyari nyari saya?" Tanya Agas dengan alis terangkat sebelah.


"Laper om, Airin kelaparan," Rengek Airin sambil mengusap perut ratanya.


Agas terkekeh pelan, lucu sekali jika Airin merengek seperti ini.


"Suster belum ngantar makanan?" Tanya Agas.


Airin menggelengkan kepalanya, "Belum om. Lagian Airin gak mau makanan rumah sakit, rasanya aneh."


"Aneh karena lidah kamu pahit, mau makan apapun akan terasa hambar jika sedang sakit."


Airin menggeleng tanda tak setuju, "Salah om, ada satu makanan istimewa yang kalau dimakan sama orang yang sedang sakit rasanya tetap enak."


"Apa?"

__ADS_1


Airin tersenyum, "Seblak!"


Agas mendatarkan mukanya, sedangkan Airin tetap tersenyum manis sambil menggoyang goyangkan tangan Agas, "Airin mau seblak om, beliin yah."


"Mau mati?" Tanya Agas dengan tatapan tajam.


Airin merengut kesal, wajahnya murung seketika pikiran yang penuh dengan seblak pedas itu pecah.


Agas meninggikan sandaran hospital bed Airin, memasang meja diatas hospital bed lalu menyimpan semangkuk bubur polos hanya ada daging ayam.


Airin menatap sebal bubur didepannya, "Makanan apa ini om? gak menarik banget, Airin gak mau!"


"Makan, saya suapi," Ucap Agas tegas.


Airin menggelengkan kepalanya dengan kedua tangan menutup mulutnya. Dirinya tak Sudi memakan makanan menjijikan didepannya.


"Buka mulutnya."


"Gak mau," Ucap Airin tertahan.


Agas menghela nafas kasar lalu dengan paksa membuka tangan Airin yang menutupi mulutnya. Airin memberontak keras, menggeleng gelengkan kepalanya agar Agas tidak mengunci gerakannya.


"Buka gak."


"Gak mau!" Pekik Airin.


Airin terus saja mengelak dari Agas hingga tak terasa jarum infusnya terlepas. Airin berteriak keras saat punggung tangannya merasakan sakit.


"Aws, sakit!" Pekik Airin disertai tangisan dengan memegang tangan kirinya yang berdarah.


Agas panik dibuatnya, tangannya dengan cepat menekan tombol disamping hospital bed Airin.


"Sakit om," Rengek Airin dengan tangis yang sudah berhenti.


Agas mengelus punggung tangan Airin sesekali meniupnya, tak lama datang seorang dokter yang berjalan dengan tergesa gesa.


"Maaf, saya sedikit telat," Ucap Dokter tersebut.


Agas menatapnya datar, lalu menyuruh dokter tersebut mengatasi Airin.


"Selesai, lain kali hati hati dek Airin, kalau begitu saya permisi," Ucap dokter tersebut, Airin hanya mengangguk lalu mengucapkan terima kasih.


"Masih sakit?" Tanya Agas.


"Nggak."


"Yaudah, ayok makan," Ucap Agas.


"Jangan membantah," Lanjutnya saat Airin ingin mengeluarkan suaranya.


Airin pun dengan pasrah mengangguk, lalu membuka mulutnya saat Agas menyuapkan sesendok bubur.


...~o0o~...


Airin saat ini sedang sendirian di kamar inapnya, karena Agion serta Azrel harus pergi sekolah. Airin duduk bersandar dikasurnya dengan bosan, dirinya merindukan bocah kecil Alga yang menggemaskan.

__ADS_1


"Gue telepon aja kali ya," Pikir Airin.


Tanpa menunggu lama Airin pun segera menelepon Alga, satu kali tidak dijawab, dua kali pun tidak dijawab.


"Ini yang terakhir, gue video call aja kali ya?" Pikir Airin.


Tak menunggu lama, suara antusias Alga terdengar menyapa Airin, Airin tersenyum senang melihat tingkah imut Alga.


"Hai Alga."


"Hai mommy, mommy Alga kangen. Kenapa mommy nggak kelumah daddy lagi?" Tanya Alga dengan wajah cemberut.


Airin tersenyum gemas melihat wajah imut Alga, "Mommy lagi sakit, ini juga mommy juga lagi dirumah sakit, jadi gak bisa main sama Alga."


Alga terlihat berdiri dari duduknya, "Mommy sakit? Mommy sakit apa? kok Alga gak tau? Alga sekalang kesana ya mommy."


"Eh, emang Alga tau mommy dimana?"


Alga tersenyum manis, "Tau dong mommy, Kan tinggal Alga lacak mommy."


Airin melongo dibuatnya. Dirinya bingung sepintar apa bocah 4 tahun ini?


"Emang Alga tau gimana caranya? terus kalau ke sini, sama siapa? ntar kalo ada apa apa gimana?


"Tau dong mom, kan Alga diajalin daddy sama om Kalel. Alga juga belajal bela dili sama Zio, Alga kesananya sama Zio ya mommy."


"Zio siapa?" Tanya Airin bingung.


"Zio temen Alga mommy, papanya Zio juga temen daddy, namanya om kalel yang ajalin Alga sama Zio bela dili, terus em apa ya namanya Alga lupa, bental ya mommy Alga ingat ingat dulu."


Airin terkekeh pelan melihat nya, lucu sekali anaknya ini. Dirinya sempat tertegun mendengar Alga bisa bela diri.


"Nah Alga inget mommy!" Pekik Alga.


"Apa coba?" Tanya Airin dengan senyumannya.


"Kalo gak salah, em namanya IT mommy. Apasih, pokoknya Alga sama Zio belajar komputel komputel, pusing mommy. Kepala Alga lasanya belat waktu belajar." Ucap Alga lalu memegang kepalnya dengan tangan sebelah.


Airin syok dibuatnya, lidahnya kelu saat ingin mengucapkan sesuatu. Bocah 4 tahun belajar IT? sungguh gila!


"Eh mommy, ini ada Zio!" Suara pekikan Alga membuat Airin tersadar dari lamunannya.


Terlihat Seorang bocah yang lebih tinggi dua centi dari Alga, menatapnya dengan senyum kaku. Airin tertegun melihat bocah dingin yang disebut sebut dengan nama Zio.


"Mommy, ini namanya Zio. Anaknya papa Kalel."


"Karel bukan kalel," Ralat Zio.


Alga merengut kesal, "Ih kan tadi juga Alga bilang Kalel Zio!"


"Mana ada, tadi Alga nyebutnya bukan Karel tapi Kalel."


"Is, Zio. kan Zio tau kalo Alga gak bisa bicala huluf L gimana sih, Zio lupa ya," Ucap Alga dengan mengbu ngebu, sedangkan Zio hanya menganggukkan kepalanya, mengiyakan saja apa yang dibilang Alga.


Airin tertawa keras melihat pertengkaran bocah bocah imut itu, "Jadi pengen."

__ADS_1


"Ayok bikin," Airin terkejut, terdapat seseorang yang duduk disampingnya, matanya melotot dengan telinga memerah saat wajahnya saling berdekatan.


"Daddy!"


__ADS_2