Young Mom

Young Mom
PART 48


__ADS_3

Tak terasa hari yang ditunggu tunggu Arsen datang, sedari tadi dia tak berhenti tersenyum tipis sambil terus merapikan bajunya menghadap kaca yang pas body. Sedangkan Agas duduk di sofa belakang Arsen dengan menatapnya jengah.


"Apa kau kesurupan?" Tanya Agas.


"Kau tidak tau, bagimana rasanya menunggu hari membahagiakan ini," Ucap Arsen lalu berbalik menatap Agas yang sedang menompang dagunya dengan tangannya.


"Kau tau, jantungku rasanya berdetak dengan kecang. Tapi, ini menyenangkan. Ah, aku tidak bisa membayangkan bagaimana gadisku di poles dengan cantiknya."


Agas memutar bola matanya malas, sejak kapan Arsen secerewet ini? ini sangat aneh menurutnya.


"Cih kau terlalu lebay," Cibir Agas.


"Hah, kau juga akan merasakannya nanti. Bagaimana gugup serta rasa senang bercampur aduk di hari pernikahan," Jelas Arsen.


Agas hanya mengangguk anggukan kepalanya, tak lama datang Daniel serta Jehon dengan memakai stelan yang sama dengan Agas berwarna hitam putih.


"Yo man. Sebentar lagi ada yang mengganti status lajangnya. Bagiamana rasanya? apa mendebarkan?" Tanya Daniel dengan hebohnya.


Jehon menghela nafas pelan, rasanya kelakuan Daniel dengan tampang mukanya itu saling tolak menolak. Muka yang terkesan cool tetapi kelakuan yang tidak ada kalem kalemnya. Sungguh random.


"Bisakah kau tidak heboh? sekali saja, untuk hari ini. Ubah sikapmu menjadi lelaki yang terlihat maskulin! kau ini, percuma jika mempunyai wajah pendiam tetapi sikap seperti monyet liar," Oceh Jehon sambil berjalan


Daniel mencibikan bibirnya kesal, "Kau ini kenapa sih? pagi pagi sudah sewot saja. Apa kau iri karena belum menemukan pasangan?"


Arsen membawa tubuh daniel kedepannya menghadap kaca yang pas body, "Berkaca lah!"


"Kenapa? aku tau aku ini tampan, jadi aku tidak memerlukan kaca," Ucap Daniel dengan pedenya seraya merapikan jas serta rambutnya.


"Sudahlah, ayok pergi. Tinggalkan saja manusia tanpa akhlak itu disini," Ucap Jehon sambil berjalan keluar kamar Arsen yang diikuti Arsen dan Agas.


Daniel masih terdiam mengaca dikamar Arsen, lalu berceloteh diakhiri kedipan mata jenaka nya, "Sabar Daniel, jika kau sabar makan kau akan semakin tampan."


Disisi lain, disebuah hotel yang mewah. Ayla sedari tadi berceloteh ria sembari menunggu kedua temannya dirias oleh MUA.


"Kalian tau gak sih gue itu kesel kesel kesel," Geram Ayla sambil menggigit bantal hotel dengan gemas.


"Berhenti menggigiti bantal itu, nanti bantalnya bau," Celetuk Airin.


"Sudah mbak,"


"Makasih, sana giliran lo," Ucap Airin lalu berdiri dari duduknya yang kini bergantian dengan Ayla yang akan di makeup.


Airin duduk sofa sudut kamar sambil memeriksa ponselnya, "Terus sekarang Joshua nya mana Al?" Tanya Airin.


"Gak tau, mungkin masih tidur. Udahlah biarin aja, kesel gue sama anak Moa itu," Ucap Ayla.


Airin tertawa terbahak bahak, "Yaudah gue telepon aja deh. Kali aja dia kebangun denger telepon dari gue."


Ayla berdecak tak suka, sedangkan Airin terkekeh pelan lalu mulai menelepon Joshua dengan ponselnya, satu kali tidak diangkat. Hanya terdengar nada sambung.

__ADS_1


"Gak diangkat kan? emang ya si Jojo tuh, itu tidur apa simulasi mati? heran gue!" Geram Ayla.


Airin mencoba menelepon kembali, "Hallo," Terdengar suara serak basah khas orang bangun tidur.


Ayla melihat kearah Airin yang tersenyum jahil, Airin sengaja meng-loudspeaker panggilannya, Ayla memalingkan wajahnya kesal sedangkan Airin tertawa geli.


"Halo! Jojo lo baru bangun tidur?" Tanya Airin.


"Iya, kenapa lo telepon gue pagi pagi gini!" Terdengar suara Joshua yang terkesan tak suka.


"Pagi apanya Jo. ini udah hampir jam tujuh woy!" Teriak Airin.


"Ya terus kenapa? ini kan hari libur, jadi terserah gue dong mau bangun kapan aja juga."


"Lo belum tua kan Jo? Lo gak lupa sesuatu gitu tentang hari ini?" Tanya Airin.


Hening, tak ada jawaban disebrang ponselnya. Ayla melirik Airin dari kaca didepannya, "Di matikan?" Tanyanya.


Airin menggeleng, "Jo! woy Jojo! lo tidur lagi?" Teriak Airin kencang.


"Eh hah! kenapa Rin?" Airin berdecak kesal, sepertinya dugaannya benar jika Jojo kembali tertidur.


"Lo pikun apa gimana sih Jo!" Kesal Airin.


Terdengar suara decakan dari sana, "Ck, emang kenapa sih Rin? ganggu aja lo ah, gue masih ngantuk nih!"


"JOJO ANAKNYA PAK KANAN! BANGUN LO! HARI INI SI AZILA KAWIN! GUE TUNGGUIN SELAMA DUA PULUH MENIT! KALO LO GAK DATANG DATANG. SIAP SIAP SJA HABIS ANU LO GUE TEBAS!" Teriak Airin.


Airin menutup ponselnya dengan kesal sedangkan Ayla hanya tertawa terbahak-bahak, "Kesal kan lo? apalagi gue yang nunggu sejam, telepon 26 kali pun gak dijawab jawab."


"Sudah mbak," Ayla mengangguk lalu mengucapkan terimakasih, sedangkan sang MUA hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Gila cantik banget gue," puji Ayla sambil melihat wajahnya di cermin yang besar.


Ayla melihat kearah Airin, "Eh Rin, bunda sama ayah lo mana?"


"Mereka masih dijalan, katanya nanti aja datangnya waktu malamnya," Ucap Airin.


"Em mbak pengantin nya usah siap?" Tanya Airin pada salah satu MUA.


"Oh, udah mbak. Itu sedang dipakaikan hiasan," Airin mengangguk lalu berjalan melihat bagaimana penampilan Azila si gadis sedikit tomboy itu.


"Wah, cantik ya lo," Puji Airin ketika melihat bagaimana Azila yang terlihat anggun dan dewasa.


"Eh gue ke parkiran dulu ya, gue lupa kalau dompet gue ketinggalan di mobil," Ucap Ayla lalu berjalan keluar kamar hotel.


Ayla berjalan sambil memainkan ponselnya, sesekali dia tertawa saat melihat video lucu yang muncul di beranda nya. hingga Ayla tidak sadar bahwa dia sudah berada di parkiran.


"Untung lo gak ada yang nyuri," Ucap Ayla setelah membawa dompetnya yang berada di dalam mobil yang bahkan dia lupa menguncinya.

__ADS_1


"Ayla," Ayla membalikkan badannya saat mendengar suara yang familiar di telinganya.


Ayla menatapnya datar lalu kembali berbalik, menutup pintu mobilnya lalu menguncinya. Ayla berjalan tanpa mempedulikan seseorang yang memanggilnya.


"La, Ayla," Ucap Joshua, ya. Joshua lah yang tadi memanggil Ayla.


Ayla terus berjalan tanpa mempedulikan Joshua yang berjalan mengikutinya, "La maafin gue."


Ting.


Pintu lift terbuka, Ayla masuk diikuti Joshua yang sedari tadi mengintilinya seperti anak ayam.


"La," Ucap Joshua sambil memegang tangan Ayla, Ayla menepis tangan Joshua dengan lembut tanpa melihat kearahnya. Joshua mengacak acak rambutnya kesal, lalu dengan sekali hentakan Joshua membalikan badan Ayla agar menghadap kearahnya.


"Apa?" Tanya Ayla sewot.


"Maaf," Cicit Joshua.


"Gue maafin, udah kan?" Ucap Ayla yang bertepatan dengan terbukanya lift, Ayla berjalan keluar diikuti Joshua.


"Yang ikhlas La," Bujuk Joshua, Ayla menghedihkan bahunya acuh lalu membuka pintu kamar yang menjadi tempat rias pengantin.


Airin dan Azila yang sedang mengobrol pun melihat kearah Ayla yang masuk dengan muka masamnya diikuti oleh Joshua yang terlihat sedang mencoba berbicara dengan Ayla.


"Azila, ayok sayang kita turun. Arsen nya sudah datang," Ucap mama Azila didepan pintu.


Azila mengangguk lalu berjalan didampingi Airin dan Mamanya tanpa menghiraukan kedua calon pasangan yang sedang berdebat didalam kamar.


"Itu tadi si Jojo kenapa sama si Ayla?" Tanya msmanya penasaran.


"Biasalah ma, pasangan absrud mereka tuh," Bukan Azila yang menjawab meliankan Airin yang berjalan disamping Azila.


"Mama yakin pasti mereka berjodoh," Azila dan Airin mengangguk yakin. Ternyata bukan hanya mereka berdua yang bilang begitu.


"Apasih lo!" Sinis Ayla, dia jengah melihat Joshua yang sedari tadi mengoceh tanpa henti.


"Maaf ya, gue beliin coklat dua dus deh," Ayla terdiam sebentar lalu melihat kearah Joshua yang duduk disampingnya.


"Empat," Pinta Ayla, Joshau menggelengkan kepalanya.


"Nggak dua aja."


"Jangan ish. Pengen empat."


"Yaudah tiga aja ya," Ayla terlihat berfikir dengan kening yang mengerut lalu mengangguk lesu.


Joshua tersenyum manis lalu mengusap kepala Ayla pelan. Sedangkan Ayla hanya terdiam sambil melihat wajah Joshua intents.


"Cantik banget sih, hm!" Ucap Joshua pelan.

__ADS_1


Ayla menunduk menyembunyikan rona merah yang ada dipipinya, sedangkan Joshua tersenyum tipis. Gemas sekali gadisnya ini.


"Keluar yuk, gak baik berdua disini terus. bisa bisa Jojo junior launching," Ucap Jojo sambil tersenyum menggoda sedangkan Ayla memukul lengan Joshua pelan dengan muka yang memerah.


__ADS_2