
Airin duduk di singel sofa yang berada di kamarnya sedangkan Agas yang masih belum terkumpul semua kesadarannya hanya duduk menekuk kedua lututnya menghadap Airin dengan kepala tertunduk dan handuk yang berada di atas bahunya untuk menghangatkan tubuhnya yang saat itu di siram oleh Airin.
"Kesalahan?" Tanya Airin dengan sinisnya.
"Hmm, Emm ninggalin kamu. Pergi gak izin, minum minuman haram," Ucap Agas dengan mata sayunya.
"Hukuman?" Tanya Airin.
"Terserah kamu, asal jangan tidur diluar," Ucap Agas dengan cicitan di akhir kalimat.
"Janji tidak akan mengulangi nya lagi?" Tanya Airin.
Agas mengangguk lucu dengan mata yang masih memerah juga sayu dan kedua pipi yang terlihat bersemu, "Heum janji."
Airin tersenyum lalu merentangkan tangannya seolah menyuruh Agas agar memeluknya, tak tinggal diam. Agas segera masuk ke pelukan hangat dan nyaman Airin, "Maaf," Cicitnya.
"Heum gak papa, untung kalian minum minumnya di apartemen Arsen. Gimana kalo di club? mungkin aku gak akan mau ketemu sama kamu lagi. Aku tidak suka kamu menyakiti tubuhmu sendiri, tapi jika memang kamu ingin cepat ke Rahmatullah sih gak papa," Airin berucap di akhir kekehan.
"Aaaa~ nggak," Rengek Agas, Airin tertawa pelan. Lucu sekali melihat tingkah Agas yang sedikit mabuk itu.
"Yaudah ganti baju dulu sana, terus langsung tiduran. Aku mau bikin minuman pereda mabuk dulu," Ucap Airin sambil melepaskan pelukannya lalu mengusap pipi merah Agas, Agas yang memang sedang sedikit pusing itu hanya mengangguk lucu.
Airin kini berkutat di dapurnya guna membuat minuman pereda mabuk yang dia lihat di internet, tangannya dengan cekatan mengolah bahan bahan. Sebuah tangan yang melingkar di tangannya mengalihkan fokus Airin.
"Kenapa?" Tanya Airin pada Azrel yang kini memeluk lengannya erat.
"Azrel mau camping boleh?" Tanya Azrel dengan hati hati.
Airin menghentikan adukannya pada gelas yang ada di depannya, "Dalam rangka?"
"Em, libur sekolah? Kenaikan kelas. Azrel kan dapat peringkat dua, jadi. Boleh ya? Kita mau ngerayain sekaligus healing," Mohon Azrel.
Airin berputar menghadap Azrel yang kini menatapnya dengan tatapan memohon, "Sama siapa aja? dimana? berapa hari di sana? ada orang dewasanya gak?"
Azrel merengut kesal mendengar deret pertanyaan mommy mudanya ini, "Sama om Reyhan, om Albie, Azralia juga ikut. Eh sama pacarnya om Reyhan juga. Terus Mario, Agion, Fiter sama teman nya Kak Azralia."
"Kapan?" Tanya Airin.
"Berangkatnya besok jam sepuluh, terus di sana tiga hari dua malam. Tenang aja mom, kita camping nya di hutan lindung khusus untuk camping, jadi pasti ada pengawasnya. Gak bakalan ada hewan buas kok, makanan juga kalo habis bisa beli di pos depan sebelum ke hutan."
Airin terdiam lalu mengangguk, "Hm, yaudah boleh."
__ADS_1
Azrel seketika tersenyum dengan lebar samping matanya menyipit tajam, "Tapi, jangan lupa izin sama daddy kamu," Azrel mengangguk patuh.
Airin membawa gelas itu lalu beranjak dari dapur tapi langkahnya terhenti kala mengingat sesuatu, Airin membalikkan tubuhnya kembali, "Azrel. Alga kemana? kok sepi?"
"Tidur mom, kecapean kayaknya soalnya tadi sore Azrel ajak main bola," Ucap Azrel, Airin hanya mengangguk paham.
"Yasudah kamu tidur sana, siapin badan yang fit untuk camping nanti."
"Oke mom, siap!"
Cklek...
Pintu terbuka dengan lebar, Airin tersenyum tipis melihat Agas yang sudah berbaring di ranjang dengan keadaan yang sudah sedikit fresh. Airin menutup pintu kamarnya tak lupa menguncinya lalu berjalan mendekati ranjang mereka.
Airin duduk di samping Agas lalu menggoyang goyangkan bahu Agas, "Bangun sayang, kamu harus minum ini dulu."
Agas menggeliat dari tidurnya lalu duduk dengan perlahan, Airin dengan segera membantu Agas untuk meminum minuman buatannya
"Sudah? Kalau udah, tidur lagi sana," Ucap Airin sambil menyimpan gelas itu di meja nakas.
"Temenin~" Rengek Agas.
Airin menghela nafas kasar lalu dengan terpaksa dtidur di samping Agas, sebenarnya dia ingin tidur di sofa. Entah kenapa tapi Airin seolah ingin merasakan sensasinya.
...~o0o~...
"Lo mau kemana dulu?" Tanya Fiter pada Agion yang hanya berputar putas tak jelas di sekitar mall ini.
Kini mereka berdua akan membeli keperluan untuk camping mereka, Fiter berdesis keras. Dia capek sedari tadi mereka berkeliling mall yang besar ini tanpa istirahat terlebih dahulu.
"Sebenarnya Lo mau beli apa sih?" Tanya Fiter.
"Gue mau beli alat alat Camping lah," Ucap Agion sinis sedangkan Fiter hanya mengusap dadanya sabar dengan kelakuan sahabatnya ini.
"Agion pinter. Kalau mau nyari itu ya ke toko peralatan setan! Lo dari tadi muterin toko skincare. Mana ada anak Sholeh!" Tekan Fiter dengan nada gemasnya.
"Gue tau, tapi. Pengen aja gue muter muter," Ucap Agion dengan santainya.
Fiter menggigit bibir bawahnya geram, "Setan!"
"Hehe, santai elah jangan marah marah. Gak baik untuk kesehatan, yaudah yuk kita ke lantai tiga. Tokonya ada di sana kan?" Tanya Agion lalu menyeret lengan Fiter menuju lantai tiga.
__ADS_1
Akhirnya kini mereka berdua berada di lantai tiga dimana toko peralatan yang lumayan lengkap, "Lo mau beli?" Tanya Agion sambil melihat lihat tenda yang nanti akan di gunakan.
"Satuin aja, kita beli yang sedikit gede. Cukup untuk dua orang yang pastinya," Ucap Fiter.
"Hm yaudah, patungan berarti ya?" Fiter mengangguk, "Iya."
Mereka berdua pun melanjutkan belanja keperluan camping kembali, yang pastinya tak luput dari adu mulut mereka berdua entah itu tentang harga, kualitas atau pun penampilan barangnya.
Fiter menyandarkan tubuhnya di kursi cafe, "Huft capek banget gua."
"Salah lo juga yang banyak maunya, kayak cewek aja lo," Ucap Agion dengan membawa pesanan mereka, kini setelah membutuhkan waktu kurang lebih satu jam mereka berbelanja. Mereka berdua istirahat sejenak di salah satu cafe yang tak jauh dari mall tersebut.
"Lagian, katanya toko paling lengkap dan kualitas terjamin. Cih, ternyata tidak sesuai kenyataannya," Omel Fiter lalu sesekali meminum es kopi nya.
"Lo kayak emak emak deh," Sahut Agion, Fiter hanya mendelik kesal lalu menyeruput es kopinya sampai habis.
"Loh kalian?" Agion dan Fiter menoleh ke arah suara dimana ada Azrel, Alga, Azra dan Mario yang berdiri di samping mereka.
"Bang Gio!" Pekik Alga sambil merentangkan tangannya, Agion membawa Alga ke pangkuannya.
"Ponakan Abang Gio paling ganteng, udah lama gak ketemu. Alga kemana aja hm?" Tanya Agion sambil mengunyel ngunyel pipi Alga.
"Kalian duduk aja, gabung sama kita," Ucap Fiter, Azrel dkk mengangguk lalu duduk di tempat yang kosong.
"Jadi ikut kan?" Tanya Azrel.
"Jadi, tadi kita baru aja beres belanja keperluan buat nanti," Ucap Agion sambil menyuapi kue miliknya pada Alga.
"Ini, kembaran lo?" Tanya Fiter sambil melihat Azrel dan Azralia bergantian.
"Hem, lebih tepatnya kakak kembar gue," Ucap Azrel, Fiter mengangguk.
"Gue Fiter sahabat Agion," Ucap Fiter sambil mengulurkan tangannya.
Azralia menyambut dengan hangat, "Azralia."
"Kalau gue, udah tahu kan?" Tanya Agion, Azralia mengangguk, "Adiknya mommy kan?"
Agion mengangguk sambil tersenyum tipis, Setelah itu keadaan menjadi ramai karena celotehan Alga dan Agion di sertai percakapan Fiter, Azrel dan Mario yang entah berbicara tentang apa.
"Lia."
__ADS_1
Terdengar suara lembut dan kecil dari seseorang, sontak mereka melihat ke arah sumber suara dengan penasaran. Agion termenung, tiba tiba dadanya kembali berdebar saat melihat gadis mungil nan manis yang berdiri di samping Azralia.