Young Mom

Young Mom
PART 63


__ADS_3

"AISH SIALAN!" Teriakan itu terdengar menggema di ruangan yang berisi tiga orang itu.


Agas duduk di meja dengan santai melihat keadaan Jadrel yang tidak baik baik saja, terlihat Opa nya... Raynald dengan muka datarnya itu menyayat setiap inci tubuh Jadrel sedangkan Jadrel sesekali berteriak.


"Apa kamu ingin bermain juga Agas?" Tanya Raynald tanpa mengalihkan pandangannya dari kegiatannya.


"Sisakan saja untukku opa."


Raynald mengangguk lalu kedua tangannya mulai menguliti tubuh lemah Jadrel, "Aku tidak akan melakukan ini jika kau bukan dalang dari kematian putriku Jadrel," Gumamnya.


Jadrel meringis merasakan perih yang amat sakit di seluruh tubuhnya, sedangkan Raynald melanjutkan kegiatannya dengan tatapan kosong lalu berganti menjadi tatapan benci, begitu seterusnya.


flashback


Terlihat seorang wanita berjalan dengan tergesa-gesa di undakan tangga, hingga suara seseorang menginterupsi nya.


"Kamu mau kemana Seira?" Tanya Raynald kenada sang anak.


Seira berjalan cepat menghampiri Raynald yang berada di ruang keluarga yang langsung menghadap tangga, "Aku mau keluar bentar pah, aku titip anak anak ya pah. Mereka sekarang juga lagi di asuh sama bibi sama mama."


Raynald mengangguk, "Terus kamu mau kemana? sebentar lagi jam pulang kerja. Mungkin Saga sebentar lagi akan pulang."


"Seira sebentar kok pah. Kalo gitu Seira pamit dulu, Assalamualaikum," Pamit Seira.


"Waalaikumsalam," Gumam Raynald sambil melihat punggung anaknya yang semakin menghilang.


"Seira mau kemana sih pah?" Tanya Nadine a.k.a istri Raynald.


Raynald menatap Nadiene yang sedang menggendong Alga yang terlihat kecil, "Loh? kamu gak di kasih tau? kirain aku Seira tadi ngasih tau kamu."


"Aku gak tau Pah, tadi Seira bilang cuman mau keluar sebentar," Ucap Nadiene sambil menimang Minang Alga kecil.


"Mungkin ada urusan dengan temannya mah," Ujar Raynald berusaha positif thinking.


Sementara itu, Seira melajukan mobilnya dengan terburu buru. Wajahnya terlihat cemas dengan sesekali menggigit bibir bawahnya, "Semoga kamu baik baik saja."


Ckitt...


Mobilnya berhenti saat sampai tujuan, Seira dengan terburu buru keluar dari mobilnya lalu berlari menuju mobil yang sedikit mengeluarkan asap serta depan mobil yang menabrak sebuah pohon.


"Mas, Mas Saga!" Teriak Seira dengan suara bergetar.


Seira melihat ke kaca mobil, raut wajahnya seketika berubah melihat tidak ada Saga di dalam mobil. Seira berjalan dengan gusar dengan melirik kesana kemari, "M-mas, MAS SAGA!" Teriaknya.


Krett...


Kakinya menginjak sesuatu, Seira dengan cepat mengambil sebuah ponsel yang di injaknya, "Mas Saga?" Tanyanya saat mengingat ponsel tersebut milik suaminya, Saga.


Seira melirik ke arah hutan, dengan ragu kakinya berjalan memasuki hutan yang tidak lebat tersebut, "Mas Saga...Mas, Kamu dimana? Jangan bikin aku khawatir mas!"


Bahunya sedikit demi sedikit bergetar hebat dengan tangan yang mencengkram erat ponsel milik Saga, Air mata yang sedari dia tahan tumpah begitu saja, "Mas..."

__ADS_1


Jleb...


"Ash!" Ringisnya saat merasakan jarum suntik menusuk belakang lehernya.


"Bawa dia," Samar samar Seira mendengar suara lelaki yang dia kenal sebelum kegelapan merengut kesadarannya.


Di sisi lain, Raynald duduk di depan rumahnya dengan harap harap cemas, "Kamu kemana Seira?"


"Gimana pah?" Tanya Nadine.


Raynald menatap ke arah Nadiene yang baru saja menghampiri nya, "Gak tau mah, papah juga sudah menelepon Saga tadi. Tapi tidak terhubung."


Nadine memejamkan matanya berusaha tenang, ini sudah dua jam lewat setelah Seira keluar dengan tidak ada kabar yang jelas.


"Gimana ini pah? aku gak mau sesuatu terjadi dengan Seira," Ucap Nadine cemas.


"Kamu tenang ya, papah akan hubungi dulu Damian," Ucap Raynald lalu berjalan menjauhi Nadine dengan telepon yang berada di samping telinganya.


"Semoga apa yang mamah khawatir kan tidak terjadi Seira," Gumam Nadine.


...~o0o~...


"Bangun!" Teriak seorang lelaki sambil menepuk nepuk pipi Seira.


Sedikit demi sedikit Seira terbangun, matanya mengerjap ngerjap menyesuaikan cahaya yang sangat cerah di depannya. Sedangkan ruangan yang di tempatinya gelap dan kotor.


"Hais, akhirnya kau bangun juga," Ucap lelaki tersebut dengan nada jengkelnya.


"Apakah kau nyenyak dengan tidurmu? tuan putri?" Ucap Lelaki dengan dengan pakaian serba hitam serta tertutup itu tak lupa topeng yang di pakainya.


"Hmm hmmp," Ujar Seira yang berusaha berbicara.


"Ahahaha, kau berbicara apa hm?" Tanyanya, "Aku ada hadiah untukmu. Yang pasti ini adalah hadiah yang sangat sangat istimewa."


"Masuk!" Teriaknya.


Brak...


Pintu ruangan di depannya yang hanya di sekat dengan kaca itu terbuka lebar. Kedua bola mata Seira melebar melihat suaminya yang di seret dengan keadaan sedikit sadar serta terlihat luka di bagian keningnya.


"Hmmp Hmmmp Hmmp!" Teriak Seira sambil memberontak mencoba melepaskan ikatan di tubuhnya.


"DIAM!" Teriak lelaki itu sambil mencengkram kedua pipi Seira.


Seira seketika diam dengan tubuh yang bergetar hebat, air matanya mengalir dengan deras sementara lelaki itu tersenyum miring seolah puas dengan apa yang dia lakukan.


"Bagus, diam dan nikmati pertunjukkan nya. Ini hadiah besar dariku sebelum hidupmu berubah Seira..." Ucapnya lalu mengkode kepada orang yang menyeret Saga agar segera memulai rencananya.


Seira bergerak gelisah mata yang berair itu melihat mata suaminya yang terlihat menatapnya sendu. Rasanya air mata Seira semakin deras melihat tatapan pasrah suaminya itu.


Brak...

__ADS_1


"Hmmpp! mmp hmmp!" Seira seketika bergerak gelisah dengan air mata yang menetes, hatinya sakit melihat Saga yang di pukul tidak manusiawi menggunakan palu.


Prang...


Brak...


"Bagus! Pukul terus sampai seluruh tubuhnya remuk!" Teriak lelaki yang berada di ruangan Seira dengan girangnya.


Brak brak...Seira menggerak gerakkan kursinya mencoba melepaskan ikatan pada tangan serta kakinya.


"Hmmp!" Matanya terpejam melihat kepala Saga di pukul dengan keras menggunakan palu itu.


"Saga! hentikan ini..." Teriak Seira dalam batinnya.


Trak...


Trak...


Seira memejamkan matanya dengan erat saat mendengar suara retakan tulang tulang, bahunya bergetar hebat dengan nafas yang memburu.


"Hahaha...Bagus lakukan lagi!" Teriak lelaki itu.


Seira menggeleng kan kepalanya sambil menatap lelaki itu dengan tatapan memohon, "Hahaha. Ya, tuan putri. Ada apa dengan tatapanmu itu? kau ingin suamimu bebas?"


Seira mengangguk dengan cepat, sementara lelaki itu berjalan mendekati Seira lalu mencengkram pipi Seira erat, "Tidak akan pernah. Aku tidak akan pernah melepaskannya, karena kalian berdua. Aku kehilangan putraku! Nyawa di balas dengan nyawa. Bukankah begitu Seira putri Xaverius !"


Seira menggeleng tak terima sementara lelaki itu berdecih lalu melepaskan cengkraman nya, "Lakukan terus sampai dia mati. Jangan mengecewakan ku LC!"


LC hanya mengangguk lalu kembali memukuli Saga dengan palu itu sementara lelaki itu keluar dari ruangan Seira.


"Ternyata kau cukup kuat, Saga. Tapi sayang, kekuatanmu tidak akan bertahan lama," Ucap LC.


Brak...


Mata Saga membola ketika merasakan tulang punggungnya retak, darah segar keluar dari mulut, hidung serta telinganya.


Saga melirik ke arah Seira dengan sendu, hatinya serasa di hujam ratusan peluru. Sakit rasanya melihat wanitanya menangis karenanya.


Mulutnya mencoba untuk mengeluarkan suara, tetapi gagal. Tubuhnya bahkan susah untuk mengambil nafas, sedikit demi sedikit Saga menggerakan mulutnya, berbicara tanpa ada suara.


"i love you, Seira."


Seira semakin menangis setelah menangkap kata kata yang di ucapkan Saga, sementara LC tersenyum menyeringai.


"Ini, pukulan terakhir ku!"


Brak...


"Hmmpp!" Teriak Seira dengan air mata yang mengalir deras, matanya terpejam erat melihat bagaimana LC memukul kepala Saga dengan keras bahkan kursi yang di duduki Saga jatuh.


"Saga! Maaf aku tidak bisa menyelamatkan mu! i love you to, Saga!" Batin Seira meraung tak terima.

__ADS_1


Flashback off


__ADS_2