
"Ih Zio, bukan yang itu! itu tu disebelah Zio!" Pekik Alga.
"Mana sih Alga, aku gak liat," Ucap Zio kesal karena sedari tadi disuruh suruh oleh Alga.
"Ah, Zio lama. Alga mau tulun aja," Ucap Alga kesal, lalu segera turun tanpa sepengetahuan Zio.
"Alga jangan turun, nanti kamu jatuh," Ucap Rion.
Alga tetap turun tanpa mendengarkan perkataan Rion, Zio geram melihat tingkah Alga yang keras kepala, "Alga udah aku bilang jangan turun!"
"Is diem deh Zio, Alga geleget tau pengen bawa ini," Ucap Alga sambil menangkap kecebong yang sedari tadi mereka ributkan.
"Ih! lucu banget kayak Alga!" Pekik Alga nyaring.
"Alga jangan digituin nanti dia mati!" Pekik Rion kaget saat melihat Alga memencet kecebong kecil dengan kedua tangannya.
"Tapi Alga gemes Lion," Ucap Alga dengan polosnya.
"Eh itu tu, Lion disebelah kaki kamu!" Pekik Alga saat melihat kecebong berenang disekitar kaki Rion.
Rion dengan segera menangkapnya lalu memasukannya ke dalam mangkuk yang sudah diisi air.
"Udah yuk, ini juga kecebongnya udah banyak," Ajak Zio.
"Tapi kita gimana naiknya Zio, Lion?" Tanya Alga sambil melihat jalanan yang bahkan tingginya sampai ke pipinya.
"Iya ya, gimana naiknya?" Pikir Zio.
Alga terlihat khawatir, kepalanya menunduk dalam melihat baju dan celannya sudah basah dan kotor, matanya berkaca kaca, "Gimana dong?
"Bentar aku coba panjat dulu," Ucap Rion lalu naik dari selokan dengan susah payah.
"Zio bantuin dong, angkat kaki aku," Ucap Rion, dengan sigap Zio mengangkat kaki Rion keatas jalan.
"Ayo Lion, Zio!" Pekik Alga saat melihat Rion yang hampir berada diatas.
Setelah mengeluarkan semua tenaganya akhirnya Rion bisa naik dengan bantuan Zio, Alga terpekik kesenangan, "Yey, Lion bisa naik."
"Zio ayo Zio naik, nanti dibantu Lion sama Alga," Ucap Alga dengan menatap Zio polos.
"Alga aja dulu nanti Zio terakhir," Tolak Zio.
Alga menggeleng ribut, "Nggak, Zio. Alga nanti aja, sekalang Zio dulu."
Dengan terpaksa Zio naik keatas dengan bantuan Alga serta Rion, setelah naik Zio mengulurkan tangannya pada Alga.
"Ayo Alga naik, aku pegang tangan Alga," Ucap Zio, Alga mengangguk lalu naik dengan bantuan tangan Zio dan Rion.
"Baju kita kotol, gimana dong? nanti mommy Alga malah," Ucap Alga sambil memegang kedua ujung bajunya.
"Aunty kan baik, pasti gak bakal marah," Ucap Rion mencoba menenangkan.
Alga mengangguk anggukan kepalanya, "Hm, Lion benal."
__ADS_1
"Yaudah yuk masuk," Ajak Zio.
"Nanti dulu," Cegah Alga.
"Apalagi Alga?" Tanya Zio.
Alga menunjuk pohon mangga yang ada ditetangga depan rumah Airin, "Alga mau itu, ayok kita minta."
"Tapi Alga-" Belum sempat Zio mencegah, Alga terlebih dahulu berlari ke tetangga depan.
Dengan terpaksa Zio menyusul dengan Rion, mereka melihat Alga yang diam sambil mendongakkan kepalanya melihat pohon mangga yang berbuah lebat serta sebagian sudah berwarna kuning.
"Alga mau," Gumam Alga.
Dengan cepat Alga masuk kedalam rumah yang pagarnya terbuka sedikit, lalu dengan susah payah memencet bel rumah.
Cklek.
Pintu terbuka memperlihatkan seorang anak lelaki yang seumuran dengannya, "Kamu siapa?"
"Aku Alga," Ucap Alga dengan senyum yang terpasang manis.
"Mau ngapain ke rumah aku?" Tanyanya.
"Alga mau itu, boleh?" Pinta Alga sambil menunjuk pohon mangga, tak lupa dengan tatapan polosnya.
"Tapi aku gak bisa ngambilnya," Ucapnya.
Alga menunduk lesu, tak lama datang Zio serta Rion mendekati Alga.
"Tapi Alga pengen itu," Ucap Alga sambil menunjuk kearah pohon mangga.
"Itu tinggi Alga, kita gak biasa ngambilnya," Ucap Zio.
"Tapi-" Ucap Alga terhenti saat seseorang wanita yang cukup muda datang dengan senyumannya.
"Halo," Sapanya sambil berdiri didepan pintu rumahnya.
"Halo Tante," Ucap Alga dengan antusias.
"Kalian temennya Derren ya?" Tanya wanita tersebut.
"Dellen siapa Tante?" Tanya Alga dengan polosnya.
Wanita tersebut terdiam lalu tersenyum manis, "Oh bukan ya, kalian mau ngapain? terus kenapa pada kotor gini?"
Alga memiringkan kepalanya bingung, Melihat Alga yang kebingungan Zio menjawab pertanyaan Tante didepannya, "Kita habis nyari kecebong Tante."
"Kecebong? buat apa sayang?"
"Buat Alga! Alga suka kecebong!" Ucap Alga antusias.
Wanita tersebut mengangguk sambil tersenyum gemas melihat tingkah Alga, "Kalian dari komplek mana? kok Tante gak pernah liat?"
__ADS_1
"Komplek itu apa Tante?" Tanya Alga.
"Tempat tinggal."
"Em, Alga hali ini tinggal sama mommy, itu lumahnya didepan lumah Tante," Ucap Alga lalu menunjuk rumah Airin.
"Eh, emang nama mommy nya siapa?" Tanya wanita tersebut bingung, pasalnya tetangga nya itu tidak memiliki anak kecil lagi dan anak anaknya juga belum ada yang menikah.
"Mommy Ailin, Tante kenal?" Tanya Alga dengan wajah tanda tanya.
"Airin? Tanya wanita itu dengan tampang kaget.
Alga menunjuk nunjuk dagunya dengan jari tangannya serta tatapan polos yang bertanya tanya, "Iya, Tante kenal?"
Wanita tersebut terlihat kebingungan, banyak pertanyaan pertanyaan dikepalanya, "Sejak kapan si Airin punya anak!"
...~o0o~...
Airin berjalan kesana kemari mengelilingi rumahnya, setelah mereka makan bersama bunda Agas pulang duluan, beserta teman temannya. Kini hanya tinggal Airin, Agion serta tiga kancil yang sedari tadi hilang ntah kemana.
"CK kemana sih? perasaan tadi bocil bocil itu main ditaman belakang deh, tapi kenapa jadi hilang!"
Airin frustasi dibuatnya, dirinya khawatir terjadi sesuatu pada tiga kancil itu.
"Alga kalian dimana sih!" Pekik Airin di ruang keluarga.
Agion yang sedang tidur pun terlonjak kaget, lalu menatap Airin dengan mata yang setengah menutup.
"Ada apa sih kak? teriak teriak gak jelas?" Tanya Agion dengan keadaan setengah sadar.
"Lo liat tiga kancil gak? gue dari tadi nyari nyari gak ketemu? gimana nih!" Ucap Airin lalu menggigit bibirnya cemas.
Agion menguap lebar lalu berjalan menuju kamarnya, "Tenang kak, mereka lagi nyari kecebong."
"Apa!"
Tingnong.
Suara bel terdengar nyaring, Airin dengan segera berjalan menuju pintu utama. Lalu membuka pintu dengan segera, Airin dibuat melongo melihat bagaimana keadaan ketiga kancilnya.
Baju yang setengah kering, kotor, rambut yang lepek, muka yang kucel, dengan Zio yang membawa semangkuk kecebong dengan wajah datar, Rion yang membawa Setu ikat rambutan, dan Alga yang dengan senyum lebarnya memeluk beberapa mangga.
"Astaghfirullah, anak siapa ini!" Pekik Airin.
"Halo mommy hehe, Alga bawa oleh oleh loh, ada kecebong buat akualium nya abang Gio, ada lambutan sama mangga! mommy mau?"
Airin mengelus dadanya sabar melihat tingkah polos Alga, "Oh iya mommy, tadi juga Alga dapat teman balu. hehehe mommy jangan malah ya, malahnya nanti dulu, Alga mau ngelujak sama bang Gio."
"Ayok teman teman kita kedapul," Ucap Alga lalu berlari kedalam menuju dapur diikuti oleh Zio, Rion serta Derren.
Airin melongo saat melihat jejak kaki kecil yang terlihat kotor tercetak jelas dilantainya yang bersih, sekali lagi Airin mengusap dadanya sabar.
"Sabar, sabar untuk anak kecil," Gumam Airin.
__ADS_1
"Airin sejak kapan lo punya anak!" Pekikan seseorang membuat Airin terjungkal kaget.
"Kak Nadia!"