
Sinar matahari menerobos masuk melalui celah celah gordeng, di dalam kamar mewah ini terdapat sepasang kekasih yang tertidur saling berpelukan. Airin dengan perlahan mengerjap ngerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya.
"Ya ampun! b-bagaimana ini bisa terjadi?" Pekik Airin dalam hatinya ketika mendapati dirinya hanya memakai jubah mandi yang sedikit terbuka dengan Agas yang memeluknya erat dengan tubuh bagian atasnya terekspose.
"Aish, rupanya itu bukan mimpi," Gumam Airin saat ingat akan kejadian malam tadi.
Pipi Airin seketika memenas mengingatnya, memang setelah mereka kembali dari sungai Seine, Agas dengan sedikit memaksanya agar melanjutkan kegiatan yang sempat terhenti dengan terpaksa itu.
Airin dengan perlahan melepaskan tangan Agas yang memeluk perutnya erat lalu berjalan ke arah kamar mandi dengan pelan pelan, "Ini gila!" Pekik Airin tertahan.
Airin mudeng seketika melihat leher serta tubuhnya terdapat merah merah yang lumayan banyak, "Dasar om om mesum. Bagaimana aku menutupi yang ada di leherku ini?"
Tak ingin kepalanya pecah memikirkan solusinya, Airin dengan cepat berendam dalam bathtub dengan air hangat serta sabun yang beraroma Jasmine.
"Sepertinya, aku membutuhkan berendam selama setengah jam," Gumamnya sambil menutup matanya.
Sementara itu di dalam kamar Agas yang sudah bangun itu terduduk dengan nyawa yang belum terkumpul. Agas mengacak acak rambutnya dengan mata yang menyipit.
"Kemana my baby ku?" Tanyanya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Agas dengan cepat turun dari ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi, senyumnya seketika merekah ketika mendapati pintu kamar mandi yang tidak dikunci.
Agas segera berjalan masuk lalu menutupnya kembali sambil menguncinya, kakinya melangkah mendekati bathtub. Agas berjongkok di samping bathtub dimana terdapat Airin yang sedang berendam sambil memejamkan matanya, "Cantik."
Agas dengan pelan masuk ke dalam bathtub yang ukurannya besar itu tanpa melepaskan celana pendeknya, sedangkan Airin yang merasakan airnya tak tenang kembali pun membuka matanya dengan cepat.
"KAMU NGAPAIN DISINI?" Teriak Airin.
Agas hanya tersenyum sambil menyandarkan tubuhnya dengan nyaman, "Mandi lah, pengantin baru itu kan harus mandi bareng."
"Cih, kata siapa? ngeles aja, bilang aja mau modus," Sinis Airin.
"Hehe tau aja."
"Udah sana mandi paket shower aja. terus buruan keluar, aku juga mau bilas," Ucap Airin.
__ADS_1
"Kenapa harus nunggu aku dulu? lagian gak usah malu sayang, aku udah liat kok hehe," Ucap Agas dengan nada jahilnya.
"Mesum, buruan sana!" Ucap Airin sambil mendorong dorong tubuha Agas agar keluar dari dalam bathtub.
"Ck iya iya. Kamu itu gak peka, suami mau manja manja malah di usir," Gerutu Agas sambil keluar dari dalam bathtub lalu berjalan ke bawah shower.
Airin hanya mengangkat bahunya acuh, mata Airin kembali terpejam tetapi seketika matanya kembali terbuka lebar melihat Agas yang sedang mandi di bawah shower.
"Bagaimana bisa dia menjadi sangat tampan saat mandi seperti ini?" Tanya Airin dalam batinnya.
Airin meneguk salivanya dengan susah payah saat melihat Agas yang sedang membasuh rambutnya, di mata Airin saat ini Agas seperti sedang berada di film film dimana sang pria mandi dengan segala ke estetikanya.
"Kedip sayang, kasian mata kamu nanti merah," Goda Agas yang sudah selesai dengan mandinya, bahkan kini celana pendeknya telah berganti dengan jubah mandi yang membalut tubuh kekarnya.
"A-apasih! sana buruan keluar aku mau bilas," Ucap Airin yang seketika gugup.
Agas tertawa pelan lalu berjalan menghampiri Airin, tangannya mengelus rambut basah Airin, "Terima kasih sayang, malam tadi adalah hal yang paling indah."
Airin seketika merona dibuatnya, Agas menunduk mendekati telinga Airin, "Tapi kalau bisa, malam ini tambah ronde sayang. soalnya kamu itu candu, aku tidak akan pernah bosan rasanya."
Airin semakin merona saat Agas mengecup samping telinganya, "Siap siap sayang, sebelum baby twins belum ada. Aku tidak akan bosan membuat tubuhmu remuk."
Setelah mengucapkan itu Agas dengan cepat keluar dari kamar mandi sementara Airin menahan agar tidak menampar suaminya itu, "DASAR! OM OM MESUM!"
...~o0o~...
Suasana sore hari di Indonesia kini terlihat cerah dengan langit berwarna jingga, di dalam sebuah cafe terdengar sebuah lagu yang mengalum indah dan juga sedikit menyindir kisah cinta yang tidak ada kepastian.
"Kenapa harus lagu ini yang diputar?" Tanya Ayla kesal.
"Kenapa mbak? tersindir ya? Kasihan," Ucap Azila dengan nada mengejek nya.
Ayla berdecak kesal, "Yang sudah official bahkan sudah terikat mah diem aja. Hanya orang orang yang belum menemukan jodohnya yang bisa meresapi arti lagu tadi."
"Jijik, jangan sok soan jadi sad girl deh lo. Gak cocok soalnya," Julid Azila.
__ADS_1
Ayla cemberut seketika, "Bumil jangan ngomong gitu, gak baik tahu. Lagian status sad girl itu sudah lama menempel pada diri gue sejak gue ketemu sama si dia."
"Makanya kata gue juga Lo yang mulai dong, dia kan banyakan gengsi. Mana bisa maju," Ucap Azila sambil mengaduk aduk minumannya.
"Tapikan itu bukan kodrat seorang wanita Zil, masa ia gue yang duluan nembak."
"Bukan begitu maksud gue. Coba lo tanya deh, Lo lurusin tuh hubungan lo sama dia itu jadinya gimana? serius atau nggak? ya kalo nggak, lo abaikan saja. Cari yang lain, daripada terus terusan di gantung dengan status yang tidak jelas. Bahagia tidak bingung iya, nambah beban aja."
Ayla melongo mendengar ucapan Azila, "Tapi kalo jawabannya tidak sesuai ekspektasi gue gimana? masa iya gue harus rela berjauhan lagi."
"Ya itu sih nasib lo," Ucap Azila dengan santainya sedangkan Ayla hanya menunduk sesekali meminum jusnya dengan tatapan kosong.
Bagaimana jika dia hanya menganggapnya sahabat seperti dulu? Ayla tidak siap untuk kembali jatuh lagi, rasanya sakit.
"Huft, sepertinya lagu Raisa yang kali kedua itu cocok untuk gue, tapi gue gak tau nanti bahagia atau tidak," Gumam Ayla dengan lesunya.
...~o0o~...
Di mansion Agas saat ini terlihat kacau dengan Alga dan Azrel yang saling mengejar, sebenarnya hanya Azrel yang mengejar Alga. Sebab Alga yang tidak mau mandi dan kini Azrel sedang menggendong Alga dengan paksa.
Alga yang hanya memakai dalaman itu memberontak dari gendongan Azrel, "Abang! lepasin lepasin! dasar monster jelek! lepaskan pangeran ini!"
Azrel hanya menuliskan telinganya saja, setalah sampai di kamar mandi Alga. Azrel segera mengunci pintunya dan memasukan Alga kedalam bathtub yang sudah diisi air hangat dengan sabun beraroma bayi.
"DASAR ABANG JELEK! MONSTER JELEK, ALGA UDAH BILANG ALGA GAK MAU MANDI!" Teriak Alga sambil menyiprat nyiprat kan air yang ada di dalam bathtub ke tubuh Azrel.
Azrel hanya terdiam dengan menutup matanya, dia harus punya kesabaran lebih jika menghadapi Alga yang sedang rewel seperti ini.
"Berhenti Alga! Mandi dengan tenang, jika kamu bisa melakukannya. Kamu bisa makan ice cream setelah ini," Ucap Azrel dengan nada lelahnya.
Alga seketika terdiam dengan jari telunjuk yang ada di dagunya, "Bener ya? gak bohong kan?"
"Iya."
Alga seketika mengangguk antusias, "Yaudah buruan mandiin Alga!"
__ADS_1
Azrel lagi lagi menghela nafas kasar lalu dengan terpaksa memandikan adiknya itu, lalu menggerutu dalam batinnya, "Semoga kalian cepat pulang mommy daddy. aku bisa bisa tua lebih cepat menghadapi Alga yang sedang rewel ini."