Young Mom

Young Mom
PART 12


__ADS_3

Tok tok tok


Agas dan Alga melirik pintu kantor Agas yang diketuk.


"Masuk," Ucap Agas dengan sedikit keras.


cklek.


"Mommy!" Pekik Alga sambil berdiri dari sofa saat melihat Airin yang datang, sedangkan Airin hanya tersenyum manis lalu duduk disamping Alga.


"Mommy kangen," Ucap Alga sambil memeluk leher Airin erat.


"Mommy juga kengen sama Alga," Ucap Airin sambil membalas pelukan Alga.


"Kenapa?" Tanya Agas heran saat kedatangan Airin.


Airin melepaskan pelukannya lalu memangku Alga yang masih memeluknya, "Kenapa apanya?"


"Kenapa kesini?"


"Alga yang minta," Jawab Airin ketus, sedangkan Agas hanya mengangguk.


"Mommy bawa pesanan Alga kan?" Tanya Alga sambil melepaskan pelukannya.


"Mommy bawa kok, banyak lagi," Ucap Airin sambil memperlihatkan Tote bag yang tadi dibawanya.


Agas melihat mereka bingung, pesanan apa yang dimaksud Alga? tak mau ambil pusing, Agas mengambil dokumennya lalu duduk kembali di samping Airin sambil memeriksa dokumennya.


"Yey, yuk mom kita makan!" Ajak Alga lalu duduk di karpet bawah sebrang Airin.


Airin tersenyum lalu mengeluarkan rantang kecil di dalam Tote bag nya, seketika wangi makanan tercium menggoda. Agas meliriknya sebentar lalu fokus kembali pada pekerjaannya.


"Alga mau makan sama apa?" Tanya Airin sambil membuka satu persatu sususan rantang yang dibawanya.


"Alga mau bakso golengnya sama sosis bakalnya mommy," Ucap Alga semangat lalu langsung mengambil wadah yang berisi bakso goreng dan disimpan di pangkuannya.


"Lah? katanya mau makan tapi kenapa cuman makan cemilannya?" Tanya Airin heran.


Alga menyengir lucu dengan kecap yang sudah belepotan diwajahnya, "Hehe, sebenalnya Alga pesan bukan buat Alga, tapi untuk daddy. Soalnya daddy belum makan makan mommy."


Airin menatap tak percaya, berarti dia dibohongi oleh anak kecil ingusan didepannya ini, padahal Airin sudah menghias bekalnya selucu mungkin agar Alga mau memakannya.


"Kok daddy?" Tanya Agas bingung.


"Hehe, soalnya Alga Kasian sama daddy. Daddy kelja mulu, padahal daddy belum makan, nanti kalo sakit pasti diomelin nenek lagi," Jelas Alga.


Agas tersenyum tipis, sweet sekali bocah kecilnya ini. Sedangkan Airin hanya diam dengan mood yang sudah buruk semenjak melihat muka om om kang modus disebelahnya ini.


"Yaudah nih om, makan aja sampai habis."


Agas melirik makanan yang disodorkan Airin, "Nanti aja, saya masih kerja."

__ADS_1


Airin berdecak kesal, "Jangan gitu om, kerja sih kerja tapi kan harus diisi juga tenaganya. Ntar kalo om sakit kan beban," Ucap Airin dengan santainya.


Agas mengedus kesal dengan remaja disamping nya ini, "Yaudah kamu suapi saya saja."


"Yaelah udah tua aja berasa kek bayi, pake suap suap segala," Sindir Airin.


Agas berdecak kesal dibuatnya, sedangkan Alga hanya menatapnya tak minat lalu fokus kembali dengan basreng dan juga sosisnya.


"Udah sih, udah suapin saya buruan," Ucap Agas.


Dengan kesal Airin pun menyuapi sesendok nasi ke mulut Agas, Sedangkan Agas dengan senang hati menerimanya.


Tanpa mereka sadari sedari tadi Alga mengabadikan momen kedua orang tuanya dengan memfotonya.


"Hihihi, Alga nanti mau kilim fotonya ke nenek," Ucap Alga dalam batinnya sambil tersenyum senyum.


"Nih yang terakhir, aa" Ucap Airin lalu menyuapi sesendok nasi terakhir, dengan menurut Agas membuka mulutnya lalu memakan nasi yang disodorkan Airin.


"Mau lagi Rin," Pinta Agas dengan tak tau malunya.


"Enak aja main minta minta, lagian udah habis makannya juga," Ucap Airin, Agas pun hanya mengangguk lesu.


"Nih buahnya," Airin menyodorkan semangkuk salad buah kedepan Agas.


"Suapin lagi," Pinta Agas, Airin mengusap dadanya sabar dengan tingkah keenakan Agas.


Dengan amat sangat sangat terpaksa, Airin menyuapi Agas salad buah dengan ogah ogahan. Alga beranjak dari duduknya menjadi duduk dikursi kerja Agas dengan handphone digenggaman nya.


Ide licik muncul di otak kecilnya, Alga pun langsung mengontak atik handphone nya dengan tawa yang kecil, seketika senyum lebar muncul dibibir kecilnya kala terlihat tanda centang biru pada handphone nya.


...~o0o~...


"Huft bosen," Gumam Agion dengan kepala yang direbahkan dilipatan tangannya.


"Em, permisi. Boleh aku duduk disini?"


Ucapan seseorang membuat Agion menegakan duduknya, tatapannya seketika cerah saat melihat seorang perempuan imut berdiri didepannya.


"Halo," Ucap perempuan itu sambil menggoyang kan tangannya didepan muka Agion.


"Eh iya," Kaget Agion.


"Em, aku boleh duduk disini?" Tanyanya kembali.


Agion tersenyum kecil lalu mengangguk, "Boleh."


Dengan canggung, perempuan tersebut duduk didepan Agion dengan ice cream dan cake yang dibawanya.


Agion menggigit bibirnya gemas melihat perempuan imut didepannya, tangannya gatal ingin mencubit pipi putih tembam itu.


"Em nama kamu siapa?" Tanyanya.

__ADS_1


"Agion," Ucap Agion dingin.


Perempuan itu pun menundukan kepalanya takut saat mendengar suara dingin Agion serta muka datarnya. Agion ingin sekali tertawa keras melihat wajah ketakutan perempuan didepannya.


"Em, hai Agion aku Cindy," Cicit Cindy.


Agion mengangguk anggukan kepalanya, "Kalo Lo nunduk terus ice cream lo cair."


Perempuan itu pun seketika mengangkat kepalanya sedikit demi melihat ice cream nya. Tubuhnya seketika gugup saat meresa setiap pergerakan nya dipandangi oleh Agion.


"Em, aku ganggu kamu gak?" Tanya Cindy dengan pelan.


"Nggak, santai aja," Ucap Agion berusaha membuat suasana menjadi tidak canggung.


Cindy mengangguk lalu mulai memakan ice cream nya dengan pelan tetapi matanya berbinar binar saat sesuap ice cream memasuki mulutnya. Agion menggigit pipi dalamnya gemas.


"Menggemaskan," Ucap Agion dalam batinnya.


Drrt.


Pandangan Agion teralihkan pada handphone perempuan yang bernama Cindy didepannya yang menyala.


"Halo," Sapa Cindy pelan.


"Iya ini aku mau pulang, kamu tunggu disana," Ucap Cindy dengan handphone yang berada disamping telinganya.


"Iya dah,"


Cindy menatap Agion yang ternyata sedang menatapnya juga, "Mm, makasih udah ijinin aku duduk disini, kalau begitu aku permisi dulu."


Agion hanya mengangguk, tatapannya belum teralihkan dari Cindy yang sedang berjalan menjauh, badan mungil yang lucu, rambut dikepang yang bergoyang goyang jika berjalan, pipi tembam yang membuat semua orang gemas, dan juga mata yang terlihat berbinar binar membuat siapa saja nyaman jika menatapnya.


Agion melihat ke luar cafe dimana Cindy yang sedang berbicara dengan seseorang, terkadang senyum manis terukir dibibir kecilnya.


"Aish sial," Gumam Agion kala merasakan dadanya berdebar.


"Sulit dipercaya, gue tertarik sama perempuan mungil itu," Ucap Agion pelan lalu meminum kopi nya tetapi matanya masih memandang keluar.


"Wajahnya, sepertinya aku pernah melihatnya."


...~o0o~...


Agas menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa, menyimpan laptop dan dokumen nya dimeja didepannya, tatapan Agas beralih pada Airin dan Alga yang sedang tertidur.


"Sejak kapan mereka tertidur," Gumam Agas.


Agas menghampiri Alga yang tertidur di kursi kekuasaannya, lalu menggendong tubuh kecil itu kekamar yang ada dikantornya.


Setelah membaringkan Alga, Agas menggendong Airin dengan pelan pelan lalu membaringkan nya disamping Alga.


"Cantik," Ucap Agas pelan kala melihat wajah Airin yang terlihat cantik.

__ADS_1


Cup


"Tidur yang nyenyak," Bisik Agas pada Airin setelah mengecup dahinya.


__ADS_2