Young Mom

Young Mom
PART 55


__ADS_3

"Bosen banget gak ada mereka berdua," Gumam Ayla dengan mata tertutup.


kini hari sudah berganti, setelah menjenguk Airin kemarin. Mereka kembali ke aktivitasnya masing masing. Ayla menghela nafas berat, punggungnya dia sandarkan di sofa rooftop sekolah.


Angin yang berhembus dengan santai itu membuat suasana di rooftop semakin nyaman.


"Gue bolos aja kali ya? lagian ngapain sih si Azila ikut ikutan ijin. sok sibuk banget tuh istri muda," Dumel Ayla.


kruyuk..


"Lapar, pengen soto Jogja," Ucap Ayla sambil mengusap usap perutnya.


Ayla tersenyum lebar saat otak cemerlang nya memunculkan ide, "Tenang ya bayi cacing. Sebentar lagi kamu akan dapat asupan hohoho."


Ayla celingak-celinguk kekanan dan kekiri, saat ini dia berada di gerbang samping sekolah yang mengarah langsung ke jalanan pemukiman.


"Asek gak ada orang," Gumamnya dengan senyum yang menghiasi wajahnya.


Tangannya dengan pelan membuka kunci gerbang, setelah lepas Ayla mendorong pagar dengan pelan lalu keluar dengan cepat.


"WAA!" Teriak Ayla saat bahunya di tepuk dari belakang.


"Lo!" Pekik Ayla tertahan sambil menunjuk orang yang ada di depannya sedang menyandar ke tembok.


"Kenapa?"


"Anak pak kanan sialan, lo ngapain ngagetin gue Maemunah!" Geram Ayla.


"Lah lo sendiri, ngapain di sini? bolos ya, gue aduin sama emak lo nih," Ayla gelalapan di buatnya.


"Ng-nggaj gue gak bolos, l-lo juga. Ngapain Lo di sini?" Tanya nya dengan melipat kedua tangannya di depan dada dengan angkuhnya.


"Gue di suruh pak Anton," Ucap nya.


Ayla meneliti orang tersebut dari atas sampai bawah, "Di suruh apaan, lo gak bawa apa apa. Lo bohong ya!"


"Sotoy," Ucapnya sambil menoyor jidat Ayla, Ayla menatapnya tajam.


"Gue habis ngasih bingkisan ke rumah pak satpam, dia kan rumahnya di daerah sini kalo lo gak tau," Jelasnya.


Ayla menatapnya dengan mata yang di sipit sipit kan, "Oh. Awas lo gue mau lewat."


"Eits, mau kemana?" Ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya.


Ayla berdecak sebal, "Gak usah kepo! sana lo, bayi gue udah kelaparan ini!"


"Omo! lo hamil! anaknya siapa? anak Dugong nih pasti," Ucapnya dengan nada lebay.


Ayla menjitak kepala nya dengan keras sedangkan sang korban meringis pelan, "Gak usah lebay deh lo."


"Yaelah orang nanya juga, malah di jitak. Geser nanti otak gue!"


Ayla menghedihkan bahunya acuh lalu berjalan melewati orang tersebut tetapi baru satu langkah. Tangannya di cekal, dengan malas Ayla berbalik ke belakang.


"Kenapa lagi sih?"

__ADS_1


"Mau makan apa, hm?" Ucapnya Sambil mengelus rambut Ayla.


"Serah gue lah, lepas tangan lo."


"Gue cuman nanya, lo keluar di jam pelajaran dengan memakai seragam sekolah kayak gini? lo mau dibawa satpol PP?"


Ayla menatapnya bingung, "Emang kenapa? ngapain juga mereka bawa gue."


Orang itu menoyor jidat Ayla pelan, "Lo lupa, pikun, apa emang gak Inget."


"Sama aja, Lo boros kata banget sih!"


"Ck elah, serah gue lah. Nih ya, kali kali Lo baca deh tuh Mading. Sekarang ini kalau keluar sekolah di jam pelajaran bakalan di bawa satpol PP terus di kembalikan lagi ke sekolahnya."


"Jadi, Lo kalau mau bolos itu bawa baju ganti," Ucapnya sambil melepaskan hodie nya.


"Ya kan gue gak tau," Orang tersebut hanya mengangguk lalu memakaikan hodie nya ke tubuh Ayla.


"Lain kali, jangan bolos bolos. Ini yang terakhir," Ayla merengut tak terima, "Kok Lo ngatur!"


"Lo mau bilangin ke emak lo?" Ayla terdiam lalu mencibik kesal, "Baiklah kakak Joshua, sudahkan? sekarang biarkan adek ini pergi."


Joshua menggigit pipi dalamnya menahan senyum yang menghiasi wajahnya, "Bareng sama gue, Lo mau kemana?"


"Mau soto..."


Joshua menatap Ayla gemas, apalagi dengan nada manja yang di keluarkan nya. Joshua melepas seragam putihnya, kini hanya terpasang kau hitam serta sebuah kalung inisial A di dadanya.


"Yaudah ayok," Ucap Joshua sambil menggenggam tangan Ayla.


"Dari dulu gue baik sama lo, Lo nya aja yang gak sadar."


"iyakah?" Tanya Ayla dengan nada gemasnya.


Joshua tersenyum tipis lalu mengacak acak rambut Ayla gemas, "Makanya, jangan pandang setiap kelakuan orang dari sisi sebelah saja. Kalau gitu, lo gak akan tau maksud dari perlakuan seseorang itu."


...~o0o~...


Sinar matahari masuk melalui celah celah jendela, bau khas obat obatan tercium. Suasana tenang hanya terdengar bunyi mesin EKG, Jari jari lentiknya perlahan bergerak pelan.


Matanya mengerjap ngerjap menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya, dengan perlahan mata indah itu terbuka lebar. Ruangan serba putih dengan wangi khas rumah sakit menjadi sambutan pertamanya.


"Mommy?"


Tepat di depan pintu masuk Alga berdiam sambil menatap Airin Lamat Lamat. Airin tersenyum manis meskipun bibirnya pucat pasi.


"Alga," Panggil Airin lirih.


Alga segera berlari menuju Airin lalu memeluknya dengan erat, "Hiks mommy... Alga Rindu."


Airin dengan perlahan mengusap rambut Alga dengan pelan, "Mommy juga rindu Alga."


Alga melepaskan pelukannya lalu menangkup kedua pipi Airin, "Mommy mau minum?"


Airin tersenyum lalu mengangguk pelan, Alga dengan segera mengambil segelas air kepada Airin lalu membantu Airin minum dengan pelan.

__ADS_1


Alga duduk di kursi dengan susah payah, "Mommy kenapa tidurnya lama, Padahal Alga pengen kasih mommy sesuatu."


"Apa?"


Alga tersenyum cerah, "Alga sudah bisa sebut r, hehe pintar kan Alga. Soalnya mommy, kata Bang Gio, Alga nanti bakalan jadi kakak terus harus bisa bilang r kalo mau jadi kakak."


Airin tertawa pelan sambil mengusap punggung tangan Alga, "Pintarnya anak mommy."


Alga tertawa senang lalu berhenti saat pintu masuk dibuka dengan pelan, terlihat Zio yang datang dengan membawa dua buah kantong plastik.


"Tante, Tante udah sadar," Zio menyimpan kantong plastik yang di bawanya di meja depan sofa, lalu menghampiri Airin.


"Iya Zio, tadi waktu Alga ke sini mommy udah bangun. Alga seneng banget," Ucap Alga antusias.


"Syukurlah, Tante sudah di periksa dokter?"


"Belum, nanti saja," Balas Airin.


"Kok gitu, harusnya kan kalau udah sadar dari koma itu cepet cepet panggil dokter," Alga menepuk dahinya pelan, "Oh iya, Alga lupa. Maaf mommy."


Zio memencet tombol yang berada di samping hospital bed Airin, "Zio mau bilang sama daddy Agas dulu."


Zio keluar bertepatan dengan dokter yang memasuki ruang rawat Airin, Alga duduk si sofa memperhatikan Airin yang sedang di periksa oleh dokter.


"Keadaanmu berangsur membaik, untuk sementara waktu. Kamu harus opname, setelah jahitan operasinya kering dan luka luka nya membaik. Kamu bisa pulang tetapi sesekali cek ke dokter."


"Baik, terima kasih dok," Ucap Airin sambil tersenyum.


Dokter tersebut keluar bersama seorang suster, Alga segera menghampiri Airin lalu duduk di kursi, "Mommy. Mommy kan belum makan, mommy mau apa? biar Alga belikan."


"Tidak usah, nanti saja ya. Perut mommy gak enak."


Brak...


Pintu terbuka dengan kencangnya, terlihat Agas dengan nafas ngos-ngosan serta Zio yang berada di belangnya dengan tampang datarnya. Agas menghampiri Airin lalu memeluknya dengan erat.


"Akhirnya, aku pikir kamu gak mau ketemu aku lagi," Gumam Agas dengan nafas lega.


Airin tersenyum tipis lalu tangannya terangkat mengelus punggung Agas pelan, "Aku tidak berani."


Agas melepas pelukannya, tangannya menangkup kedua pipi Airin dengan lembut, "Maaf. Aku gak bisa jaga kamu."


"Tidak, bukan salah kamu. Jangan meminta maaf," Tolak Airin.


Agas menggelengkan kepalanya, "Tidak, ini salah aku. Kamu dalam bahaya karena aku," Lirihnya.


Airin tersenyum menenangkan, "Jangan menyalahkan diri sendiri, aku gak suka."


Agas mengangguk pelan, jari jarinya mengelus pipi Airin lembut. Matanya menatap dengan sendu, jari jempolnya mengusap bibir pucat Airin lembut, "Maaf."


"Kan-"


Cup.


"Daddy!" Pekik Alga.

__ADS_1


__ADS_2