Young Mom

Young Mom
PART 76


__ADS_3

Azralia berkeliling di kamar barunya, kepalanya terasa pening dan juga dadanya terasa terhimpit sesak. Mata Azralia terus melihat ke arah Poto boch kembar yang terpajang rapi di sudut kamar ini.


"Sial! kapan ini akan berakhir," Gumamnya sambil mencengkram ujung meja dengan erat.


Azralia segera meminum obatnya lalu terduduk lemas, nyatanya. Masih ada sedikit rasa takut akan kehadiran Azrel, tetapi Azralia mencoba menepis semua sugestinya. Kata dokternya, ketakutan hanyalah ilusi dan sugesti semata.


Azralia menyandarkan tubuhnya di sandaran meja dengan lemas, "Ini tidak mudah, tapi...aku tidak bisa terus seperti ini."


"Demi kebahagiaan, semua akan aku lakukan demi kebahagiaan nya."


Agas melenguh merasakan tidurnya terganggu akan suara bising dari lantai bawah, matanya mengerjap ngerjapkan menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya. Agas melihat kesampingnya saat merasakan pelukan yang sangat erat.


"Cih, sudah besar masih saja tidur denganku," Gumam Agas kala mengingat jika anak tengahnya Azrel merengek ingin tidur bersamanya dengan Airin.


Agas bergerak menyamping, mata tajamnya itu menatap wajah baby face Azriel dengan lekat. Bibirnya tersenyum tipis melihat wajah Azrel yang sedikit mirip dengan abangnya.


"Lihat lah bang. Anakmu yang paling manja ini, bagaimana aku tidak sayang jika wajahnya saja menggemaskan. Apalagi dia sedikit mirip denganmu," Batin Agas sambil terus menatap Azrel.


"Eungh..." Lenguhan terdengar lirih dari mulut Azrel.


Agas masih terdiam melihat Azrel, sementara Azrel sedang berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk pada matanya. Mata yang selalu terlihat bersinar itu bertubrukan langsung dengan mata tajam Agas.


"Selamat pagi. Apa tidurmu nyenyak, hm?" Tanya Agas dengan suara seraknya.


Azrel hanya mengangguk dengan malu malu sementara Agas terkekeh kecil melihat tingkah menggemaskan anaknya itu. Agas duduk di samping ranjang lalu mengangkat Azrel ke dalam gendongannya.


"Ayo kita mandi baby boy," Ucap Agas dengan nada mengjek nya.


"Turunkan Azrel Daddy! Azrel bukan baby!" Teriak Azrel dengan suara cempreng nya.


Sementara Agas mengusap usap telinganya, "Badanmu kecil tapi kenapa suaramu melebihi normalnya tubuh mu?"


"DADDY BODY SHAMING! JAHAT! AZREL MAU ADUIN SAMA MOMMY!" Teriak Azrel.


Agas seketika menurunkan Azrel dari gendongannya lalu keluar dari kamar mandi sambil mengelus elus telinganya dengan sayang, "Sepertinya aku harus pergi ke THT. Telingaku berdengung sial!"


Sedangkan di lantai satu tepatnya di dapur, kini Airin sedang mengajari para bocil itu membuat sebuah cemilan yang berbahan dari tepung tapioka serta pewarna makanan agar terlihat lebih menarik. Dan tentunya itu di lakukan setelah dia memasak untuk sarapan.


"Oke anak anak mommy, sekarang kalian giling adonan yang sudah mommy kasih tadi lalu kalau sudah gepeng isi dengan isian yang ada di wadah ini sesuai yang kalian mau. Mengerti anak anak?"


"Mengerti koki-mommy," Ucap mereka serentak.


Airin berdiri di ujung meja makan sambil memperlihatkan bagaimana para bocil ini membuat cemilan. Sebenarnya, ini masih terlalu pagi untuk memakan cemilan, tapi karena mereka tadi berniat jajan jadi Airin mengusulkan membuat cemilan ini sendiri.


"Udah gini gimana mommy?" Tanya Alga sambil memperlihatkan adonan yang kini sudah di isi dengan sosi, keju, dan juga baso.


"Nah kali udah di isi, tutup sama adonan yang gak kalau isi," Ucap Airin sambil memperagakan caranya, tujuh bocil itu hanya mengangguk mengerti.


"Nah kalau sudah begini, kalian bisa dirubahnya menjadi bentuk yang cantik. Lihat," Ucap Airin lalu mengangkat adonanya yang kini sudah berubah bentuk menjadi bintang, setelah itu Airin memberikan cetakan bentuk yang lumayan besar dengan berbagai bentuk kepada mereka.


"Wah! Alga mau bentuk kucing!"


"Alga, Raisha juga mau!"

__ADS_1


"IH, DELEN INI PUNYA NATAYA!" Teriak Nataya sambil berebut cetakan berbentuk hati dengan Deren.


"Aku dulu yang pegang, berarti ini punya aku," Balas Deren sambil memeluk cetakan yang sudah ada di genggaman nya.


"Haish," Gumam Airin frustasi, "Hey udah ya, jangan berebut. Pakainya gantian, Deren ngalah ya sayang. Utamakan perempuan dulu, oke."


"Heum, oke aunty. Yaudah ini kamu dulu," Ucap Deren sambil menyerahkan cetakan itu kepada Nataya yang sedang cemberut.


Seketika Nataya pun tersenyum cerah sambil mengambil cetakan itu dari tangan Deren, dengan teliti dia mencetak roti isi miliknya. Bibirnya tersenyum cerah saat selesai mencetak lalu menyerahkan roti yang sudah di cetak bentuk hati itu pada Dere dengan senyum yang tidak luntur itu.


"Ini hati Nataya, buat Delen!" Pekiknya dengan malu malu.


Deren terlihat merona dengan pipi yang memerah sempurna, lalu dengan malu malu mengambil piring Nataya, "Makasih Nataya."


"Hihi sama sama!"


"Ini juga buat Nataya, ini hati Deren," Ucap Deren sambil memberikan rotinya yang sudah di cetak berbentuk hati, Nataya terlihat senang dengan pekikan lucunya.


"AAA Delen makasih hehe!"


Airin menggelengkan kepalanya pening melihat tingkah bucin bocil di depannya itu, "Hadeh masih bocil juga udah cinta cintaan. Mana bagi bagi hati pula, duh gak kuat gue. Kecilnya gini, gimana nanti waktu besarnya!"


"SAYANG!" Teriak Agas yang sedang berjalan menuju dapur.


"Kenapa teriak teriak? kayak bocil aja deh," Ucap Airin sambil memeluk Agas yang kini berada di depannya, Agas balas memeluk dengan erat tak lupa kepalanya yang menyelusup ke leher jejeng Airin.


"Laper~" Rengeknya, Airin terkekeh di buatnya.


"Ututu, kasian banget bayi Dugong aku," Ucap Airin sambil mengacak acak rambut Agas.


Agas menyimpan dagunya di bahu Airin sambil menatap Alga tajam, "Sirik aja dasar bocil. Oh iya, mana pacar kamu itu? katanya udah punya pacar."


Alga seketika merona dengan pupil matanya yang kini membesar, "DADDY!"


Agas tertawa renyah dibuatnya, "Oh itu ya yang duduk di samping kamu? cantik kok, tapi kok mau aja sama kamu yang jelek," Ledeknya.


"DADDY! DIEM DEH, DASAR BAYI DUGONG!" Teriak Alga lalu turun dari kursi sambil menarik tangan Raisha.


Agas menatap Alga tajam sedangkan yang di tatap hanya melongos berjalan kedepan, "Mommy punya kita udah selesai tinggal di panggang. Mommy jaga ya bayi Dugong mommy, nanti dia kabur gigit Alga!"


"Ya Allah anak siapa itu," Gumam Agas lemas sedangkan Airin hanya tertawa lirih, ada ada saja.


"Udah ya, aku mau beresin meja makannya dulu. Kamu duduk aja sana," Ucap Airin sambil melepaskan pelukan mereka.


Agas pun duduk di kursi yang sempat di duduki Alga dengan tenang, "Aunty, kita udah selesai," Ucap Zio.


"Oh iya, simpan aja di sana nanti aunty panggang. Kalian susul aja Alga sama Raisha," Ucap Aunty.


"Oke Aunty," Ucap Kelima nya serempak.


Mereka pun berlarian ke belakang rumah menyusul Alga dan Raisha, sedangkan Airin membereskan meja untuk siap siap Agas yang ingin makan.


"Azrel sama Azralia mana? gak kamu bangunin?" Tanya Airin.

__ADS_1


"Aku bangunin kok, mungkin mereka bentar lagi turun."


"Morning Mommy, Daddy."


Baru saja di bicarakan terlihat Azrel serta Azralia yang turun bersamaan dengan tampilan yang fresh, Airin tersenyum manis lalu mengecup pipi mereka berdua.


Cup


Cup


"Morning juga anak pinta," Ucap Airin.


"Mommy kayak sama anak kecil aja," Ucap Azrel yang kini duduk di hadapan Agas yang memasang wajah masam.


"Kalian memang masih kecil. Ayo, Azralia duduk," Ucap Airin sambil mendudukan Azralia di samping Azrel.


"Ini kenapa pula wajahnya masam, perasan tadi nggak," Ucap Airin sambil melirik Agas sekilas, dirinya berjalan bulak balik membawa makanan.


"Mereka kamu cium tapi aku nggak di cium. Pilih kasih," Ucap Agas sinis.


Airin tertawa terbahak bahak sedangkan Azrel menatap dadynya itu dengan tatapan jengah, "Inget umur dad, malu udah punya buntut juga."


"Serah Daddy dong! Sirik aja!" Sinis Agas.


"Udah udah ayok makan," Ucap Airin sambil menyimpan piring kosong di hadapan Agas.


"Azrel mau makan sama apa?" Tanya Airin sambil mengambil piring Azrel lalu di isinya dengan nasi.


"Asam manis aja mom sama tempe orek," Airin pun mengambil nya lalu meletakkan piring yang sudah di isi makanan itu di hadapan Azrel.


"Kalo Azrelia, mau sama apa?"


"Samakan aja sama Azrel mom," Airin hanya mengangguk lalu mengisi piring Airin dengan makanan yang sama dengan Azrel.


"Makasih mom," Ucapnya.


"Sama sama sayang, makan yang banyak ya," Ucap Airin sambil mengelus rambut Azralia, sedangkan Azralia hanya mengangguk dengan senyum manisnya.


Airin pun duduk di samping Agas yang masih memasang wajah masam, Airin tersenyum gemas, "Mau di ambilin?"


"Gak usah!" Ucapnya dengan mode ngambek, Airin hanya tersenyum manis.


"Oh yaudah."


Agas terdiam lalu menatap Airin dengan tatapan tak percaya, Airin meliriknya, "Kenapa?"


Agas memalingkan wajah datarnya, "Nggak!"


Airin menggigit pipi dalamnya gemas melihat tingkah gengsi selangit Agas.


Cup.


"Mau apa sayang, sini aku ambilin," Ucap Airin sambil membawa piring Agas.

__ADS_1


Sedangkan Agas hanya terdiam dengan pipi merona saat Airin mengecup tepat di bibirnya sedangkan Azrel dan Azralia hanya melihat dengan cengo.


"Dasar, Tidak tau tempat," Ucap Azrel dan Azralia dalam hatinya sedangkan Agas tersenyum lebar.


__ADS_2