Young Mom

Young Mom
PART 33


__ADS_3

Agas duduk dengan tenang tanpa menghiraukan tatapan tajam yang dilayangkan orang orang dewasa itu kepadanya.


"Kenapa?" Tanya Agas dengan santainya.


"Dasar om om mesum, pura pura gak tau," Ucap Agion sambil menatap Agas tajam.


"Kamu serius sama Airin?" Tanya Damian, Agas mengangguk mantap, "Iya yah, Agas serius."


"Eh apaan nih? Azrel gak ngerti!" Sanggah Azrel.


Rayhan merangkul bahu Azrel, "Bocil diem aja."


Azrel menghempaskan tangan Rayhan yang berada di bahunya, enak saja dia bilang dirinya bocil, "Gue udah gede ya om!"


"Kamu sudah biacara dengan Airin kedepannya gimana? kamu kan tau Airin masih pelajar," Ucap Damian.


"Belum yah, itu nanti Agas bicara sama orang tuanya Airin. Lagian Agas juga gak akan maksa Airin," Ucap Agas, Damian menganggukkan kepalanya mengerti.


"Jaga dia," Agas mengangguk sambil tersenyum kecil, orang tuanya sudah menyetujui hubungannya dan sekarang tinggal menemui orang tua Airin, "Makasih yah."


"Ini pancake nya," Ucap Airin yang baru saja datang sambil membawa nampan berisi pancake dan segelas kopi.


"Agion mana kak?" Tanya Agion.


"Itu di dapur masih ada, ambil aja," Agion langsung berjalan menuju dapur.


"Airin," Airin melirik kearah Agas yang berada disampingnya.


"Kenapa?"


"Kamu serius sama saya?" Tanya Agas, Airin mengerutkan dahinya bingung.


"Serius? serius bagian mananya?" Tanya Airin.


"Ituloh Airin, maksud Agas kamu mau serius sampai ke jenjang pernikahan," Jelas Gina.


"Nikah?" Tanya Airin, Gina mengangguk sambil menatap Airin serius.


"Eh apaan nih! jelasin dong, siapa yang mau nikah?" Tanya Azrel, dia bingung dengan pembicaraan serius mereka, siapa yang mau nikah? siapa juga yang mau diseriusin?


"Eh Azrel kamu diem dulu deh," Ucap Laila, Azrel lagi lagi mencibik kesal.


"Em tapi kan Airin sekarang masih sekolah, aturan disekolah juga kan gak boleh ada murid yang sudah menikah," Ucap Airin hati hati.


"Saya tau, lagian saya tidak menuntut itu sekarang. Saya ingin kamu bisa mengejar cita cita kamu dulu, kalo untuk sekarang mungkin saya hanya ingin mengikat kamu dalam status pertunangan," Jelas Agas.


Airin mengangguk ngerti, "Kalo itu sih, Airin mau diserahkan saja sama orang tua Airin dulu. Takutnya mereka tidak setuju, kita juga baru memulai kan."


"Hm, benar juga sih. Yaudah nanti kita kerumah kamu," Ucap Gina antusias.

__ADS_1


"Eh, sebenarnya orang tua Airin lagi gak ada di rumah. Mereka lagi di Lampung, mungkin pulangnya nanti setelah Airin selesai ujian," Ucap Airin.


"Tidak apa apa, kami akan menunggu. Kamu nanti bilang saja pada orangtua Airin, kalo ada yang ingin dibicarakan," Ucap Gina.


"Oke Bun," Airin mengangguk setuju.


"Eh, kalian belum beres beres?" Tanya Nova yang baru datang dengan membawa koper kecilnya.


"Eh, emang mau kemana?" Tanya Airin.


"Besok kan kita pulang Rin," Timpal Laila.


Airin mengerutkan dahinya, "Loh bukannya empat hari ya?"


"Kata siapa? kita disini hanya dua hari satu malam saja Rin," Ucap Laila.


Airin menunjuk Agas dengan wajah bingung, "Lah, kata om kita empat hari."


"Eh hehe, maksud saya dua hari disini, dua hari lagi di Jogja," Ucap Agas.


"Ngapain kamu ke Jogja, bawa bawa Airin pula? mau macam macam ya kamu?" Tanya Gina penuh selidik.


"Ya Allah bun, fitnah. Agas disana mau kerja, sekalian ajak Airin jalan jalan," Ucap Agas.


"Kok Azrel gak diajak sih dad? Azrel juga mau ikut," Rengek Azrel.


Azrel berpindah duduk disamping Agas dengan tangan yang menggoyang goyangkan tangan Agas, "Kok gitu! Azrel pengen ikut pokoknya, ya dad ya. Azrel janji deh gak akan ngerepotin daddy, Azrel juga janji bakalan ngerjain tugasnya."


"Si Azrel kenapa?" Tanya Agion yang datang dengan sepiring pancake ditangannya.


"Ntah, manja si Azrel mah. kayak anak TK aja, sedikit sedikit ikut, dikit dikit ngerengek, kayak bocah kan," Ucap Rayhan.


Azrel menatap omnya itu tajam, mana ada dia seperti itu, "Emang mau ikut kemana?" Tanya Agion yang sudah duduk disamping Airin, sesekali dia menyuapi Airin pancake stroberi itu.


"Ke jogja, eh nanti kamu dirumah sama siapa? soalnya kakak mau ke Jogja bentar," Ucap Airin.


"Agion mau nginep di rumah bang Jojo aja, kangen juga sama bang Jojo udah lama gak ketemu," Ucap Agion.


"Kenapa gak tinggal sama kita aja?" Tanya Gina.


"Gak usah nek takut ngerepotin, Agion mau dirumah bang Jojo aja," Putus Agion, Gina hanya tersenyum mengerti.


"Udah tidur yuk, udah malam ini besok kan mau berangkat," Ucap Damian sambil berdiri dari duduknya, yang lainpun hanya mengerti lalu mulai bubar menuju kamarnya masing masing, terkecuali Agas Azrel dan Airin.


"Aaaa daddy mau ikut," Rengek Azrel, Agas hanya menghela nafas panjang.


"Kamu duluan kekamar aja," Ucap Agas pada Airin.


"Hm yaudah, tenangin tuh si Azrel. Jangan dimarahin om kesayangan Airin nya," Ucap Airin lalu pergi menuju kamarnya.

__ADS_1


"Bidadari, daddy, mau ikut," Agas dengan terpaksa menggendong Azrel yang sedari tadi merengek seperti bayi, Azrel memberontak dalam gendongan Agas bukannya terlepas Agas malah mengeratkan gendongan nya.


"Daddy! huaaa bidadari!"


...~o0o~...


"Airin tolong pasang dasi saya," Titah Agas dengan malas Airin menurutinya.


Kini mereka berdua sudah sampai di Jogja dan Agas langsung berangkat bekerja, "Om nggak mau istirahat dulu? masa baru nyampe udah mau kerja."


"Tidak bisa, saya ada meeting bersama investor hari ini. Lagian tadi saya sudah istirahat sebentar kan," Ucap Agas.


Airin merapikan simpul dasinya lalu menatap Agas khawatir, "Istirahat apaan cuman lima belas menit loh om, sedangkan tadi perjalanan kita Berjam jam. Huh, harusnya tadi kita pakai pesawat aja kata Airin juga."


Agas mencubit hidung Airin gemas, "ish, gemes banget sih. Tanang aja ya, saya gak akan kenapa napa kok."


"Janji?" Tanya Airin sambil mengacungkan jari kelingking nya, Agas tersenyum lalu melingkarkan jari Kelingkingnya dengan jari Airin.


"Janji."


Berbeda dengan pagi romantis yang Airin rasakan, dibelahan tempat yang lain Ayla merengut kesal, wajahnya memerah menahan emosi kala sedari tadi Joshua mengganggunya.


"Huh, hamba punya dosa apa ya Allah, kenapa nasib hamba gini amat," Gumam Ayla.


"Dosa lo banyak gak usah sok sok an suci kek bayi lo," Timpal Joshua.


Saat ini mereka berdua sedang dihukum membersihkan lapangan indoor sekolah mereka yang luasnya seperempat sekolah.


Ayla menatap Joshua geram, "Diem deh lo! kenapa sih gue selalu sial kalo ketemu lo, sana lo pergi lagi. Lagian ngapain juga lo pindah sekolah kesini, bikin nambah polusi orang aja lo."


"Astaghfirullah, sensi banget lo sama gue."


"Lo nya ngebelin!"


"Lagian Lo tuh aneh tau, Kenapa kalo sama gue Lo tuh nyebelin sih! lah kalo sama Airin aja lo romantis, sama si Azila juga lo humoris. Jangan jangan lo punya dendam sama gue, iyakan iyakan," Lanjut Ayla sambil memajukan wajahnya mendekati wajah Joshua tak lupa tatapan tajam yang sedari tadi dia tampilkan.


"Lo cemburu?" Tanya Joshua dengan senyum miringnya.


Ayla mengerjap ngerjapkan matanya, lalu menjauhkan wajahnya sambil tertawa paksa, "Hah! haha hahaha ngaco! mana ada gue cemburu?"


"Terus apa?" Tanya Joshua dengan menatap Ayla intens.


"Gu-gue, g-gue," Ayla seketika gugup ketika ditatap intens oleh Joshua sedangkan Joshua hanya menaikkan satu alisnya.


"Apa? gue apa?"


Ayla menelan salivanya dengan susah payah, "Po-pokoknya, gue kesal! Lo gak adil! udah ah Lo nyebelin!" Pekik Ayla tak jelas.


Joshua terkekeh pelan mendengarnya, matanya terus menatap Ayla yang berlari keluar lapangan, lalu senyum tipis muncul dibibir sexynya, "Gemesin, bilang cemburu aja susah banget dasar."

__ADS_1


__ADS_2