Young Mom

Young Mom
PART 19


__ADS_3

Suara bising didapur terdengar sampai lantai atas, saat ini Airin sudah diperbolehkan pulang. Dirumahnya ramai dengan teman temannya serta bunda Agas.


"Airin Lo mending di kamar aja deh, istirahat sana," Titah Ayla sambil memotong motong sayuran.


"Nah betul tuh, ayok calon mantu pindah ke kamar, jangan dulu banyak gerak, nanti kamu sakit lagi," Ucap Gina, "Trio kancil, antar mommy nya kekamar dong!"


"Siap nenek," Teriak mereka diruang tamu.


Airin menggeleng, tangannya dilipat di meja makan, "Tapi Tan. Airin gak enak, masa biarin tamu yang masak tapi tuan rumahnya santai santai."


"Aish, kamu itu baru sembuh Airin. Jangan dulu mengerjakan apa apa, gak papa kok kita yang masak, sekarang kamu ke kamar ayok," Ucap Gina lalu menuntun Airin menghampiri trio kancil diruang tamu.


"Trio kancil, kan udah nenek suruh antar mommy nya kekamar."


Alga menyengir lebar, lalu menyimpan Lego yang dibawanya dari rumah, "Hehehe, maaf nenek. Ayok bunda Alga antal ke kamal."


Alga menggandeng tangan Airin lalu menuntun langkah Airin menuju kamarnya dilantai dua, diikuti Zio dan Rion dibelakangnya.


"Maaf ya mommy ganggu kalian main," Ucap Airin merasa tak enak.


"Gak papa kok mommy," Ucap Alga.


"Iya Tante gak papa," Ucap Zio dan Rion barengan.


Airin meringis mendengarnya, aneh rasanya jika dia dipanggil Tante, serasa sudah tua saja.


"Eh, jangan panggil Tante, panggil aunty aja biar lebih enak," Protes Airin.


"Baik aunty," Zio dan Rion mengangguk setuju.


Airin tersenyum lebar, lumayan juga jika dirinya dipanggil aunty. Sedangkan Alga menatap Airin bingung, "Emang apa bedanya di Panggil Tante sama aunty, mom?


Airin menggaruk lehernya bingung, "Em, kalo panggilan Tante itu sama yang udah kerja terus umurnya sedikit tua kalo aunty kan panggilan untuk yang masih muda, mommy kan masih muda jadi dipanggilnya aunty" Ucap Airin ngawur.


Sedangkan Alga hanya mengangguk angguk saja, ntah mengerti atau tidak, intinya dia tau mommy nya tidak suka dipanggil Tante.


"Sampai," Ucap Airin setelah berada didepan pintu kamarnya.


"Makasih ya Alga, Zio dan Rion."


"Sama sama mommy,"


"Sama sama aunty,"


Ucap mereka bertiga bersama, Airin tersenyum tipis. "Kalian mau ikut masuk kekamar atau mau main lagi?"


"Kita main aja aunty, aunty kan harus istirahat," Ucap Zio.


"Iya mommy, kita main saja. Mommy istilahat aja didalam," Timpal Alga, Airin tersenyum lalu mengangguk.


Airin membuka pintu kamarnya tetapi sebelum masuk, Airin mengatakan sesuatu terlebih dahulu, "Kalian manis banget sih, yaudah mommy masuk dulu, kalian hati hati turunnya."


"Iya mommy, aunty," Ucap mereka bertiga bersama.

__ADS_1


Airin masuk kedalam kamarnya lalu berbaring di kasur yang hanya muat untuk satu orang, Airin menyalakan AC terlebih dahulu.


"Hm nyaman," Gumamnya.


Airin menutup matanya kala rasa kantuk menyerangnya, baru saja menutup matanya, handphone nya bergetar dengan suara panggilan telepon terdengar.


"Hais, baru aja mau tidur. yang nelepon pasti orangnya nyebelin," Ucap Airin sambil menendang nendang kakinya kesal.


Airin lalu membawa handphone nya di nakas samping tempat tidur, "Om?"


...~o0o~...


Agas baru saja sampai dibandara Soekarno Hatta, dirinya memaksakan diri pulang kerumahnya. Agas berjalan dengan lesu tanpa memperdulikan orang orang yang menatapnya heran.


Agas hanya memakai pakaian kerja yang sudah lusuh, rambut acak acakan, jas yang telah dilepas, lengan kemeja digulung serta kacamata yang masih bertengger di hidung mancungnya.


Bukannya terlihat jelek, orang orang melihatnya dengan pandangan terpesona.


"Antar aku kerumah sakit tempat Airin dirawat," Ucap Agas pada sopirnya.


"Baik tuan.".


Agas memejamkan matanya sebentar, rasa kantuk yang mulai terasa berat di kepalanya, "Bangunkan aku jika sudah sampai."


"Baik tuan."


Agas tertidur selama perjalanan menuju rumah sakit, tak lama mobil berhenti di parkiran rumah sakit. Agas keluar dengan santainya lalu berjalan dengan cepat menuju kamar rawat Airin.


Agas melihat sekeliling, ruangan ini sudah kosong. Agas berjalan menuju ruangan dokter yang merawat Airin.


Agas membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu, sedangkan sang dokter tabelak kaget saat seseorang masuk "Pasien bernama Airin di ruang VVIP no 1, kemana?"


Tanpa basa basi, Agas langsung menanyakan keberadaan Airin. Sang dokter tampak gugup saat melihat Agas menatapnya datar.


"D-dia sudah diperbolehkan pulang, sekitar jam 11 siang," Ucap Sang dokter dengan gugup.


Agas mengangguk lalu berlalu pergi tanpa mengucapkan terima kasih, langkah lebarnya berjalan cepat menuju parkiran rumah sakit.


Brak.


Agas menutup pintunya dengan kencang, "Antar aku ke rumah Airin."


"Baik tuan,"


Agas menyandarkan tubuhnya disenderan kursi mobil, lalu membuka handphone nya, jari jari tangannya mengotak Atik sesuatu, tak lama nada sambung terdengar.


"Halo om," Terdengar nada suara lembut didalam teleponnya.


"Kamu sudah pulang?" Tanya Agas tanpa basa basi.


Terdengar Airin mengendus di sana kala sapaannya tidak dijawab, "Saya pergi ke rumah kamu sekarang."


"Eh tidak bisa om, Om kan baru pulang kerja pasti capek. Mending om pulang dulu, bersih bersih dan istirahat."

__ADS_1


"Tap-" Belum sempat Agas berbicara terdengar suara orang menyela ucapannya.


"Gak mau tau, om pulang dulu gih. Udah ya, kalo gitu Airin tutup teleponnya dulu, dah om."


Agas menatap ponselnya geram, lalu meremasnya pelan," Putar balik pak, kita jadinya pulang saja."


"Baik tuan."


Sedetik kemudian mobil kembali melaju kecang menuju kediaman Agas.


...~o0o~...


Ayla dan Azila sedari tadi tertawa melihat tingkah bunda Agas yang terlihat kocak.


"Eh eh bunda mau nanya dong," Ucap sang bunda sambil mendekatkan wajahnya kearah Ayla dan Azila.


"Apa bunGi?" Tanya Azila.


*BunGi (Bunda Gina)


"Airin udah pernah pacaran?" Tanya Bunda Gina.


"Belum bunGi, si Airin mah Deket cowok cowok aja gak mau, gimana mau pacaran," Ucap Azila dengan lancarnya.


"Wah, bagus dong masih suci," Ucap bunda Gina.


Ayla dan Azila memperhatikan wajah bingungnya, apa maksud dari kata 'Suci' ini?


"Maksudnya Bun?" Tanya Ayla.


"Maksud bunda, Airin masih suci dari kontak fisik pacaran yang suka berlebihan," Ucap bunda Gina.


Azila menyimpan daging yang sedang dia cuci, lalu pikirannya menerawang masa dulu. Seketika memori nya mendapatkan sesuatu yang membuat tingkah jailnya menjadi jadi.


"BunGi," Panggil Azila.


Gina menoleh kearah Azila, "Kenapa? kamu butuh bantuan?"


Azila menggelengkan kepalanya lalu tersenyum jahil, "Ada sesuatu yang disayangkan bunGi."


"Hah! kenapa? ada apa?" Tanya bunda Gina dengan panik.


Azila tertawa setan dengan suara pelan, sedangkan Ayla hanya menggelengkan kepalanya maklum.


"Airin udah gak suci tentang kontak fisik pacaran pacaran tau gak Bun," Ucap Azila dengan mulut gibah nya.


"Hah! apa! siapa yang ngajarin? Bukan kamu kan?" Tanya bunda Gina pada Azila.


"Bukan elah Bun, Azila mana ngerti yang kayak gitu. BunGi bakalan kaget kalo denger, gak papa emang?" Tanya Azila masih dengan senyumannya.


"Kenapa emang? siapa? siapa?" Tanya Bunda Gina penasaran.


Azila berjalan mendekati bunda Gina dengan senyum jahilnya lalu membisikan sesuatu pada bunda Gina, "Anak Tante, Agas Rion Xaverius."

__ADS_1


__ADS_2