Young Mom

Young Mom
Part 81 (END)


__ADS_3

Kini suasana perkemahan yang tadinya tenang dan damai telah terecoki oleh ibu ibu muda serta bocah bocah bucin, kedua ibu muda serta pacar Reyhan itu sedang memasak dengan gosipan yang tiada henti.


Sementara Azila beserta Cindy yang katanya sugar baby Arsen itu sedang bersantai ria menonton pria pria dewasa yang sedang memancing di tepi danau. Azila sempat marahan dengan Arsen karena Cindy, tetapi setelah di jelaskan bahwa Cindy itu keponakannya. Azila dengan antusias mengajak Cindy mengobrol.


Azrel mengedarkan pandangannya ke arah tenda yang berisi Alga dkk dengan Azralia sedang bermain entah apa. Sedangkan dirinya beserta teman temannya duduk santai di dahan pohon yang sudah jatoh sambil memainkan cantur.


"Perhatikan terus, maju nggak," Sindir Azrel saat melihat Agion yang fokus memperhatikan Cindy.


Agion gelelapan lalu mengalihkan pandangannya, "Apasih!"


"Lo suka sama Cindy?" Tanya Fiter yang baru saja membuka suara setelah sedari tadi fokus bermain catur bersama Mario.


"Siapa? gue?" Tunjuk Agion pada dirinya sendiri, Fiter memutar bola matanya malas lalu mengangguk, "Mana ada," Elak Agion.


"Jangan mengelak, kalau suka bilang aja," Timpal Mario.


Agion menompang dagunya dengan dahi berkerut, "Terus kalau gue suka, apa yang harus gue lakuin?"


"Tinggalin," Agion seketika menatap Azrel tajam.


"Kalo Lo mau jadi pengecut maksud gue. Ya apalagi kalau harus mengejar, berdiam diri pun tak mungkin untuk tergapai," Sambungnya.


"Kata kata Lo, buat gue pusing," Ucap Agion.


"Maksud gue, kalo Lo emang gak ada niatan buat memiliki. Ya udah tinggalin aja perasaan Lo, buang jauh jauh. Sebaliknya, kalau Lo mau, ya kejar. Jangan diem aja, Lo punya kesempatan besar untuk pdkt. Minta bantuan kak Azila aja, dia kan sekarang termasuk keponakannya juga," Jelas Azrel.


"Ck, Lo tau sendiri. Kalau gue sama si Azila itu adu mulut Mulu, kalau dia tau gue suka ponakannya? pasti gue di ejek ejek," Ucap Agion.


"Kak Azila gak sejahat itu. Ya terkecuali kalau Lo cuman mau main main sama doi."


"Pikirkan dari sekarang, gue yakin. Cewek secantik dan semanis doi banyak yang incar," Ucap Azrel, Agion hanya terdiam merenung dengan pikirannya.


Kira kira, apa yang harus dia lakukan untuk permulaan?


...~o0o~...


Berbeda di area kemah yang ramai, kini kedua pasangan baru itu duduk berdua sedikit menjauh dari area perkemahan mereka. Ayla hanya terdiam sambil memejamkan matanya menikmati terpaan angin serta terik matahari yang terasa hangat, rasanya seperti suasana musim gugur.


"Ini terasa tenang," Gumamnya.


"Mau makan ice cream?" Tanya Joshua yang baru saja kembali sambil menenteng dua cup ice cream di tangannya.


Ayla mengambil nya dengan senang, "Terima kasih."


"Sama sama," Ucap Joshua sambil mengacak acak rambut Ayla gemas lalu duduk di sampingnya.


"Eum, tapi kan kita belum makan?" Tanya Ayla di sela sela kunyahannya.


"Bukannya tadi sudah makan roti?" Tanya Joshua heran.


Ayla mencibir, "Ck, belum makan kalau bukan makan nasi."


"Yaudah sini ice cream nya, jangan dimakan lagi nanti sakit perut," Ucap Joshua lalu mengambil Ice cream Ayla tetapi Ayla langsung menjauhkannya dari jangkauan Joshua.


"Gak mau, kalau ngasih jangan di ambil lagi. Nanti siku kamu buruk," Ucap Ayla.


Joshua mengerutkan dahinya, "Pepatah dari mana? lagian katanya kamu belum makan, jadi jangan di makan lagi ice cream nya kalau gitu."


"Iss gak mau!" Pekik Ayla lalu memakan ice cream nya dengan lahap, sedangkan Joshua hanya terkekeh gemas melihat tingkahnya.


"Pelan pelan sayang, gak akan aku ambil kok," Ucap Joshua sambil mengusap bibir Ayla yang belepotan terkena Ice cream.


Ayla terdiam kaku, matanya menatap wajah Joshua yang sangat dekat dengannya. Terpaan sinar matahari pada wajah Joshua menambah kesan heart attack di tubuhnya, Ayla mengerjap ngerjapkan matanya saat angin membawa debu memasuki matanya.

__ADS_1


"Aduh perih," Ucap Ayla sambil mengucek ngucek matanya.


Joshua dengan cepat menyingkirkan tangan Ayla lalu membuka mata Ayla perlahan, "Jangan di kucek sayang, buka matanya pelan pelan. Mau aku tiupin."


Ayla mengikuti perintah Joshua, Joshua pun mulai meniup niup mata Ayla dengan lembut. Pipi Ayla bersemu sampai ke telinga, "Please jantung, Lo jangan bertingkah sekarang. Gue gak mau Joshua denger suara Lo," Batinnya.


"Nafas sayang," Bisik Joshua dengan senyum jahilnya.


Ayla dengan refleks menghirup udara dengan rakus sedangkan Joshua tertawa pelan, lucu sekali Ayla nya ini, "Sial, gue nenangin jantung sampai lupa bernafas," Batin Ayla meringis.


"Lucu banget sih, hm?" Ucap Joshua sambil mencubit kedua pipi Ayla.


"A-apasih! lepasin!" Brontak Ayla.


Joshua pun melepaskan cubitan nya lalu menatap mata Ayla dalam, "Mau kasih tau mereka sekarang?"


Ayla mengerutkan dahinya bingung, "Apa?"


"Ini," Ucap Joshua sambil mengeluarkan kertas dari Tote bag yang di bawanya, Ayla menunduk malu lalu mengangguk tanda iya.


"Yaudah yuk, kita buat mereka sakit jantung dengan info ini," Ucap Joshua sambil menggandeng tangan Ayla menuju perkemahan.


...~o0o~...


"SELAMAT MAKAN SEMUANYA!"


Kini mereka semua berkumpul di tengah tengah area perkemahan mereka dengan berbagai macam makanan di sajikan di tengah tengah mereka. Suasana makan siang kali ini sangat hangat, tawa tak henti hentinya berarhir karena tingkah Alga dkk serta Agion.


"Gimana nih Rey, kapan mau mengikat?" Tanya Agas.


Mereka sudah selesai makan dan sekarang sedang berkumpul berbicara apapun yang membuat mereka terasa semakin dekat layaknya keluarga. Sedangkan Alga dkk sedang bermain drama bersama sama.


"Gak tau nih, doi masih malu malu," Ucap Reyhan sambil menyenggol lengah Aira.


"Tuh kan? dia masih malu malu, padahal Reyhan mau ajak mama sama papa kerumahnya Minggu lusa," Ucap Reyhan, Aira hanya menunduk malu.


"Niat baik harus segera di laksanakan, lebih cepat lebih baik, tapi jangan terlalu nge gas juga," Ucap Agas.


"Insyaallah, dua Minggu lagi. Kalian datang ya nanti," Ucap Reyhan dengan senyum manisnya.


Mereka mengangguk sambil mengucapkan selamat ataupun doa, Joshua berdehem membuat seluruh pandangan menatap kepadanya.


"Em, kita juga ingin mengumumkan sesuatu," Ucap Joshua.


"Apa?" Tanya Airin.


Joshua mengeluarkan beberapa undangan lalu menyerahkan kepada mereka dengan senyum tipis sedangkan Ayla hanya menggigit pipi dalamnya gugup.


"Kita akan melaksanakan pernikah seminggu lagi, semoga kalian bisa datang," Ucap Joshua.


"APA?" Ucap Airin dan Azila barengan saat melihat undangan yang diberikan Joshua.


"Ini? beneran?" Tanya Airin tak percaya.


"Buat apa gue berbohong?" Tanya balik Joshua.


Airin menatap kedua sahabatnya itu dengan muka terkejut, "T-tapi, Lo berdua? kapan tunangannya!? kenapa gue gak di undang?"


"Gue juga! wah, Lo anggap kita apa?" Tanya Azila dengan muka dongkolnya.


Joshua meringis, "Hehe, maaf. Gue emang sengaja gak memberitahu yang lain, karena tunangannya cuman keluarga gue sama Ayla doang. Maaf, maaf."


"Sialan! jahat banget lo berdua hiksrot...gue kan jadi gak bisa makan gratis," Ucap Airin dengan nada dramatis nya.

__ADS_1


"Geblek, gue kira apa," Gumam Joshua sedangkan Ayla tertawa kecil.


"Gue juga, padahal gue mau habisin makanan nya nanti," Timpal Azila.


"Ck, dramatis banget lo berdua. Yaudah nanti pas gue nikah, habisin aja noh semua makanannya sama kalian. Ikhlas gue," Ucap Joshua Kesal.


Seketika Airin dan Azila berpelukan sambil berteriak kegirangan, sedangkan mereka yang melihat hanya menatap aneh.


"Huaaa akhirnya bayi gue gak jadi ileran!" Teriak Azila.


"Gue juga!" Sahut Airin.


Seketika mereka terdiam dengan pemikiran nya, apa maksud ucapan Airin?


"Kamu? hamil?" Tanya Agas.


Airin melepaskan pelukannya dengan Azila lalu menatap Agas dengan muka polosnya, "Hehe, emang aku belum kasih tau ya?"


Agas menggeleng, Airin pun cengengesan tak jelas, "Ahahaha, itu. Aku hamil! dua lagi!" Pekik Airin sambil mengacungkan kedua jarinya.


"Sayang...?"


Bruk.


Agas dengan cepat memeluk Airin erat sambil mencium setiap inci permukaan wajah Airin, Airin hanya tertawa menahan geli.


"Tuhkan gue bilang apa," Ucap Azrel dengan senyum tipisnya sedangkan Agion masih melamun.


"Kakak gue hamil? gue bakalan jadi om dong?" Guamamnya.


"Ya ampun! selamat Airin, gue seneng akhirnya Lo gak iri lagi sama gue!" Ucap Azila dengan kekehan di akhir kalimatnya.


"Selamat," Ucap Arsen.


"Selamat my bestie," Ucap Ayla, Airin mengangguk, "Selamat juga buat Lo. Semoga lancar sampai acaranya selesai."


"Aamiin."


"Makasih sayang, terima kasih," Bisik Agas, Cup.


Sebuah kecupan hangat mendarat di jidat Airin, "I love you," Bisiknya.


"Love you too," Balas Airin dengan senyum manisnya.


Drrtt...drrtt...


Getaran yang terdengar nyaring dari handphone Agas mengalihkan pandangan mereka, Agas mengambil handphone nya yang berada di depannya lalu menatap mereka terutama Agion dengan wajah tegang.


"Hallo om."


Agion beserta Fiter terdiam saat mendengar suara yang terasa familiar bagi mereka, Agas dengan cepat mengalihkan panggilan telepon itu menjadi panggilan Video.


"Berbicara lah dengan mereka," Ucap Agas lalu menyerahkan handphone nya pada Agion.


Agion menerimanya dengan tangan bergetar, matanya menatap layar handphone dengan berkaca kaca.


"Hallo? Gio? kenal gue kan? gue minta maaf sama Lo juga Fiter, karena menyembunyikan ini," Ucapnya.


Agion masih terdiam sedangkan Fiter menatap Agion dengan bingung, "Gue rindu Lo semua, satu Minggu lagi. Gue akan bertemu kalian."


"Lo masih kenal gue kan?" Tanyanya.


Satu tetas air mata turun dengan lambat di pipi Agion, "G-Giri?" Tanya lirih.

__ADS_1


END.


__ADS_2