
Tak terasa hari ini adalah hari keberangkatan Airin dan Agas ke negeri Prancis. Rencananya mereka akan menginap di salah satu hotel rekan bisnis Agas selama lima hari empat malam.
Agas menyenderkan tubuhnya di samping mobilnya, tatapan jengah ia layangkan pada keluarga serta sahabat sahabat nya yang sedang memberikan wajengan kepada Airin.
"Kapan kita akan berangkat jika seperti ini?" Gumam Agas frustasi.
"Pokoknya, nanti kamu harus minum ini satu hari sekali. Ini minuman limited edition dari Bude Maria, katanya bisa mempercepat larinya kecebong," Oceh Gina, Airin hanya mengangguk sambil tersenyum paksa.
"Oh iya, bunda lupa Rin. Jangan lupa baca basmalah, kalo bisa ngaji dulu biar nanti bayinya jadi salah satu manusia bibit unggul," Ucap Dira.
"Sekalian aja, Khatam dulu. Ribet amat sih ini emak emak," Oceh Daniel sebal.
Plak...
"Aws, Tante! keras amat mukulnya," Protes Daniel sambil mengusap lengannya yang di pukul Gina.
"Yang jomblo diem. Gak usah ikut campur mending sana cari jodoh, jadi perjaka tua baru tau rasa," Omel Gina.
"Ya ampun, mulutnya pengen tak hih!" Gemas Daniel yang di hadiahi pelototan oleh Damian. Daniel hanya terkekeh garing sambil menyalin tangan Damian seolah meminta maaf.
"Mommy, Alga mau ikut," Ucap Alga yang baru saja datang dengan menggandeng tangan Zio.
Airin berjongkok menyesuaikan tingginya dengan Alga, "Hm, kali ini Alga gak bisa ikut sayang. Nanti saja ya kita jalan jalan kalo mommy udah pulang."
Alga menunduk lalu berjalan kebelakang Zio, kepalanya masih menunduk dengan menggenggam sebelah tangan Zio. Agas yang mengerti bahwa Alga ngambek pun berjongkok di samping Airin.
Agas menarik tangan Alga lalu membisikan sesuatu ketelinga Alga, Alga mendongak menatap mata Agas, "Daddy gak bohong kan?"
"Emang Daddy pernah bohong sama Alga?" Tanya balik Agas.
Alga menggeleng membuat Agas menerbitkan senyumnya, "Jadi, Alga mau nurut sama daddy?"
Alga mengangguk pelan, Agas mengacak acak rambut Alga gemas, "Pintar."
"Kalo gitu Daddy pamit dulu. Alga baik baik disini, jangan nakal, jangan kabur kaburan, oh iya satu lagi. Jangan pacaran, masih bau kencur juga sok soan pacar pacaran," Ejek Agas, seketika mata bulat Alga melotot dengan pipi yang memerah.
"IH NGGAK DADDY! DIA CUMAN TEMEN ALGA! DADDY NYEBELIN!" Teriak Alga lalu berlalu sambil menarik tangan Zio yang sedari tadi di genggamannya.
Airin mengerutkan dahinya sambil menatap Agas penuh pertanyaan sedangkan Agas tertawa ngakak, lucu melihat Alga yang terlihat salah tingkah.
__ADS_1
"Siapa yang pacaran?" Tanya Airin.
Agas menggeleng masih dengan tawanya, "Hahaha, nggak kok. Nanti aja aku kasih tau."
"Yaudah yuk berangkat," Ajak Agas sambil membantu Airin berdiri.
"Bunda bunda, ayah ayah dan juga kakak kakak, jangan lupa adek adek Airin sama Agas berangkat dulu. Assalamualaikum," Pamit Airin sambil membuka pintu mobilnya.
"Waalaikumsalam, hari hati sayang."
"TTDJ Bos, jangan lupa bayi kembarnya!" Ucap Daniel.
"Selamat menikmati honeymoon nya," Ucap Arsen dan Jehon bersamaan.
Agion yang sedang bermain catur dengan Azrel pun berteriak kencang, "Kak jangan lupa oleh olehnya."
"Azrel pengen adek cewek!"
Airin hanya tersenyum lalu melambaikan tangannya kala mobil mulai berjalan meninggalkan pekarangan rumahnya.
...~o0o~...
Seperti waktu itu, kini mereka berada di taman belakang mansion Agas dengan atap yang sudah diteduhkan. Alga seperti biasa akan tengkurap dengan buku di genggamannya.
"Alga, kamu baca apa?" Tanya Raisha yang kini tengkurap disamping Alga.
"Alga baca buku sistem informasi dan komunikasi. Kata Abang Alga harus baca ini biar tambah pintar," Ucap Alga dengan tatapan yang masih terpusat pada tulisan di bukunya.
"Aku mau lihat dong," Alga mengangguk lalu memberikan bukunya kepada Raisha tetapi sebelum itu dia tandai becaan terakhirnya.
Raisha menyimpan buku itu di bawah dengan kepalanya yang menunduk tak lupa bibirnya bergumam seperti sedang membaca. Alga hanya merebahkan kepalanya di lipatan tangannya sambil memperlihatkan Raisha, Kening Alga menyerngit melihat Raisha yang sesekali menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya.
"Ribet banget sih baca buku juga, kasian," Ucap Alga dalam batinnya.
Alga bangkit dari tengkurap nya lalu berlalu entah kemana, Raisha hanya meliriknya sekilas lalu kembali mencoba memahami bacaan yang menurutnya sulit untuk di cerna otak kecilnya.
Raisha menoleh kebelakang ketika merasakan rambutnya dipegang seseorang, "Alga lagi ngapain?"
"Syut, kamu diem aja. Aku lagi ikat rambut kamu," Ucap Alga dengan tangan yang sibuk mengumpulkan untaian rambut lembut Raisha.
__ADS_1
Raisha hanya mengangguk lalu kembali membaca buku yang tak dimengerti nya. Sementara itu, berbeda dengan tingkah perhatian Alga kepada Raisha. Di bawah pohon Rion dan Amora berdebat dengan kedua tangan mereka memegang palet serta kuas.
"Kamu kok batu banget sih, mana ada gajah warna merah!" Ucap Rion.
Amora menggerak gerakan kuasnya kekanan dan kekiri, "No no no, listen to me rion. Ini lukisan Amora, jadi terserah Amora dong wlee," Ucapnya di akhiri leletan lidahnya seolah mengejek Rion.
Rion menatap Amora tak terima, "Jelek! lukisan kamu jelek!"
"Nggak! Lukisan Rion juga jelek. Jelek banget, kayak Rion!" Pekik Amora tak terima.
Rion seketika berdiri lalu berdecak pinggang menatap Amora tajam sementara Amora melakukan hal yang sama, sehingga kini mereka berdua saling berdiri berhadapan sambil menatap dengan tajam satu sama lain.
"Mana ada aku jelek, kamu tuh yang jelek," Bantah Rion.
"NGGAK, AKU GAK JELEK!" Teriak Amora.
"Jelek jelek," Ejek Rion tanpa menghiraukan mata Amora yang sudah berkaca-kaca.
"Ck, meleka belisik banget sih ntar kalo bayi aku bangun gimana Delen?" Tanya Nataya dengan ucapan cadelnya sambil menatap Amora dan juga Rion yang saling beradu mulut.
Deren yang sedang memberikan susu di dalam dot mainan kepada boneka bayi milik Nataya pun menatap ke arah Nataya, "Biarin aja. Mereka emang selalu berisik, kata Abang Gio. Nanti juga jadi jodoh."
Nataya mengangguk, "Hm kalau gitu, kita belantem juga yuk bial jadi jodoh!" Pekiknya.
"Nggak mau, aku nggak mau berantem sama kamu," Bantah Deren.
"Yah, belalti Delen gak mau jadi jodoh nya Nataya?" Tanya Nataya lesu.
Deren menggaruk pipinya yang tak gatal, matanya menatap Nataya bingung, "Aish, aku gak tau deh. pokoknya kita jangan berantem, gak baik tau."
"Mm yaudah iya."
"Dede bayi, waktunya kita tidul," Ucap Nataya sambil membaringkan boneka bayinya, Nataya pun berbaring di samping boneka bayinya diikuti Deren yang berbaring di samping sebelahnya.
Di kursi santai Zio duduk menyender dengan kacamata serta tab yang kini menayangkan kurva kurva seperti diagram Investasi. Sedari tadi dia hanya diam, fokus dengan kegiatannya tanpa terganggu teman temannya.
"Mereka aneh," Gumam Zio.
"Hiks srot, dunia macam apa ini?" Ucap Azrel lemas yang tak sengaja melihat seluruh kegiatan tadi di dalam dapur, entah kenapa dia selalu menjadi saksi ke uwuan seseorang. Entah itu yang dewasa atau yang bocil seperti mereka, miris sekali hidupnya.
__ADS_1