
Brumm...
Suara deruman mobil terdengar sangat keras dijalanan malam. Beberapa mobil mewah itu melaju menuju mansion mewah yang berada disekitar bukit.
Ckit.
Suara rem terdengar nyaring, seseorang keluar dari mobilnya dengan gaya angkuhnya. Dia berjalan diikuti bodyguard yang sedari tadi mengikuti nya.
"Permisi tuan, ada info baru dari dunia bawah," Ucap Seorang lelaki paruh baya yang sudah menunggunya didepan pintu.
"Apa?" Tanyanya sambil terus berjalan kearah sofa lalu duduk dikursi singelnya.
"Ada salah seorang yang menyebarkan identitas gadis anda tuan, dan juga mereka mulai bergerak malam ini," Ucapnya sambil berdiri disamping tuannya.
Pria itu duduk dengan santai tanpa ada raut khawatir, lain dengan pikirannya yang sedang merancang sesutu. Jari jarinya mengetuk meja dengan pelan.
Lelaki yang disampingnya meneguk salivanya dengan susah payah, menurutnya lebih seram orang yang santai seperti tuannya daripada orang yang mudah tersulut emosi.
Tak.
Tak.
Tak.
Ketukan jarinya berhenti pada hitungan ketiga, bibirnya tersenyum menyeringai kala mendapatkan sebuah ide yang cemerlang, "Siapa?"
"Ada dua kelompok tuan, kelompok Red Angel dengan start pack. Mereka mafia kelas bawah yang baru baru ini terbentuk. Red Angel, mafia asal Amerika yang diketuai oleh Amora sadria. Start pack, mafia yang berada diatas level Red Angel yang berasal dari Jerman. Start pack diketuai oleh Ben Affleck," Jelasnya.
Lelaki tersebut menganggukkan kepalanya mengerti, bibirnya tersenyum sinis. Bagaimana bisa mafia yang baru terbentuk itu dengan berani melawannya? pemberani sekali.
"Kirim dua puluh lima pasukan, awasi gadisku dari jarak jauh. Jangan terlalu mencurigakan, dan juga tangkap bawahan kedua mafia itu. Saya tunggu pagi nanti," Ucapnya dengan suara rendah.
"Baik tuan, akan saya laksanakan."
"Hm, pergilah," Lelaki tersebut pergi dari samping tuannya.
Lelaki tersebut menyandarkan tubuhnya dengan nyaman, "Baru saja aku kembali mereka langsung saja mengusikku. Menyebalkan."
...~o0o~...
"Opa! Oma!" Teriak Alga sambil menuruni anak tangga beserta ketiga temannya.
__ADS_1
"Ya ampun cucu Oma, jangan teriak teriak sayang nanti tenggorokan nya sakit, mau?" Ucap Seorang wanita paruh baya sambil menggendong Alga dan mendudukkannya dikursi makan.
"Hehe maaf Oma, Alga kelepasan," Ucap Alga sambil menyengir lucu.
"Ululu lucu banget sih cucu Oma, Alga kenapa teriak teriak sayang?" Tanya Nadine.
"Kita mau pulang Oma, soalnya Alga kangen mommy hihi. Telus tante Nadia nelepon mulu, katanya gini 'Alga sayang anaknya mommy Ailin yang cantik kayak tante Nadia, balikin anak tante dong ini bapaknya nyariin. Kalo gak pulang besok, tante gak ijinin kamu ngambil mangga tante lagi' Gitu Oma," Ucap Alga sambil memperagakan ucapan Nadia.
Nadine tersenyum lembut, "Yah cepet banget pulangnya. Padahal baru sehari loh."
Alga pun menunduk sedih, tangannya mengangkat dengan kedua telapak tangannya bersatu, "Maaf ya Oma. Alga janji nanti Alga main lagi yang lama, Oma jangan sedih. Kalo Oma sedih, Alga juga sedih."
"Eh nggak sayang Oma gak sedih kok. Kamu jangan cemberut dong mukanya, jelek tau," Alga tertawa lucu setelah itu memeluk Omanya tak lupa mencium kedua pipi Omanya.
"Alga pulang dulu ya Oma, Oma baik baik disini. Jangan sedih ya Oma nanti Alga balik lagi kesini sama mommy, Daddy telus sama abang. Eh, temen temen Alga juga deh," Oceh Alga.
Nadine tertawa gemas melihat tingkah Alga, "Iya, Oma tunggu ya. Kamu berangkat kapan sayang?"
"Sekarang Oma," Nadine mengangguk, "Mau Oma antar kebandaraan nya?"
"Gak usah Oma kita sama pak supir aja," Ucap Zio.
"Kita mau pulang opa," Ucap Alga.
Raynald mengerutkan dahinya, "Pulang?"
"Iya, mamanya Delen bilang besok halus pulang. Soalnya kita juga sekolah besoknya sekolah," Ucap Alga.
"Eh tunggu Alga, ada yang mau ketemu," Cegah Raynald saat Alga akan menaiki mobil.
Alga berbalik badan, "Siapa opa?"
"AZRA DIMANA KAMU? INI ADIKMU MAU PULANG LOH!" Teriak Raynald, Nadine beserta Alga menutup telinganya saat mendengar suara Raynald yang berdengung ditelinga.
Bruk... prang.
Suara kegaduhan terdengar jelas ditelinga mereka, terdengar suara langkah kaki yang berjalan sangat cepat, "Mana mana? mana adek?"
Alga melihat bingung seorang perempuan yang seumuran dengan abangnya itu, "Kakak siapa?"
Perempuan itu melihat kebawah, ternyata Alga hanya sebatas pahanya. Pantas tidak terlihat, Perempuan itu terkekeh lucu, "Hey, masa Alga gak kenal kakak? Ini kakak loh."
__ADS_1
Alga memiringkan kepalanya bingung, matanya menelusuri setiap pahatan wajah perempuan disampingnya, "Kak Azla?" Tanya Alga ragu.
"Wah bener yey. Alga ingat kakak, uh kakak kangen banget sama Alga," Ucapnya dambil memeluk Alga erat.
Alga hanya terdiam bingung, seingatnya dia hanya punya Abang satu tapi tidak punya kakak. Dia pernah melihat wajah perempuan ini dipoto yang terpajang dirumahnya, tapi dia tidak berani bertanya.
"Alga gak punya kakak, Alga cuman punya Abang Azlel," Ucap Alga, seketika perempuan itu melepaskan pelukannya lalu menatap Alga bingung.
"Apa? kakak gak denger," Alga menghembuskan nafasnya, "Alga gak punya kakak. Alga cuman punya Abang satu, Alga tau nama kakak karena Poto kakak ada dilumah Alga sama Abang."
Perempuan itu menyerngit heran, sejak kapan dia punya Abang? Baru saja hendak menjawab, Raynald memotong nya terlebih dahulu.
"Udah gak usah banyak tanya. Alga sekarang berangkat ya, nanti ketinggalan pesawat sayang,", Alga mengangguk lalu memeluk opa serta Omanya lalu bersalaman dengan Azra setelah itu memasuki mobilnya.
"Dadah Oma, Opa. Alga pulang dulu, Assalamualaikum," Ucap Alga sambil melambaikan tangannya.
Mobil pun melaju setelah mendengar jawaban dalam dari opa serta Omanya. Alga masih saja melihat kearah belakang, lebih tepatnya melihat perempuan yang sedikit mirip dengan abangnya itu.
...~o0o~...
Kini dirumah Airin sedang kedatangan Tante mereka berdua yang tak lain adalah Tante Dina. Airin sedari tadi mengobrol dengan tantenya yang jaman now banget. Wajah tantenya tidak terlihat seperti orang yang sudah mempunyai anak.
"Tan menurut Tante gimana rasanya ngurus anak?" Tanya Airin, matanya melihat kearah Agion yang sedang bercanda dengan anak tantenya yang kita kira berumur dua tahun kurang.
"Gimana ya, menurut Tante sih kalau kita menganggap nya senang pasti kita juga ikut senang dalam merawat seorang anak. Begitu pun sebaliknya." Jelas Dina.
Airin mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan Tante Dina, "Tan, apa anggapan Tante tentang nikah muda?"
Dina menyandarkan tubuhnya disofa, "nikah muda ya," Pikirnya.
"Menurut Tante sih kalau nikah muda, kita harus nanggung resiko yang lumayan besar menurut Tante. Yaitu, waktu yang seharusnya dilakukan untuk mencari jati diri terpotong begitu saja. Kedua, Emosi yang belum stabil besar kemungkinan ada kdrt. Ketiga, tentunya harus siap fisik dan mental, apalagi gunjingan gunjingan mulut tetangga."
"Emang kenapa Rin nanya begituan?" Tanya Dina heran, Airin hanya menggeleng lalu menatap Dina serius.
"Airin mau tanya lagi."
"Apa?"
Airin menghembuskan nafasnya panjang lalu duduk dengan posisi serius, "Airin cuman mau bilang, apa tanggapan Tante kalo ada yang ngelamar Airin?"
"Apa!"
__ADS_1