Young Mom

Young Mom
PART 8


__ADS_3

Makan malam telah selesai, Airin beserta Azrel dan Agion duduk diruang keluarga sambil menonton televisi.


"Bidadari, tidurnya di kamar Azrel aja," Ucap Azrel.


"Emang boleh?" Tanya Airin sambil melihat kearah Azrel.


"Boleh kok, kenapa enggak," Jawab Azrel.


"Yau-," Belum sempat Airin menjawab suara imut Alga terdengar.


"Gak bisa bang," Sanggah Alga.


Azrel menatap Alga heran, "Loh kenapa? kamar kamar abang kok kamu yang ribut."


Alga berjalan mendekati Azrel, lalu membisikan sesuatu. Azrel seketika melotot kaget, pipinya memanas. Batinnya berucap syukur kala adiknya mengingatkan nya.


"E-eh iya, maaf ya bidadari. Bidadari gak jadi tidur di kamar Azrel, soalnya itu em kamar Azrel berantakan, iya berantakan takutnya mm bidadari gak nyaman," Ucap Azrel dengan gugupnya.


Airin tanpak berfikir lalu mengangguk mengiyakan, toh dirinya disini hanya tamu. Jadi harus ngikut arahan tuan rumah, "Lagian kenapa sih, rumah gede kamar kok cuman empat, memalukan sekali," Celetuk Agion.


"Heh! mulut lo," Sentak Azrel tak terima.


Agion memutar bola matanya malas, "Lumah Alga itu banyak luangannya tau, jadi kamalnya cuman cukup empat," Bela Alga.


"Hem, betul tuh. Adeknya bang Azrel emang pinter," Ucap Azrel sambil mencubit kedua pipi Alga.


"Ih abang sakit tau!" Pekik Alga. Azrel terkekeh pelan, gemas dengan adiknya ini.


"Terus bodyguard sama pembantu tinggalnya dimana?" Tanya Airin yang memang setelah mereka makan malam, sudah tidak ada pembantu yang biasanya mondar mandir bekerja, mungkin hanya ada beberapa bodyguard di depan, samping dan belakang rumah.


"Pembantu cuman dari pagi sampai jam 7 malam doang, kalau bodyguard ada tempat istirahatnya. Itu di belakang mansion ada rumah khusus untuk para bodyguard yang belum nikah, lalu yang udah nikah ya pulang kerumahnya," Jelas Azrel.


"Eh, bocil tidur yuk. Ngantuk gue," Ajak Agion pada Alga yang hanya diangguki Alga.


"Kak, Agion tidur duluan, good night kak," Ucap Agion lalu mencium kening Airin.


Airin tersenyum lalu mencium kening Agion dan Alga, "Good night too."


"Ih, Azrel juga mau!" Pekik Azrel iri.


"Sirik aja lo, dasar kurbel," Ucap Agion lalu berjalan menuju kamar Alga dengan Alga yang berada digendongnya.


Airin menggelengkan kepalanya lalu mencium kening Azrel, "Good night Azrel."


Azrel tersenyum antusias, "Good night too bidadari."

__ADS_1


"Yuk kita ke atas, eh tapi kalo ada daddy lo gimana?" Tanya Airin dengan nada tak enak.


"Tenang aja, kata pak Jono daddy gak pulang, soalnya ada perusahaan yang bermasalah."


"Huft, yaudah by Azrel, jangan lupa baca doa sebelum tidur," Ucap Airin diujung tangga menuju lantai tiga dimana kamar Agas berada.


Azrel menganggukkan lalu masuk kedalam kamarnya, sementara Airin kembali berjalan dengan ragu, tak lama kedua kakinya berhenti melangkah di depan pintu bercat hitam.


"Wangi," Gumam Airin saat membuka pintu kamar tersebut.


Dengan ragu Airin melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar yang serba hitam dan gelap, hanya ada lampu tidur yang menyala.


Airin menutup pintunya, lalu berjalan kearah ranjang dengan tatapan yang melihat sekeliling kamar, "Kira kira, kalau gue tidur disini, si om marah gak yah?" Tanyanya.


Dengan penuh pertimbangan Airin berbaring dipinggir ranjang dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, hanya terlihat kepalanya saja.


Airin memejamkan matanya saat bau maskulin yang menurutnya cocok dengan kepribadian Agas, "Wangi cowok cowok berduit hihihi," Gumamnya.


"Meluk gulingnya aja kayak meluk si om, wangi dan nyaman."


...~o0o~...


Waktu menunjukkan pukul satu malam, diantara beberapa ruangan di gedung besar ini, hanya satu ruangan yang masih menyala.


Agas memijat kepalanya pelan, rasa pusing menyerang kepalanya akibat berdiam diri di depan laptop dan juga komputer disekelilingnya, apalagi hari ini dirinya cuman tidur sebentar.


Agas mematikan laptopnya lalu membawanya didalam tas kerjanya, berjalan sempoyongan di koridor kantor yang gelap.


Agas berteriak kesal saat kepalanya kembali berdenyut, bahkan pandangan matanya mulai memburam, "Aakh, sialan!"


Tanpa menunggu lama Agas berlari sekuat tenaga menuju lift, lalu merogoh handphone nya dalam kantung jasnya.


Agas mengetikan sesuatu di handphone nya, tak lama suara seseorang terdengar di handphone nya, "Hallo, pak Jono. Bisa jemput saya di kantor?"


"Bisa pak, saya kesana sekarang."


"Saya tunggu di pos satpam, terima kasih pak."


Ting


Lift telah sampai di loby kantor, Agas segera berjalan dengan bertumpu pada benda disekitarnya. Ntah lah kepalanya saat ini sangat pusing, seperti orang mabuk rasanya.


"Ya Allah pak, bapak kenapa?" Tanya pak satpam panik saat melihat Agas berjalan kearahnya dengan keadaan kacau.


"Kepala saya pusing pak."

__ADS_1


"Ayo sini pak, duduk dulu biar saya ambilkan air hangat," Ucap pak satpam sambil menuntun Agas menuju kursi depan pos.


Pak satpam datang sambil membawa gelas berisi air hangat, lalu diletakkan nya didepan Agas, "Silahkan diminum pak."


"Terima kasih."


"Kalau boleh, biar saya antar bapak pulang saja."


Agas menyimpan gelas yang sudah kosong itu, "Tidak usah pak, supir saya bentar lagi sampai."


Tak lama setelah itu, sebuah mobil Audi R8 berhenti didepan pos. Seorang pria keluar dengan tergesa gesa, "Pak Agas, mari saya bantu."


Agas mengangguk lalu berdiri dibantu oleh supirnya, "Hati hati pak," Ucap pak satpam.


Agas hanya mengangguk, setelah duduk dengan nyaman, mobil pun melaju meninggalkan kantor, "Tolong lebih cepat."


"Baik pak."


Brumm


Mobil melaju dengan kecepatan penuh menembus jalananan malam yang kosong dan sepi, Agas sedari tadi menggurutu dalam hatinya saat pusing didalam kepalanya semakin bertambah.


"Sampai pak," Ucap pak Jono membuyarkan lamunan Agas.


Agas pun keluar dari mobil dengan pelan, "Biar saya bantu masuk kedalam pak," Ucap pak Jono.


"Tidak usah pak, biar saya sendiri saja," Tolak Agas.


Selama berjalan menuju kamarnya, Agas mulai melepaskan dasi yang mencekik lehernya, lalu membuka jas kerjanya. Saat sampai di kamarnya, Agas melempar jas dan dasinya, menyimpan tas kerjanya di sofa kamar, melempar sepatunya dengan asal lalu membuka kaus kaki dan kancing baju serta tangannya.


"Melelahkan," Geramnya dengan mata yang sudah setengah tertutup.


Agas segera berbaring di ranjangnya dengan terlentang, mata yang sudah mengantuk berat pun langsung tertutup detik itu juga.


Bahkan saking lelahnya, tanpa dia sadari bahwa disampingnya terdapat seseorang yang tidur dengan nyenyak nya sambil memeluk gulingnya.


"Aish, dingin," Gumam Agas.


Tangannya meraba raba kesampingnya, mengambil ujung selimut lalu bergulung diselimut hangatnya.


"Akkh, dimana guling ku," Erang Agas saat tidak mendapatkan guling kesayangannya.


Tubuhnya bergeser semakin ketengah, tanpa sadar badannya menyamping menghadap punggung seseorang, tangannya meraba raba didepannya.


Saat dirasa bahwa itu gulingnya, Agas langsung memeluknya dengan erat, badannya semakin di rapatkan kala tubuhnya sedikit menghangat.

__ADS_1


Sedangkan tanpa disangka, orang yang dipeluk bangun dengan tubuh menegang. jantungnya berdegup semakin kencang kala tangan kekar melingkar di perutnya.


"Azrel sialan!"


__ADS_2