
🎵
Dasar kau keong racun
Baru kenal sudah ajak tidur
🎵
Dasar kau keong racun
Baru kenal sudah ajak tidur
🎵
"Hmm sayang. Apa kau bisa menjawab ponselmu dulu?" tanya David.
Elaina baru sadar jika yang berbunyi adalah ponsel miliknya. Dia merogoh ponsel yang disimpannya di dalam tas mini.
"Bintang," ucap Elaina sambil menarik keatas tombol hijau di layar ponselnya.
"Halo, Bintang," sapa Elaina.
"Halo, kak!" balas Bintang.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Elaina.
"Aku baik kak. Kakak sendiri bagaimana keadaannya?" tanya Bintang.
"Kakak baik. Ada apa?" tanya Elaina.
"Hmm, Bintang sebenarnya tidak enak kak," tutur Bintang ragu.
"Ayolah, dek! Pasti ada sesuatu yang sangat penting sehingga kamu menelpon kakak," desak Elaina.
"Tapi kakak janji jangan marah ya!" pinta Bintang.
Elaina sangat hapal dengan sifat Bintang. Adik laki-lakinya ini sangat pendiam. Tapi, tidak dengan Elaina. Dia akan selalu bercerita pada Elaina jika ada sesuatu, apalagi mengenai masalah keluarga.
"Kakak janji," ucap Elaina meyakinkan Bintang.
"Begini kak. Moonela tidak sengaja merusak ponsel milik Anton. Ibunya tidak terima. Jadi, dia meminta ganti rugi," jelas Bintang dengan pelan.
Elaina hanya diam mendengarkan penjelasan adiknya. Tangan kirinya mengepal erat saat mendengar kedua adiknya mendapat masalah, dan dia tidak berada di samping mereka.
"Ceritakan pada kakak kejadian awalnya!" perintah Elaina.
David yang tanpa sengaja mendengar percakapan antara Elaina dan adiknya merasa sangat terganggu dengan aduan adiknya. Dia melihat Elaina menahan amarah saat mendengar adik perempuannya diperlakukan secara tidak adil.
Jelas-jelas yang bersalah dari pihak Anton. Justru yang menjadi tersangkanya, Moonela. David yang sama sekali belum pernah mendengar, bertemu, bahkan bertanya pada Elaina tentang dua saudaranya di kampung merasa sangat geram.
Tanpa sepengetahuan Elaina, David meminta asistennya mengurus dua adik Elaina dengan baik. Menganggu adik-adiknya sama saja dengan mengganggu Elaina. Berarti akan mengganggu dirinya.
Pendengaran David yang sangat tajam setelah reinkarnasi sangat membantunya dalam menganalisa seseorang. Dia dapat merasakan getaran ketakutan dan kejujuran pada suara Bintang. Untuk itu, dia tanpa ragu memberi perlindungan pada Bintang dan Moonela. Bahkan membiayai seluruh hidup mereka.
__ADS_1
"Kau dengar! Lakukan sekarang!" perintah David sebelum memutuskan sambungan telponnya.
Elaina masih asyik berbicara dengan Bintang. Dia mendengarkan seluruh keluh kesah adiknya dengan sabar. Bukan Bintang berkeluh kesah, melainkan Elaina yang memaksanya untuk menceritakan semua padanya. David memilih keluar ruangan untuk memberinya ruang.
Drt ... drt ...
"Ya," jawab David setelah menjawab ponselnya yang bergetar.
"Gedung Z pukul 15.30. Selasa. Kode ZA," ucap pria di seberang sana, dan langsung. menutup ponselnya tanpa harus menunggu jawaban dari David.
David menutup ponsel khusus 'hobinya'. Dia memasukkan kembali ke dalam saku celananya. Ponsel jadul yang selalu dia gunakan jika mendapat seorang klien.
"Aku harap kau dan Theo cepat datang kemari, paman," ucap David pelan.
David Kemabli masuk ke dalam ruangannya. Dia tahu jika Elaina baru saja selesai bercakap-cakap dengan adiknya. Sungguh sebuah anugerah yang luar biasa setelah reinkarnasi bagi David.
"Sudah selesai?" tanya David.
"Sudah," ucap Elaina.
Ada jejak bekas air mata di sudut mata Elaina. Hati David terasa sakit saat melihatnya.
Aku harap kalian tidak mengecewakanku! Ucap David dalam hati.
"David. Aku harus pulang sekarang!" seru Elaina.
"Mengapa harus pulang?" tanya David.
"Aku harus mengambil uang dan mentransfernya untuk adikku di kampung," jelas Elaina.
"Sedikit. Bukan masalah besar," jujur Elaina.
Sebuah sifat Elaina yang sangat menarik. Jujur. Gadisnya adalah orang yang jujur. Dia tidak menyembunyikan cerita sedih yang baru saja di dengarnya. Hanya saja dengan caranya sendiri, tidak membuat orang khawatir saat mendengarnya.
"Sayang. Aku rasa kau tidak perlu pulang. Apa kau lupa kekasihmu ini punya banyak uang," Goda David.
"Tidak, tidak! Aku akan menggunakan uangku sendiri. Apalagi untuk adik-adikku," ucap Elaina dengan tegas.
"Kau menolak ku?" tanya David.
"Bukan. Hanya saja mereka adik-adikku. Ini adalah masalah keluargaku. Aku tidak ingin merepotkan-mu," tolak Elaina dengan sopan.
"Hmm... Aku mengerti. Tapi mereka juga adik-adikku," jawab David.
"Hah! Sejak kapan?" tanya Elaina dengan polosnya.
Hahaha ...
Tawa David pecah. Sifat Elaina yang satu ini sangat menghiburnya. Sangat polos sekali.
"Ish, David! Aku serius!" rajuk Elaina.
"Aku juga serius sayang," balas David masih sambil tertawa.
__ADS_1
"Kau itu!" sebal Elaina.
"Sekarang aku tahu mengapa aku mencintaimu," ucap David lembut.
"Aku juga tahu mengapa aku membencimu," balas Elaina.
"Ya ampun, sayang. Ucapan-mu jujur sekali," ucap David berpura kecewa.
Elaina menyipitkan sebelah matanya saat menatap David.
"Apa?" tanya David.
"Aku mau pulang," rengek Elaina.
"Berikan nomor rekening Bintang!" ucap David.
"Eh, kenapa kau bisa tahu nama adikku?" tanya Elaina polos.
David tak ingin memperpanjang perdebatan dengan kekasihnya. Dia hanya bisa menepuk keningnya.
"Nomornya sayang," pinta David dengan lembut.
"Tidak dengan uangmu," tegas Elaina
"Ayolah, sayang. Apa kau tidak kasihan dengan kedua adikmu yang saat ini sangat membutuhkan bantuan-mu segera?" tanya David.
Elaina terdiam. Ucapan David sangat benar. Dia kenal dengan ibunya Anton. Ibu dan anak itu sama saja, sangat suka menindas keluarga mereka. Elaina sampai bingung sendiri ada masalah apa mereka dengan keluarganya.
Dengan sangat terpaksa, Elaina mengeluarkan ponsel dan mencari nomor rekening Bintang yang sudah disimpannya di dalam daftar kontak.
"Ini," ucap Elaina sambil menyodorkan ponsel pada David.
"Begini lebih baik," ucap David sambil meraih ponsel Elaina.
David mengetik nomor rekening dan jumlah nominal yang di transfernya. Setelah selesai dia segera mengembalikan ponsel Elaina
🎵
Dasar kau keong racun
Baru kenal sudah ngajak tidur
🎵
Elaina segera menjawab ponselnya. Dia tak ingin nada dering yang baru disetel-nya tadi pagi mampir ke telinga David.
Bintang memberitahu Elaina jika dia menerima uang dari seseorang yang tidak dikenalnya. Elaina segera menjelaskan jika uang itu adalah milik temannya. Dia sedang berada di luar, dan tidak membawa uang yang banyak saat keluar.
Meskipun Bintang masih remaja, dia memiliki sifat yang sangat dewasa. Selain itu, dia juga penuh pertimbangan. Karena sifatnya seperti itu, Elaina berani meninggalkan kedua adik ya di kampung. Bintang bisa diandalkan untuk menjaga dan mengurus Moonela. Elaina tidak ingin kedua adiknya putus sekolah sejak kematian kedua orang tua mereka. Cukup dia yang membanting tulang membiayai kedua adiknya.
Setelah mendapat penjelasan dari sang kakak. Bintang segera mengakhiri panggilan telponnya. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada David yang dikenalnya sebagai sahabat kakaknya.
"Jadi aku hanya sahabat?" tanya David sambil merajuk.
__ADS_1
"Bukannya begitu?" Elaina balik bertanya.
"Tentu saja bukan. Aku kekasihmu!" ucap David tegas sambil menatap kedua mata Elaina dengan tajam.