
"Masih bertanya?" tanya David sambil membulatkan kedua matanya pada Elaina.
"Mana aku tahu, jika kau tidak memberitahuku!" sergah Elaina.
Theo yang melihat nyonya dan tuannya berdebat segera menengahi.
"Perkenalkan nyonya. Namaku Theo James. Anda bisa memanggil saya, Theo," ucap Theo sambil menundukkan kepalanya sedikit tanda hormat.
"Aku Elaina," jawab Elaina. Seakan tidak ada jeranya. Dia kembali mengulurkan tangan kanan untuk bersalaman dengan Theo.
Plak
"Auw, Dave! Kenapa tanganku di pukul lagi?" cecar Elaina.
Jeff terlihat menahan tawa melihat tingkah keponakan semata wayangnya. Istrinya benar. Tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi tentang David. Dia sudah menemukan tambatan hatinya. Jeff berdehem sambil melangkah menuju kamar. Dia berniat menyusul istri dan putri tercintanya.
Saat melewati David. Jeff menepuk pelan pundak pria pencemburu itu. "Aku berharap segera menimang cucu," bisik Jeff kepada David dan Elaina.
Jeff melenggang meninggalkan mereka tanpa merasa bersalah sedikit pun. Theo yang menyadari akan sifat tuannya yang posesif segera mengambil langkah seribu mengikuti Jeff meninggalkan mereka.
"Maaf, tuan. Saya permisi kembali ke kamar untuk beristirahat," ucap Theo meminta izin terlebih dahulu kepada tuannya.
"Kau benar, Theo. Waktunya berisitirahat," ujar David sambil menggendong Elaina seperti memikul karung beras.
"Aaa, turunkan aku Dave. Ini sangat tidak enak!" teriak Elaina sambil memukul pelan bokong David karena hanya area itu yang dapat dipukulnya.
"Tidak akan! Ini salah satu hukuman untukmu!" seru David tak mau kalah.
"Apa! Salah satu? Berarti masih ada hukuman yang lain lagi?" Elaina mencecar David dengan pertanyaan.
"Kau benar sayang. Akan ada hukuman yang akan menantimu," jawab David santai.
__ADS_1
Tubuh Elaina tidak terlalu berat bagi David. Tubuh mungilnya sangat pas berada di dalam pelukan atau gendongannya. Dia bersyukur untuk itu. David dapat melangkahkan kaki dengan mudahnya tanpa terusik dengan bobot tubuh Elaina.
Sesampainya di depan pintu kamar. David membuka pintu hanya dengan sebelah tangan tanpa menurunkan Elaina.
"Huh! Dasar kau!" teriak Elaina sambil melempar bantal ke arah David.
Elaina akhirnya dapat bernapas lega saat David mendaratkan tubuhnya di atas kasur king size mereka. Kasur David kini menjadi milik Elaina. Gadis itu berusaha mengatur napas dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Dia menyisir rambutnya dengan kedua tangannya bergantian.
Gerakan yang dilakukan Elaina tanpa sengaja, membuat salah satu kancing blusnya terbuka di bagian atas.
Belahan antara dua gundukan daging empuk itu terlihat sangat menggemaskan. Dopamin di dalam tubuh David membuatnya ingin merasakan gundukan yang kenyal itu.
Tatapan David membuat Elaina salah tingkah. Pria itu sepertinya akan menerkam dirinya. Dia mengerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri perlahan. Maksud hati ingin bersiap jika pria atletis itu menerkam dirinya.
Namun, gerakan Elaina disalah artikan oleh David. Dia justru semakin bergairah saat melihat gerakan lembut Elaina. David berpikir saat ini Elaina sedang menggodanya. David menaiki kasur king size dengan perlahan. Elaina yang tadinya ingin berpura-pura tidak tahu jika David menatapnya, kini tidak tahan.
Dia memalingkan wajah dan tatapan mata mereka kita bertemu.
"Ingin membuat bayi," jawab David.
David terlihat tidak sadar dengan yang dikatakannya. Tubuh dan wajahnya semakin mendekati Elaina. Jarak di antara mereka hanya tinggal beberapa sentimeter. Gadis itu bahkan bisa mencium aroma tubuh David.
"David! Stop!" teriak Elaina yang diikuti dengan sebuah tamparan di pipi kanan David.
"Ouch! Mengapa kau menampar wajahku?" tanya David bingung.
"Jika tidak kulakukan itu, kau pasti akan menerkam ku!" cecar Elaina.
"Ah!" seru David.
David merebahkan dirinya di samping Elaina. Dia terlihat sangat frustasi.Entah sudah kesekian kalinya, dia hampir gagal mempertahankan kesuciannya dan Elaina.
__ADS_1
David memijat pelan keningnya. Kepalanya terasa sangat pusing. Tentu saja pusing, di saat libidonya bergejolak. Dia tidak bisa menyalurkannya. David berbalik ke samping membelakangi Elaina. Dia sedang berusaha mengatur napas dan menurunkan hasratnya.
Elaina yang melihat David seperti itu justru merasa kasihan. Dia bersyukur David masih bisa menahan diri. Meskipun harus dengan cara yang sedikit kasar. Jika pria lain, mungkin saja kesuciannya kini telah hilang.
Elaina mengingat kembali kejadian dari awal pertemuan mereka hingga saat ini. Dia cukup bangga pada David bisa menahan hasratnya yang sudah membuncah beberapa kali dan harus diturunkan dengan drastis.
Sepertinya masa PMS masih bisa diatasi daripada menahan hasrat. Lagipula benih-benih cinta kepada David mulai bersemi di hati Elaina. Dia juga sudah beberapa hari ini tinggal dan tidur di ruangan yang sama dengan pria yang dicintainya.
Elaina yakin, suatu hari nanti entah kapan pun itu pertahanan David dan dia bisa saja runtuh. Kedua almarhum orang tuanya pasti akan kecewa padanya jika berhubungan di luar nikah. Selain itu, dia masih memiliki dua orang adik yang masih berada di dalam pengasuhannya. Dia tidak ingin menjadi contoh yang tidak baik untuk kedua adiknya, terutama Moonela. Mereka berdua sama-sama perempuan.
Dengan satu tarikan napas, Elaina mengucapkan kalimat yang berhasil membuat David terperangah. Dia sampai terduduk saat mendengar ucapan dari bibir mungil Elaina.
"Harus seperti itu ya reaksi mu?" tanya Elaina santai.
"Bagaimana mungkin aku tidak terkejut, sayang. Hanya pria bodoh yang tidak akan terkejut saat mendengar ucapan mu," jelas David.
Kedua wajahnya berbinar bahagia. Dia menangkupkan kedua tangannya di wajah Elaina.
"Ulangi lagi yang kau katakan, please!" pinta David.
Bersambung ...
* * *
Advertisement
Mampir ya kakak2 ke karya temanku. Ceritanya seru banget loh! 😘😘😘
...EX MAFIA HOT DADDY...
...(Bhebz**)...
__ADS_1