
Lapangan dimensi lain sedikit berbeda dengan lapangan nyata. Elaina dan David baru saja tiba di lapangan itu. Tempat klan Black Meadow berkumpul. Pemimpin mereka cukup tahu diri mencari tempat yang tidak bisa terjangkau oleh manusia.
Brigita, Bree, Bricia, Brayan, ayahnya dan tiga orang pemuda yang tidak di kenal David dan Elaina berdiri berderet seperti tembok. Di kanan kiri juga ada sekelompok orang yang berjumlah enam hingga delapan orang di masing-masing sisi.
Portal yang berada di belakang David tertutup dengan meninggalkan suara meletup yang kecil. David menggenggam tangan Elaina agar tidak terpisah darinya. Tangan istrinya terasa sangat dingin dan sedikit bergetar. Elaina pasti sangat takut saat ini. David tak kalah takutnya. Namun, dia harus tetap kuat.
"Elaina Cruise. Cantik seperti ibumu," ucap salah seorang dari Black Meadow. Pria itu masih mengenakan tudung kepala. Bukan hanya dia, semua klan Black Meadow mengenakan tudung dan tidak membukanya.
"Apa yang kalian inginkan?" Bishop merupakan tetua dari mereka langsung membuka suara.
"Tentu saja kau sudah tahu, saudaraku." Pria yang tadi berbicara melepas tudung kepalanya hingga David dan lainnya dapat melihatnya dengan jelas. Mereka semua terkejut melihat kemiripan antara Bishop dengan pria dari klan Black Meadow. Kecuali Bishop, pria paruh baya itu sepertinya sudah tahu siapa pria dibalik tudung.
"Kau terkejut keponakanku tersayang? Ah, ayahmu tidak menceritakan tentang aku padamu. Sepertinya pada kalian semua," ucap pria itu dengan suara berat.
"Tidak ada yang perlu aku jelaskan pada mereka," balas Bishop.
"Paman, siapa dia?" Brayan bertanya melalui komunikasi pikiran.
"Aku adalah kakak kembar pamanmu, Billy Cruise," jawab pria itu.
Brayan sedikit tersentak saat pria itu menjawab pertanyaannya. Pria itu bisa membaca isi pikiran.
"Aku tidak ingin berlama-lama. Lagipula kami sudah lama bersabar untuk mengambil Elaina. Serahkan dia padaku!"
__ADS_1
"Tidak akan," jawab Bishop lantang.
"Ah, apa kau ingin kita bertarung?" tanya Billy dengan nada mengejek. "Sangat jelas kalian pasti akan kalah," pria itu kembali mencemooh mereka.
"Aku tidak akan menyerahkan Elaina padamu," ucap Bishop tegas.
Billy mengalihkan pandangannya pada Elaina. Dia menatap tajam wanita itu. "Elaina sayang, apa kau tidak ingin menyapa pamanmu?" Billy mengacungkan telunjuk kanannya hingga membuat tubuh Elaina sedikit tertarik ke depan.
Selaput pelindung Elaina langsung menahan serangan yang tiba-tiba itu hingga menghentikan gerakan Elaina. David mengencangkan pegangannya. Atmosfer ketegangan mulai terasa.
"Ah! Sangat pantas menjadi keponakanku," ucap Billy. Seringai tipis tercetak di sudut bibir pria itu. Meski seusia dengan saudara kembarnya, Billy terlihat jauh lebih muda dua puluh tahun.
"Billy, lepaskan Elaina!" seru Bishop.
"Hahaha," suara tawa Billy menggema. "Kau tahu adikku tersayang. Sudah lama aku menunggu kemunculan Elaina. Jika saja Elinor tidak meninggal waktu itu, tentu saja aku tidak akan mengincar keponakanku yang cantik ini," ucap Billy.
"Kau memang selalu terlambat menyadari sesuatu. Hahaha ..."
Bishop terdiam cukup lama berusaha memikirkan setiap kata yang terlontar dari Billy.
"Dia membunuh bibi Elinor," ucap Brigita lirih.
Semua pandangan beralih pada Brigita. Elaina terkejut mendengar ucapan kakak sepupunya itu.
__ADS_1
"Gadis pintar," jawab Billy sambil tersenyum.
Selubung pelindung mulai terasa berguncang sedikit demi sedikit. Banyak kekuatan tak kasat mata yang menerjang selubung itu. Ibarat seperti jeli yang ditusuk-tusuk tapi sulit untuk di tembus.
"Dia sengaja mengulur waktu. Beberapa dari mereka sudah melakukan penyerangan." David menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Pendengarannya yang sangat peka membuat David dapat mendengar setiap serangan yang diluncurkan.
Brigita, Bree, dan Bricia langsung mengitari Elaina setelah mendengar ucapan David. "Kau benar, dia sengaja mengecoh kita," ucap Brigita.
Bricia menatap Doughlas, meminta bantuannya untuk membuat ilusi sebagai serangan balik. Kabut warna warni bermunculan dan menampilkan ilusi pikiran. Tiga orang dari pihak lawan mundur teratur. Ilusi yang dihasilkan Doughlas berhasil memukul mundur para penyerang.
Billy tidak tinggal diam. Dia menggagalkan ilusi pikiran Doughlas dengan sekali acungan jari. Tubuh Doughlas sedikit limbung setelah serangannya dihentikan. Ilusi yang Douglas hadirkan tergantung dari ketakutan masing-masing korbannya. Tentu saja siapa pun pasti akan menyingkir saat melihat ketakutan mereka terlihat nyata.
"Hmm, ternyata aku meremehkan kalian," ucap Billy.
"Berjaga! Mereka akan menyerang," teriak Bishop.
David memegang erat Elaina. Menjaganya agar tidak terlepas dari genggaman tangannya. Benar saja, selubung pelindung terkoyak. Sobekan kecil itu semakin membesar. Serangan demi serangan menghancurkan selubung pelindung.
Tanah tempat mereka berpijak perlahan bergetar. Sesuatu dari bawah menyerang mereka hingga menciptakan sebuah ledakan yang membuat mereka terpental. Beruntung David dan Brigita sangat cekatan. Brigita membuat kabut asap tebal untuk melindungi David dan Elaina. Memberi David kesempatan untuk membawa pergi Elaina.
David memeluk erat Elaina dan membawanya terbang jauh ke langit. Klan Black Meadow belum menyadari Elaina telah menghilang dari sana. Akan tetapi, Billy mengetahui kepergian Elaina dan suaminya. Pria itu langsung mengejar mereka.
Bishop tak ingin tertinggal. Pria paruh baya itu segera menyusul hingga pertempuran di atas langit tak dapat dihindari. Elaina melihat ke bawah. Ayahnya sedang berjuang untuk dirinya. Bagaimana bisa dia pergi begitu saja tanpa melakukan perlawanan.
__ADS_1
"David, kita harus membantu ayah," ucap Elaina dengan bibir bergetar.
David tidak memperdulikan ucapan Elaina. Saat ini yang terpenting adalah menyelamatkan istri kecilnya. Bukan hanya istrinya, melainkan seluruh dunia. Jika Balck Meadow mendapatkan Elaina, semuanya berakhir.