
"Ini pak. Ponsel pak G sepertinya rusak," ucap Cici sambil menyerahkan ponsel pada pak Griffin.
Pak Griffin menatap ponsel dan melihat layar ponsel yang sudah gelap. Dia mengusap layar ponsel dengan sekali usapan. Pria tua itu hanya bisa menghela napas. Dia menatap Cici dengan kasihan. Gadis itu cantik, hanya saja memiliki satu kekurangan yang sangat luar biasa. Telat dalam berpikir yang cukup parah.
Tak ingin berdebat dengan Cici. Pak Griffin segera kembali ke tempatnya setelah Cici mengembalikan ponsel. Sedangkan Cici tetap berada di tempatnya berdiri. Pelayan itu sangat patuh dan amanah dengan perintah tuannya.
Tiga puluh lima menit kemudian, David tiba di mansion dengan langkah yang tergesa. Dia bergegas menuju halaman belakang mansion, tempat terakhir di mana Elaina berada. Sesampainya di sana, tak seorang pun berada di halaman belakang mansion.
David setengah berlari menuju ke kamar utama. Dia menaiki anak tangga dengan melewati dua anak tangga sekaligus. Perasaannya sangat tidak enak saat mendengar istri tercintanya menangis.
"Sayang," panggil David saat memasuki kamar. Keadaan kamar kosong. Tidak ada Elaina di sana. David kembali melangkahkan kaki menuju balkon. Mungkin saja Elaina berada di sana.
Hasilnya sama saja. Elaina tidak berada di sana. Perasaan David meningkat menjadi khawatir. Tidak mungkin black Meadow bisa masuk ke sini. Ucap David dalam hati. Dia berjalan mondar-mandir dengan sebelah tangan di pinggang dan sebelahnya lagi memegang kepala.
"Kamar mandi," ucap David sambil melangkahkan kaki menuju ke sana. David membuka pintu kamar mandi kasar. Keadaan kamar mandi sama dengan keadaan ruangan lain. Wanita yang dicarinya tidak ada di sana.
David menghembus napas kasar. Dia merasa frustasi saat ini. Ke mana lagi dia harus mencari Elaina. Dia memutuskan untuk ke dapur mencari Cici karena maid itulah yang ditugasi olehnya untuk menjaga dan menemani Elaina.
Tangan kanan David meraih gagang pintu dan bersiap untuk menarik pintu agar terbuka. Sesuatu dari luar justru mendorong pintu ke dalam.
"Sayang!" seru David sambil meraih tubuh Elaina masuk ke dalam pelukannya. Dia memeluk erat Elaina hingga wanita itu sulit bernapas.
"Dave! Kau membuatku sulit bernapas!" ucap Elaina sambil meronta melepas pelukan David.
"Kau dari mana saja?" tanya David saat pelukannya terlepas. Pria itu memegang wajah Elaina dengan kedua tangan. Dia mengusap lembut wajah Elaina dengan ibu jarinya.
__ADS_1
"Aku di mansion," jawab Elaina bingung.
"Di bagian mana? Aku setengah gila mencari mu," ucap David.
"Di kamar Cici," jawab Elaina.
"Huh, aku sangat khawatir."
"Tumben. Perasaan dari kemarin kau tidak terlalu peduli padaku." Sekalian saja dia utarakan kekesalannya pada pria itu.
"Tentu saja aku peduli. Bagaimana bisa aku tidak peduli!"
Elaina melepas kedua tangan David dan berlenggang masuk ke dalam kamar tanpa peduli dengan David. Merasa ditinggal begitu saja oleh Elaina, David segera menyusul.
Mendengar pertanyaan David, Elaina justru menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Dia meraih bantal dan menutup kepala. Tak ingin melihat dan mendengar David.
"Sayang, kau kenapa?" tanya David. Elaina tidak ingin menjawab, dia justrumenyilang kan kedua tangan di depan dada. Tanda dia tidak ingin mempedulikan David.
"Ok. Baiklah jika kau tidak ingin bicara. Kalau begitu aku akan pergi," David berkata sambil berdiri. Dia masih menatap Elaina berharap mendapat respon darinya.
"Aku pergi," pancing David sambil mundur beberapa langkah ke belakang. Rencananya mengelabui Elaina tidak berhasil. Biasanya Elaina mudah ditipu. Tapi tidak kali ini. Pasti ada sesuatu yang membuat Elaina seperti itu.
David tidak bisa menahan kesabarannya. Dia melangkah maju dan merampas bantal yang menutupi wajah istrinya. Mata David membulat saat melihat wajah Elaina yang basah. Air mata mengalir di kedua mata indah istrinya tanpa henti. Sontak saja David memegang wajah Elaina.
"Sayang, ada apa denganmu?" tanya David bingung bercampur khawatir.
__ADS_1
Elaina yang menangis tanpa suara, kini menangis dengan kencang. Ini sudah kedua kalinya dia menangis. Bisa jadi, ini adalah tangisan dari sisa beban di hatinya yang terakhir.
David memeluk Elaina. Dia membelai lembut rambut hitam Elaina. David berusaha untuk menenangkan Elaina. Dia yakin pasti ada sesuatu yang terjadi pada Elaina.
"Bukannya kau tidak mau aku lagi!" seru Elaina setelah bisa mengontrol diri.
"Bagaimana mungkin aku tidak mau kau lagi. Aku sangat mencintaimu, sayang," jawab David.
"Jika iya, mengapa kau tidak pernah menyentuhku lagi? Bahkan tidak tergoda saat aku menggodamu!" cecar Elaina.dengan sisa isakan.
Astaga, ternyata karena itu. David berkata dalam hati. Elaina pasti salah paham.
"Aku rasa kau salah paham sayang," ucap David.
Bersambung...
Hai my lovely readers! Terima kasih sudah selalu setia mengikuti cerita David dan Elaina. Mampir juga ya ke karya Thor lainnya😘.
**Truly Madly Love.
Di sana menceritakan tentang kisah cinta Lily dan Zack yang terpisah selama tujuh tahun dan bertemu kembali dalam keadaan Zack telah memiliki keluarga kecil.
Mampir ya kakak-kakak😘**
__ADS_1