
David, Elaina, dan Brayan langsung menatap ke sumber yang ditunjuk oleh Bricia. Ekspresi yang mereka hadirkan sama. Sama-sama bingung melihat sesuatu yang tidak terlihat atau tidak ada apa-apanya di sana.
"Apa itu David?" tanya Elaina pada suaminya.
"Entahlah sayang. Aku juga tidak tahu," jawab David. Kemudian dia menoleh pada Brayan. "Apa kau tahu sesuatu?"
"Aku juga tidak tahu," jawab Brayan sambil menaikturunkan bahunya.
Mereka bertiga menatap lekat ke arah langit. Berusaha mencari jawaban di sana. Tiba-tiba David tertawa. Elaina bingung melihat suaminya yang tertawa tiba-tiba.
"Dave! kau kenapa?" Elaina khawatir jika terjadi sesuatu pada suaminya.
David masih terus saja tertawa hingga menahan perutnya.
"Ada apa dengan suami mu?" tanya Brayan yang sedikit terganggu dengan suara tawa adik iparnya. Meski usia David jelas lebih tua beberapa tahun dari pemuda itu, namun status Elaina sebagai adik sepupu langsung menurunkan status pria tampan itu.
Elaina sendiri bingung dengan tingkah suaminya yang mendadak tertawa seperti itu. "Apa jangan-jangan ada anggota Black Meadow di sini?" pertanyaan Elaina sontak membuat Brayan langsung memasang kuda-kuda.
David menaruh tangan kanannya di atas pindah istri kecilnya. Dia memberi kode pada Elaina agar tidak berpikir berlebihan. Elaina semakin bingung dengan tingkah suaminya itu. "Oh, ayolah Dave! Ada apa denganmu?"
"Seperti judul lagu!" Brayan langsung menimpali ucapan Elaina yang kemudian langsung mendapat tatapan tajam dari wanita itu. Pemuda itu langsung memiringkan bibirnya tanda mengejek.
David berusaha mengontrol dirinya. Dia menarik napas perlahan. Kemudian menahannya sebentar. David sebelah tangannya di udara memberi kode pada Elaina dan Brayan untuk memberinya waktu sebentar. Setelah dirasa cukup oleh David barulah dia berbicara.
"Apa kalian tidak merasa ada sesuatu yang kurang?" tanya David pada Elaina dan Brayan.
Elaina dan Brayan saling pandang. Sesuai dengan prediksi David, baik istri maupun Brayan tidak akan berpikir sejauh pikirannya.
"Coba kalian lihat ke belakang!" perintah David.
Elaina dan Brayan langsung menoleh ke belakang.
"What? ... Hah!" seru Elaina dan Brayan bersamaan.
__ADS_1
"Dimana kak Bricia?" Lagi-lagi mereka melontarkan pertanyaan bersamaan.
"Tentu saja pergi. Ke mana lagi dia?"
Elaina dan Brayan cukup lama terdiam. Mereka berusaha menyerap setiap kata yang diucapkan oleh David.
"Jadi maksudmu, kak Bricia sengaja mengelabui kita?" tanya Elaina setelah menyadari sesuatu. Dia menatap lekat wajah David.
"Tentu saja. Tapi bukan untuk kita melainkan untuk pemuda itu!" David menjelaskan pada Elaina sambil menunjuk ke arah Brayan yang juga menatap mereka.
Elaina langsung tertawa saat melihat wajah Brayan. "Ya ampun, kak. Tragis sekali nasibmu!"
"Tidak," Brayan menjawab dengan cepat.
"Maksudmu?" tanya Elaina bingung.
"Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu mengikuti kami." David berkata dengan tegas. Tanpa jawaban dari Brayan, dia sudah bisa menebak isi pikiran pemuda itu.
"Aku ingin berbulan madu dengan istriku tercinta," jawab David sambil meraih Elaina ke dalam pelukannya.
"Hah!" teriak Brayan. "Bukannya baru beberapa jam yang lalu kalian sudah bulan madu!" Brayan menimpali ucapannya.
"Makanya cari pasangan."
Elaina yang kini mengerti arah pembicaraan kakak sepupu dan suaminya langsung menunduk menyembunyikan wajahnya yang mulai merona karena malu mendengar pembicaraan mereka.
"Ayo kita pergi sayang!" Bisik David sambil memeluk pinggang Elaina lebih erat.
Elaina hanya bisa mengangguk dalam dekapan David.
"Aku ikut ke mana pun kalian pergi, titik!" Brayan bersikeras untuk mengikuti mereka. Setelah tadi dia gagal mengikuti sang kakak.
"Yakin?" David balik bertanya pada Brayan.
__ADS_1
"Tentu saja. Masa aku tidak yakin!"
"Ok, baiklah. Jika itu keinginanmu," balas David sambil mengeratkan pelukan Elaina. "Aku ingin kau menutup mata sekarang!" bisik David. "Sst, ikuti saja permintaanku!" David langsung menimpali ucapannya saat Elaina hendak protes.
Elaina langsung diam saat David memintanya untuk tidak berbicara lagi. Dia hanya bisa pasrah mengikuti keinginan suaminya.
"Baiklah. Aku akan mengambil rute lurus ke depan. Kau siap?" tanya David pada Brayan.
"Ok," jawab Brayan. Dia bersiap mengambil ancang-ancang untuk berlari.
"Ok. Di hitungan ke tiga!" perintah David.
Brayan dengan mengangguk dengan percaya diri.
"Satu," ucap David.
Brayan langsung mengambil ancang-ancang untuk berlari.
"Tiga," David berkata sambil terbang ke atas. Sedangkan Brayan yang ingin protes untuk menanyakan hitungan kedua justru dibuat terkejut dengan gerakan David yang langsung terbang naik ke langit.
"Aaa..." Brayan berteriak frustasi setelah beberapa detik dia sadar jika dirinya dikerjai lagi.
Bersambung
* * *
Hai my lovely readers! Aku ada novel yang recommended banget loh. Yukss mampir! Ceritanya seru banget loh!
Judul: My Upside Down World
Penulis: IRISH_KOOKIE
__ADS_1