336 Hours

336 Hours
Bab 70. Dimulai


__ADS_3

Teriakan Elaina sarat akan kesakitan. Mereka langsung menoleh saat Elaina berteriak. David yang memeluk Elaina semakin mengencangkan pelukannya. Menurut instingnya sesuatu yang tidak beres pasti akan terjadi.


Brayan segera membawa mereka pergi ke tempat yang lebih aman. Tempat yang mungkin agak sulit ditemukan oleh klan Balck Meadow.


"Aah," keluh Elaina sesaat setelah mendarat di sebuah rumah. Dia memegang lengan kirinya yang terasa sangat perih.


David memberi kode pada Brayan untuk membantunya menangani ayah mertuanya agar dia dapat melihat keadaan Elaina.


David meraih lengan kiri Elaina. Sebuah tanda merah menyala seperti bentuk api terukir di sana. Pantas saja istrinya berteriak kesakitan.


"Dave, ini panas." Elaina meringis kesakitan.


Bishop tidak tinggal diam. Dia meminta Brayan membantunya untuk mendekati Elaina. Bentuk api hampir padam saat Bishop mendekatinya. Bishop meletakkan telapak tangannya di lengan kiri Elaina.


"Aaa!" Elaina berteriak kesakitan. Teriakannya kali ini lebih kuat dari yang tadi.


David khawatir melihat keadaan Elaina. Dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menahan tubuh Elaina. Air matanya sampai keluar menahan perih dan panas di lengan kirinya. Cukup lama Bishop menghilangkan tanda di lengan putrinya hingga simbol api benar-benar menghilang.


Deru napas Elaina terputus-putus. Sakit yang dia rasakan membuat David tidak tega melihatnya. Bishop tak kalah kehabisan tenaga saat membantu putrinya.


Brayan meraih tubuh pamannya dan membantunya untuk merebahkan diri. Tiga saudari B lainnya hanya bisa menonton. Mereka tidak tahu harus berbuat apa.


"Apa yang terjadi pada Elaina?" Bree membuka suara.

__ADS_1


"Entahlah! Aku belum pernah melihat yang seperti ini." Brigita tidak melepaskan pandangan matanya dari Elaina dan paman Bishop.


"Paman Bishop sangat hebat. Dia tahu segalanya dan bisa mengatasinya." Bricia takjub dengan kekuatan sang paman.


Brigita segera menghampiri pamannya setelah direbahkan di atas kasur. Bree dan Bricia tidak ikut ketinggalan.


"Paman, apa kau baik-baik saja?" Brigita terlihat khawatir.


"Aku tidak apa-apa."


"Apa yang terjadi dengan Elaina?" David khawatir jika kejadian tadi berhubungan dengan Black Meadow.


"Black Meadow sudah dekat. Mereka tadi mendeteksi keberadaan Elaina. Dengan memberi tanda agar memudahkan mereka untuk mendapatkan Elaina."


"Paman, berarti Elaina dalam bahaya!" seru Bree.


"What?" teriak Brayan sambil berdiri.


"Kita jauh dari siap, terutama Elaina," ucap Bricia.


"Siap atau tidak, tetap harus kita hadapi. Kurang dari lima hari mereka akan menyerang kita." Bishop menambahkan penjelasannya.


Elaina dan David saling bertatapan. Lima hari, waktu yang sangat singkat untuk mereka disaat mereka sedang mesra-mesranya. Elaina baru saja menapaki kehidupan berumah tangga. Begitu pula dengan David. Pada akhirnya dia menemukan belahan jiwa yang sangat ideal baginya.

__ADS_1


"Gunakan waktu kalian sebaik-baiknya!" perintah Bishop pada anak dan menantunya. "Sebaiknya Elaina tetap berada di mansion mu. Balck Meadow tidak akan berani menyerang Elaina secara terang-terangan di sana."


"Mengapa paman?" tanya Bree penasaran.


"Meski mereka sebuah klan dengan ilmu hitam, mereka tidak akan mempertaruhkan reputasi mereka. Menyerang di tempat umum sama saja melakukan bu nih diri."


"Jika begitu, biarkan saja Elaina tetap berada di mansion atau di mana pun. Pastinya dia berada dekat dengan manusia lain." Ucapan Brayan ada benarnya. David terlihat setuju dengan usulan bocah itu.


"Tidak semudah itu. Jika kau berpikir begitu, untuk apa Black Meadow memasuki negara ini. Mereka tidak bisa menyerang di tempat umum. Tapi, mereka bisa membawa Elaina ke dimensi lain saat lengah. Saat mereka berhasil mendapatkan Elaina, kita tidak akan bisa menyelamatkannya lagi," jelas Bishop.


Suasana kembali hening. Tak seorang pun berani berucap. Situasi yang mereka hadapi saat ini sangat sulit.


"Well, sebaiknya kita segera kembali ke mansion!" David pertama kali memecah keheningan.


"Kau benar," ucap Bree. "Lebih cepat kalian kembali ke mansion, Elaina semakin aman sementara."


Baru saja mereka aman, selaput pelindung rumah four B mulai bergetar.


"Cepat bawa Elaina pergi!" perintah Bishop.


Hai my lovely readers! Aku ada novel yang recomended banget loh! Yuks mampir!


Judul: Jerat Asmara Sang Mafia

__ADS_1


Penulis: Komalasari



__ADS_2