
David segera meraih Elaina ke dalam pelukannya. Dia sudah dari tadi ingin segera kembali ke kamar tapi paman dan beberapa kerabat selalu menghalanginya.
Elaina terperangkap dalam pelukan David. Pria itu memeluknya dari belakang. David dapat mencium aroma Elaina dari belakang dengan bebas. David menghirup aroma tubuh Elaina sangat dalam hingga membuat juniornya bangkit.
David menyibak rambut hitam Elaina ke samping. Leher jenjang gadis itu terpampang tanpa ada penghalang. David menghujaninya dengan ciuman lembut hingga membuat gadis itu men de sah.
Mendengar de sa han dari kekasihnya membuat junior David semakin menegang hingga membuat celananya sesak.
"Dave, hentikan!" rengek Elaina.
Bukannya berhenti, David justru semakin menjadi-jadi menghujani Elaina dengan kecupan. Bahkan dia meninggalkan jejak merah di beberapa tempat.
Elaina tak kuasa menahan hasrat yang semakin membuncah. Untuk melakukannya tentunya tidak ada halangan lagi. Hanya saja tubuh David terasa lengket. Saat wajahnya menyentuh leher mulus Elaina, saat itu Elaina merasa sedikit gerah.
"Sayang, berhenti sebentar! Bersihkan dulu tubuhmu!" bujuk Elaina.
"Aku sudah tidak sabar, sayang. Jika bukan karena para pak tua itu tidak memaksaku untuk tetap tinggal, aku pasti sudah memakan mu dari tadi," ucap David.
Elaina sedikit mengernyit saat mencium aroma alkohol dari mulut David. Dia menoleh ke belakang menatap wajah David yang terlihat sedikit sembab.
"Kau pasti mabuk," ucap Elaina.
"Tidak, aku tidak ma ..." ucapan David terpotong bersamaan dengan tubuhnya yang langsung jatuh ke lantai.
Bunyi tubuh David yang jatuh ke lantai sangat keras. Elaina dapat melihat kepala David menghantam ujung kursi sebelum tubuhnya mendarat di lantai.
Setelah melihat tubuh suaminya yang sudah terbujur di lantai, dia baru menyadari kebodohannya yang tidak menahan tubuh David saat akan jatuh. Bahkan, dia bisa menggunakan bakatnya untuk menahan hantaman tubuhnya di lantai.
"Ah, sudahlah! Nasi sudah menjadi bubur. Mana bisa dijadikan nasi lagi. Eh, bisa! Aku pernah melihat caranya di sebuah aplikasi. Hehehe," Elaina berkata sendiri sambil terkekeh.
Elaina mengeratkan ikatan bathrobenya agar tidak melorot saat mengangkat tubuh David ke atas tempat tidur. Saat dipikirkan sepertinya mudah, memindahkan tubuh seorang pria ke atas tempat tidur. Nyatanya, dia kesusahan. Jangankan memindahkan tubuh David ke atas tempat tidur. Mengangkat kepala suaminya saja dia membutuhkan tenaga yang ekstra.
"Ya ampun, Dave! Kau berat sekali! Kau ini berat karena makan atau berat dosa sih!" ucap Elaina sambil mengatur napasnya yang hampir kehabisan.
Dia sudah mencoba berbagai cara untuk memindahkan David. Tapi hasilnya nihil. Tubuh David hanya bergeser beberapa senti saja. Tenaga Elaina hampir habis gara-gara suami tercintanya.
__ADS_1
"Benar saja sebelum melakukan aktivitas fisik harus pemanasan lebih dulu. Coba tadi aku pemanasan dulu, pasti tidak akan pegal begini," ucap Elaina.
Gadis mungil itu bangkit hendak mengambil minum. Dia bermaksud mengisi ulang tenaganya sebelum kembali mencoba memindahkan David.
Elaina bangkit dan melangkahkan kaki tanpa melihat keadaan. Alhasil, kakinya tersandung oleh kaki David dan mendarat tepat di atas tubuh suaminya.
"Aduh!" teriak Elaina.
Elaina sempat meringis kesakitan saat terjatuh. Namun, terhenti saat menatap wajah David.
"Kau sangat tampan. Apalagi saat tidur begini," ucap Elaina.
Jari telunjuk Elaina bermain pelan di wajah David. Dia memulainya dari kening, berjalan ke alis mata David, mata, pipi, dan hidung pria itu. Terakhir, jari telunjuk Elaina berhenti tepat di bibir tipis pria yang kini menjadi suaminya.
Dia memainkan jari telunjuknya cukup lama di sana. Mengitari setiap lekuk bibir David dan tanpa dia sadari, dia mencium pelan bibir David. Pertama, hanya sebuah kecupan. Kedua, Elaina merasa bibir David sangat lembut sehingga menciumnya semakin dalam hingga ke sekian kalinya.
"Ah, Apa yang aku lakukan?" teriak Elaina.
Dia segera bangkit saat mendapati dirinya menikmati mencium David. Wajahnya langsung memerah. Untung saja saat ini hanya ada dia sendiri dan suami yang tertidur karena mabuk. Elaina dapat mendengar dengkuran halus David.
"Percuma saja tadi aku ketakutan memikirkan malam pertama," ucap Elaina sambil berlalu pergi mengambil segelas air.
Tapi, dia belum pernah sekalipun memindahkan tubuh manusia. Selam ini hanya sebatas benda saja yang dipindahkan olehnya.
"Tak ada salahnya di coba," ucap Elaina pada dirinya sendiri.
Dia berdiri di samping David. Menarik napas dan mengarahkan tangan kanannya ke depan. Fokusnya ke tubuh David. Dia berkonsentrasi agar tenaga kekuatannya dapat tersalurkan dengan benar.
Tubuh David mulai terangkat ke atas. Sekitar lima belas sentimeter dari lantai. Elaina kembali konsentrasi. Tubuh suaminya kini sudah berjarak satu meter dari lantai.
Elaina senang ternyata dia juga bisa memindahkan tubuh manusia yang sedang tertidur. Saking senangnya, konsentrasinya sedikit buyar dan tubuh David kembali menghantam lantai. Kali ini bunyinya lebih keras dari yang sebelumnya.
"Auw! Maafkan aku Dave!" teriak Eliana sambil berlari ke samping tubuh David.
Elaina dapat melihat, tubuh David tidak bergeming. Jatuh sekeras itu saja dia tidak sadar sama sekali.
__ADS_1
"Hah, percuma aku khawatir. Tidurmu nyenyak sekali," gerutu Elaina.
Elaina kembali ke posisinya semula. Dia kembali mengangkat David dengan bakat yang dimilikinya. Setelah tubuh David terangkat seperti tadi. Elaina mengarahkan tubuh David ke tempat tidur.
Seharusnya lebih mudah karena tinggal lurus saja. Akan tetapi, karena masih belum bisa mengontrol tenaganya, tubuh David melayang tak tentu arah. Menabrak dinding beberapa kali hingga baru mendarat di atas kasur king size dengan kuat.
"Selesai juga. Untung kali ini kau jatuh di atas kasur. Tak bisa aku bayangkan jika kau jatuh lagi di lantai," ucap Elaina sambil terkekeh.
Elaina melepaskan sepatu dan pakaian David hingga menyisakan boxer nya saja. Dia mengamati tubuh atletis David yang sangat sempurna dari atas ke bawah.
Pandangannya terhenti di bagian tengah. Junior David terlihat tidur nyenyak mengikuti si pemilik tubuh.
"Tidur saja sebesar itu. Tak bisa ku bayangkan saat dia terbangun akan sebesar apa," ucap Elaina tanpa sadar.
"Aaa, apa yang aku pikirkan! Dasar otak mesum!" sergah Elaina pada dirinya sendiri.
Elaina segera mengambil handuk basah untuk mengelap tubuh David. Setelah selesai membersihkan tubuh suaminya, dia mengambil selimut.
Elaina menyelimuti David hingga setengah pinggang. Setelah merapikan selimut David, dia kembali membelai wajah David. Mengecup kening dan bibir David pelan. Bibir David kini sudah menjadi candu baginya.
Dia berani melakukan itu saat David tidak sadar seperti ini. Jika David sadar, dia tidak ingin melakukannya lebih dulu karena tak ingin dikatai oleh David.
Elaina berjalan ke sisi lain tempat tidur. Tubuhnya terasa lelah. Dia butuh tidur saat ini. Dia merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit.
"Sungguh malam pertama yang gagal," ucap Elaina sambil tersenyum sebelum menutup matanya.
Bersambung . . .
* * *
Advertisement
Hai my lovely readers! Aku ada novel yang recommended banget loh. Yuks mampir!
...ANTARA 2 BILLIONAIRE...
__ADS_1
...(El Putri)...