
"Argh!" Brayan berteriak mengeluarkan kekesalannya. Sudah dua kali dia dikerjai oleh keluarganya sendiri.
"Kakak apaan seperti itu!" Brayan mengoceh. Kekesalannya yang pertama dia curahkan untuk Bricia. Bricia dengan mudahnya mengelabui dia dengan cara mengecoh nya. Cara yang biasa dilakukan untuk mengelabui anak balita.
Pemuda itu berjalan mondar-mandir hanya untuk berpikir apa yang akan dia lakukan berikutnya. Dia tidak begitu kesal pada David karena awalnya dia hanya ingin mengikuti Bricia karena penasaran dengan kekasih kakaknya.
Bricia belum pernah sekali pun memperkenalkan pasangannya kepadanya. Dia juga tidak sepenuhnya menyalahkan Bricia, mungkin tanpa sengaja karena ulahnya sendiri, dia melewatkan pertemuan dengan kekasih Bricia.
"Hah, begini rasanya menjadi seorang jomblo!" keluh Brayan pada dirinya sendiri.
Dengan sekali jentik, Brayan membuka portal. Dia memutuskan untuk kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, suasana hati Brayan bertambah parah. Dia menatap dua orang pria asing yang belum pernah ditemuinya.
Dua pria itu juga terlihat baru saling mengenal. Mereka duduk di meja makan bersama dua kakaknya yang lain dan paman Bishop. Mereka sedang menyantap makan malam yang seharusnya sudah lewat sekitar dua jam yang lalu.
Senda gurau mereka dapat Brayan dengar dengan jelas. "Aaa...!" Brayan lagi-lagi berteriak frustasi. Teriakannya berhasil membuat kelima orang yang sedang duduk di meja makan terkejut. Mereka tidak menyadari akan kehadiran Brayan.
"Kapan kau kembali?" tanya Bree sambil menatap tidak suka ke arah Brayan.
"Kau kenapa?" tanya Brigita datar.
"Kalian semua menyebalkan," jawab Brayan sambil berlalu meninggalkan mereka. "Kecuali paman Bishop," Brayan menimpali ucapannya sebelum tubuhnya menghilang di balik pintu kamar.
"Aku akan menyusulnya." Bishop memilih untuk menenangkan keponakan laki-laki satu-satunya itu. Lagipula dia tidak ingin mengganggu kencan dadakan Brigita dan Bree. Pria paruh baya itu berdiri dan tersenyum undur diri kepada mereka.
"Dia kenapa kak?" Bree masih bingung dengan tingkah Brayan yang mendadak frustasi. "Tidak biasanya dia seperti itu."
__ADS_1
"Entahlah! Aku rasa dia baru menyadari sesuatu," jawab Brigita.
"Apa kedatanganku membuat adikmu marah?" tanya Thomas, kekasih Bree.
"Tentu tidak Tom," Bree menjawab dengan cepat. "Dia hanya terkejut saja." Bree segera menimpali.
"Tidak usah dipikirkan!" seru Brigita. "Kita harus menikmati momen ini dengan baik."
"Kau benar sayang," ucap Steban, kekasih Brigita.
Steban mengangkat helas ke atas. Mengajak mereka untuk bersulang. "Semoga kita bisa melewatinya dengan baik, aman, dan damai." Suara dentingan gelas saling bersahutan.
"Satu lagi. Semoga apa pun yang terjadi, kita bisa melewati dengan baik dan kita bisa dipertemukan kembali," ucap Thomas.
* * *
Paris.
"A, a, a ... jangan buka matamu!" bisik David di telinga Elaina.
"Dave," rengek Elaina. "Aku sangat penasaran."
David menambah telapak tangan kanannya untuk menutup mata istrinya yang sudah di tutup dengan syal hitam. Untung tadi dia sempat mengenakan syal di leher Elaina sebelum pergi meninggalkannya di rumah.
Elaina berusaha untuk membuka penutup mata. Sayangnya gerakan tangan David lebih cepat dari tangannya.
__ADS_1
"Tunggu sebentar lagi, please!" pinta David pada Elaina.
"Hmm, baiklah. Berapa lama?" Elaina menuntut jawaban.
"Aku rasa lima menit lagi selesai," jawab David sambil mengecup pipi kanan Elaina.
"Ish, Dave! Kau curang," rengek Elaina sambil mengelap pipi kanannya yang sedikit basah.
David tertawa melihat tingkah Elaina. Istrinya itu selalu sukses membuat hatinya berbunga-bunga.
Setelah mendapat sesuatu yang dia inginkan, David meraih tubuh Elaina. Merangkulnya dengan erat. Menuntun wanita itu berjalan di sepanjang lorong dan berhenti untuk menunggu pintu lift terbuka.
Elaina bisa mendengar suara orang-orang yang berada di sekitar Elaina. Dia berasumsi bahwa saat ini dia berada di tempat umum. Hanya saja dia tidak tahu di mana. David sama sekali tidak memberinya clue sedikit pun.
Bersambung
* * *
Hai my lovely readers! Aku ada novel yang recommended banget loh. Yukss mampir! Ceritanya dijamin seru.
Judul: Terpaksa Menikahi Suami Sahabat
Penulis: nazwa talita
__ADS_1