
"David, please!" Elaina mulai meneteskan air mata. Bayangan akan kehilangan ayahnya membuat perasaannya sakit.
"Maafkan aku sayang. Aku tidak bisa melakukannya," ucap David tanpa mengurangi kecepatan terbangnya. Dia tidak tahu saat ini mereka berada di mana. Pikirannya hanya tertuju pada keselamatan Elaina dan nasib mereka.
"Dave," rengek Elaina.
"Aku sudah berjanji pada ayah mu. Ini adalah salah satu perjanjian kami. Aku tahu kau sangat menyayanginya. Begitu pula aku. Tapi, kau harus kuat. Banyak nyawa yang dipertaruhkan pada pertempuran ini."
Elaina terdiam mendengar penjelasan David. Suaminya benar, dia tidak boleh egois. Saat ini mereka sedang berada dalam pertempuran bukan bermain perang-perangan. Suara ledakan membuat Elaina terkejut. Dia memeluk tubuh David lebih erat. Entah siapa yang terkena serangan itu.
Selesai dengan salah satu penghalangnya, Billy segera menyusul David dan Elaina. Pria itu mengarahkan jari telunjuknya pada David dan Elaina. Kemudian, membaca mantra. Sebuah kilatan mengarah lurus pada mereka. Kemudian sebuah ledakan kecil membuat David dan Elaina terpisah. Cahaya itu mengenai punggung David sehingga pelukannya terlepas.
__ADS_1
Elaina berteriak saat melihat tubuh David yang terjun bebas ke bawah dengan cepat. Kesadaran suaminya hilang setelah terkena serangan dari Billy. Sebuah tangan mencengkram pergelangan tangan Elaina dengan kasar.
Billy berhasil mendapatkan Elaina. Dia membawa Elaina ke suatu tempat, dimensi lain yang tidak bisa dimasuki oleh siapa pun. Dia melepaskan cengkraman tangannya sehingga membuat tubuh Elaina terjerembab di lantai.
"Jika saja kau menurut, kau tidak akan kehilangan ayah dan suamimu," ucap Billy. "Aah!" Billy berteriak frustasi. "Kau tahu, aku tidak suka menghilangkan nyawa seseorang. Tapi, ada sesuatu di dalam diriku yang sangat menyenanginya."
Elaina terisak. Dia tidak tahu keadaan David. Satu hal yang pasti saat terpisah tadi, David tidak sadarkan diri.
"Oh, cup cup cup. Jangan takut sayang! Paman tidak akan menyakitimu." Billy berjalan mendekati Elaina. Dia menyentuh rambut Elaina dan menghirupnya.
"Seharusnya Elinor menjadi milikku. Aku benci pada ayahmu yang memiliki kekuatan murni. Meski aku yang dibanggakan oleh keluarga besar Cruise. Namun, aku sangat iri padanya. Gadis cantik keturunan Winter menjadi miliknya. Kau tahu, saat itu aku tidak sengaja menghabisi nyawa ibu mu. Aku hanya ingin mengambil inti bakatnya saja, tidak lebih. Akan tetapi, dia justru menyerang ku demi melindungi manusia kecil yang sangat ku benci, yaitu kau."
__ADS_1
Elaina murka mendengar ucapan pria tak berhati itu. Dengan mudahnya pria itu mengatakan tidak sengaja menghabisi nyawa ibunya. Aliran panas menjalar di seluruh tubuh Elaina. Perasaan sedih hilang seketika. Berganti dengan amarah yang sangat membara. Semua orang yang disayangi Elaina telah direnggut oleh pria yang tidak berhati itu.
Sebuah kilatan cahaya biru terpancar dari telapak tangan Elaina. Billy tersenyum melihat cahaya biru itu. Elaina menatap bingung. Pria muda namun tua itu langsung membuka jubah dan merobek baju hingga dadanya terlihat.
Sebuah gambar berbentuk simbol-simbol tercetak di dada pria itu. Cahaya biru dari Elaina terserap oleh simbol-simbol itu. Elaina berusaha menghentikan kekuatannya. Namun, seluruh kekuatannya bagai terserap oleh sesuatu. Apa aku akan ma ti di sini? Aku ceroboh telah terpancing olehnya. Elaina berkata dalam hati. Air matanya keluar dari kedua sudut matanya.
Brayan yang belum melakukan apa pun masih diam di tempat. Tugas terakhir Brayan sangat menentukan. Sebenarnya kedua tangan dan kakinya sudah gatal untuk ikut menyerang. Akan tetapi, tugas yang diembannya sangat penting. Brayan hanya bisa mengamati setiap kejadian hingga dia melihat cahaya biru yang samar-samar terpantul dari langit.
"Dia sudah mendapatkannya!" teriakan Brayan mengejutkan kakak-kakak dan sekutunya hingga membuat mereka berhenti menyerang.
Sisa anggota klan Black Meadow langsung mundur dan menghilang. Bricia yang mengetahui kepergian mereka, segera memberi tanda pada salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Di mana David?" tanya Bree.
Sesuatu dari langit terbang turun ke bawah. Dua orang pria saling merangkul mendarat dengan kuat hingga terjerembab.