
Saat ini Elaina dan David berada di dalam kotak besi yang membawa mereka ke atas. Elaina hanya bisa pasrah mengikuti arahan suaminya.
Keluar dari lift, mereka harus berjalan lurus beberapa langkah. Terkadang langkah kaki Elaina terhenti karena tersandung sesuatu. Bukan karena ada sesuatu, tepatnya langkah kaki pasti kurang stabil dengan mata tertutup meski ada yang menuntun.
Langkah kaki Elaina berhenti saat David menahan tubuhnya untuk berhenti. Elaina dapat mendengar suara seorang pria sedang berbicara menggunakan bahasa asing dengan David.
"S'il vous plait, Monsieur (Silahkan tuan)," ucap pria itu.
"Merci (terima kasih)," jawab David.
Elaina mengenal kata itu. Kata yang sering digunakan oleh kebanyakan orang-orang Prancis.
"Ah," Elaina berteriak pelan sambil menggenggam lengan baju David. "Dave, apa kita berada di Prancis?" tanya Elaina dengan mata masih tertutup.
David tidak tahan untuk tertawa. Sifat konyol istrinya ini tidak ada tandingannya.
"Ish, kau itu. Mengapa kau malah tertawa?" Elaina berkata kesal.
"Maaf sayang, hihihi." David berusaha menahan tawanya agar sang istri tidak cemberut. "Kau itu lucu," David segera menimpali ucapan Elaina sebelum bibir istrinya bergerak terbuka untuk bersuara.
Elaina hanya bisa mengoceh. Dia tidak bisa melakukan apa pun saat ini. Tunggu saja, saat mataku sudah bebas nanti. Elaina hanya bisa mendengus kesal dalam hati.
"Hati-hati! Perhatikan langkahmu!" perintah David dengan suara lembut nan maskulin.
__ADS_1
"Dave!" kali ini Elaina sangat kesal pada suaminya itu. Sepertinya kejutan hari ini adalah hanya untuk membuatnya kesal. Jika benar, selamat. Suami tercintanya berhasil membuat emosinya melewati batas maksimal.
"Oh, maaf. Aku lupa jika matamu tertutup," ucap David sambil terkekeh. Pria itu sudah tahu jika emosi sang istri sudah hampir meluap. Tapi, ada keyakinan yang membuat David berani melakukan hal itu pada Elaina.
David mengangkat tubuh Elaina perlahan. Kemudian, menuntunnya melangkahkan kaki beberapa langkah ke depan. Elaina dapat merasakan semilir angin yang menerpa wajahnya.
"Une ... deux ... trois (satu dua tiga)" David sengaja berhitung menggunakan bahasa Prancis. Pria itu tersenyum saat melihat reaksi istrinya yang tidak mengerti maksudnya. Mengerjai Elaina sangat menyenangkan baginya.
David melepas ikatan syal pada mata Elaina dan berbisik di telinga, "Bienvenue amour (selamat datang cinta)." Penutup mata Elaina terlepas.
Elaina terkejut melihat pemandangan yang sangat indah di depannya. Menara Eiffel berdiri tepat di seberangnya. "David, i-ni," Elaina berkata sambil tergagap.
"Indah," David melanjutkan ucapan Elaina.
"Sangat," kedua netra Elaina berkaca-kaca menatap keindahan menara Eiffel.
"Menurutmu?" David memainkan alis dan matanya menggoda Elaina.
Elaina berusaha menatap dari balik bahu David. Namun, usaha Elaina tidak berjalan mulus, David dengan sengaja menghalangi pandangan Elaina.
"Ish, Dave!" rengek Elaina sambil memukul pelan dada David.
Dengan cekatan, David mengunci kedua tangan mungil Elaina dengan satu tangan kekarnya. Sedangkan sebelah tangan yang bebas langsung menggendong istrinya.
__ADS_1
"Dave! Apa yang kau lakukan?" Elaina meronta. Dia berusaha melepaskan diri dari jerat suaminya.
"Kau akan tahu setelah ini," goda David.
David merebahkan tubuh Elaina perlahan di atas ranjang king size. Elaina menatap ke langit-langit dan kanan kiri tempat tidur. Dia terpesona dengan dekorasi ruangan yang sangat artistik.
"Kita di hotel," ucap Elaina.
"Hotel de Crillon, Paris madame," goda David sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Apa yang akan kita lakukan di sini?" tanya Elaina polos.
"Oh, sayang. Kau sangat polos atau berpura-pura polos?" Giliran pria itu yang mulai kesal.
Elaina menatap David dengan tatapan polosnya. Hal itu membuat David semakin geram dan tidak tahan untuk mengentaskan h a s r a t n y a.
"Aku tidak akan mengampuni mu," ucap David sambil menyerang Elaina. Pria itu sudah tidak tahan untuk mengeluarkan has ratnya. Elaina yang tidak siap atas serangan David, langsung tumbang ke belakang. David menghujaninya dengan ciuman di berbagai tempat.
Bersambung
Hai my lovely readers! Aku ada novel yang recommended banget loh. Yukss mampir! Ceritanya seru banget loh.
Judul: Gugatan Satu Miliar
__ADS_1
Penulis: Rifah_musli