336 Hours

336 Hours
Bab 47. Bertukar Cerita


__ADS_3

Elaina merasa kakinya sudah tidak berada di tempat semestinya berada. David mengurungnya di kamar selama dua hari penuh. Pria itu benar-benar dengan ucapannya yang me-rapel kegiatan panas mereka yang tertunda.


Alhasil, Elaina sangat kesusahan berjalan. Hari ini lebih baik dari kemarin. Jangankan berjalan, untuk berdiri saja dia memerlukan bantuan.


Bersyukur perih di bagian bawah tubuhnya telah hilang berganti dengan sisa kenikmatan. Elaina sendiri bingung mengapa seperti itu. Akan tetapi, satu hal yang dia tahu saat ini. Benar kata tetua di kampungnya dulu. Menikah itu enak. Jadi, jika sudah siap menikah, menikah saja. Jangan di tunda-tunda lagi.


"Apa kau yakin akan turun ke bawah?" tanya David saat membantu Elaina berjalan.


"Seratus persen yakin," jawab Elaina ketus.


"Mengapa aku merasa kau marah padaku?" goda David.


"Untuk apa aku marah padamu?" tanya Elaina masih dengan nada ketusnya.


"Karena aku membuatmu tidak bisa berjalan. Berdiri saja kau sangat sulit," goda David.


"Dave!" rengek Elaina.


"Baiklah, ayo kita ke bawah!" seru David sambil merangkul Elaina berjalan dan turun ke bawah.


"Selamat pagi," sapa Rachel sambil tersenyum simpul.


"Pagi bibi," balas Rachel.


Ponsel di dalam saku celana David bergetar. Entah sudah ke sekian kalinya ponsel itu bergetar. David sengaja tidak mengangkatnya karena masih menemani Elaina.


Kali ini karena panggilan masuk sudah yang ketiga kalinya, mau tidak mau David menjawab panggilan telpon itu. Dia tahu, pasti ada yang penting. Setelah mendudukkan Elaina di kursi makan, David segera undur diri pada bibi Rachel dan istrinya. Dia melangkah menuju ke ruang kerja.


Rachel yang melihat David pergi, segera beranjak dari kursi. Dia pindah tempat duduk tepat di samping Elaina.


"Bagaimana? Berhasil?" tanya Rachel tanpa ragu.


"Apanya bibi?" tanya Elaina bingung.


"Ish, kau itu. Pura-pura tidak tahu atau polos benaran!" keluh Rachel.


Kening Elaina berkerut. Dia berusaha memikirkan yang di maksud oleh sang bibi. Melihat ekspresi Elaina seperti itu, Rachel mengerti bahwa gadis itu memang polos.


"Benteng pertahanan mu!" seru Rachel sambil mengarahkan matanya ke bagian bawah tubuhnya sendiri.


"Ah, bibi!" seru Elaina.


Wajah Elaina langsung merah padam saat mendengar ucapan bibi Rachel.


"Jika ku lihat dari wajahmu. Pasti berhasil ya!" Goda Rachel sambil menyenggol bahu Elaina pelan.


Elaina tersenyum malu saat di goda. Dia ingin bersembunyi menutupi wajahnya yang sudah merah pada. Namun, tidak ada satupun tempat untuk bersembunyi.


"Ceritakan padaku sedikit saja!" goda Rachel tak ingin menyerah.

__ADS_1


"Bibi!" rengek Elaina.


"Hahaha. Kau lucu sekali, Lana!" seru Rachel sambil tertawa.


"Lana?" tanya Elaina bingung.


"Ya, Lana. Panggilan sayangku dan Audrey padamu," jawab Rachel sambil memasukkan sesendok cream soup ke dalam mulutnya.


"Sakit tidak?" bisik Rachel.


"Bibi!" seru Elaina.


Mau tidak mau Elaina menceritakan sedikit tentang pengalaman pertamanya. Akan tetapi, tidak sedetail versi asli. Hanya yang umum saja.


"Kau bersyukur tidak merasakan sakit yang luar biasa," ucap Rachel saat Elaina selesai bercerita.


"Maksud bibi?" giliran Elaina yang bingung dengan ucapan Rachel.


"Ingat saat aku katakan pengalaman pertama ku waktu itu sangat tragis?" tanya Rachel.


"Iya. Gara-gara cerita singkat bibi itu, aku sampai ketakutan untuk menghadapinya," ucap Elaina sambil terkekeh.


"Pamanmu itu pria yang sudah matang. Aku pikir si Casanova seperti dia sudah khatam tentang hubungan. Ternyata aku salah. Tanpa ada pemanasan, dia main seruduk saja. Alhasil, aku berteriak kesakitan. Aku langsung mengutuk dalam hati, orang yang berkata jika pengalaman pertama itu sangat wow," jelas Rachel.


Elaina bingung harus menanggapi cerita Rachel seperti apa. Di sisi lain dia merasa sedih dan di sisi lain, dia ingin tertawa mendengarnya.


"Bagaimana bisa begitu?" tanya Elaina bingung.


"Setelah kejadian itu, aku sempat tidak ingin berhubungan lagi. Begitu pula sebaliknya. Aku mengira dia sudah tidak ingin bersamaku lagi. Ternyata alasan paman Jeff kalian membuat aku tersentuh. Dia tidak ingin menyakitiku," jelas Rachel lagi.


"Ah, so sweat sekali paman Jeff!" seru Elaina.


"Karena ketulusannya aku memberanikan diri untuk menyerahkan diri padanya. Yah, meskipun penuh dengan drama," jelas Rachel.


"Eh, bibi. Jika paman Jeff seperti itu, artinya dia belum pernah menjalin hubungan dekat dengan wanita manapun," ucap Elaina.


Dia baru teringat akan sesuatu. Lagipula waktunya sangat pas untuk bertanya. Mereka sedang bertukar cerita tentang pengalaman pertama.


"Tentu saja," ucap Rachel.


"Bagaimana dengan David? Dia sangat lihai melakukannya hingga aku tidak merasa terlalu sakit," ujar Elaina.


"Yah, itu bagus," jawab Rachel asal.


"Bibi! Ayolah" Apa mungkin David pernah melakukannya dengan wanita lain?" tanya Elaina ragu.


Rachel tersedak saat Elaina berkata seperti itu. Elaina segera membantu Rachel. Memberinya segelas air putih dan menepuk pelan punggung belakanganya.


"Maaf bibi, aku tidak bermaksud membuatmu tersedak," ucap Elaina bersalah.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Aku nya saja yang tidak hati-hati," balas Rachel tak ingin membuat Elaina merasa bersalah.


"Jadi, apa David memiliki banyak teman wanita sebelum menikah denganku?" tanya Elaina pelan.


Rachel diam saat mendengar ucapan Elaina. Dia bingung harus menjawab apa. Di bilang David tidak memiliki hubungan dengan wanita, tidak mungkin. Banyak sekali wanita yang berusaha mendekati pria itu.


Selain itu, dia juga memiliki beberapa orang teman dekat wanita. Tapi, jika dikatakan David dekat dengan wanita, tidak juga. Pria itu sangat sulit di dekati. Teman wanita yang didekatnya benar-benar berstatus teman saja.


Kecuali satu orang. Rachel juga tidak yakin hubungan mereka seperti apa dan bagaimana.


Flash back on


Kejadian itu terjadi sekitar lima tahun yang lalu, mansion keluarga Benjamin heboh karena mendapati David berada di dalam kamar sepupu perempuan jauhnya.


Seorang pelayan memergoki mereka saat hendak membersihkan kamar nona nya di pagi hari. Pelayan itu berteriak histeris sehingga seluruh penghuni mansion bangun dengan tidak nyaman di pagi hari.


Rachel sangat mengingat kejadian itu. Saat itu Audrey baru berusia tiga tahun. Dia terserang demam, jadi dia dan suaminya harus bergantian menjaga Audrey.


Jeff sempat membawa Audrey kecil keluar kamar karena dia sangat cerewet. Jeff berusaha menenangkan putri kecilnya. Saat itu sekitar pukul dua dini hari. Jeff sempat berbicara pada Rachel jika dia melihat David baru saja tiba entah dari mana.


Dia dan David tidak begitu memperdulikannya karena itu adalah hal biasa jika seorang pria muda mapan pulang dini hari atau tidak pulang sama sekali hingga pagi harinya mereka dikejutkan dengan suara teriakan salah seorang maid.


Rachel dan Jeff segera berlari turun ke bawah dengan Audrey yang berada di gendongan Jeff. Mereka pikir ada musibah apa. Ternyata, David ditemukan tanpa busana di dalam kamar Samantha.


Tentu saja, dia dan Jeff tidak percaya begitu saja dengan apa yang terjadi. Wanita licik itu pasti menjebak David.


Penampilan David saat bangun saja terlihat seperti orang linglung. Jeff yakin jika ada sesuatu yang tidak beres. Jeff membela David mati-matian hingga di sinilah David berada. Di negara asing yang bukan negara asalnya.


Flash back off


"Bibi! Kau kenapa? Apa yang kau pikirkan?" tanya Elaina sambil mengguncang pelan bahu Rachel.


Bersambung . . .


* * *


Advertisement


Hai my lovely readers! Aku ada novel yang recommended banget loh! Yuks mampir!


...TERPAKSA MENIKAH...


...(Lena Laiha)...


Raka Adijaya Prasetya adalah seorang pengusaha muda yang berhasil, terpaksa harus menikahi Rea Anastasya gadis cantik dan manja.


Bukan perjodohan yang memaksa mereka harus menikah, namun karena kesalahpahaman diantara keduanya yang mengharuskan Raka menikahi Rea.


Hingga akhirnya hari pernikahan itu tiba, karena keduanya tidak saling mencintai. Rea dan Raka membuat perjanjian diawal pernikahan mereka.

__ADS_1


Perjanjian apakah itu?


Apakah Rea dan Raka akan saling mencintai?


__ADS_2