A.R.O.H.A (Aroha)

A.R.O.H.A (Aroha)
Obrolan Absurd Hore Big Fams


__ADS_3

Yogyakarta


Prisha


"Mbak, kamu jago masak gini, kenapa nggak buka bisnis kuliner aja mbak?" ucap Tante Ara sambil menikmati pasta dan roasted chicken buatannya.


Ia yang masih berkutat di dapur langsung menyahut,


"Enak tante? Beneran?" tanyanya antusias, karena memasak adalah salah satu hobinya. Entah memang menurun dari mendiang mama kandungnya yang konon juga suka memasak, atau juga karena Mama Asa yang memiliki hobi memasak dan mengajarkan padanya.


"Enak kok, itu Om Arya sampai nambah roasted chicken nya. Apalagi Om Ardhana nih, makannya banyak banget." jawab Tante Ara sambil tekekeh.


"Iya gitu?" sahutnya sembari berjalan ke arah meja makan dan memang benar adanya, masakan yang ia buat sudah tersisa sedikit.


"Bukain usaha lah Ndra, nggak usah nunggu kelar kuliah. Kuliah sambil bisnis, biar cepat bisa mandiri." ucap Om Ardhana ke ayahnya yang masih menikmati makanan.


"Aku sih siap aja, tinggal anaknya aja mau apa nggak?!" jawab papanya sambil melirik ke arahnya.


"Aku belajar resep-resep lain dulu deh, biar makin percaya diri." cengirnya, kemudian menggigit bibir bawahnya, karena sebenarnya selama ini ia tidak percaya diri dengan masakannya. Padahal bukan hanya ayah, mama, dan adiknya saja yang memuji, Genta selalu kecanduan minta dimasakin oleh dirinya selama ini.


"Sambil buka online dulu aja mbak, nanti biar tante sama mama yang bantu pemasaran sama bantuin masaknya." ucap Tante Ara kembali yang membuatnya tersenyum.


"Beruntung nanti yang jadi suami kamu mbak.." ucap Tante Ara lagi.


"Amiinnn.." sahut Genta tiba-tiba yang langsung membuat dirinya menelan salivanya cepat.


"Hiiisshhh..emang kamu yang bakalan jadi suaminya?" sahut Tante Ara sambil memandang Genta yang berjalan menuju ke arah meja makan.


"Lhaahh, kan nggak ada tahu siapa jodoh kita kan? Buktinya ibu nikah sama bapak, sahabat sendiri. Kan nggak ada yang nyangka.." jawab Genta yang menbuat tante Ara mencibir.


"Tapi sebenarnya bapak sih udah nyangka mas, cuma pelan-pelan aja, begitu timing nya udah pas, langsung tancap gas..!" jelas Om Arya yang membuat semua orang tergelak.


"Ngajarin anaknya itu ke jalan yang benar sih.." timpal Tante Ara lagi sembari meninggalkan meja makan sambil terkekeh.


"Lhaahh, ini kan juga benar dan terarah. Apanya yang salah coba?" ucap Om Arya sembari menyusul Tante Ara.


Obrolan yang membuatnya terbahak, kemudian kembali menuju ke dapur.


Genta


Setelah merencanakan pergi bersama sahabat-sahabatnya weekend ini, ia pun mencoba meminta izin untuk mengajak Prisha.

__ADS_1


"Om.." sapanya sembari duduk di depan sahabat bapaknya yang sedang melahap pasta buatan Prisha.


"Iya, apa mas?"


"Weekend ini aku mau pergi ke Probolinggo sama anak-anak itu, mau jengukin sahabat aku sekalian yang internsip di sana. Boleh nggak Prisha ikut aku pergi?" tanyanya to the point tanpa basa-basi


Om Rendra langsung menatap wajahnya dan berhenti menyantap makanan di piring itu.


"Ehhhmmm..." Om Rendra melipat bibir dan menyipitkan mata, namun pandangannya masih menatap lekat wajahnya.


"Mau naik apa? Berapa hari?" tanya Om Rendra lagi.


"Mobil om, naik mobil aku. Ya sekitar 3 malam mungkin." jelasnya sambil tersenyum.


"Mbak..mbak Prisha..sini dulu bentar.." Om Rendra langsung memanggil Prisha yang masih sibuk di dapur.


"Iya ayah, kenapa?" jawab Prisha sembari berjalan ke arah Om Rendra dengan membawa spatula dan memakai celemek.


"Kamu mau diajak Mas Genta pergi ke Probolinggo, weekend ini sekitar tiga malam katanya, naik mobil sama teman-temannya Mas Genta itu. Kamu mau nggak?"


Prisha menatap dirinya dan mengernyitkan wajah,


Ia pun hanya mengangguk dan tersenyum.


"Boleh..boleh..aku mau !" jawab Prisha antusias seraya mengacungkan spatula ke udara dan tersenyum lebar.


Dirinya pun langsung tersenyum dan terkekeh. Namun, tiba-tiba ada yang menubruknya dari belakang dan memeluknya serta mengecup pipinya.


"Mas dokter, selamat ya..!" ucap perempuan itu setelah mengecup pipinya.


"Kalian mau kemana sih? Terus aku nggak diajak gitu mas?" tanya Arsya yang baru datang, kemudian berjalan mencomot kue yang ada di meja.


"Ke Probolinggo mbak, weekend ini. Mau ikut mbak?" Prisha yang malah menjelaskan ke Arsya.


"Weekend ini banget? Nggak ahh, aku mau pacaran. Pacarku datang dari Bandung." cengir Arsya sambil mengunyah kue dan menatap dirinya.


"Emang siapa juga yang ngajak kamu?!" godanya sambil mencibir. Entah kenapa, ia selalu suka menggoda Arsya dari kecil dan pasti berujung bertengkar.


Arsya langsung menatapnya tajam dan melemparkan kertas bekas kue yang sudah diremas menjadi sangat kecil ke wajahnya.


"Bener-bener ya nih orang, ngajak berantem mulu! Siapa juga yang mau ikut, mending aku pacaran, daripada ngikut manusia rese' kayak gini !" gerutu Arsya yang langsung membuatnya terkekeh.

__ADS_1


"Aahh yang bener..! Ya bagus lah, kalau aku juga mending pacaran sih, bisa anget-angetan, enak-enak." timpalnya sambil tergelak.


"Dasar mesum ! Om Aryaaa..! Ini anaknya mesum banget sih om..!" teriak Arsya yang membuatnya makin tergelak.


"Tapi iya kan?" godanya lagi sambil mengedipkan satu matanya.


"Iya juga sih ya..bener-bener.." timpal Arsya yang malah ikut terkekeh sekarang.


"Gitu ya? Yaudah, aku nggak jadi ikut aja deh kalau gitu. Aku mau jalan sama Wisnu aja deh.." ucap Prisha tiba-tiba yang sontak membuatnya menatap tajam ke arah Prisha.


"Nggak boleh! Daripada sama Wisnu mending ikut aku pergi. Pokoknya ikut aku pergi !" paksanya yang membuat Prisha mengernyit.


"Diihh..maksa !" gerutu Prisha sembari mendengus kesal.


Om Rendra yang sedari tadi mendengar percakapan mereka bertiga hanya menatap mereka bertiga bergantian.


"Pacaran pada nggak usah macam-macam kalau belum pasti buat masa depan ! Apalagi kalian berdua, cewek-cewek, jangan gampang kemakan mulut lelaki." ucap Om Rendra sambil menatap tajam ke arah Prisha dan Arsya.


"Kan...apa aku bilang?! Makanya kalau aku ngoceh itu didengarin dengan seksama! Pada ngeyel sih.."


"Terutama kamu itu! Wisnu kok dibanggain, tanyain tuh sama si Anjas, gimana track record nya manusia itu." ucapnya lagi sambil menatap tajam ke arah Prisha yang telah mencibirnya.


Om Rendra langsung menunjuk ke arahnya,


"Setuju! Om setuju sama kamu, om juga nggak suka sama Wisnu kok. Nggak beres tuh anak!"


Seketika bibirnya tersenyum lebar, merasa menang telak dari Prisha.


"Apa sih ihh, aku masak lagi ahh..!" timpal Prisha yang langsung berjalan kembali ke dapur.


"Tapi aku nggak dong, Arsen udah dapat stempel lulus dari ayah sama om Rendra kok. Om Arya juga udah oke, jadi nggak masalah dong..!" ucap Arsya masih sambil mengunyah apa saja yang ada di meja itu.


"Ya tapi sebisa mungkin dijaga dulu.." ucap Om Rendra ke perempuan cantik dengan perawakan semampai seperti sang bunda itu.


"Siap om.." jawab Arsya sambil tersenyum.


"Walaupun susah nahannya, nggak janji deh om.." bisiknya menggoda Arsya, kemudian berlalu sambil terkekeh.


Namun, perempuan itu malah mengangguk-anggukkan kepala dan ikut tergelak.


................

__ADS_1


__ADS_2