A.R.O.H.A (Aroha)

A.R.O.H.A (Aroha)
Bali In Love


__ADS_3

Uluwatu, Bali


Prisha


Pekan Seni Mahasiswa Indonesia akan dibuka sekitar satu jam lagi, sekitar pukul 5 sore. Dirinya dan beberapa teman satu angkatan Voca Ganesha pun telah sampai di tempat tujuan, yaitu Garuda Wisnu Kencana.


Mereka semua menunggu di backstage yang telah didirikan beberapa tenda besar untuk menampung para peserta.


Sembari menunggu, ia membuka handphone nya, siapa tahu ada pesan dari orang yang diharapkannya. Hari ini Genta hanya menghubunginya satu kali, di pagi hari tadi.


Mas Genta ❤


Kamu di mana?


Wajahnya langsung mengernyit.


Pertanyaan macam apa ini? Batinnya.


Sudah jelas-jelas ia memberi tahu bahwa dirinya sudah sampai di GWK.


Genta


Sudah sekitar 15 menit yang lalu, mobilnya telah terparkir di parkiran GWK. Matanya mencoba mencari seseorang yang sangat ia rindukan. Namun, karena banyaknya peserta yang ikut, akhirnya ia menyerah dan memilih bertanya langsung ke gadis kecilnya itu.


Prisha Nismara ❤


Ya di GWK mas, kan aku udah bilang. Kenapa emangnya?


Jawaban dari Prisha membuatnya mendengus, tapi ya benar adanya jawaban itu.


Akhirnya kakinya melangkah masuk ke area utama, mendekat ke arah panggung dan mencoba mencari backstage di sekitar panggung itu.


Matanya menangkap adik tingkatnya yang juga ikut di Voca Ganesha.


"Rieke!" teriaknya membuat sang pemilik nama menoleh.


"Backstage di mana?" tanyanya saat mereka sudah berdekatan.


Rieke pun menunjuk satu arah yang tampak tenda berwarna putih berukuran besar.


"Nyari Prisha?" tanya Rieke yang memang tahu kalau mereka sangat dekat.


"Iya, dia di sana juga?"


"Iya mas, ke sana aja. Aku tinggal dulu ya. Aku mau pipis." ucap Rieke sembari berlari kecil meninggalkan dirinya.


Ia lebih memilih menunggu di luar tenda, menunggu Prisha keluar.


Prisha


Ia langsung membelalakan matanya, saat membaca pesan dari Genta.


Mas Genta ❤


Ada yang nungguin di luar tenda lho. Kangen katanya..


Kakinya langsung melangkah keluar tenda dengan tergesa, sambil setengah berteriak ke teman-temannya.


"Aku keluar sebentar ya.."

__ADS_1


Kepalanya menengok kanan kiri, mengamati sekitar. Kakinya melangkah menuju ke arah kiri terlebih dahulu, masih mencoba mencari Genta.


Seketika ada yang memeluknya dari belakang.


"Cantiknya.." bisik seseorang yang sangat ia rindukan saat ini.


Badannya langsung berputar dan beradu pandang dengan Genta.


"Mas iiihhh...kok nggak bilang sih kalau mau ke sini. Katanya sibuk?!" ucapnya seraya menepuk lengan Genta, kemudian memeluk pinggang Genta.


"Kangen.." gumamnya lagi dengan nada manja dan wajah cemberut.


Saat Genta ingin memeluknya erat, kakinya langsung melangkah mundur ke belakang untuk menghindar.


"Jangan dong mas, aku kan lagi pake make up sama udah rapi begini." tolaknya dengan manja.


Memang saat ini ia telah memakai kostum Tari Pendet lengkap dengan rambut yang sudah ditata, serta wajah yang sudah dirias.


"Iya..iya..tapi nanti kalau udah bersih-bersih, peluk ya..aku kangen.." gumam Genta sambil menatap dan mengulum senyum menggoda ke arahnya.


Dirinya hanya membalas dengan cibiran,


"Ayo, masuk ke tenda aja ya.." ajaknya sembari mengapit lengan Genta.


Beberapa pasang mata menatap ke arah mereka. Ada beberapa yang mengenal Genta, karena Genta juga alumni dari Voca Ganesha, walaupun tidak begitu aktif. Namun juga ada yang tidak mengenal siapa lelaki yang sedang ia gandeng.


"Waahh.. Mas Genta..! Apa kabar? Tambah ganteng rek..!" sapa Birawa yang sangat mengenal Genta.


Akhirnya mereka pun saling berbincang dan tergelak bersama, bisa dibilang seperti reuni dadakan.


Genta


Akhirnya giliran Vocha Ganesha telah selesai, ia pun sedang menunggu Prisha berganti pakaian dan membersihkan riasan, sambil berjalan di sekitar stage dan terkadang juga menikmati beberapa penampilan yang masih berlangsung.


"Mau ngapain nih kita?" tanyanya sambil menatap Prisha.


"Jalan-jalan yuk, sekalian balik ke hotel." ajak Prisha dengan semangat.


"Emang boleh pisah dari rombongan?" tanyanya lagi untuk memastikan.


Prisha pun mengangguk,


"Boleh kok, itu malah ada yang pulangnya Yogya juga nggak ikut rombongan, mereka reschedule flight." jawab Prisha sembari menunjuk beberapa orang yang tidak ia kenal.


Dirinya pun mengangguk,


"Oke..! Nggak tidur hotel boleh juga nggak?" tanyanya sambil mengulum senyum.


"Terus aku tidur di mana?"


"Penginnya sih ngajak tidur di rumah. Tapi takutnya nanti kelihatan cctv online ke bapak. Kalau Ajik mahh bisa diajak kompromi, tp cctv itu yang nggak bisa diajak kompromi." jelasnya sambil terkekeh yang juga membuat Prisha tergelak.


"Mau jalan ke mana nih? Cari makan aja yukk, mau babgul nggak?" tawarnya sambil menaikkan satu alisnya.


"Boleh..yukk cuss!" ucap Prisha semangat sembari menarik tangannya untuk beranjak meninggalkan keramaian itu.


................


Kuta , Bali

__ADS_1


Warung babi guling yang buka malam hari hingga jam 2 pagi di Jl. Raya Kuta itu selalu dipadati pembeli yang rela mengantre.


Genta


"Aku libur 4 hari, soalnya aku 2 minggu berturut-turut nggak ambil libur. Tukaran libur sama teman. Kamu pulang senin pagi nggak apa-apa?" tanyanya sambil melahap nasi yang ada di hadapannya saat ini.


Prisha pun mengangguk,


"Emang aku rencana mau pulang minggu malam sih, tapi nanti kalau dimolorin lagi senin, bisa aja. Habis ini aku reschedule tiket dulu deh." jawab Prisha dengan wajah yang sudah cukup berkeringat karena kepedasan.


Dirinya pun terkekeh,


"Pedes ya?" tanyanya sambil menahan tawa menatap wajah Prisha yang sudah memerah.


"Banget, ini pedes banget." desis Prisha kemudian meminum jeruk panas.


drtt..drttt..drrttt..


Handphone nya pun bergetar, terlihat nama bapaknya yang menghiasi layar.


"Iya pak.." sapanya, seraya menempelkan telunjuk di depan bibirnya untuk menyuruh Prisha diam.


"Kamu di Bali? Kata Ajik Rajit kamu ambil mobil ke rumah?" tanya bapaknya beruntutan.


"Iya, aku lagi di Bali pak, libur sebentar. Bapak mau ke Bali?"


"Bapak ke Bali selasa, kamu balik Lombok kapan? Oh iya, Prisha lagi di Bali lho kata Om Rendra. Ajak jalan aja, apa ajak tidur di rumah, sama teman-temannya juga nggak apa-apa."


Seketika ia menelan salivanya,


"Oh iya? Ya nanti aku tanyain dia dulu mau apa nggak? Aku balik ke Lombok Senin pagi atau siang pak."


"Iya..haduh, bapak nggak bisa ketemu dong. Bapak sama ibu mau ke Surabaya dulu sampai Minggu malam, ada nikahan anaknya Putra Group."


Dirinya langsung menghela napas lega, untung mereka ada undangan pernikahan, apalagi dari Putra Group yang merupakan partner terbesar bisnis bapaknya. Jadi, nggak mungkin kalau bapak ibunya tidak datang.


"Nggak apa-apa, Genta 2 bulan lagi juga udah selesai kok." jawabnya sambil tersenyum lega.


"Yaudah, kalau Prisha mau tidur rumah, kasih tahu bapak ibu ya. Jangan macam-macam kalian, nggak ada bapak ibu." ucap bapaknya yang membuatnya mencibir.


"Iya, emang juga mau ngapain? Aneh-aneh aja deh.." elaknya kali ini sambil terkekeh.


Nggak bakal aku apa-apain dulu pak, sebelum dapat restu dari semuanya, batinnya.


................


Yogyakarta


Arya


"Yaudah, hati-hati ya.." pungkasnya mengakhiri panggilan dengan putranya.


Kemudian dirinya tersenyum sekaligus mencibir sambil menatap istrinya.


"Gayanya nggak aneh-aneh, gayanya sok nggak tahu Prisha di Bali, padahal rajin dan giat melancarkan aksi lewat chat. Ngapain libur-libur ke Bali, kalau nggak gara-gara Prisha di sana?" cibirnya sambil menatap istrinya yang sedang terkekeh.


"Padahal Prisha pasti udah di dekatnya sekarang..halahh..halahh..dikira bapaknya nggak pernah muda." sambungnya lagi.


Clara yang masih tertawa langsung menyahut ucapannya,

__ADS_1


"Anak siapa dulu? Ararya !" gumam istrinya membuatnya ikut terbahak.


......................


__ADS_2