
Battersea, London
Prisha
Hari ini ia sangat antusias dan bahagia karena kehamilannya mulai masuk 28 minggu yang artinya ia sudah boleh mulai berbelanja beberapa keperluan bayi.
Dikenakannya dress berbahan nyaman berwarna broken white yang akan dipadukan dengan sneakers dengan warna senada.
Ia memutar badannya ke kanan dan ke kiri di depan cermin. Tangannya mengikat rambutnya ke atas, kemudian menyapukan lipstik dengan teknik ombre ke bibirnya.
Genta yang hanya memakai kaos putih dan ripped jeans biru, berjalan mendekat ke arahnya yang masih berada di depan cermin.
"Cantiknya ibu seksi satu ini, semuanya makin berisi.." gumam Genta sembari memeluknya dari belakang, mengelus perutnya yang sudah sangat terlihat membuncit, dan mengecup leher jenjangnya.
"Iihhh..anak bapak gerak..! Halo sayang..kita belanja ya hari ini..baik-baik di perut ibu ya sayang.." gumam suaminya lagi sambil mengelus perutnya yang membuatnya tertawa pelan.
Kepalanya sedikit menoleh ke belakang dan mengecup bibir suaminya, seketika langsung mendapatkan balasan dari suaminya.
"Udah..nanti lagi..! Nggak jadi berangkat lho kalau nggak berhenti.." Ucapan Genta membuatnya mengulum senyum dan malah semakin menggoda suaminya.
"Emang nggak mau kalau nggak jadi berangkat?" godanya sambil mengalungkan tangan ke leher suaminya yang kini berhadapan dengan dirinya.
"Aku sih mau-mau aja, tapi nanti pasti ada yang badmood karena nggak jadi pergi. Kalau aku seneng malahan kalau menghabiskan hari ini di sana.." goda suaminya sembari menunjuk ranjang yang sudah tertata rapi.
Bibirnya menyapu rahang suaminya yang membuat suaminya langsung menggeram, kemudian beralih menyapu telinga Genta.
"Belanja dulu, pulang belanja kita habiskan di sana.." bisiknya yang langsung membuat suaminya menyeringai.
................
Mayfair , London
Prisha
Mereka berdua saat ini memilih Oxford Street sebagai salah satu tujuan mereka menghabiskan waktu. Entah barang apa saja yang akan mereka dapatkan di sana, akankah perlengkapan bayi atau malah perlengkapan untuk diri mereka sendiri. Entahlah, kita lihat saja..!
Sudah beberapa paper bag di tangan Genta, ada beberapa perlengkapan bayi, namun juga ada beberapa perlengkapan untuk mereka sendiri.
"Mas, makan dulu yukk..! Aku laper lagi, sekalian nunggu Bang Rastra sama yang lain.." ajaknya dengan tatapan memohon.
Bibir suaminya pun tersenyum,
"Iya, mau makan apa?"
__ADS_1
"Indian food , gimana? Di sini ada resto Indian enak kan.." ajaknya dengan senyun sangat lebar, berharap suaminya menyetujui.
"Boleh...! Ayo..!" Tangannya langsung mengapit lengan Genta dan kembali berjalan menyusuri area pusat perbelanjaan itu.
"One chicken tikka makhani, one tandoori chicken, naan butter, two masala chai."
Semua menu yang telah mereka pesan telah berada di atas meja.
"Aaahhh...akhirnya aku bisa makan Indian food setelah empat bulan mual muntah terus. Let's go kita habiskan..!" ucapnya antusias yang membuat Genta tertawa melihat tingkahnya.
Saat ini dirinya benar-benar bahagia karena bisa merasakan kembali enaknya curry masala dan juga tandoori chicken yang sangat lengkap dengan rempah serta creamy.
"Waahh ini enak banget..! Indian food terenak yang pernah aku makan mas. Gimana kalau kita buka resto masakan India?"
Suaminya pun menganggukkan kepala dengan mulut dan tangan masih sibuk menikmati makanan.
"Boleh..boleh..belajar dulu masaknya yang benar tapi.." timpal suaminya.
"Siapp..! Gimana nggak betah di sini aku, makanannya enak-enak, bangunan-bangunannya bagus unik bersejarah."
"Jadi mau menetap di sini aja nih?" tanya suaminya sambil menatapnya.
"Nggak gitu juga sih mas, tapi aku pasti bakalan kangen banget sama kota ini kalau kita udah balik ke Indonesia nanti.."ceritanya seraya menatap beberapa bangunan di sekelilingnya.
"Mas, nanti kita ke toko itu ya. Aku mau lihat-lihat di sana juga." ucapnya sembari menunjuk toko yang terletak di ujung.
Genta pun menoleh ke arah tunjukkannya,
"Iya, tapi nggak usah beli banyak-banyak dulu. Pilih warna netral juga, karena masih ada kemungkinan berubah itu soalnya masih belum jelas banget kemarin-kemarin."
Kepalanya pun mengangguk. Memang prediksi anak mereka adalah perempuan,tapi masih belum terlalu jelas karena posisi janin. Jadi, akan dilihat lagi saat pemeriksaan bulan depan.
..........
Prisha
Badannya hari ini terasa lelah setelah seharian pergi berbelanja, makan, dan juga nongkrong bersama teman-teman mereka.
"Haduhh, pegel aku." keluhnya sembari mengelus-elus perutnya setelah selesai membersihkan diri, kemudian langsung merebahkan diri di atas ranjang.
Suaminya menghampiri dirinya membawakan segelas susu hangat, memang itulah ritual Genta setiap malam.
"Diminum dulu, biar enakan badannya." ucap Genta sembari menyerahkan segelas susu padanya.
__ADS_1
Ia hanya menatap gelas itu,
"Emang harus ya mas?"
"Kenapa? Bosan?" tanya suaminya yang sudah duduk di tepi ranjang sambil memijat kakinya.
"Aku kenyang.."
"Yaudah diminum sedikit aja nanti sisanya aku minum, kan bukan susu hamil, cuma susu biasa." ucap Genta sembari menyelipkan ranbut ke belakang telinganya.
Setelah beberapa tegukan ia menyerahkan gelas itu kembali ke suaminya.
"Langsung tidur aja ya, perut kamu kenceng banget ini. Aku masih mau ngerjain laporan dulu." Genta mengelus perutnya yang memang terasa lebih kencang, mungkin karena sedikit terlalu capek.
................
Genta
Dua minggu telah berlalu, usia kehamilan Prisha mulai memasuki usia 30 minggu. Kehamilan Prisha yang beresiko tinggi, selama ini memang terlihat baik-baik saja. Walaupun masih sering kram perut, namun semua masih dalam taraf normal.
Sebenarnya tumor yang ada di perut istrinya pun membesar seiring pertumbuhan janin, serta mendesak gerak janin yang ada. Makanya apabila dilihat, perut istrinya terlihat lebih besar dari kehamilan tunggal pada umumnya, malah lebih terlihat seperti kehamilan kembar. Apalagi, badan Prisha tetap terlihat kurus, hanya bagian dada dan bagian belakang saja yang lebih berisi.
Saat ini mereka akan berencana ke gereja, namun ia sedang menunggu giliran mandi karena Prisha masih betah berada di dalam kamar mandi.
"Iya pak..iya.." ucapnya saat melakukan panhgilan dengan bapaknya.
"Pokoknya hati-hati, jangan ambil resiko demi anak istri." nasihat ibunya untuk lebih menjaga Prisha saat ini.
"Iya bu, Genta udah berusaha sebaik mungkin buat semuanya, lebih ekstra." jawabnya sambil bersandar pada sandaran ranjang dan bertelanjang dada.
"Yaudah, selalu kasih kabar ke kami semua ya. Biar nggak kepikiran mas.." ucap ibunya lagi.
"Iya bu..." jawabnya sambil tersenyum.
Namun tiba-tiba, terdengar suara teriakan Prisha dari dalam kamar mandi yang membuatnya langsung mengakhiri panggilan itu
"Maaaasssss...!!!!!!"
Dengan tergopoh-gopoh ia berlari dan langsung membuka pintu kamar mandi. Matanya langsung membelalak saat melihat keadaan Prisha di dalam kamar mandi.
"Sayang...??!!!"
......................
__ADS_1