A.R.O.H.A (Aroha)

A.R.O.H.A (Aroha)
Restu Satu Sisi


__ADS_3

Hai kakak-kakak pembaca..!


Sehat semua kan?


Puji Tuhan selalu sehat ya..


Mohon maaf sebelumnya kalau jadwal upload saya di sini dan platform sebelah berantakan semua.


Karena saya habis pindahan lintas kota dan mau buka usaha di sini (Besok saya promoin kalau udah opening, mohon doanya ya..heheh).


Jadi, waktunya agak terbagi-bagi ya.. Maaf banget..


Tapi akan selalu saya usahakan sehari sekali..


Jaga kesehatan selalu ya, patuhi prokes, ikuti vaksin, dan minum vitamin.


Sekian sapaan dari saya,


Salam cinta,


.chi.💋


......................


Yogyakarta


Genta


Hatinya sangat bahagia saat ini, ketika bapak ibunya tahu tentang hubungannya dengan Prisha yang sudah disimpan selama sekitar satu tahun.


"Jadi ini ceritanya direstuin nih? Bapak ibu setuju?" tanyanya meyakinkan kembali pernyataan orangtuanya.


"Ya bapak ibu sih setuju aja, tapi kamunya itu yang harus benar-benar jaga komitmen, karena ini Prisha, bukan cewek-cewek lain yang selama ini selalu nempel sama kamu." ucap ibunya tegas sambil menatap tajam matanya.


Kemudian matanya beralih ke bapaknya yang dari tadi malah sibuk membenarkan senar gitar.


"Ya kalau bapak sih, kalian itu harus saling bisa jaga diri, jaga sikap. Karena long distance relationship dengan beda benua itu tidak mudah. Yang satu udah mau tidur, yang satu baru pulang kerja atau pulang kuliah, atau bahkan masih di kampus."


"Yang satu ngucapin selamat pagi, yang satunya masih di alam mimpi atau baru mau tidur kalau begadang. Tanya sama ibu kamu tuh, dulu gimana sama bapak." jelas bapaknya dengan tangan masih sibuk dengan gitar berwarna coklat miliknya.

__ADS_1


Ibunya tampak terkekeh, mungkin teringat masa lalu.


"Ya intinya harus saling pengertian, saling mendukung. Nggak meributkan sesuatu yang kecil, tapi juga jangan dipendam terlalu lama. Bisa jadi bom waktu." imbuh ibunya dengan wajah tersenyum ke arah Prisha.


"Ini yang penting! Kalian juga harus bisa toleransi dengan perbedaan kalian seumur hidup kalian. Jangan pernah ada yang berubah keyakinan hanya karena cinta ya, ibu sama bapak nggak mau itu. Saling memahami, perhatian, jujur dan berjuang itu pondasi kalian." tegas bapaknya sambil menatap dirinya dan juga Prisha bergantian.


Dirinya dan Prisha pun saling menatap, kemudian tersenyum.


"Makasih om, makasih tante." Akhirnya Prisha bersuara sambil memeluk ibunya yang juga tampak menerima Prisha dengan hangat. Sedangkan bapaknya hanya tersenyum.


"Yaudah, bapak sama ibu mau pacaran dulu. Kalian juga silahkan memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya." seloroh bapaknya, kemudian berlalu dari mereka menuju ke kamar utama.


"Oh iya! Nanti kalau makanan udah datang, kasih tahu bapak ya le..!" teriak bapaknya sambil terus berjalan.


Matanya menatap Prisha yang duduk di sampingnya dengan wajah tersenyum, begitu pula Prisha.


"Hai pacar...! Hai calon istri..!" jahilnya yang membuat wajah Prisha merona seketika.


"Hiishhh..mas iihh...! Udah tetap panggil aku, adek aja..." pinta Prisha dengan suara manja yang membuatnya semakin gemas.


"Adek sayang.." ucapnya yang membuat Prisha malah mendelik dan mengernyit.


"Adek !" salah Prisha yang membuatnya malah tergelak.


"Iya..iya..terserah mas deh..bebas !" Prisha pun akhirnya tampak mengalah. Jarang-jarang Prisha mau mengalah, biasanya dirinya terus yang mengalah.


Ia langsung tersenyum menang,


"Cium dulu dong! Tiga hari ini, pokok ya puas-puasin cium sama peluk!" rajuknya persis seperti anak kecil yang minta diebelikan mainan.


Prisha menghela napas dan menggeleng-gelengkan kepala.


"He ehmm.." timpal Prisha kemudian membenamkan diri ke dalam pelukannya. Ia yang sudah terbawa suasana akhirnya mengecup kening Prisha yang menbuat perempuan cantik itu mendongak, seakan mengerti apa yang ia minta.


Ia mulai menyatukan wajahnya perlahan dan semakin dalam. Hangat, lembut, dan gigitan kecil. Itulah gambaran ciuman yang ia berikan ke Prisha.


"Udah mas, nggak enak dilihat om sama tante." ucap Prisha malu-malu, sambil melepaskan tautan mereka.


Dirinya pun terkekeh pelan,

__ADS_1


"Nggak apa-apa kalau cuma ciuman sama pelukan, wajar bagi mereka." jelasnya yang membuat Prisha mencibir.


"Ikut ke London aja yukk! Biar kalau aku kangen bisa deket! Kamu sih, masih 19 tahun, belum bisa aku nikahin.." ucapnya sambil mencubit pipi Prisha pelan.


Prisha langsung kembali mendelik,


"Belajar dulu yang bener, jadi spesialis bedah umum dulu yang bener. Baru mikir nikah!"


"Siap! Kamu juga semangat kuliah sama bisnisnya, belajar cari uang sendiri dulu. Tapi jangan nempel-nempel sama cowok lain. Aku nggak suka, aku cemburuan lho!" ucapnya sambil menatap lekat wajah Prisha.


Prisha mencibir lagi,


"Boleh cemburuan, tapi asal dalam batas wajar, nggak boleh berlebihan, karena aku masih muda.Tapi aku selalu berusaha pegang komitmen dan berusaha pelan-pelan kasih tahu mama sama ayah." jelas Prisha lembut.


Bibirnya tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya.


"Jaga semua ini buat aku ya! Nggak boleh nakal ! Kalau kamu nakal, aku minta bapak, ibu atau ayah, mama kamu buat nikahin kita. Dan kamu aku bawa ke London! Jadi kalau mau nakal kita bisa barengan, ngerti?!" tegasnya sambil memeluk erat tubuh Prisha yang lebih kecil darinya.


"Iyaaa.." ucap Prisha sambil mendekatkan kembali wajah mereka.


ttiingg...tooonggg..


Seketika keinginan mereka untuk melanjutkan bermesraan, pudar sudah. Karena makan malam yang mereka pesan telah datang.


Prisha


Hatinya terasa sangat bahagia, hubungan mereka yang ia rasa akan pesimis ketika menghadapi orangtua Genta, ternyata tidak sama sekali.


Bahkan orangtua Genta yang membuka pembahasan ini terlebih dahulu. Sekarang tugasnya tinggal ke orangtuanya.


Akankah ada kendala? Entahlah.. intinya harus berjuang..!


Tapi mendadak hatinya juga sangat sedih, karena ia akan berpisah dengab Genta dalam waktu yang lama.


Lima tahun untuk pendidikan spesialis bedah. Beda negara, beda benua, dan beda waktu. Hanya satu yang sama, rasa cinta mereka. Akankah berhasil?


Ya, entahlah..ia hanya bisa berjuang dan berusaha.


Ditatapnya mata, hidung, dan bibir Genta yang selalu membuatnya merasa bahagia dan rindu.

__ADS_1


"I love you mas..!"


......................


__ADS_2