
Yogyakarta
Prisha
Sudah seminggu ia beristirahat di rumah dan sudah seminggu pula Genta mondar-mandir ke rumahnya.
Padahal ia sama sekali tidak pernah minta untuk ditemani, namun kehadiran Genta selalu menjadi penyemangatnya. Apalagi ia tahu, kalau seseorang yang sudah dianggap kakaknya itu sedang ujian akhir kedokteran.
"Mas, kapan sih boleh keluar rumah jalan-jalan? Aku bosen..!" rengeknya ke laki-laki yang masih sibuk membaca buku.
Genta pun masih tidak merespon rengekannya sama sekali dan masih fokus dengan buku itu.
"Maaaass!"
"Apa sih? Ya kan kamu masih pemulihan, nggak macem-macem kamu!" jawab Genta dengan sedikit emosi karena mungkin lelaki itu sangat pusing kali ini harus belajar ekstra untuk ujian OSCE yang dilaksanakan lusa hari.
Ia pun langsung menekuk wajah, ketika Genta sedikit membentaknya.
"Maaf dek, bukannya aku maksud bentak kamu, tapi tolong dong..kamu jangan aneh-aneh. Dua hari lagi aku ujian." jelas Genta pelan sambil menatapnya.
"Ya udah sih, mas pulang aja sana. Belajar dulu, ngapain juga ke sini kalau di sini aku cuma suruh nungguin orang belajar. Mending aku panggil teman-teman aku."
Seketika sorot mata Genta berubah menjadi tajam, namun sama sekali tak dihiraukannya.
"Mas pulang aja ! Wisnu mau ke sini juga.." pintanya tanpa menatap Genta, tapi menatap handphone nya.
"Wisnu kakak tingkat kamu itu? Yang ceweknya segambreng itu, yang hobi selingkuh itu? Dia mau ke sini?" tanya Genta beruntutan.
Ia pun menghela napas dan menatap Genta,
"Emang kenapa?"
"Ohh jadi sekarang itu anak dekatin kamu? Terus kamu mau, gitu?" selidik Genta lagi dengan raut wajah masam dan ia enggan untuk menjawab.
"Yaudah, aku pulang, kalau emang kamu lebih pengin sama si Wisnu itu. Tapi ingat aja, sampai dia berani pegang ujung rambut kamu aja, aku tendang mukanya!" ucap Genta sembari beranjak dari duduknya.
"Habis ini aku bakal cerita ke Om Rendra tentang siapa Wisnu." ancam Genta lagi.
Dirinya pun hanya mendengus pelan. Sebenarnya saat ini kalau lebih disuruh memilih, ia lebih memilih bersama Genta dan menolak kedatangan Wisnu.
Namun, ia merasa sangat bosan sekarang dan Genta pun sibuk dengan buku-bukunya, serta buku-buku yang dipinjamkan ayahya.
Walaupun ia tahu kalau Genta akan ujian, tapi kebosanannya saat ini membuatnya hilang akal hingga membuat pertengkaran antara dirinya dan Genta.
"Bodo amat! Ceritain aja semuanya sama ayah,terserah!" jawabnya seraya pergi meninggalkan Genta yang tengah bersiap pulang.
Ia memilih masuk ke kamar dengan sedikit membanting pintunya, kemudian ia merebahkan badannya ke atas kasur.
"Tante, saya pulang dulu ya."
__ADS_1
Terdengar suara Genta di luar yang sedang berpamitan dengan mamanya.
"Prisha kenapa? Kalian berantem?" tanya mamanya ke Genta, pastinya mamanya mendengar ia membanting pintu walaupun tidak terlalu keras.
"Nggak kok tante, Prisha lagi kesel aja mungkin, bosen tapi aku nggak bisa temanin soalnya mau persiapan ujian. Maaf ya tante."
"Oalah, yaudah nanti Prisha biar urusan tante. Makasih ya mas, hati-hati, lancar ujiannya."
"Iya tante.."
Tak lama terdengar suara mobil Genta telah meninggalkan rumahnya. Pasti setelah ini mamanya akan menghampirinya, apalagi kalau menyangkut masalah Genta.
tookk..tookk..tookk..
"Mama masuk ya mbak.."
Tanpa ada persetujuan darinya, kepala mamanya telah melongok masuk dari balik pintu.
"Mbak..kenapa? Kok Mas Genta pulang? Kenapa berantem sama Mas Genta?" tanya mamanya lembut sembari berjalan dan duduk di tepi ranjangnya.
Dirinya pun kembali menghela napasnya,
"Prisha bosen ma, Prisha tahu Prisha salah sama Mas Genta..tapi Prisha bosen di rumah terus. Ayah belum ngijinin Prisha ke kampus, Mas Genta juga." ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Asa
Padahal Prisha termasuk anak yang tidak bisa diam di rumah, selalu ada saja kegiatan yang ia ikuti untuk menyibukkan diri.
Bibirnya tersenyum tipis dan tangannya membelai rambut putrinya,
"Kita keluar ke cafe, cari cemilan yukk, sambil nongkrong. Berdua aja sama mama, Nendra ada les di rumah soalnya." ajaknya yang membuat putrinya tersenyum lebar.
"Oke ma, tapi jangan sampai jam 6 ya. Soalnya ada teman Prisha mau datang ke rumah." ucap putrinya sambil tersenyum tipis.
"Kalau teman itu berarti satu orang dong ya.Siapa?" selidiknya sambil melirik ke arah Prisha yang wajahnya tampak merona.
Tadi saat ia sedang mengurus tanaman, telinganya menangkap dengan jelas perdebatan antara putrinya dengan Genta.
"Namanya Wisnu, kakak tingkat aku."
Bibirnya kembali tersenyum mendengar kejujuran Prisha.
"Yaudah nanti mama lihat dulu orangnya ya seperti apa? Ganteng apa nggak? Wangi apa nggak? Pintar apa nggak? Menghargai cewek apa nggak? Oke?!" ucapnya sambil mengedipkan satu matanya dan tergelak bersama putrinya.
"Ayo siap-siap dulu, mama juga mau siap-siap." pintanya ke putrinya sembari berjalan keluar kamar.
Sebelum menuju ke kamarnya, ia masuk dulu ke kamar putranya.
tokk..tookk..tokk.
__ADS_1
"Iya masuk aja.." suara putranya dari dalam kamar.
Ceklek..
"Dek, mama mau pergi sebentar sama Mbak Prisha ya. Nanti sebentar lagi guru les kamu juga datang, ayah nanti jam 5 juga udah pulang harusnya. Kamu mau dibeliin apa dek?" ucapnya sambil bersandar pada pintu.
"Iya ma.Terserah ma bawain apa, yang penting buat cemilan aja." jawab putranya yang kini duduk di bangku SMP kelas 2, namun tingginya sudah sama dengan dirinya.
"Oke! Kalau mama udah pergi, kamu jangan di kamar terus, nanti kalau gurunya datang kamu nggak dengar." timpalnya sambil menutup kembali pintu kamar putranya.
"Iya ma.."
................
Clara
Sore itu ia melihat putranya pulang dengan wajah suntuk, tidak seperti biasanya.
"Kamu kenapa mas? Habis dari rumah Prisha kan?" tanyanya saat Genta melewati dirinya yang sedang berkutat di dapur.
Langkah Genta seketika berhenti dan berbalik menatapnya.
"Nggak apa-apa bu, iya bu.." jawab putranya tanpa ekspresi.
Wajahnya langsung mengernyit,
"Mas berantem sama Prisha?" tanyanya karena menangkap sesuatu yang tidak beres pada putranya.
"Nggak bu, Genta lagi capek aja, Genta mau tiduran dulu.." ucap putranya sembari berjalan menuju kamar.
Suaminya yang sedang keluar dari kamar dan melihat percakapan mereka berdua langsung menautkan alis.
"Genta kenapa yang?" tanya Arya sambil berjalan ke arahnya.
Ia pun mengangkat bahunya,
"Nggak tahu, pulang-pulang wajahnya udah ditekuk gitu. Persis kamu kalau lagi cemburu apa marah." cibirnya sambil terkekeh yang langsung membuat suaminya mengerlingkan mata ke arahnya.
"Lha terus dia cemburu sama siapa? Sama pacarnya Prisha? Aneh-aneh aja itu anak." ucap suaminya sambil mencomoti molen yang telah ia goreng.
"Ngapain juga cemburu sama pacar adiknya sendiri? Palingan juga mereka berdebat apa gitu sampai berantem pasti." timpalnya sembari berjalan mendekati suaminya.
Lalu mengecup tengkuk suaminya sebelum duduk di kursi sebelah suaminya,
"Wangi..." gumamnya sambil memandang mantan sahabatnya yang telah berusia 48 tahun, namun masih awet muda dengan pesona yang belum memudar.
"Wangi dong, kan habis dimandiin sama daddy sitter di depan aku." ucap Arya sambil menaik turunkan alisnya.
......................
__ADS_1