A.R.O.H.A (Aroha)

A.R.O.H.A (Aroha)
Hai Kamu !


__ADS_3

Renon , Denpasar


Genta


Akhirnya Prisha tidur di rumahnya dengan sepengetahuan orangtuanya dan juga orangtua Prisha.


"Mas Genta, maaf mau tanya, hari ini mau pakai mobil yang mana? Soalnya nanti ada orang kantor yang mau pakai mobil buat meeting ke hotel." tanya Ajik Rajit yang menghampirinya di dapur pagi itu.


"Pakai mobil yang di sini aja Jik, mobil kantor biar dipakai kantor aja." jawabnya sambil menuang susu ke dua gelas, untuk dirinya dan juga Prisha.


Prisha yang masih sibuk di depan kompor juga ikut menyapa Ajik Rajit.


"Pagi Jik, sudah sarapan? Mau sarapan bareng?" tanya gadis cantik berpiyama pendek yang telah mencepol rambut ke atas.


"Sudah..sudah mbak Prisha, terimakasih. Saya sudah sarapan tadi.." jawab Ajik Rajit sambil terkekeh.


"Saya permisi dulu ya mas..mbak.." sambung Ajik lagi, kemudian berlalu.


Matanya menatap gadis berkulit putih yang berdiri di depannya dengan tangan yang sangat sibuk dengan peralatan dapur.


"Terimakasih." ucapnya sambil menerima sepiring pancake dari tangan Prisha.


"Lengkap amat sarapannya, enak ya ada yang ngurusin gini." gumamnya sambil menatap pancake, salad sayur, buah, dan juga segelas susu.


Sangat berbeda jauh dengan sarapannya yang hampir setahun hidup sendiri di daerah.


Prisha tampak mencibir dam mengerlingkan mata ke arahnya.


"Jangan minta kawin dulu ya, kerja dulu yang bener. Biaya kawin mahal pak.." ucap Prisha sambil mengulum senyum dan mencondongkan badan untuk lebih dekat dengannya.


"Kawin mah nggak perlu biaya, kalau nikah baru perlu modal kuat. Lagian aku kan juga udah kerja dari jaman masih kuliah." timpalnya yang membuat Prisha tergelak. Karena memang benar adanya dia sudah meneruskan bisnis kos dan kepemilikan saham hotel milik bapaknya yang telah dibagi atas namanya.


"Dasar mesum!" sahut Prisha sambil menunjuk kepalanya.


"Lho..itu bukan mesum, kan aku menjelaskan pernyataanmu tadi."


Prisha kembali mencibir ke arahnya, kemudian mereka menikmati sarapan itu bersama, pastinya dengan tawa yang menghiasi.


"Mau ke beach club nanti sore? Teman-temanku pada mau ke sana. " tanyanya sambil menatap Prisha yang duduk di hadapannya.


Prisha pun mengangguk,


"Mau ikutan nyemplung juga nggak?" tanya Prisha sambil menatap per bagian wajahnya.

__ADS_1


"Kamu mau berenang? Bawa baju renang?"


Prisha malah mengernyitkan kening,


"Kok berenang? Kan itu cuma nyemplung aja. Tapi aku bawa bikini sih, kalau mau." jawab Prisha santai sambil kembali menyendok salad.


"Bikini model apa dulu nih?" selidiknya seraya menyipitkan matanya.


"Two pieces lah, cuma nggak yang terbuka banget juga. Ya yang biasa aku bawa kemana-mana kalau lagi travelling."


Seketika dirinya langsung menelan salivanya, karena ia paham model-model bikini yang Prisha punya, berupa bra dan juga panties. Walaupun tidak terlalu terbuka, tapi baginya tetap saja dirinya tidak akan membiarkan Prisha memakai itu, apalagi ada teman-temannya nanti.


"No ! Big No! Kalau mau pakai itu pas berenang di rumah sini atau niat berenang di hotel nggak masalah. Tapi kalau cuma sekedar nyemplung atau berjemur, dengan banyak mata yang fokus ke body goals, aku nggak rela berbagi pemandangan sama yang lain !" protesnya dengan nada tegas yang membuat Prisha berhenti mengunyah.


Gadis itu malah tampak terkekeh,


"Gitu? Jadi maunya menikmati pemandangan body goals buat diri sendiri?" selidik Prisha.


"Ya menurutmu? Aku bakal rela gitu cowok lain lihat kamu pakai baju kayak gitu. Kalau pas berenang sih oke, aku juga nggak kolot. Tapi, kalau cuma sekedar berkubang macam gitu, bisa gila aku !"


"Mana badan kamu kayak gitu.." gerutunya sambil menunjuk Prisha dengan dagunya.


Prisha langsung menatap dirinya sendiri dari dada sampai kaki.


"Emang kenapa badan aku?" tanya Prisha seperti tak berdosa.


"Se xy, bikin cowok-cowok itu gemes. Nggak nyadar kamu selama ini?"


Prisha malah tampak terkejut dengan pernyataannya,


"Seriously? "


"Hhmmmm...." jawabnya datar.


Prisha memang memiliki lekuk badan yang sangat indah, entah karena memiliki hobi berolahraga dan menari, atau memang bawaan dari bayi. Mana kulit Prisha yang putih bersih semakin menarik perhatian kaum adam.


................


Prisha


Sore ini mereka akan menuju ke salah satu beach club untuk bertemu dengan teman-teman Genta. Lelaki itu tetap berpegang teguh untuk tidak memperbolehkannya masuk ke kolam renang saat ini.


"Kalau mau pakai kayak gitu di sini aja, berenang berdua sama aku di rumah !"

__ADS_1


Ancaman Genta saat itu membuatnya tergelak, pasalnya Genta memang selalu protektif bahkan over protektif kepada dirinya. Tanpa melihat apakah dia lagi punya pacar atau tidak. Apalagi sekarang dirinya dan Genta sudah menaikkan status ke level lebih dari sekedar kakak adik.


Akhirnya ia memakai saat ini dirinya memakai baju yang sesuai untuk menikmati pantai dan cuaca panas di Bali.


"Gini aja udah cantik, udah se xy apalagi kalau pakai yang warna hitam tadi. Haduh, bisa gila aku, teman-temanku lihat begituan." ucap Genta yang tengah berdiri di depan kamarnya.


Dirinya hanya mencibir dan mengulum senyum.


"Udah yukk!" ajaknya sembari menarik tangan Genta.


"Cium dulu dong!" Permintaan Genta semakin lama semakin menjadi-jadi, mulai dari peluk lah, cium pipi lah, sekarang minta cium lagi.


Dirinya pun mendesis sebal sambil memutar bola matanya,


"Nggak ahh ! Ayokk !"


"Kalau gitu aku yang cium aja.." timpal Genta cepat.


Ia menoleh bersamaan saat bibir Genta mendekat ke arah pipinya. Seketika membuat bibir mereka menjadi sangat dekat, tapi untung Genta langsung menghentikan aksi.


Genta tampak menelan salivanya dan masih terpaku menatap bibirnya, sontak membuatnya juga melakukan hal yang sama.


Dengan nafas yang saling menderu, mereka saling beradu pandang. Namun Genta langsung mendaratkan ciuman di keningnya.


"Di sini aja, daripada nanti telat atau malah nggak jadi berangkat." gumam Genta sambil mengulum senyum, membuatnya wajahnya menjadi merona.


................


Genta


Suara dentuman musik, lalu lalang orang yang berbalut bikini, ataupun orang-orang yang hanya bersantai menikmati sunset pun menjadi pemandangan sore ini.


Mereka berdua telah berkumpul bersama teman-teman Genta.


"Cakep bener Ta' cewekmu.." bisik Yoga sambil mendekat ke arahnya.


Dirinya pun hanya tersenyum dan menaik turunkan alisnya.


"Tapi nggak usah dilihatin mulu, colok nih mata!" protesnya yang membuat Yoga tergelak.


Matanya menatap Prisha yang saat ini memang terlihat sangat cantik dengan kaca mata hitam yang bertengger manis di hidung mancung perempuan itu. Wajah Prisha sangat dominan ayah Rendra yang memang sangat tampan.


Tiba-tiba ada yang mengalungkan tangan di lehernya dari belakang.

__ADS_1


"Hai kamu, apa kabar Genta?" sapa cewek itu kemudian mengecup pipinya, membuat Prisha yang berada di sebelahnya langsung menatap ke arahnya.


......................


__ADS_2