A.R.O.H.A (Aroha)

A.R.O.H.A (Aroha)
Bulan Madu Yang Sesungguhnya


__ADS_3

Kakak-kakak semuanya maaf kalau saya jarang up, karena kerjaan saya lagi banyak.


Mohon doanya, karena sebentar lagi saya mau buka kedai makanan.


Yang tinggal di Solo Raya ataupun Yogya mungkin, monggo mampir nanti kalau sudah buka.


Terimakasih,


.chi. 😊


.....................................


......................................


Nusa Penida


Genta


Di hari pertama dan kedua mereka berada di Nusa Penida, ia mengabulkan semua keinginan istri tercintanya untuk menikmati pantai, diving, berfoto-foto ria.


Istrinya yang memang sangat hobi travelling semasa lajang terlihat sangat antusias dan bahagia saat ini. Apalagi kepergian mereka kali ini, benar-benar tanpa Bisma, tanpa harus ada lagi jadwal pumping asi, ataupun memikirkan tempat yang ramah anak.


Kali ini mereka berdua benar-benar pergi ke tempat-tempat yang pastinya tidak bisa mereka datangi saat membawa anak.


"Mas, yang ini bagus mas. Aku kelihatan glowing..!" istrinya menunjuk salah satu foto mereka saat berada di Smoky Beach dengan Prisha yang hanya memakai bikini berwarna two pieces yang menurutnya adalah bikini paling sexy dari sederetan bikini yang istrinya bawa saat ini.


Matanya langsung melirik tajam ke arah istrinya yang sedang memegang camera, memilih-milih gambar, dan juga masih memakai bikini berwarna hitam saat ini.


"Emang bagus, tapi nggak ada yang boleh posting ke media sosial..!" ketusnya tanpa basa-basi.


Bisa gila dirinya, tubuh istrinya yang sangat putih, mulus walaupun ada beberapa bekas jahitan di perut. Tapi tubuh Prisha tergolong sangat terawat, perut yang kembali rata, bagian dada yang semakin berisi setelah menyusui, dan juga bagian belakang yang semakin mempesona, dilihat oleh ribuan orang di media sosial.


"Iihh mas..kok gitu? Terus ngapain coba foto-foto, kalau nggak boleh posting?" istrinya terlihat sudah menekuk wajah menatap dirinya.


"Boleh posting, boleh aja..tapi jangan yang itu..! Jangan yang pakai bikini dong sayang.." rayunya sambil mulai membelai tubuh istrinya.

__ADS_1


"Kalau gitu yang ini..?!"


Lagi-lagi Prisha menunjukkan foto saat istrinya masih berpakain sexy walaupun sudah ditutupin outer tapi berbahan tipis.


Kepalanya kembali menggeleng dengan bibir yang mulai bergerak lincah di leher istrinya. Namun istrinya masih tetap berniat memilih foto daripada meladeni pancingannya.


"Terus yang mana mas?" Prisha mendengus pelan, namun sembari membuka akses lebih lebar untuk bibirnya menikmati leher jenjang putih itu.


"Nanti aku kasih tahu yang mana.." gumamnya seraya mengambil alih camera itu dan meletakkannya di kursi samping.


Cukup dua hari ia menahan hasratnya untuk tidak menyentuh istrinya, karena ia ingin Prisha bahagia dengan liburannya kali ini. Tapi tidak untuk malam ini dan malam-malam selanjutnya. Mungkin kamar, ranjang, bathtub dan kolam renang akan menjadi destinasi mereka menghabiskan sisa dua malam di sini.


Istrinya yang sudah di bawah himpitannya, hanya mampu menikmati.


"Mas, tapi ini di luar lho mas.." desis Prisha sambil sedikit menjambak rambutnya.


"Nggak akan ada yang lihat. Ini kan private..nikmati aja sayang.." jelasnya lalu kembali dengan aktivitasnya yang menyenangkan bersama istrinya.


Memang saat ini mereka masih berada di atas lounger chair, dengan kolam renang berada di depannya dan bintang-bintang yang menjadi atap mereka. Tapi, bukankah ini akan menjadi sensasi yang berbeda bukan?


"Kita bikin adik buat Bisma ya.." bisiknya ke telinga Prisha yang saat ini sudah bergerak di pangkuannya dengan tangan melingkar di lehernya.


"It was great, baby! Thankyou..i love you.." ucapnya sambil menyapu keringat di kening dan juga hidung Prisha, mengecupnya, kemudian menarik istrinya yang tengah terkulai lemas di ranjang ke dalam pelukannya.


Prisha


Malam ini badannya terasa sangat lelah, tulangnya seakan lepas dari badannya. Bagaimana tidak? Suaminya tidak membiarkannya lolos sedikit pun mulai dari kemarin malam.


Dirinya berdiri di depan cermin melihat pantulan dirinya yang terlihat lebih segar setelah mandi dan hanya ada satu tanda yang ditinggalkan Genta di tubuhnya.


Saat ini ia langsung memakai hot pants dan kaos tipisnya sebelum keluar dari kamar mandi, pasalnya dari kemarin malam ia sama sekali tidak diperbolehkan suaminya memakai pakaiannya.


Ohh tidak?! Suaminya memperbolehkan dirinya memakai pakaian kok, tapi hanya bikini, lingerie, atau bathrobe. Romantis bukan?


"Aduh, kok pakai baju lengkap sih sayang.." gumam Genta yang duduk bersantai di atas ranjang.

__ADS_1


Ia menaikkan satu alisnya dan menghela napasnya,


"Aku capek mas, masih ada besok pas kita di rumah Renon..!" gerutunya lalu merebahkan dirinya di atas ranjang.


Setelah dari Nusa Penida, mereka masih stay di rumah Genta yang di Bali selama 2 malam, jadi ia tidak akan menyerahkan lagi dirinya ke suaminya malam ini.


Suaminya malah terkekeh menatap dirinya,


"Kamu ini gimana sih, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dong.."


Matanya langsung mendelik ke arah suaminya yang saat ini menatap lekat wajahnya.


"Kita kan *honeym*oon sayang, kita baru sempat honeymoon yang sesungguhnya kam sekarang. Dulu-dulu kita kan cuma menghabiskam malam di hotel, rumah, kos." imbuh suaminya lagi sambil membelai wajahnya.


Raut wajahnya langsung berubah malas,


"Honeymoon ya honeymoon, tapi pulang-pulang yang ada encok nih badan, nggak bisa gendong Bisma."


"Besok lagi ahh mas..kamu mau gaya apa aja boleh deh, tapi besok.." jawabnya sembari mendekap tubuh tegap suaminya.


Genta kembali terkekeh sambil membelai rambutnya.


"Iya nyonya.."


"Yang, kemarin aku ditawarin Harsa, tanah di daerah Canggu, dekat sama resto kamu, harganya agak miring.Butuh uang yang punya. Besok mau lihat nggak? Ya lihat-lihat aja dulu."


Matanya menatap mata suaminya,


"Mas mau beli tanah lagi? Emang ada uang?" tanyanya polos seakan tidak mengetahui keuangan keluarga kecilnya.


"Ya tabungan pribadi sih masih cukup kalau buat beli tanah, cuma ya pasti menipis. Aku mikirnya daripada kamu sewa-sewa terus, aku lebih milih tabungan menipis tapi kita punya aset lagi. Nanti tinggal pendapatanmu jualan, sebagian dimasukin ke tabungan, semacam nyicil aja gitu."


"Ya tapi lihat besok dulu, gimana keadaan tanah di sana. Sertifikatnya gimana juga, bermasalah apa nggak." tambah Genta.


Ia menganggukkan kepalanya,

__ADS_1


"Iya kita lihat dulu besok, aku ngantuk yang.." gumannya dengan mata yang mulai menggelayut, efek kelelahan dan juga aroma tubuh suaminya yang selalu membuatnya candu.


......................


__ADS_2