A.R.O.H.A (Aroha)

A.R.O.H.A (Aroha)
Malam Bersama Adik Sayang


__ADS_3

Probolinggo


Berlian


"Ini kita tidurnya jejer-jejer gini aja ya berarti, macem ikan asin?" tanyanya sembari merapikan 3 kasur berukuran single yang ditata di ruang tamu.


Kemudian matanya menatap Prisha yang dari tadi paling sibuk membantunya di dapur sampai sekarang ini.


"Kamu nggak apa-apa dek tidur semacam ini?" tanyanya lagi kali ini lebih ditujukan ke Prisha, karena ia tidak mengerti Prisha secara lebih dalam.


Perempuan cantik itu malah tergelak mendengar pertanyaannya.


"Santai aja lagi mbak, aku bisa tidur di mana aja orangnya." ucap Prisha masih sambil terkekeh yang membuatnya ikut tertawa.


Namun sahabat perempuannya yang bernama Rengganis tampak berdiri sambil memandangi kasur yang telah ditata rapi itu seraya memikirkan sesuatu.


Jari Rengganis menunjuk kasur itu dengan bibir mengerucut serta alis yang saling bertaut.


"Tapi ini nanti penataan tidurnya gimana ini kalau jadi satu gini?" celetuk Rengganis yang membuatnya juga ikut berpikir.


"Iya juga ya..ehhmmmm..." dirinya berusaha memikirkan jalan keluar.


"Kamu sebelah aku aja gimana? Atau aku di tengah-tengah kalian berdua? Dengan senang hati lho aku nggak apa-apa." timpal Anjas sambil memperlihatkan cengiran ke arahnya.


"Gue yang ogah sama elu ! Mending tidur di teras gue..!" sahutnya seraya memutar bola matanya.


"Aku ya emoh (nggak mau)! " sahut Regganis kali ini sambil mencibir.


Setelah memikirkan jalan keluar bagaimana cara menata posisi tidur mereka dengan perdebatan yang cukup alot. Akhirnya, masih tetap tidak ada jalan keluarnya.


"Udah deh gini aja, daripada ribut. Mbak Berlian paling pinggir, terus Mbak Ganis, terus aku, habis itu Mas Genta, baru kalian berdua !" ucap Prisha sambil menunjuk Damar dan Anjas secara bergantian.


Sontak Genta yang sedang duduk di sofa langsung mendongakkan kepala dan menatap Prisha yang tampak santai mengucapkan jalan keluar itu.


"Gimana?" tanya Prisha lagi sambil menatap mereka satu per satu secara bergantian.


"Aku sama Mas Genta kan udah sering peluk-pelukan, jadi santai aja." celetuk Prisha sambil tersenyum lebar yang membuat Genta menampilkan cengiran ke arah mereka semua.


"Oke ! Setuju !" ucap Ganis dan Anjas bersamaan.


"Aku mah terserah.." sahut Damar sambil menguap.

__ADS_1


"Yaudah aku tidur duluan ya, ngantuk aku." ucap Damar lagi seraya melompat menjatuhkan diri ke atas kasur.


Genta


Bibirnya masih menikmati kopi di teras rumah kontrakan Berlian ditemani oleh empunya rumah dan juga Rengganis.


Sedangkan Damar sudah paling awal tertidur, kemudian disusul Anjas yang saat ini juga sudah ikut memasuki alam mimpi. Begitu pula Prisha yang sudah tampak tertidur pulas.


"Kamu belum juga nyatain perasaan kamu ke Prisha, Ta'? tanya Berlian sambil menatap dirinya.


Bibirnya tersenyum dan kepalanya menggeleng.


"Nunggu apa lagi sih Ta'? Keduluan orang lain lagi baru tahu rasa lo..!" celoteh Berlian dengan sedikit geram.


"Lihat aja, palingan juga bentar lagi Wisnu beraksi." sahut Ganis kemudian menyeruput kopi.


Matanya langsung melirik ke arah Ganis dan menghela napasnya.


"Aku percaya jodoh nggak akan kemana.." jawabnya santai sambil terkekeh.


Seketika tangan Ganis sudah memukul kepalanya dengan sendok bekas mengaduk kopi.


"Ya nggak gitu konsepnya dong ganteng! Orang itu kalau suka ya didapatin bagaimana caranya bukannya dilepas." geram Ganis sambil membelalakan mata ke arahnya.


"Kamu kan tahu sendiri ibuku gimana kalau masalah keyakinan." jelasnya kemudian menghela napasnya.


"Ya tapi kan kalian nggak beda jauh. Aku rasa nggak terlalu masalah." ucap Berlian sambil tersenyum ke arahnya.


Dirinya hanya menjawab dengan mengangkat bahunya, entah jawaban apa yang harus keluar dari mulutnya saat ini.


Setelah jam telah menunjukkan pukul setengah 12, akhirnya mereka masuk ke dalam dan ikut merebahkan diri ke atas kasur.


Ia pun mengambil posisi di antara Anjas dan juga Prisha. Ditatapnya wajah Prisha yang telah tertidur pulas.


Cantik, batinnya.


Tangannya membelai rambut lurus Prisha dengan bibir tersenyum tipis. Dipandangnya bulu mata Prisha yang lentik, hidung yang mancung, dan bibir ranum Prisha.


Entah apa yang merasukinya, ia memberanikan diri mencium kening Prisha saat itu, kemudian nnegelus kembali rambut Prisha.


Namun, tiba-tiba tangan Prisha mendarat ke atas pinggangnya dan memeluknya, serta membenamkan kepalanya di dadanya. Sontak membuat dirinya kaget dan juga bahagia. Namun, ia memilih membiarkannya dan memejamkan mata untuk beristirahat.

__ADS_1


Prisha


Sebenarnya saat Genta, Ganis , dan juga Lian berbincang di teras, matanya belum sama sekali mengantuk.


Ia masih mendengar jelas apa yang sedang mereka bertiga bicarakan, dan ternyata tentang dirinya.


Hatinya cukup bahagia saat mendengar perasaan Genta yang ternyata juga sama dengan dirinya. Namun, hatinya juga masih terasa sesak saat mengerti bahwa Tante Ara dan Om Arya ternyata sangat berpegang teguh masalah keyakinan.


Saat Genta membelai wajahnya dan mencium keningnya, ia masih sangat sadar hanya berpura-pura menutup matanya.


Perlakuan Genta yang seperti itu, membuatnya memberanikan diri untuk memeluk Genta dan membenamkan kepala ke dalam pelukan lelaki yang sudah dari dulu membuatnya jatuh hati.


................


Matahari sudah tampak membumbung tinggi, Anjas dan juga Berlian sudah tampak bangun terlebih dahulu.


Anjas


"Uluh..uluh..mesra amat nih dua manusia ini, berasa di kos berduaan aja. Yang lain ngontrak!" celoteh Anjas sambil memandang Genta dan Prisha yang masih tidur dengan posisi berpelukan.


Berlian pun juga ikut tergelak tanpa suara,


"Jatuh cinta mahh bebas ! Udah aah, temanin aku siapin sarapan aja yukk!" ucap Berlian seraya menarik tangannya menuju dapur.


Tak lama kemudian Rengganis dan Damar pun telah menyusul mereka ke dapur.


"Ada yang lagi honeymoon di depan, sampai ayam berkokok aja nggak bangun." ucap Damar sambil terkekeh.


"Udah biarin aja! Biar mereka menikmati berduaan, kasihan halang rintangnya banyak, udah macam pramuka aja mereka." celetuk Ganis yang membuat mereka semua tergelak.


"Lihat begituan kan aku jadi kangen pacar. Pacar mana pacar? Yahhh jauh.." celetuk Ganis lagi sambil menepuk keningnya sendiri.


"Aku juga.." ucap Berlian dan Damar bersamaan.


"Aaahhh..kalian..! Aku kan juga jadi kangen enak-enak, tapi sama yang mana ya?" ucapnya yang sontak langsung membuat Berlian dan Regganis menoyor kepalanya.


"Dasar otak nggak pernah jauh dari sem pak !" geram Ganis sambil melotot ke arahnya.


"Bukan sem pak dong sayang, kalau sem pak berarti aku mainnya sama cowok dong. Jadi kangen yang anget-anget nih.." timpalnya yang semakin membuat wajah sahabat-sahabatnya jengah.


Beberapa menit kemudian, pasangan yang tengah mereka bicarakan akhirnya ikut bergabung bersama mereka di meja makan dekat dapur.

__ADS_1


"Gimana Ta'? Anget? Uuhh..ntar malam ke Bromo bisa panas nih Bromo, udah nggak dingin lagi.." celetuknya yang membuat Genta mengulum senyum dan Prisha tampak merona.


......................


__ADS_2