A.R.O.H.A (Aroha)

A.R.O.H.A (Aroha)
Sekilas Kisah Lain Sekar Untuk Harsa


__ADS_3

Sekilas kisah Sekar Untuk Harsa.


Ini perkenalan kisah selanjutnya ya..Sekar dan Harsa..


......................


"Maaf..maaf pak.." wajah perempuan itu tampak berkeringat dan terlihat sangat tergesa-gesa hingga menabrak dirinya yang sedang berdiri dengan beberapa narasumber yang akan mengisi seminar di kampus itu.


Mata gadis itu menatap matanya, ia sedikit menyipitkan matanya dan tersenyum tipis.


"Pak..?" ucapnya dengan menaikkan satu alisnya.


Bibir perempuan itu langsung mengatup rapat,


"Maaf..maaf mas..saya nggak sengaja. Saya mau masuk dulu mas, seminarnya mau dimulai." ucap perempuan yang wajahnya terlihat semakin menggemaskan baginya.


"Ya sudah, masuk aja. Masuk tinggal masuk." balasnya datar.


Namun wajah perempuan itu malah tampak merengut, kemudian pandangan beralih ke bawah yang membuatnya juga mengikuti arah pandangan perempuan yang tidak ia ketahui namanya itu.


"Gimana saya mau masuk kalau mas nggak lepasin tangan mas.." gumam perempuan itu pelan masih dengan tatapan memelas yang langsung membuatnya menahan tawa.

__ADS_1


"Oke, sorry. Silahkan masuk nona..!" tangannya pun melepas genggaman telapak lembut itu.


"Siapa namamu?" suaranya sontak membuat langkah perempuan itu berhenti tepat di sampingnya.


Bibir tipis itu tersenyum manis,


"Sekar.."


 


"Gila..gila..ganteng banget itu laki..! Mimpi apa aku ketemu sama laki seganteng itu..!" gumamnya dalam hati seraya menggeleng-gelengkan kepala dan kaki yang tetap melangkah masuk ke auditorium.


Ia kembali coba mengatur napasnya dan detak jantungnya yang sempat tak beraturan setelah kejadian hal yang tak disangkanya tadi.


"Hei..! Udah sampai sini lagi aja kamu..! Emang nggak ada tugas nyambut pejabat-pejabat lagi?" sahabatnya sudah bertengger manis di sampingnya.


Ia pun menggelengkan kepalanya,


"Nggak, paling weekend besuk aku balik lagi. Senin aku ada tugas soalnya."


"Haa? Gila ya kamu ! Depok - Semarang udah berasa Depok - Jakarta aja tinggal naik KRL..!" wajah Bunga tak dapat menutupi keterkejutannya itu, sedangkan dirinya hanya memberikan cengiran.

__ADS_1


"Ya namanya juga anak beasiswa, kalau nggak rajin masuk. Bisa dicopot aku, nggak dapat beasiswa, nggak kuliah dong aku nantinya."


"Helooo..! Tapi kan kamu udah duta wisata provinsi, nggak mungkin lah kampus mau ngelepas aset begitu saja!" elak Bunga sambil melirik ke arahnya.


"Apa sih arti sebuah gelar.." timpalnya sambil mengerucutkan bibir.


Memang setelah berhasil menyandang Duta Wisata Provinsi, ia harus mampu membagi kuliahnya dan tugasnya sebagai duta wisata.


Itu jelas tidak mudah baginya, kuliah di luar kota dengan beasiswa pastinya mengharuskan dirinya bolak-balik Semarang - Depok hanya demi mengatur waktu.


Gila bukan?


Ya, itulah yang ia rasakan terhadap dirinya sendiri. Disibukkan dengan kuliah mengejar nilai bagus agar tetap mendapatkan beasiswa dan juga disibukkan dengan tugas sebagai duta wisata.


Kalau perempuan seusianya pasti sibuk dengan berpacaran, apalah arti dirinya yang pacar saja tidak punya. Bukannya tidak ada yang mendekati, tapi ia lebih memeilih untuk menjalani hidup tanpa kekasih terlebih dahulu. Daripada isi kepalanya semakin bercabang dan membuatnya semakin gila.


Matanya tiba-tiba membelalak saat menatap panggung dengan bibir setengah menganga, saat seorang lelaki menatap dan tersenyum manis padanya.


"Ya Tuhanku..! Apa yang aku lakukan tadi? Ternyata dia.." gumamnya pelan sambil menutup mulutnya yang masih menganga, lalu menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap mata lelaki itu.


"Harsa Dewananda..itu dia orangnya.." gumamnya dalam hati.

__ADS_1


......................


__ADS_2