A.R.O.H.A (Aroha)

A.R.O.H.A (Aroha)
Rindu Bermesraan


__ADS_3

Battersea, London


Prisha


Usia kandungannya sudah memasuki usia 37 minggu dan operasi kelahiran anak mereka direncanakan saat kandungannya berusia 39 minggu.


Sinar matahari mulai masuk melalu celah tirai jendela kamar mereka. Tangan suaminya masih melingkar di pinggangnya. Ia mencoba meregangkan otot-ototnya. Namun tiba-tiba tangan suaminya sudah merayap ke atas menyentuh daerah sensitifnya.


"Maaasss..." protesnya yang malah bercampur dengan suara desisan. Ia menurunkan kembali tangan suaminya ke pinggangnya, namun tangan itu kembali ke atas dengan lincahnya yang hanya mampu membuatnya mendengus pelan.


"Kangen...gini aja nggak boleh.." bisik suaminya sembari meniup-niupkan hembusan napas ke tengkuknya dan tangan suaminya itu masih bergerak lincah di atas sana.


Daritadi malam sepulang kerja, suaminya meminta sesuatu hal yang ada-ada saja menurutnya. Genta memintanya memakai lingerie berbahan satin berwarna nude yang hampir serupa dengan warna kulitnya dengan belahan dada yang cukup terbuka.


Padahal mereka juga tidak melakukan kegiatan panas apapun, karena kandungannya yang beresiko tinggi membuat suaminya harus berpuasa selama dua bulan ini.


"Kalau sampai kontraksi, bilang lho ya.." bisik suaminya yang mampu mengembalikan kesadaraannya karena sentuhan Genta yang sempat membuatnya terlena.


Jujur, ia juga sangat merindukan hal itu bersama Genta. Ia membalikkan badan untuk berhadapan dengan wajah ganteng suaminya. Genta memeluk pinggangnya erat, membuat mereka tak berjarak sama sekali. Namun perutnya yang membuncit membuat mereka terkekeh.


"Kangen ibunya, tapi ada anak bapak di tengah-tengah gini sekarang." ucap suaminya sembari mengelus perutnya dan membuatnya tertawa kecil.


Ia mengecup bibir suaminya,


"Kangen banget ya? Sampai aku disuruh pakai baju begini tadi malam?"


Genta menatap lekat wajahnya dan merapikan rambut-rambut halusnya.


"Banget, tapi ya ditahan dulu sampai 40 hari habis lahiran dehh. Nasib, untung istrinya pengertian." kerling Genta sambil mengulum senyum.


"Mau lagi?" godanya dengan gerakan tangan yang mulai bergerak lihai di tubuh suaminya, langsung berhasil membuat suaminya mulai mendesis.


"Damn! Sssshhh.." desis Genta saat ia mulai memainkan hal yang menyenangkan.


"Good girl, i like it..!"


Senyuman kemenangan menghiasi wajahnya saat berhasil membuat suaminya melayang menembus pusara kenikmatan.


Genta mengecup lehernya berulang kali.


"Makasih sayang."


"Dek, ibu kamu paling jago buat bapak merem melek. Kamu sih, nggak boleh ditengokin bapak, padahal bapak kan kangen." gumam Genta dengan tangan mengelus perutnya.


"Hiisshh.. mas ihh..! Ngajarin anaknya yang benar sih..!" ucapnya yang membuat suaminya tergelak.


Tapi suaminya masih tampak menginginkan dirinya, buktinya suaminya kembali membenamkan kepala di titik sensitif bagian atasnya yang sontak membuatnya mendesah.


"Hari ini aku libur, aku pengin seharian kita begini.." gumam Genta kemudian kembali menyusuri kenikmatan itu.

__ADS_1


Suaminya masih mandi setelah seharian mereka memilih menghabiskan waktu sesuai keinginan Genta.


drrrttt...drrrttt..drrrtt...


Tangannya mengambil handphone suaminya yang berada di atas nakas.


Hai Genta sayang, how r u sayang? I miss ur warmth.


Matanya seketika membulat saat membaca pesan chat yang tidak ada namanya. Ia mulai membuka foto profil nomor itu, seorang perempuan cantik yang sepertinya ia tahu wajah itu, tapi siapa. Entahlah?!


Ceklek..


Suaminya menatap dirinya sambil mengernyit.


"Kamu kenapa mukanya cemberut gitu?" ucap suaminya sembari mengeringkan rambut dengan handuk kecil.


Ia berjalan mendekat ke arah Genta yang masih berdiri di depan kamar mandi.


"Dapat chat itu dari fans wanita kamu, katanya rindu kehangatan kamu!" ucapnya sinis kemudian masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan suaminya malah tampak bingung dengan ucapannya.


Genta


Ia mencoba mencerna ucapan Prisha, kemudian berjalan mengambil handphone nya yang sudah tergeletak di atas tempat tidur.


"Dira?" gumamnya pelan saat melihat foto profil nomor itu.


Ia tak membalas apapun memilih membiarkan chat itu, karena baginya yang terpenting adalah menjelaskan ke istrinya siapa perempuan itu.


"Udah ingat siapa perempuan itu?" tanya Prisha tanpa menatap ke arahnya.


Kepalanya pun mengangguk,


"Ingat.."


Prisha langsung menoleh ke arahnya dan menatap lekat wajahnya dengan tatapan tajam.


"Dira namanya.." jawabnya yang malah membuat Prisha mengerutkan kening. Dirinya paham, Prisha tidak pernah tahu siapa itu Dira, karena memang ia tidak pernah menceritakan hubungannya dengan Dira saat itu.


"Mantan?" tanya istrinya kembali dengan nada datar.


Kepalanya menggeleng.


"Terus?" cecar Prisha yang semakin tampak bersungut-sungut.


"Duduk dulu sini, baru aku jelasin.." pintanya tenang sambil menepuk-nepuk sisi ranjang di sebelahnya.


Istrinya pun terlihat menuruti keinginannya, kemudian menatap dirinya dengan menekuk wajah.


"Aku jelasin, tapi janji nggak pakai marah-marah. Gimana?" tawarnya sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ya tergantung apa dulu penjelasannya..! Kalau mas macam-macam, ya aku marah..!" salak istrinya.


"Oke..oke.."


"Dira itu masa lalu aku, anak FEB.." Prisha kembali mengernyitkan wajah.


"Kamu nggak tahu siapa dia, karena aku emang nggak pernah cerita sama kamu. Aku jalan sama Dira, pas aku koas. Aku sama dia jalan hampir setahun, tapi kita berdua nggak pacaran."


Mulut Prisha menganga dengan sempurna sembari menatap wajahnya.


"Haa??!! Dira kakak tingkat aku yang mantannya Wisnu itu? Whaaattt??! Mas pernah jalan sama dia?"


Bibirnya langsung mengatup rapat dan menatap wajah istrinya.


"Tunggu..! Kalau nggak pacaran, terus rindu kehangatan apa? Emang mas magic com?" sungut istrinya yang hampir membuatnya tertawa, namun ia tahan.


"Penting gitu cerita sekarang? Kan itu masa lalu." Jawabannya malah semakin membuat istrinya geram.


"Ya bagi mas itu masa lalu, tapi bagi si Dira ternyata masih merindukan kehangatanmu..!" salak Prisha lagi dengan napas mulai memburu.


"Ya pokoknya intinya aku pernah jalan sama dia, layaknya orang pacaran tapi tanpa status. Aku sama dia nggak pernah sampai ngelakuin hal itu, tapi untuk pernah ngapain aja, nggak perlu lah aku jelasin. Itu masa lalu, oke?" pintanya sembari menggenggam tangan Prisha.


Istrinya masih tampak menekuk wajah tanpa menatap dirinya.


"Mas pernah tidur sama dia ya pasti?" tanya istrinya to the point yang membuatnya diam seribu bahasa, bingung harus berkata apa dan hanya bisa berdehem pelan.


"Iya berarti jawabannya. Pantas aja mas dari dulu nggak pernah akur sama Wisnu, ternyata pernah suka sama perempuan yang sama." sungut Prisha yang membuatnya hanya mampu menelan salivanya.


"Iya emang aku dari dulu nggak pernah akur sama Wisnu, karena suka perempuan yang sama.."


Ucapannya langsung membuat Prisha menatap dirinya dengan tatapan sendu.


"Tapi bukan Dira..! Karena Wisnu berani dekatin perempuan yang aku jaga dari masih balita ! Mana mungkin aku bisa akur sama Wisnu, kalau dia berani dekatin kamu saat itu..?!" tegasnya yang membuat bibir Prisha tersenyum tipis menatapnya.


"Ngapain senyum-senyum?!" tanyanya sambil menatap tajam istrinya.


"Iiissshh.. seharusnya aku yang marah, kenapa malah jadi mas?"


"Ya karena emang nggak perlu ngeladenin Dira, aku aja nggak pernah contact sama sekali. Mungkin dia juga nggak tahu kalau aku udah nikah sama kamu." jelasnya sambil merangkul pundak istrinya.


Prisha malah naik ke pangkuannya, mengalungkan tangan ke lehernya dengan tatapan menggoda,


"Tapi Dira seksi kan? Gede lagi..!" gumam istrinya sambil menatap matanya.


"Gede sih gede, tapi lebih menggoda wanita di depan aku saat ini." balasnya sambil menyusuri ceruk leher Prisha dengan hidungnya.


"Gombal..! Tapi Dira seksi kan? Enak juga kan?" goda istrinya yang bermain di dada bidangnya.


"Tapi nggak ada yang bikin aku bisa menggila seperti kamu. Jadi jangan mancing-mancing seperti ini..! Ayo turun nggak?!" ucapnya sambil menggelitik pinggang Prisha.

__ADS_1


"Ampuun..Ampunn..Oke..Oke..Udah..!" teriak istrinya sambil terbahak dan melepaskan diri dari dekapannya yang membuatnya terkekeh.


......................


__ADS_2