A.R.O.H.A (Aroha)

A.R.O.H.A (Aroha)
Hubungan Jarak Jauh Tanpa Status


__ADS_3

Yogyakarta


Prisha


Jangi janger, sengsenge sengseng janger


Sengsenge sengseng janger


Seriam kenyem ne manis


Kelap-kelap ngalap bunge…


🎶Jangi Janger - Lagu Daerah Bali 🎶


Sore ini suaranya memenuhi ruang latihan untuk acara seni di GWK Bali yang akan dilaksanakan seminggu lagi.


"Good job Prisha!" teriak kakak tingkatnya seraya mengacungkan dua jempol ke arahnya.


"Terus ini aku juga jadi nari Pendet juga nih? Banyak ya tugasku.." gumamnya terkekeh sembari menaruh mikrofon di atas meja.


"Semangat ya cantik!" ucap seseorang pria yang juga merupakan seniornya, namun malah membuatnya memutar bola matanya karena merasa jengah dengan orang itu.


tiinggg..tiinggg..tiinggg..


Mas Genta ❤


Udah selesai latihannya? Pulang sama siapa?


Bibirnya langsung melengkung tersenyum ketika mendapati pesan dari lelaki yang ia sayangi.


"Prisha, besok latihan sama gamelan ya. Jam 3!" ucap kakak tingkatnya kemudian berlalu meninggalkannya yang masih duduk di ruangan latihan bersama teman-teman lainnya.


"Iya..siap!" teriaknya.


................


Selong, Lombok Timur, NTB


Genta


Tak terasa tinggal 2 bulan lagi dirinya menjalani program internsip di Selong, Lombok Timur. Setelah itu ia berencana akan mendaftar program beasiswa spesialis.


tingg...tiinggg..tingg..

__ADS_1


Prisha Nismara ❤


Ini barusan selesai, besok latian lagi. Aku bawa mobil sendiri mas. Lagi apa mas? Kangen...😔


Hubungannya sekarang dengan Prisha pun belum dikatakan sebagai sepasang kekasih secara sah, karena konon katanya untuk menjadi sepasang kekasih kan harus ada acara tembak-menembak.


Sedangkan dirinya dan Prisha belum ada hal itu, namun mereka sudah saling menyatakan perasaan sayang mereka. Jadi, sebenarnya menurut mereka berdua ya hubungan mereka sudah lebih dari sekedar kakak adik. Namun, masih belum sepengetahuan orangtua mereka.


Padahal mereka sudah menjalani hubungan spesial ini sudah hampir satu tahun. Namun, terkadang ia merasa kasihan dengan Prisha kalau memaksa Prisha harus menjalani hubungan jarak jauh dengannya.


Namun di sisi lain, Prisha yang gampang bergaul dan membuat banyak laki-laki mendekat ke gadis kecilnya itu, membuatnya merasakan cemburu. Dan hal itu pula yang belum sempat ia bahas dengan Prisha selama ini.


"Hai cantiknya ayah Rendra..kangen ya? Uhmm, kasihan.. sabar ya, itung-itung latihan kalau semakin jauh besok-besok.." gumamnya sambil tersenyum ke perempuan yang ada di seberang.


"Kok ayah Rendra? Kangen banget..! Mas nggak pulang 3 bulan. Mau aku samperin nggak, habis dari Bali?" tanya Prisha dengan suara dan ekspresi manja yang selalu membuatnya gemas.


"Ya kan emang kamu masih cantiknya ayah Rendra, selama belum aku minta dari ayah Rendra. Nggak usah. Aku sibuk di sini, nanti kamu malah aku tinggal-tinggal. Sabar, bentar lagi selesai." ucapnya berusaha menenangkan hati Prisha, walaupun sebenarnya ia pun rindu.


Prisha tampak menjulurkan lidah ke arahnya,


"Masih lama itu dua bulan lagi. Nggak mau aku samperin, karena biar nggak ketahuan sama cewek yang di sana ya?"


Sindiran Prisha langsung membuatnya tergelak, bahkan terbahak.


Prisha tampak mencibir ke arahnya,


"Bilangin aja ke cewek itu, jaga matanya, nggak usah goda-goda mas Genta, kalau nggak mau dicolok matanya." protes Prisha seraya membelalakan matanya yang membuatnya semakin terkekeh.


"Yaudah, pulang dulu sana. Udah malem lho."


"Iya, yaudah aku pulang dulu ya kalau gitu.."


"Nyetirnya hati-hati, nggak grasak-grusuk. Nggak ada aku, jadi jaga diri sendiri. Sampai rumah kabarin. Love you.." pintanya menyuruh Prisha untuk hati-hati, mengingat gadis kecilnya itu selalu sembrono alias tidak hati-hati.


"Iya..siap pak dokter..! Love you too, muach!"


Bibirnya langsung tersenyum setelah video call itu berakhir. Rasanya ingin sekali dirinya memeluk gadis kecilnya itu sekarang juga.


"Dok..ada pasien anak kecil, keluhan demam 39°C dan kelihatan lemas dok.."


Laporan perawat IGD yang saat ini berjaga bersama dirinya membuyarkan lamunannya tentang Prisha.


Kakinya berjalan menuju tirai nomor 2 yang sudah terisi seorang anak perempuan berumur 5 tahun tampak terkulai lemas.

__ADS_1


"Selamat malam, demam tingginya sudah berapa lama bu?" tanyanya ke wanita yang ia yakini ibu dari anak ini.


"Udah 2 hari dok, mau 3 hari besok. Awalnya 38 tapi sore ini naik 39. Sudah saya kasih paracetamol tapi tetap nggak turun. Anaknya lemes, makan minum harus dipaksa, dan katanya pusing, sama mual. Jadi banyak muntahnya kalau makan minum."


Kepalanya mengangguk pertanda paham dengan penjelasan wanita yang tampak panik itu. Tangannya mengarahkan pen light ke mulut anak itu yang sudah terbuka lebar. Kemudian berpindah ke mata untuk memeriksa reaksi pupil mata.


"Kita periksa darah saja ya bu, nanti kita lihat hasilnya seperti apa. Dan sambil menunggu hasilnya keluar, kita pasang infus dulu saja ya bu, biar tidak dehidrasi parah."


"Nanti dibantu sama perawat ya bu. Permisi, terimakasih." jelasnya sambil tersenyum.


"Sus, cek NS1 ya. Pasang saline sama paracetamol." perintahnya ke perawat yang berdiri di sebelahnya, kemudian beranjak pergi.


Ia kembali duduk di kursinya, lalu mencatat rekam medis pasiennya itu dengan sesekali matanya menatap handphone nya yang terlihat ada pesan masuk.


Prisha Nismara ❤


Aku belum sampai rumah, makan dulu laper..


Prisha mengirimkan foto sate padang langganan mereka yang terletak tak jauh dari rumah Prisha.


Prisha


Hatinya saat ini adalah milik lelaki bernama Genta, hanya ada satu nama itu sekarang. Walaupun status mereka masih belum jelaa, namun dirinya menikmati itu.


Hubungan jarak jauh tanpa status yang mungkin menjadi sumber malapetaka bagi insan yang sedang saling mencinta, tapi hal itu tidak berarti baginya. Sama sekali.


Ia tahu Genta sayang sekali dengan dirinya, begitu pun sebaliknya. Jadi, kepastian status itu tidaklah penting baginya saat ini. Namun, suatu saat nanti ia pasti akan meminta kejelasan itu, tapi tidak untuk sekarang.


Mas Genta ❤


Iya sayangnya aku, selamat makan. Pokoknya sampai rumah kabarin. Take care baby, 😘


Wajahnya saat ini pasti sudah tampak merona, hatinya semakin rindu dengan Genta saat ini. Rindu aroma tubuh Genta, rindu senyuman Genta, dan rindu pelukan hangat Genta.


Saat fokus tersenyum menatap handphone nya, tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang.


"Mbak Prisha.."


"Ayo dimakan, pacarannya nanti lagi.."


Suara seorang wanita dan pria yang sangat tidak asing baginya dan saat ini membuatnya mati kutu. Detik ini juga, ia sangat takut kalau layar handphone nya yang masih menyala terang dan memperlihatkan percakapannya dengan Genta dapat terbaca oleh sepasang wanita dan pria itu.


Kepalanya menoleh ke belakang secara perlahan dan memberikan senyuman yang dihiasi dengan kegugupan.

__ADS_1


......................


__ADS_2