A.R.O.H.A (Aroha)

A.R.O.H.A (Aroha)
Goodbye and Welcome


__ADS_3

Cengkareng


Clara


Mengantar kepergian orang yang disayangi ke London, seperti yang dulu pernah terjadi sekitar 29 tahun yang lalu.


"Jaga diri, jaga kesehatan ya mas. Makan yang teratur dan bergizi, jangan stress. Pokoknya jangan sampai sakit, biar ibu nggak kepikiran di sini." ucapnya sambil memeluk erat putranya yang tingginya sudah melebihi dirinya.


"Iya bu, siap. Ibu tenang aja, ibu juga jaga kesehatan di sini. Udah nggak usah nangis.." ucap putranya sambil mengusap air matanya yang menetes di pipinya, kemudian membuatnya kembali tersenyum.


Giliran suaminya yang memeluk putra sulungnya,


"Ingat, harus pintar atur keuangan. Di sana apa-apa mahal, nggak usah kebanyakan nongkrong nggak jelas. Ya nggak apa-apa juga sih, cuma ada gadis yang nunggu dinikahin di sini." titah suaminya ke putranya sambil melirik Prisha.


Genta pun mengulum senyum,


"Siap hemat! Titip kos ya pak, selama aku di sana. Tapi, uangnya tetep ke aku. Nanti nggak ada modal nikah, kalau disabotase." seloroh putranya sambil terkekeh.


Memang Arya dan juga dirinya, mengajarkan Genta mengelola bisnis dari masa kuliah. Semenjak kuliah, mereka tidak pernah memberi uang saku ke Genta.


Mereka berdua hanya memberikan salah satu kos eksklusif yang mereka miliki untuk dikelola oleh Genta. Jadi, uang hidup Genta semasa kuliah ya hanya bersumber dari pendapatan usaha kos itu.


Namun, walaupun Genta seorang dokter, ternyata putranya itu memiliki bakat menjadi seorang pengusaha. Terbukti saat Genta mampu membeli tanah yang cukup luas dari sebagian pendapatan usaha kosnya itu, yang nantinya akan dijadikan sebagai tempat usaha Prisha.


Prisha akan menggunakan lahan itu untuk usaha kuliner, karena calon menantunya itu sangat pintar memasak. Sama persis dengan mendiang mama kandungnya dan juga mama sambungnya saat ini.


"Tenang..! Uang segitu mah, nggak ada apa-apanya buat bapak. Cuma receh aja itu, nggak nafsu bapak sama recehan gitu." seloroh suaminya sambil mencibir, kemudian tergelak.


"Sombong.." Genta pun ikut tergelak.


"Mas, rajin video call ya. Nanti, kalau aku kangen, aku ke nyusul ke sana ya." ucap Naras yang sudah berlinang air mata.


"Terserah, silahkan..boleh banget..! Kamu jaga diri, pacaran nggak usah aneh-aneh. Urus jatah usaha kamu dengan benar, nggak foya-foya! Nggak usah kebanyakan branded yang nggak penting."


Putrinya tampak mengangguk dengan semua nasihat putranya yang membuat bibirnya langsung tersenyum lebar.


Genta dan Naras termasuk kakak adik yang rukun. Yahh..berantem-berantem kecil sih wajar, tapi cepat akur dan saling merindukan.


Sekarang tinggal satu orang yang masih menunggu giliran memeluk putranya dengan air mata yang masih terjaga memenuhi mata.


Genta


Saat ini ia sudah tepat berdiri di depan kekasihnya yang masih mencoba menahan air mata agar tidak terjatuh.


Namun kenyataannya?

__ADS_1


Prisha langsung memeluknya dan menangis sejadi-jadinya, yang sontak membuat dirinya ikut meneteskam air mata.


Prisha tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Perempuan cantik pemilik hati dan hidupnya itu hanya bisa menangis di pelukannya.


Entah seperti apa sekarang bentuk kaosnya, basah, lusuh, atau apalah ia tidak peduli.


Tangannya mengelus-elus punggung Prisha, hingga tangisan kekasihnya itu tampak mereda, walaupun masih terisak.


"Udah?" tangannya beralih mengusap air matanya sendiri.


Prisha melepaskan pelukan dan menatap lekat wajahnya.


"Ingat apa yang aku katakan tadi ya. Dan yang penting jaga diri." tegasnya sambil mengelus pipi kekasihnya itu, kemudian mengecup kening Prisha.


"Udah tenang, Prisha di sini ibu yang jagain. Kamu di sana yang juga harus jaga diri, jaga hati, sama jaga mata. Tanggungjawab kamu bukan cuma ke Prisha, tapi ke Om Rendra sama Tante Asa. Sama ibu! Ingat Prisha ini anak ibu !" sahut ibunya yang membuatnya tersenyum lega.


"Yaudah ya, aku masuk dulu. Nanti kalau aku sampai Dubai, aku kabari. Sama kalau udah sampai London, aku kabari lagi." ucapnya yang masih mengelus pundak Prisha, kemudian melepaskannya.


"I love you sayang.." gumamnya pelan yang membuat Prisha merona.


Ibunya langsung mendekat ke arah Prisha, begitu juga Naras, lalu merangkul Prisha seraya melambaikan tangan.


Prisha


Matanya menatap punggung Genta yang semakin menjauh dan semakin hilang dari pandangannya.


Kapan lagi ia bisa memeluk kekasihnya itu, 6 bulan, setahun lagi atau lebih?


Entahlah, apalagi di sana Genta akan menjadi dokter residen dengan kesibukan yang luar biasa pastinya.


Kapan lagi ia dapat mencium aroma tubuh Genta?


Bahkan sampai ia meminta menyimpan salah satu baju favorit Genta yang sudah disemprot parfum favorit Genta.


Lucu? Berlebihan? Norak? Drama?


Terserah apa kata orang, hanya itu cara yang mampu membuat dirinya bahagia sampai bisa bertemu kembali dengan Genta.


Berpisah dengan kekasih dalam waktu yang lama dan jarak yang membentang lebar bukanlah sesuatu yang gampang.


"Berdoa, yakin jodoh nggak akan kemana mbak.." ucap Tante Ara sambil mengusap-usap punggungnya.


Dirinya pun mengangguk dan menghapus kembali air matanya.


Semangat Prisha! Senyum! We can do it !

__ADS_1


Hanya itu yang bisa ia ucapkan untuk dirinya sendiri.


................


Dubai


Genta


"Thankyou..!" ucapnya ke pramugari bertopi merah sebelum keluar dari pesawat.


Setelah hampir 8 jam penerbangan, akhirnya ia bisa meregangkan otot-ototnya dan berjalan kaki sekitar 1 jam sebelum kembali masuk ke pesawat dengan maskapai yang sama, hanya berbeda tipe pesawat.


Setelah selesai mengurus connecting flight ke Heathrow, akhirnya ia memutuskan untuk duduk sebentar dan menghubungi kekasihnya dan keluarganya. Kemudian mempersiapkan diri masuk kembali ke pesawat untuk menempuh sekitar 7 jam perjalanan lagi.


................


Jakarta


Prisha


Mas Sayang ❤


Aku udah di flat. Mau mandi dulu. Sayang lagi apa?


Bibirnya langsung tersenyum dan mengucap syukur, perjalanan Genta berjalan lancar.


"Mas Genta udah sampai London, udah sampai flat malahan." ucapnya ke Tante Ara, Om Arya, dan Naras yang sedang duduk menikmati makan malam di restaurant Jepang yang terdapat di salah satu mall di Jakarta.


"Puji Tuhan..ini juga barusan kabarin tante ternyata. Syukurlah.." ucap tante Ara sambil tersenyum lega.


Prisha


Lagi maem sushi, mas jangan lupa makan. Jetlag ya pasti?


Balasnya ke kekasihnya yang saat ini mungkin sedang mandi di siang hari.


Cukup lama ia menunggu balasan dari Genta.


Mas Sayang ❤


Wihh..enaknya..😍 Iya nih, di sini masih terang benderang, badan rasanya capek, tapi mata udah nggak bisa merem. Rebahan bentar, terus beberes lah mungkin. Love u sayang, selamat belanja. 😘


Rindu..satu kata yang menggambarkan hatinya saat ini, padahal belum genap satu hari ditinggal Genta.


Love you too mas, 😘😘

__ADS_1


......................


__ADS_2