A.R.O.H.A (Aroha)

A.R.O.H.A (Aroha)
Akhir Kisah Keluarga Hore Fams


__ADS_3

Sebelumnya saya meminta beribu-ribu maaf, karena jujur dua minggu ini saya nggak bisa membagi waktu untuk urusan kerjaan dan menulis.


Mohon maaf ya, kisah keluarga hore fams akan berakhir dan akan berganti dengan kisah Sekar dan Harsa dengan konflik yang lebih rumit dan banyak dari cerita ini.


Hore Big Fams undur diri..


Terimakasih untuk kalian semua..


I love you..!


......................


Sambil numpang iklan,





Monggo yang mau mampir dan saya minta bantuan untuk follow ya, biar nggak sepi.


instagram : ono.perfetto


Yang daerah Solo,monggo mampir ya. Monggo dicoba.


Terimakasih. 😊😊


......................................


......................................


Yogyakarta,

__ADS_1


Prisha


"Mas, tolong bantuin Bisma buat PR dulu ya, ini Nanda ribut terus daritadi." dengusnya sambil menatap suaminya.


Genta berjalan mendekat ke arahnya,


"Tapi nggak gratis ya, buat lagi satu, siapa tahu cewek.." bisik lelakinya itu dengan senyum penuh arti.


Ia pun kembali mendengus pelan,


"Hmm...."


"Coba terus aja, kalau sampai keluar lagi cowok, lama-lama jadi kesebelasan.." gumamnya dalam hati.


Memang suaminya sangat mendamba anak perempuan, makanya suaminya itu selalu memintanya untuk mau mengandung lagi.


Baru ia mau melangkahkan kaki menuju kamar, terdengar suara bel pintu rumah berbunyi.


"Bu..pak.." sapanya menghampiri mertuanya yang tengah membawa beberapa makanan.


"Bisma sama Nanda kita bawa aja ya, biar main sama Arka. Besok Naras flight pagi, tapi kalau kalian mau ke rumah ya kapan aja terserah yang penting anak-anak kita bawa dulu."


Permintaan ibu Ara langsung dijawab cepat oleh Genta.


"Boleh banget ! Dengan senang hati !"


Ia langsung melirik ke arah suaminya yang sudah tampak berseri-seri.


"Tapi Bisma kerjain PR nya dulu ya. Biar weekend udah bebas." jelasnya sambil menatap putranya yang sudah duduk di kelas 2 SD.


"Bawa aja, nanti biar bapak yang ngajarin." jawab bapak mertuanya sambil tersenyum.


Malam ini bebas tanpa rengekan anak-anak, tapi tidak untuk rengekan suaminya yang pasti meminta sesuatu.

__ADS_1


Genta


Ia mengerlingkan mata ke istrinya saat menatap wanitanya itu sedang menyisir rambut di depan cermin.


"Nggak usah rapi-rapi, nanti juga berantakan lagi.." gumamnya sambil mengulum senyum.


"Mau tidur di sofa aja aku.." sahut istrinya.


"Ohh jadi malam ini mau di sofa aja? Nggak sempit..?" timpalnya tanpa merasa bersalah.


"Aku mau tidur, ngantuk.." ketus istrinya yang membuatnya tergelak.


"Ya tidur aja, aku yang nggak tidur nanti aku bikin kamu kebangun juga.."


"Iiihh mas..!" Prisha sudah melemparkan bantal kecil ke wajahnya dengan sangat kesal, namun justru membuatnya semakin tergelak.


Namun wanitanya itu malah sekarang mendekat ke arahnya dan duduk di pangkuannya. Jari lentik itu membelai wajahnya.


"Tapi nggak pakai lama ya, aku capek.." bisik istrinya.


Bibirnya menyeringai,


"Tergantung seberapa liarnya dia nanti..aku nggak bisa jamin.." bisiknya dengan tangan membelai lembut istrinya.


Ia mulai menyatukan wajahnya dengan wajah cantik istrinya yang masih menjadi candu baginya. Mata Prisha sudah tampak berkabut saat ia berhasil bermain di titik-titik kelemahan wanitanya itu.


Malam ini Prisha tampak sangat menawan dengan lingerie satin berwarna merah dan aroma tubuh yang sangat menggoda.


"I love you...mas.." desis Prisha terbata-bata saat dirinya berhasil menerjang gelombang percintaan mereka malam ini.


"Me too..."


......................

__ADS_1


__ADS_2