Affair With My Boss

Affair With My Boss
Hanya sebatas ciuman


__ADS_3

Kalimat seperti itu bukan hal baru bagi Arini, itu sudah menjadi kebiasaan Exel, yang terus-terusan menghinanya. Tapi tetap aja perkataannya sangat menyakiti hatinya. Arini hanya merunduk sedih.


Sikap Arini yang nggak melawan perkataannya, membuatnya tertegun. Ada rasa penyesalan dihatinya, karena ucapannya tadi. Tapi, yang tadi itu emang kenyataan. Rasa sakit yang Exel rasakan karena dikhianati Arini, sampai sekarang masih membekas sempurna. Gimana tidak, disaat dia benar-benar mencintai seseorang untuk pertama kalinya, tapi akhirnya mendapat kenyataan pahit. Dia menyaksikan sendiri, Arini menikah dengan laki-laki yang bernama Bimo.


Waktu itu dia pulang liburan semester. Dan berniat ingin menemui Arini, tapi kenyataannya malah berbanding terbalik dengan yang dibayangkannya. Rasa iba yang dirasakannya tadi, telah menghilang karena kemarahan nya atas penghinaan Arini. Dia sangat membencinya, sekaligus menginginkannya.


Exel malah membalikkan badan Arini kearahnya, dan menciumnya dengan kasar. Gairahnya bercampur dengan kemarahan.


"Xel.., sayang ada didalam kan?" Panggil mamanya diluar kamar. "Ada Kanaya ini sayang, udah dari tadi nungguin kamu dibawah."


Arini kaget dan dengan cepat merapikan gaunnya yang berantakan, kecemasan terlihat sangat jelas diwajah cantiknya.


Dengan sigap, Exel menyembunyikannya.


"Ya mah.. Tunggu sebentar," jawabnya lantang dari kamar.


Pintunya terbuka, dan mamanya nyerocos dengan pertanyaannya. "Kok lama si sayang?


"Biasa mam lagi tidur..." jawabnya sambil pura-pura menguap.


"Bukannya tadi abis berenang yah, kok cepat banget tidurnya?" Mama menyipitkan matanya kurang percaya.


"Yaa biasalah ma.. Karena capek jadi ngantuk, kenapa sama Kanaya?" Berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Hai kak! Sapa Kanaya manja, aku masuk yah." pintanya.


"Nggak usah, biar aku aja yang keluar. Kita ngobrol-ngobrolnya dibawah aja." Exel berusaha menyembunyikan kegugupannya, bukan dirinya yang dia takuti akan tetapi Arini yang akan menjadi bahan kemarahan mama.


"Tapi kak, aku kan pengen lihat-lihat kamar kakak, yang nantinya jadi kamar kita juga.."


"Yaa.., nanti aja kalau udah nikah, gak baik kan ma berduaan dikamar.. Belum muhrim." Exel ngeles, agar Kanaya gak masuk kamarnya. Entar bisa ketahuan ada Arini didalam.


"Iya Naya.. Exel benar kali ini, mama setuju. Ayuk kita turun aja," ajak mamanya.


"Tapi kak!! Kakak kenapa? Sakit? Kok muka kakak memerah, trus keringatnya malah bercucuran kayak gitu, kayak abis olahraga. Bukannya kakak bangun tidur? Apa AC nya mati?" tanya kanaya bertubi-tubi.


"Ooohh ini," katanya sambil ngelap keringatnya. Karena sekarang Exel berusaha menahan gairahnya yang tertahan.


"Tadi kan abis berenang, jadi dingin. Makanya AC gak dinyalain.., malah ketiduran dan alhasil bangunnya kepanasan." Jelasnya lagi gak sabaran, "yaudah tungguin dibawah entar aku susulin yah mah. Mau ganti baju dulu, basah karena keringat ini," katanya sambil memegangi bajunya yang basah.

__ADS_1


Akhirnya Kanaya hanya bisa mengalah, karena ada tante Hera, makanya dia segan. Kalau gak ada, dia bakalan nyelonong masuk gitu aja. "Kapaaaann... coba bisa berduaan sama calon suami, tunggu aja entar kalau udah nikah, bakalan diikat terus dikamar," batinnya.


Kanaya turun bareng tante Hera, banyak sekali laki-laki yang mengejarnya. Cuma Exel yang gak peduli padanya, rasa penasarannya sangat besar terhadap Exel. Makanya dia ngelakuin segala cara untuk mendapatkan pria itu, jalan itu sebentar lagi bakalan terbuka, batinnya.


"Arin.. keluar!" pinta Exel.


Arini keluar dengan pipi yang pucat.


"Tunggu disini!" titahnya sambil mengganti baju didepan arini.


Dada Arini berdesir melihat tubuh kekarnya. Dia berusaha menjernihkan otaknya dengan memalingkan wajahnya agar kembali normal.


"Mendekatlah.." panggilnya. Arini patuh dan berjalan mendekati Exel waspada.


"Tunggu aku disini.., kamu gak bisa keluar sekarang bisa ketahuan kalau kamu ada dikamarku.. Takutnya mama berpikiran negatif nantinya."


"Baiklah.." jawabnya memelas.


"Kalau udah 10 menit kamu bisa turun susulin aku, nggak usah khawatir kalau ada pelayan yang lihat. Jalan aja trus tidak perlu hiraukan, mereka nggakkan berani mengusik wanitaku.." Exel meyakinkan Arini, agar dia nggak tersinggung karena menyembunyikanya tadi.


Kak Exel mengatakan wanitaku padanya.. Arini sangat senang dan tersenyum manis.


"Ayuk kak!" Kita jalan," pintanya.


Arini kemana? Tanya tante Hera. Bukannya tadi dia susulin kamu..!


Iya mah. Tadi dia ada. Abis itu disuruh bikinin roti bakar, tapi sampai sekarang gak nongol-nongol, jawabnya berbohong.


Pelayan yang tau persis ceritanya, hanya menundukkan wajahnya karena tatapan tajam majikannya.


Kok malah disuruh bikin roti bakar sih sayang? Dia kan asisten buat bantuin masalah pernikahan. Kenapa malah disuruh yang aneh-aneh, kan ada banyak pelayan dirumah ini. Keluh mamanya.


Pengen ngetes dia aja mam.. "becus apa gak" udah gitu aja.


"Yang diomongin pun tiba-tiba muncul dari atas."


"Maaf tante saya lama."


Dari mana aja? Tanya tante hera bingung.

__ADS_1


Tadi saya nyariin pak Exel, tapi dia gak ada. Saya sampai kesasar karena saking besarnya rumah ini tante, jelasnya berbohong sambil melirik kearah Exel.


Ooh.. Tante hera hanya ber oh ria.


Kanaya yang melihat Arini, menunjukkan rasa tidak senangnya. Gak usah pake asisten segala tante. Naya sama kak exel bisa kok, lagian kan dibantuin sama wo nya juga. Katanya ketus.


Gak apa-apa sayang.. Semakin banyak yang bantuin kalian kan semakin bagus. Apalagi Arini banyak tau tentang kesukaan Exel.


Tapi tante..


Yaudah kalian berangkat gih! Entar kemalaman lagi pulangnya. Sahut tante Hera tanpa menghiraukan permintaan Kanaya.


Dengan tampang kesal, Kanaya berjalan sambil memegang lengan calon suaminya. Dan menunjukkan rasa tidak sukanya terhadap Arini.


Arini hanya menundukkan wajahnya. Mau cemburu, dia bukan siapa-siapa. Dia hanya mainan bagi Exel. Hatinya perih melihat pemandangan ini."


Exel membawa mobil mewahnya, dia lebih memilih membawa mobil sendiri tanpa supir. Kanaya dan Exel duduk didepan.


Sedangkan Aini duduk dibelakang sendiri kayak nyamuk yang mengganggu sepasang sejoli yang sedang pacaran.


Mobil melaju menuju butik desainer. Bukannya desainer nya gak mau datang kerumah. Tapi mamanya Exel yang ngotot agar mereka langsung kebutiknya aja. Alasannya simpel, agar Exel dan Kanaya lebih sering menghabiskan waktu bersama.


"Diperjalanan kanaya bersikap sangat genit. Tangannya membelai paha exel. Dan Kanaya hanya memakai gaun yang roknya cuma sepaha.' Pendek banget'.


Mobil berhenti karena lampu merah menyala, dengan beraninya Kanaya menarik Exel dan mencium bibirnya penuh napsu. Sambil melirik kearah Arini, seolah-olah dia ingin menunjukkan, kalau pria ini adalah miliknya.


Arini membuang pandangannya keluar mobil. Gak punya malu pikirnya, apa dia lupa dibelakang masih ada orang. Pikirnya sewot. "cemburu? Ya jelas cemburu. Karena tadi bibir itu miliknya. Dan sekarang mereka malah berciuman dihadapkannya. Exel memang gak punya hati. Bisa-bisanya dia gak menolak ciuman itu, tapi malah menikmati.


Exel melepaskan ciuman Kanaya. Jaga sikap mu, katanya tegas. Di belakang ada orang.


"Kanaya hanya mendengus kesal. Makanya gak usah ajak dia sayang katanya."


Ini kan perintah mama, aku gak bisa nolak permintaan mama. Duduk yang manis aja.


Didalam hatinya Arini sangat senang dengan sikap Exel yang tegas. Ternyata dia gak seburuk dugaanku..


*****


Hai tinggal kan tanda 😍 dengan ❤️

__ADS_1


Komen dan vote. Makasi 🤗


__ADS_2