
Halo Ren!!
Ya bos. Jawab reno.
Hubungi manajer keuangan yang baru itu sekarang. Siapa namanya? Tanya exel pura-pura amnesia.
"Arini bos."
Kenapa loe cepat banget ingat namanya? Biasanya karyawan baru loe suka lupa!
Wajar dong bos, "cewek cakep" mana body bohay pisan euy, gimana bisa lupa. Sahut reno blak-blakan.
Jaga mulut loe!! Geram exel.
'Ampuuuun bos', sekali-sekali yang cakep kasih saya bos. Jangan diembat semua, oceh reno yang mulai paham akan maksud exel.
Mau apa sama arini bos?
Bukan urusan loe!! Pokoknya sekarang loe minta Lna hubungi dia, dan kasih tau kedia, buat nemuin klien di prince hotel. 'Sekarang juga'.
Oke! Siap bos, dilaksanakan. Gue yakin pasti ada udang dibalik bakwan ini. 'pikir reno curiga'.
***
Rin.. Handphone nya bunyi tuh, 'kata raihan' .
'Mbak lina', Nama yang tertera disana. Iya mbak, halo!
Halo buk! pimpinan memerintahkan ibuk buat ketemu klien di prince hotel, sekarang juga pintanya.
Kok mendadak banget mbak? Bukannya saya disuruh bapak buat jadi asistennya presdir.
'Iya buk' . Kata bapak, "ibuk gak perlu lagi bantuin presdir". Mulai besok ibuk udah bisa balik lagi kekantor. 'Jelas lina sekretaris presdir'.
Ooohh ya udah mbak kalau gitu, saya kesana sekarang.
Raihan menyimak apa yang dibicarakan arini dengan orang itu. Kenapa? Musti kerja lagi? Tanyanya kecewa.
Iya pak! Maaf yah udah ngerepotin bapak. Aku gak jadi ikut sama kakak ke tukang urut.
Yaudah, hati-hati jalannya. Jangan sampai jatuh lagi. Abis pulang kerja pergi urut yah, aku gak bisa antar. Nanti ada urusan. Trus lain kali jangan panggil pak lagi, panggil kak aja, kalau kita lagi di luar. Kalau dikantor boleh lah panggil bapak.
Baik pak! Eh" iya kak", kakak tenang aja, aku bisa pergi sendiri kok". Kalau gitu Arin turun disini aja kak. Naik taksi aja kesana.
Gak! Biar aku yang antarin kesana, ucap raihan memaksa.
Gak usah kak!
Udah duduk manis aja, aku ngebut nih.
__ADS_1
***
30 menit waktu diperjalanan, akhirnya sampai juga ditujuan.
Makasi kak! Ntar Arin traktir, buat ngebalas kebaikan kak rai. Ucapnya tersenyum manis.
Wah!! Bener yah! Aku tungguin, sahutnya tersenyum berharap.
'Sepeninggalan raihan' , arini masuk kedalam prince hotel, dengan langkah tertatih-tatih. Dan langsung menuju resepsionis.
Permisi mbak! Saya mau nanya, dimana saya bisa ketemu sama mrs. Elizabeth Smith ? Saya dari perusahaan Paradhita group, nama saya arini. Kami udah janjian mau ketemu dihotel ini.
Ohh. sebentar mbak, kita cek dulu. _"beliau menunggu dikamar 501" Presidential suite.
Baik mbak! Saya permisi.. Terima kasih.
Arini dibantu sama karyawan hotel, buat akses lift keatas. Karena gak bisa sembarang orang yang bisa naik tanpa menggunakan kartu kamar.
Sesampainya diatas. Arini berjalan sendiri menuju kamar klien tersebut. "Kenapa musti dikamar yah" kan bisa di restoran atau di bar lounge. Untung kliennya perempuan. Kalau laki, gue gak bakalan mau 'ogah' batinnya.
Arini menekan bel kamar Presidential suite. "ada rasa khawatir dihatinya", apa karena tamu ini sangat penting. Karena tempat nginapnya aja, kamar paling mahal dihotel ini. "Semua orang juga tau kalau Prince hotel adalah salah satu hotel bintang lima di Jakarta".
Pintunya terbuka, tapi orangnya gak ada. Sepertinya, pintu kamarnya otomatis seperti kamarnya exel. "Arini malah ngebayangin pria jahat itu" dan berusaha menepisnya dari pikirannya.
Arini melangkahkan kakinya dengan ragu masuk kedalam. Kamarnya sangat besar, didalam ada ruang tamunya juga. Ini udah seperti sebuah apartemen mewah, malah lebih bagus dari kamarnya exel. "tu kan exel lagi, kenapa sih ingat dia mulu'. Jidatnya memiliki banyak garis karena mikirin pria itu.
Permisi!! Saya arini? Panggilnya. Gak ada sahutan sama sekali, sepi kayak kuburan." Pintu yang tadinya terbuka, udah menutup sendiri", dia sama sekali gak heran. Dan yang lebih hebatnya lagi dikamar ini ada kolam renang pribadi, ada tempat olahraga juga. Tapi mana pemilik kamar ini? Kenapa dari tadi gak ada batang hidungnya. 'dia bisa bahasa indonesia gak yah'.
Arini terperanjat, mendapati exel yang ada dikamar ini. Ke-kenapa bapak ada disini? Dimana Elizabeth Smith? Apa kalian selingkuh? Tanyanya penuh kecurigaan.
"Hahahaa" yang ditanya pun ketawa. "iya selingkuh sama kamu" katanya mantap.
'Hah'. Maksud bapak apa? Tanyanya mulai cemas.
Kenapa mukanya kayak orang takut gitu? Silahkan duduk. Mau minum apa? Tanya exel santai.
Gak perlu pak, saya gak haus. Katanya menelan ludah karena tenggorokannya kering. Jadi dimana mrs. Smith ? Saya disuruh pimpinan buat ketemu beliau.
"Ada dihadapkanmu".
Dihadapkan saya cuma ada bapak.
Yaitu maksud saya, belum ngerti juga? Tanya exel. "Mendekatlah" pintanya.
Saya disini aja pak, jawabnya tegas. "Kalau memang mrs. Elizabeth nya gak ada, kalau gitu saya permisi undur diri. Arini berdiri dan ingin pergi cepat-cepat dari kamar ini. "Baginya udah gak ada lagi kenyamanan untuk berada satu ruangan dengan exel". Apa tujuannya menipunya seperti ini?
Mau kemana! Mau ketemu raihan!
Arini bingung dengan pertanyaan exel. "Saya mau pulang" katanya. Tapi tangannya malah ditarik exel kearahnya.
__ADS_1
Lagi-lagi arini berakhir dipelukan exel. "pria jahat itu".
Apa yang kalian lakuin tadi?
Maksud bapak apa? Tanyanya gugup, karena diantara mereka hampir tidak ada jarak.
Apa dia mencumbumu tadi? Tanyanya.
Maaf pak, "saya gak ngerti apa yang bapak maksud". Saya rasa bapak salah paham.
Salah paham apa!! Teriaknya sambil menarik atasan gaun arini.
"Aahh" apa yang bapak lakuin? Lepaaas rontanya sekuat tenaga. Sambil berusaha menyelamatkan bajunya agar gak sobek.
"Gak usah malu", rencananya buat kedepannya, aku bakalan sering lihat. Exel menyeringai puas melihat reaksi Arini yang bingung.
Arini merinding karena perkataan Exel. Dan badannya terasa melayang dan _exel melemparkannya ke kolam.
Dengan susah payah, arini keluar dari air dan menghirup udara yang banyak diatas. Airnya sangat dingin, dia menggigil kedinginan. Dia berusaha untuk naik keatas kolam dengan bantuan tangannya, karena kakinya masih 'sangat sakit'. 'arini meringis kesakitan'.
Dingin..!! Tanya exel, sini aku peluk katanya mencibir.
Arini melipat tangannya didada, berusaha melindungi tubuhnya, karena gaun yang dia pakai sekarang melekat ketubuhnya. Apalagi bahannya sangat tipis. 'arini merasa ditelanjangi oleh tatapan exel'.
Arini berjalan terseok-seok dan berusaha meraih handuk dikursi kolam. 'Tapi lagi-lagi tangannya diraih dan tubuhnya diangkat exel dipundaknya', dan dia dibawa kembali kekamar dan di lemparkan diatas kasur'. Apa yang bapak lakuin!! Arini berteriak prustasi.
"Arini meraih selimut berusaha menutupi tubuhnya" . Karena exel telah merobek seluruh gaun yang dipakainya.
Ada apa dengannya kenapa dia seperti singa yang sedang kelaparan" pikirnya ketakutan.
Arini mundur tapi malah terhalang oleh pinggiran ranjang, dia terjebak, sambil memegangi selimutnya.
Apa mau bapak! Pergi! Teriaknya ingin menangis..
Hanya dengan sekali sentakan "selimutnya ditarik". Dan exel menindih tubuh polosnya. Arini memukul-muluk dada exel. Tapi pria itu gak bergeming sedikit pun. "Jangaaan", aku mohon, 'lepasin aku'!!
Exel udah seperti orang kesetanan, dia sama sekali gak menghiraukan permohonan arini.
Kaak sadarlah, pintanya menegang, karena exel mulai meraba area sensitif miliknya. Kamu mabuk kak. Jangan lakuin ini!
Exel menyentuhnya dengan kasar, seluruh tubuhnya terasa sakit. Belum lagi dia gak bisa melawan karena rasa nyeri dikakinya. Tubuhnya mulai melemah.
Tanpa ada rangsangan sedikitpun exel menyentakkan miliknya pada arini. Rasa sakit yang amat sangat dirasakannya diarea sensitif miliknya, arini berteriak kesakitan.
Arini masih "Virgin" pikirnya tertegun, tapi karena gairahnya yang gak tertahan kan, dan rasa marah karena cemburu sama raihan. Exel kembali menyentaknya dengan kasar. Darah segar terlihat di seprei yang putih.
"Arini gak pernah menyangka, akan kehilangan kesuciannya dengan cara seperti ini". "Exel memperkosanya". Dia hanya bisa terisak lemah. Dia terus-menerus menekannya, "Dan rasa yang amat sakit dibawah dan seluruh tubuhnya membuatnya kehilangan kesadaran".
****
__ADS_1
Hai..
Tinggalkan jejakmu, dengan like, komen dan vote. Makasih.