
"Ren! Mana berkas proyek kita dengan Singapur!!
"Ini bos.. Reno buru-buru menyerahkan berkas tersebut ke tangan Exel."
"Siapa yang buat rancangan masalah dana pembuatannya! Apa mereka gak mikir, ini kemahalan.. Terlalu makan banyak biaya. Loe juga kenapa gak periksa dulu, ini aja gak becus. Exel menuding telunjuknya ke muka Reno, dan melempar berkasnya sembarangan. Ganti semuanya!
"Iya iya.. Siap bos, itu yang buat manajer keuangan yang gantiin posisinya mbak Arini. Katanya dia lebih senior dari mbak Arini, saya gak nyangka juga bos, kerjaan nya kayak gini."
"Kenapa junior jauh lebih hebat dari seniornya! Siapa yang nyuruh loe sebut-sebut nama dia lagi? Exel langsung panas mendengar nama Arini disebutkan. Turunin jabatannya, dan cari manajer yang lebih kompeten."
"Siap bos! Reno keluar dengan perasaan was was. Semenjak kepergian Arini si bos tingkahnya benar-benar mengerikan. Kejam banget. Semua karyawan yang ikutan nimbrung gosipin si bos dan Arini di group chat kantor semuanya dipecat. Lagian berani banget masuk-masukin foto Presdir bareng Arini yang sedang masuk Apartemen. Jadinya semua orang kan mikirnya kemana-mana.."
"Exel memerintahkannya untuk mencari dalang dari masalahnya dengan Arini sampai ke akar-akar nya, dan menemukan kalau semua ini ulah mertuanya, mama Monik." Reno menarik napas nya berat, bagian HRD mengeluh setiap hari, karena musti nyari karyawan baru yang berkompeten, karena terlalu banyak karyawan yang dipecat Presdir, itu bukan hal yang mudah."
"Exel gak bisa berbuat apa-apa terhadap mertuanya sendiri. Akhirnya Reno menutup gosip ini dengan membumkam mulut semua orang, kalau ada yang berani berbicara akan dipecat. Exel yang dulunya mudah tersenyum, sekarang Reno hampir gak pernah melihat senyumnya. Setiap malam selalu ke club malam. Dengan alasan bosan dirumah."
" Exel kembali kerumah dengan tampang kusut setiap harinya, sangat mudah marah. Pelayan yang kerja dirumah mereka menggigil ketakutan, setiap Exel memanggil mereka. Takut salah dihadapan majikan yang galak. "
"Dimana Kanaya!! Exel bertanya sambil menghempaskan tubuhnya di kursi. "
"Nyonya pergi tuan, katanya ada pemotretan. Pak mamad menjawab sambil membungkukkan badannya. "
"Cih", Exel mencibir pekerjaan istrinya. Siap kan makan, saya lapar. "
" Baik tuan.. Saya permisi."
" Mereka sekarang tinggal terpisah dari orang tua. Exel pusing setiap hari mendengarkan omelan mamanya dan mama mertuanya untuk minta cucu. Sementara dia sama sekali gak nyaman tidur sekamar dengan Kanaya. Makanya Exel mutusin beli rumah baru, biar dia bisa bebas mau berbuat apapun dirumahnya. "
" Tinggal serumah bareng Exel suatu keharusan bagi Kanaya, karena dia harus nurut perkataan suaminya. Alhasil dia gak bisa menggunakan alasan malu sama orang tuanya kalau gak sekamar dengan Exel. Baru seminggu menempati rumah baru mereka, Kanaya benar-benar mati kebosanan. Gak ada yang bisa dia ajak ngobrol, Exel selalu pergi pagi, pulang larut malam. Tidurpun mereka gak sekamar. Belum pernah Exel menyentuhnya, padahal keluarganya nanya-nanya terus, udah hamil belum! Gimana mau hamil, dibikin aja nggak.
Saking bosannya Kanaya menghubungi temannya dulu yang gak pernah dia hubungi. Karena kebanyakan temannya ada di luar negeri, inilah akibatnya kurang bergaul. Halo sar! Gimana kabar loe!
Kanaya! Ini beneran loe! Kemana aja sih loe, sombong banget, gak pernah mau gabung ma kita. Sarah nyerocos..
Biasalah sar.. Kemaren sibuk kuliah, trus gue baru nikah, lagian gue kan belum lama juga netap di indo nya. Kegiatan loe apa sekarang? Bosan gue.
Nikah gak ngasih kabar.. Tega loe! Pantesan aja gak pernah ngumpul ma kita, gue sekarang lagi sibuk juga nay.. Kerjaan gue ngerekrut model-model baru. Loe gak kerja?
__ADS_1
"Model", Kanaya kelihatan tertarik. Nggak kerja gue, malas kerja di Perusahaan ngebosenin."
"Jadi model aja nay! Loe kan cantik banget.. Pasti banyak yang tertarik buat jadi sponsor loe.. Tapi itu si kalau loe tertarik. Lagian gue tau loe kan gak kekurangan uang."
"Emangnya menurut loe, gue ada bakat gak!"
"Kalau di asah, pasti muncul sendiri bakatnya."
"Yaudah deh, gue coba."
"Kalau gitu loe tinggal datang ke lokasi studionya. Entar gue kirim alamatnya ke loe."
"Oke deh."
"Itulah awalnya Kanaya memulai karir nya sebagai model, ternyata sangat menyenangkan.. Baru satu bulan jadi model, wajahnya udah wara wiri di tv, jadi model iklan." Kesibukannya semakin membuatnya jarang bertemu dengan Exel. Lagian Kanaya capek berantem terus sama Exel. Exel gak pernah menghargainya, beda banget sama penggemarnya yang selalu memuja-muja Kanaya."
"Dunia gemerlap sebagai model, membuat Kanaya sangat menikmati gaya hidup yang bebas. Exel gak pernah menyukai pekerjaannya."
"Pernah waktu itu mereka berantem hebat. Berhenti jadi model sekarang juga, pinta Exel."
"Aku gak mau.. Mas gak pernah nganggap aku sebagai istri. Mas gak pernah peduli sama aku."
"Kalau mas lebih peduli sama aku, aku janji akan berhenti jadi model.. Tapi kalau mas masih bersikap sama. Jangan larang aku berbuat apapun yang aku suka. Emosi Kanaya ikut terpancing.."
"Oke, lakukan sesuka hatimu, kalau ketemu diluar anggap kita gak saling kenal. Jangan larang aku, buat nyari kesenangan diluar sana. Exel mengatakannya sambil berlalu dari hadapan Kanaya."
Kanaya memaki dalam hatinya. "Sar! Dimana loe! Tunggu gue di club biasa, kita party. Ajakan Kanaya disambut dengan senang hati oleh Sarah.
" Siap madam! Entar gue kabarin ke anak-anak yang lain."
" Mereka memang cocok, pasangan suami istri yang hobi party."
" Exel memasuki club Butterfly, datang ke tempat ini, menjadi hoby nya akhir-akhir ini. Exel dan teman-temannya selalu duduk diruang VIP. Mereka malas gabung. Gue gak mau gabung sama orang bar bar kayak mereka, ucap Exel angkuh. "
Pelayan memberikan mereka minuman yang biasa mereka pesan. Exel selalu paling banyak minum, tapi gak pernah mabuk. Beda banget sama Reno, gak tahan sama alkohol. Reno datang ke tempat seperti ini, ikut-ikutan bos nya aja. Mumpung diajakin, Reno memang asisten Exel, orang kepercayaannya sekaligus sahabat Exel.
Kenapa loe xel! Suntuk banget..urusan kerjaan, biar di selesain sama Reno. Ayuklah kita bersenang-senang. Bawa ke sini empat orang yang paling cantik, David memerintahkan pelayannya membawakan mereka wanita penghibur.
__ADS_1
"Exel hanya diam.."
Datang wanita cantik nan sexy, menemani mereka minum. Exel sama sekali gak tertarik, beda dengan Reno, David, dan Kevin mereka sangat menikmati ngobrol sama cewek-cewek itu.
Sedangkan yang menemani Exel malah manyun, udah dari tadi sibuk merayu Exel, tapi yang bersangkutan menyuruhnya untuk tutup mulut, dan gak diijinin buat menyentuhnya. Cakep-cakep kok gak normal yah, pikirnya.
Bos.. Itu bukannya nyonya besar? Yang dimaksud Reno itu Kanaya.
Mana? Exel celingukan mencari keberadaan Kanaya. Kenapa dia musti datang ke tempat seperti ini. Exel melihat arah pandangan Reno, betapa kagetnya, dia melihat Kanaya sedang bergoyang dengan laki-laki. Orang itu meraba tubuh istrinya yang hanya mengenakan gaun minim. Brengsek!! Makinya. Bukan karena cemburu, tapi lebih gak terima kelakuan istrinya seperti perempuan murahan.
Ren. Seret dia ke sini!
Reno melotot, mana berani dia. Gak berani bos.
Itu aja loe gak berani. Bukan Kanaya, tapi laki-laki itu. Buruan.. Exel mendorong Reno, agar cepat bertindak.
Oke bos. Reno langsung bertindak, berdesakan diantara keramaian. Dan mencengkram kerah baju pria itu. Kanaya panik karena melihat Reno, pasti mas Exel ada disini.
Reno menyeret pria itu kehadapan bos nya. Kanaya mukanya pias, takut sama Exel.
Kenapa nay! Siapa tuh!
Kanaya gak menggubris pertanyaan teman-temannya, dan langsung menuju ke ruang VIP tempat Exel. Di sana Kanaya bisa melihat teman pria nya dihajar habis-habiskan sama Reno. Sampai babak belur.
****** loe! Masih berani pegang-pegang istri orang, Reno emosi, menggantikan sang bos yang gak mau mengotori tangannya..
"Ampuun.. Ampuun.. Saya mohon, jangan pukul lagi. Saya gak berani."
"Exel menatap Kanaya dengan tatapan jijik."
Kanaya bergidik, melihat tatapan mata suaminya. Mas.. Aku bisa jelasin.
"Keluar!!! Dasar perempuan murahan."
"Kanaya langsung berlari menangis, karena dikatai perempuan murahan, oleh suaminya sendiri."
***
__ADS_1
Tinggalkan jejak mu😍😍🙏🙏