Affair With My Boss

Affair With My Boss
Terbuang


__ADS_3

Arini terbangun dalam kondisi tubuh yang sakit. Dia berusaha untuk duduk, tapi dia malah meringis karena rasa perih di bagian bawahnya, akhirnya dengan pasrah dia kembali berbaring.


Kepalanya celingak celinguk mencari sesuatu, kemana dia? Gumamnya. Arini menemukan secarik kertas diatas meja, disamping ranjangnya. "maaf" kata yang tertera dikertas itu.


Arini menghela napas dengan muka masam, perasaannya kesal, sakit hati. "hanya ini yang bisa dia katakan" geramnya. Setelah semua ini dia malah pergi ninggalin aku disini. Benar-benar pria gak tau diri!!! Brengseeeek!! Teriaknya dikamar sendirian.


Tiba-tiba ponselnya berdering. Kak rai! Gumamnya gugup. Arini terdiam sejenak gak berani mengangkat telpon dari raihan. Tapi raihan kembali menghubunginya, hingga panggilan kelima. Iya, halo kak! kata arini menggigit bibirnya.


Halo beb!! Kok lama sih, kemana aja? Tanyanya menggoda.


Tadi lagi mandi kak. Makanya gak kedengeran. Maaf yah kak katanya beralasan.


Iya sayang gak apa-apa. Nanti mau kekantor?


Kenapa kak rai memanggilnya dengan sebutan sayang. Oohh! Gak kak, gak kekantor.


Kenapa? Kamu sakit?


Ng-nggak kok kak. Arin baik-baik aja. "Arini berpikir mencari alasan yang tepat". Kalau seandainya dia bilang sakit dan dirumah aja, raihan bisa-bisa datang nyamperin dia kerumah.


Hari ini Arin mau ketemu klien lagi kak diluar. Dia semakin mahir berbohong.


Wah semakin sibuk yah sekarang, sulit banget nemui wanita cantik kayak kamu, godanya.


Kakak bisa aja! Wajahnya tersipu malu Karena pujian raihan. Tapi mengingat kondisinya, arini kembali sadar. Seharusnya dia jauhin raihan, kak rai orangnya sangat baik. Sementara dia, hanyalah "perempuan murahan". Sepertinya kata-kata itu udah cocok disematkan padanya.


Ooh iya kak, Arin siap-siap dulu yah, takut telat bohongnya.


Oke deh.. Ntar aku hubungi lagi yah, "kangen".


Ucapan raihan sangat menusuk hatinya, maafin Arin kak. Arin bukan wanita seperti yang kakak bayangkan. Itu semua, hanya bisa arini ucapkan dalam hatinya aja.


'Uum' iya kak. Bye..! Katanya menutup telpon.


Gimana kalau aku hamil, apa yang akan terjadi? Pikirannya benar-benar kusut. Perutnya jadi lapar. Arini berusaha untuk turun dari ranjang, ternyata kakinya udah gak terlalu sakit. "Di kakinya ada gips", apa exel manggilin dokter buat ngobatin kakinya. "Masa bodo sama pria itu". Arini berjalan membungkuk karena masih perih.


Ternyata exel udah nyiapin sarapan untuknya. "kayaknya lezat", arini menelan salivanya karena kelaparan. Yang kemaren itu benar-benar membuatnya kelelahan, sampai-sampai dia gak bangun buat makan malam.


Disamping makanan, ada juga kantong kresek berwarna putih. Arini membukanya dan membaca tulisan yang tertera disana. "obat pereda nyeri pada daerah kewanitaan", diminum tiga kali sehari sampai sembuh. Berarti tadi malam dia benar-benar manggilin dokter. Baguslah, dia lumayan bertanggung jawab dengan perbuatan bejatnya.

__ADS_1


Arini meletakkan kantong obatnya diatas meja, dan makan dengan lahap. Rasanya pengen mandi pikirnya. Tapi bajunya mana! Bajunya udah di sobek exel, trus ini baju siapa? Arini hanya mengenakan gaun tidur berbahan sutra, sangat nyaman ditubuhnya. Tapi sangat tipis. Lekuk tubuhnya bisa terlihat jelas dibalik bajunya itu.


Pengaruh obat kembali membuat matanya mengantuk, arini tidur setelah minta dibeliin baju sama room service. Bajunya cukup bagus dan branded, arini memesan lima helai baju, rasanya cukup dipakai sampai dia benar-benar pulih.


***


Ini adalah hari ke tiga, arini berada dikamar hotel mewah milik exel. "tak sedikit pun tampak batang hidungnya, ataupun hanya sekedar menghubungi aja, sama sekali gak ada.


Kenapa!! Tega banget kamu kak! Paling kamu bisa minta maaf secara langsung." arini terisak dengan kesendiriannya", dia merasa dibuang setelah exel bosan padanya. Rasa perih dibagian kewanitaannya udah sembuh, kakinya juga udah sembuh total. 'Arini berniat untuk pulang hari ini'. Tadinya dia berniat berlama-lama disini, karena menunggu kedatangan Exel.


***


Udah dua minggu berlalu semenjak arini kehilangan kesuciannya. Dan sama sekali belum melihat exel. "Untungnya dia gak hamil karena seminggu yang lalu dia datang bulan". 'Arini menghela napasnya legah'. Hari ini adalah hari pernikahan exel. Sedih? 'Tentu', itu udah pasti.


Hai bu manajer? Sapa mely.


Arini membalas sapaan mely dengan senyum yang dipaksakan.


Kenapa loe! Mukanya loyo gitu! Kesambet!


Arini menepis tangannya, ngomong apaan sih mel? Ada-ada aja sahut arini berusaha menyembunyikan perasaannya.


Ckckck.., mely berdecak gak percaya. 'Gue mau curhat rin' rengek mely. Pak exel mau nikah.., katanya cemberut.


Gue patah hati rin, pdkt aja belum, 'eh' dia udah mau nikah aja. Beruntung banget cewek itu.


Arini berusaha menyimak curhatan mely, walaupun hatinya jauh lebih sakit dari pada cewek-cewek yang kesemsem sama exel.


Dari awal kan udah tau, 'kalau pak exel itu mau merid'. Trus mau diapain lagi. Tunangannya adalah orang yang sepadan dengannya, mereka sangat serasi, jelas arini sedih.


Ooh iya rin. Loe lumayan beruntung tau, bisa dekat sama pak exel, walaupun cuma sehari. Gue jadi ngiri katanya cemberut.


Arini tersenyum malas.


Ntar malam loe datang gak? Tanya mely.


Uum nggak. Gue gak datang, lagi banyak kerjaan katanya beralasan.


"Yaa ampuuuun rin! Kerjaan mulu yang dipikirin, lumayan tau datang kekondangan high class. Siapa tau nemu cogan kayak pak exel disana.

__ADS_1


Nggak aahh loe aja!


Kenapa gak mau? Tanya raihan memasuki ruangan arini.


" Hah" mely terpesona. Mulut mengaga dan mata melotot, biasa kalau lihat cogan suka gitu.


Pak! Kapan datang?


Baru aja, langsung kesini nemuin kamu. 'Abisnya kangen".


'Kangen', kata-kata itu terngiang dikepala mely. Apa arini udah punya pacar! Kenapa dia gak pernah cerita kalau punya pacar cogan begini. Mely rasanya ingin menangis tanpa air mata. Cuma dia yang masih jomblo.


Ntaar malam datang ya' bareng aku?


Maaf pak! Saya gak bisa.. Jawab arini memelas.


Kenapa? Cemburu liat mereka?


Arini mendongak mendengar pertanyaan raihan. Buat apa cemburu! Kakak bisa aja, jawabnya pura-pura santai.


Kalau kamu gak berani pergi, berarti kamu masih ada rasa sama exel!


Mely melongo, dan terus menyimak pembicaraan dua sejoli.


Ya ampun gaklah pak, elaknya. Udah lama juga. "matanya mengarah ke mely". Apa sahabatnya ini akan marah, kalau tau yang sebenarnya.


Yaudah kalau gitu, ntar malam datang sama aku! Kalau kamu nolak, brarti dugaanku benar. "raihan hanya ingin menguji perasaan arini".


Baiklah! Aku ikut. Tapi ajak mely yah?


Okeh, gak masalah. Mely masih bengong, karena belum bisa mencerna pembicaraan arini dan raihan tadi.


Mel!! Arini menggoyangkan badannya.


Mel..! Kenalin ini pak Raihan, salah satu dewan direksi disini.


Mely tergagap karena gugup, ternyata cogan yang didepannya ini 'bosnya juga'. Kenapa selama ini mely gak pernah lihat'. Jadinya arini deh yang sikat.


Ntar malam dandan yang cantik ya mely.., sambil menatap kearah mely. ' membuat mey meronta bahagia'.

__ADS_1


***


Hai tinggalkan tanda cintamu buat author. Dengan like, comen and vote, thanks🤗


__ADS_2