
Suami gak marah! Padahal kamu kan udah gak pulang selama seminggu..
"Huh", dia gak kan marah. Dia juga jarang pulang selalu tidur diluar entah sama siapa. Kanaya mengangkat bahunya acuh. "
Asik donk sayang. Aku senang kamu gak pulang-pulang. Disini aja trus kamu gak kan pernah bosan.. Tony menyeringai penuh nafsu. Tangannya diletakkan di dada Kanaya dan meremasnya kuat..
Apaan sih sayang.. Udah aah, aku capek. Udah 3 jam kita bercinta, aku mau tidur dulu.. Kanaya merengek dalam pelukan Tony sang fotografer yang sering memotret Kanaya tanpa busana.
Kanaya gak peduli dengan sikap Exel, lagian dia juga gak pernah dianggap, baginya sekarang adalah karirnya, party dan harta Exel. Masa Bodoh dengan Exel, toh sekarang hidupnya sangat menyenangkan.. Bercinta dengan laki-laki mana pun yang dia inginkan.
Keesokan harinya Kanaya pulang kerumah orangtuanya. Hai mam! Pah! Sambil berpelukan.
"Sayang sibuk banget yah jadi artis? Nemui mama sama papa aja gak sempat." Mama melepaskan pelukannya.
"Mama benar, gimana kamu sama Exel? Kalau papa lihat kamu tu terlalu sibuk, gak kan sempat ngurusin suami.. Gimana kalau entar suami kamu bosan dan mencari wanita lain!"
"Iiihhh papa.. Ada-ada aja deh."
"Kalau sibuk itu musti ada batasannya juga. Papa membayangkan memiliki cucu tapi gak terwujud juga sampai sekarang, gimana mau dapat cucu kamunya aja sibuk kayak yang kekurangan uang."
"Iyah papa sayang.. Papa tenang yah, seharusnya papa itu ngomelnya sama mas Exel bukan sama naya. Mas Exel nya tuh jarang pulang kerumah, makanya naya juga lebih memilih untuk mencari kesibukan diluaran."
"Selalu mencari alasan.. Sebagai seorang istri kamu tu harus pintar mengambil hatinya suami.."
"Paa.. Udah dong, anak sesekali pulang, jangan di marahin terus, kasian. Kalau ranahnya istri itu bagiannya mama, biar mama yang ngajarin naya.."
"Yaudah, kasih tau anak kesayangan mama gimana musti bersikap sebagai seorang istri biar kita cepat dapat cucu. Papa meninggalkan mereka berdua.."
"Papa benar naya. Kami semua menginginkan cucu dari kalian, mertua kamu pastinya juga. Gimana sih hubungan anak Mama ini sama suaminya!"
"Kanaya menghempaskan diri di sofa, menghela napas. Masih seperti dulu mah, dia gak mau nyentuh naya, gimana mau hamil coba.."
"Apa! Menurut kamu dia normal gak! Masak anak mama secantik ini dia gak tertarik."
__ADS_1
"Entahlah mah, nggak normal kali. Kanaya mengangkat bahunya."
"Ckckck. Mama berdecak, kalau kita mau mengendalikan orangtuanya Exel, kamu itu harus punya anak dari dia."
"Iya ma.. Tapi kan mas Exel nya gak normal."
"Oke, kita tinggalkan urusan anak. Gimana sama kamu sayang! Apa kamu punya kekasih diluar sana? Mama mulai curiga."
"Nggak mungkinlah mah.. Iiiiihh mama ini suka ngawur, lebih ngawur dari papa."
"Kalau gak, baguslah. Mama khawatir aja takutnya kamu itu salah langkah nantinya."
"Mama tenang aja yah, naya tau kok batasan-batasannya. Sambil tersenyum penuh arti."
Satu bulan berlalu. Arini sedang duduk santai ditepian telaga, memegangi perutnya yang sudah mulai kelihatan. "Sehat terus yah sayang.. Walaupun kamu gak punya ayah, tapi kita punya banyak orang yang sayang sama kita nak.."
Hidup jauh dari kedua orangtuanya udah menjadi hal biasa baginya. Saat kedua orangtuanya tau dengan Kondisinya, tentu mereka sangat kecewa dan marah. Tapi mau gimana lagi semuanya telah terjadi, lulu sangat ingin bertemu dengannya tapi dilarang Raihan, katanya Exel sedang mencari tahu dimana keberadaan ku.
Berhenti bekerja itu adalah pilihan yang sangat berat dilakukannya, mengingat dia sebagai tulang punggung keluarga. Dia sangat bersyukur memiliki teman-teman yang sangat peduli padanya. Terutama kak rai, dialah yang memberikannya tempat tinggal yang sangat nyaman disini, jauh dari keramaian.
"Lagi mikirin apa? Apa ada aku didalamnya?"
"Aku menoleh, dan mendapati Raihan berdiri dihadapanku. Kak! Kapan kesini? Aku melihat kesana kemari tapi tak menemukan yang dicari."
"Barusan. Nyariin siapa?"
"Aku pikir kakak kesini sama Lulu. Karena aku pikir kakak udah bisa kesini, berarti situasinya mulai aman kan. Raut mukanya menunjukkan kekecewaan, sedih, karena kesepian sendiri disini."
"Jadi gak senang kalau hanya aku yang kesini? Gak kangen yah sama aku?"
"Iya kangen juga kak. Abisnya kakak dan Mely niat banget nyembunyiin aku disini. Tempatnya bagus sih tapi sepi, aku gak punya teman."
"Ini kan aku udah datang. Wah aku cukup kecewa karena gak diharapkan kedatangannya. Raihan pura-pura pasang muka sedih."
__ADS_1
"Bukannya gitu kak aku gak ada maksud. Arini mulai merasa bersalah."
Hahahah.. Raihan malah tertawa.
"Kakak!!! Lulu berlari mendekati Arini dan memeluknya. Cukup lama mereka berpelukan."
"Iiihhh jail banget sih.. Arini menjewer telinga Lulu."
"Ampun ampun kak. Gak bakalan jail lagi. Hehee.."
"Mereka kembali berpelukan penuh haru. Makasi yah dek, udah nyamperin kakak kesini.. Maaf yah kakak udah buat kamu dan semuanya kecewa. Jangan ikutin jalan kakak yah."
"Iya kakak bawel, siapa juga yang mau ngikutin jalan kakak. Aku kan gak ganjen kayak kakak.. Weeek lulu menjulur kan lidahnya ke Arini. Lulu sengaja bersikap seperti itu, supaya kakaknya gak sedih lagi."
"Lulu! Awas yah.. Arini sudah ingin berlari mengejar Lulu didepan tapi ditahan Raihan."
"Jangan lari-lari bahaya. Biar aku yang ngejar anak nakal itu, kamu tunggu disini yah.. Nanti kita sama-sama ngasih dia pelajaran."
"Iya kak. Cepetan, nanti malah nyasar dia disini banyak ular. Dasar anak nakal.."
Arini geleng-geleng kepala melihat kelakuan adiknya. Lulu udah dewasa sekarang, fostur tubuhnya malah lebih tinggi dari Arini, wajahnya sangat imut, ternyata adiknya sangat cantik dan mulai tumbuh menjadi gadis yang dewasa. Arini kembali duduk dan tertawa melihat Raihan kejar kejaran dengan Lulu. Mereka sangat lucu pikirnya.
"Lulu..! Pelan-pelan jalanannya licin. kayaknya tenagaku mulai berkurang ini efek gak pernah olahraga masak ngejar bocah itu aja dia gak bisa, napasnya mulai ngos-ngosan."
"Hahaa.. Lulu ngakak, gitu deh kalau udah tua mana kuat ngejar aku. Gak cocok dipanggil kakak, cocok nya dipangggil kakek hahahaha Lulu tertawa lepas."
Apa! Kakek. Semuda dan setampan ini dipanggil kakek, Raihan tak terima dengan perkataan Lulu barusan. Awas kamu yah..!!
Lulu kembali berlari karena kali ini Raihan mulai kuat larinya. Mereka berdua udah semakin jauh dari keberadaan Arini tadi. Tapi benar aja yang dibilang Raihan tadi.
Aaaahhhh... Dia tergelincir, sejengkal lagi badannya akan jatuh ketelaga. Lulu suka seram sama telaga, yang kata orang kadang suka angker.. Tolong kak!!
Hai pagi👋 Jangan lupa like, komen dan vote nya yah. Maaf jarang update 🙏🙏
__ADS_1