Affair With My Boss

Affair With My Boss
Telaga


__ADS_3

Lulu!! Hati-hati nanti jatuh.


Aaaahh!!! Kak tolong!!


Raihan semakin kencang berlari mendengar teriakan Lulu dan melihatnya yang udah jatuh kedalam telaga, Raihan langsung melompat, dan meraih Lulu yang kesulitan berenang, airnya cukup jernih. Tapi seperti pesan Arini tadi memang banyak ular disini. Raihan melempar ular-ular dengan ranting yang ada didekatnya.


"Pagangi aku, jangan dilepas. Telaganya dalam, kamu bisa berenang gak!"


Uhuk.. Uhuk. Lulu terbatuk karena tanpa sengaja meminum air.


Raihan membantu naik keatas dan membantunya duduk dipangkuannya, sambil menepuk punggung Lulu yang masih kesulitan bicara karena batuk.


Lulu akhirnya telah bisa bernapas dengan normal.. Rambutnya yang berserakan diwajahnya, di rapikan Raihan dan diselipkan ditelinganya. Raihan menyeka wajahnya yang masih basah dan menyapu bibir mungilnya karena kotor terkena lumut.


Sangat cantik pikirnya, dia baru menyadari ternyata Lulu memiliki tekstur wajah yang sangat cantik, dibalik kenakalan bocah ini ternyata dia lumayan juga pikirnya.


"Gimana! Udah enakan. Lulu hanya mengangguk lemah. Dimana tenagamu yang besar tadi! Kayaknya sekarang kau yang lebih cocok dipanggil nenek tua.. Raihan ngakak."


"Kak! Lulu mencubit pinggang Raihan."


"Aaauuuch. Tau gini mending gak usah ditolongin tadi, dasar bocah tua Raihan menyentil kening Lulu. Turun sana, berat."


"Iiihh sakit kak. Sambil meraba-raba keningnya, mana ada aku berat! Ringan tau, nih buktinya. Lulu yang polos menggoyang-goyangkan pinggulnya dipangkuan Raihan."


Kau mau cari mati! Raihan geram kelakuan Lulu barusan membangkitkan sisi kejantanannya. Tangannya mendorong Lulu yang membuat Lulu terjatuh ketanah yang diikuti Raihan diatasnya.


" Kak! Awas, berat.. Lulu mendorong dada Raihan yang menindih tubuhnya."


Yang didorong gak bergeming sama sekali. Dia harus memberi hukuman pada bocah nakal ini. Enak aja mau kabur setelah membakitkan sisi kejantanannya, tanpa berpikir siapa gadis yang ada didepannya ini, Raihan mencium gadis berbibir mungil tapi cerewet yang ada dibawahnya. Yang dicium tak bergeming, entah karena suka atau karena bingung.


Cukup lama mereka berciuman, Raihan sangat menikmatinya, selama ini dia menyukai Arini, tapi gak berniat menyentuhnya sama sekali. Tapi sekarang dia malah mencium adik dari wanita yang disukainya setelah pertemuan kedua mereka, Raihan melepaskan pagutan bibirnya setelah menyadari perbuatannya.


Ma maaf.. Akhirnya Raihan hanya bisa meminta maaf dengan wajah kebingungan.


Lulu menyeka mulutnya, hanya terdiam dan shock dengan kejadian barusan. Ini adalah ciuman pertamanya jadi seperti ini rasanya. Dia pikir sangat menyukai rasanya, padahal dulu dia selalu ngejek teman-temannya waktu SMA yang selalu cerita soal first kiss mereka, dia selalu bilang menjijikan beradu mulut dan bertukar air ludah.

__ADS_1


Tapi sekarang dadanya malah berdebar-debar seakan meledak, tubuhnya melayang saat Raihan menciumnya barusan. Tapi kak rai itu menyukai kak Arin kenapa dia menciumku..


Tanpa menjawab Lulu berdiri dan berlalu meninggalkan Raihan tanpa bicara.


"Kurang ajar sekali dia, dia pikir gak dapat kak Arin dia malah mendekati ku, kenapa ini seperti gak ada pohon akar pun jadi. Memangnya aku cewek apaan.." Dengan dada yang masih berdebar-debar Lulu berjalan dengan cepat meninggalkan Raihan sendirian yang terpaku ditempat."


Dari kejauhan dia bisa melihat kak Arin, Lulu berhenti sejenak." Please hati, tenangkan dirimu. Jangan salah tingkah didepan kak Arin, bisa malu kita."


" Lulu! Arini berseru dari jauh memanggil adiknya. Lulu segera berjalan menghampiri sang kakak."


"Kok lama! Loh kenapa basah! Arini mulai cemas memperhatikan pakaian adiknya yang basah.


Ooh ini kak, tadi tergelincir di telaga.


Kamu kan gak bisa berenang dek.. Trus gimana! Apa ada yang luka! Arini mendekati dan memegangi Lulu mulai khawatir dengan kondisi sang adik.


Ka-kak rai yang bantuin kak, Lulu menjawab gugup, karena canggung mengucapkan nama itu.


"Syukurlah.. Jangan lupa membalas kebaikan kak rai yah dek? Kalau gak ada dia gimana sama kamu. Lain kali lebih hati-hati yah jangan nakal lagi."


Kalau dia gak ngejar, aku gak kan jatuh, gak ada syukur-syukurnya sama sekali pikirnya. Apalagi abis bantuin dia udah ngambil upah nya. Membayangkannya aja udah membuatnya kesal."


"Hei maaf lama, tadi ngejar bocah yang larinya kuat banget. Raihan membuat alasan."


"Kakak jadi basah gini, aku yang minta maaf, udah ngerepotin kakak di tambah lagi sama Lulu. Mendingan kakak sama Lulu ganti baju yuk divila."


Lulu mengangguk, tanpa menoleh melihat Raihan yang mengikuti tepat dibelakangnya.


Sesampainya di vila." Bibi..! Bikinin makanan dan minuman yang panas yah, biar badan jadi anget."


" Baik neng. Permisi tuan menghadap Raihan," bi Darmi bergegas kedapur membuat makanan yang diminta. Bi Darmi dan suaminya yang mengurus vila milik Raihan di daerah pedesaan Jawa Barat Bogor.


Memasuki kamar masing-masing, Raihan dan Lulu kembali berpapasan karena kamar mereka yang berdekatan. Kamar utama di vila telah dipakai Arini selama tinggal disini. Raihan malah ikut masuk ke kamarnya Lulu.


Lulu tentunya kaget. Apa-apaan kak! kenapa kesini!

__ADS_1


Jangan berteriak Raihan menempelkan telunjuknya dibibir Lulu. Mata mereka bertemu dan terpaku untuk beberapa saat..


Dadanya kembali bergemuruh, Lulu meraba dadanya kenapa denganku! pikirnya.


"Lebih baik kakak keluar sekarang juga!! Gak baik masuk kamar orang. Mau aku panggilin kak Arin, biar dia tau kelakuan kakak gak sebaik yang dia pikir."


"Ini kamar ku, ini vilaku. Jadi aku bebas masuk kemanapun yang aku inginkan. Niatannya kesini mau meminta maaf karena perbuatannya tadi. Tapi niatnya urung melihat bocah tengik yang gemesin dan cerewetnya minta ampun."


Rambutnya yang berantakan karena basah membuatnya semakin menarik dimatanya. Raihan memainkan ujung rambut Lulu yang panjangnya se dada. Itu ciuman pertama mu? Tadi aku perhatikan kau sama sekali gak membalas dan juga tidak menolak. Gimana rasanya, enak?


Kemarahan nya memuncak karena pertanyaan yang gak bermutu yang dilontarkan Raihan barusan.


"Lepasin rambutku, Lulu mengibaskan tangan Raihan dari rambutnya dan memalingkan wajahnya."


Raihan malah meletakkan tangannya di leher jenjang Lulu dan menarik wajahnya agar mendekat kearahnya. Mau tidak mau mata mereka kembali bertemu.


Arini sedang duduk diluar menunggu Raihan dan Lulu kelar mandi sambil menikmati camilan. Bawaannya makan mulu, makanya badannya cepat banget berisi, padahal kandungannya baru 3 bulan kayaknya kalau gak salah.


Tiba-tiba ada 2 sedan hitam yang berhenti didepan vila. Siapa yah pikirnya, apa itu tamu kak rai! Di sekitar sini kan hanya ada vila kak rai yang lain jaraknya cukup jauh dari sini.


Rombongan orang berpakaian hitam turun dari sedan tersebut, mereka semua seperti kelompok mafia hongkong. Arini berdiri karena ingin melihat dengan lebih jelas, semuanya ada 10 orang. Ada apa ini? Pikirnya.


"Bii! Ada orang didepan, siapa mereka! Bibi tau gak! Arini berseru dari depan. Bibi yang sedang masak tergopoh-gopoh kedepan."


Iya neng ada apa?


"Itu siapa bi? Kok ada orang rame-rame mau kesini."


Bibi gak tau neng. Mungkin tamunya tuan Raihan.


Mereka semua telah turun dari mobil tapi hanya berdiri disampingnya seperti sedang menunggu seseorang, dan benar aja orang itu turun dengan gagahnya.


Arini menelan ludahnya. Dan sangat gugup," panggilin Raihan bi.."


"Baik neng." Bibi bergegas dan meninggalkan Arini sendiri didepan.

__ADS_1


Hai 👋 mohon maaf🙏🙏 beberapa hari kemaren gak update, karena ada kesibukan.


__ADS_2